
Setelah sekian lama, aku mencari wanita yang merupakan teman akngkatanku. Namun semuanya sia-sia, seolah ia tertelan oleh bumi. Kakiku terasa lemah, aku mencintai wanita ini dan berharap menajdi pria yang akan berada disampingnya.
Setelah bebrapa waktu aku mendapatkan kabar ia kan menikah dengan pria asing. Pria yang baru msuk ketempat kerjanya selama beberapa bulan. Sepertinya mereka sangat mencintai, namun aku tidak mau berhenti. Aku ingin menyampaikan isi hatiku padanya, perasaan yang sudah lama aku pupuk dengan susah payah.
..........
Hari ini pernikahannya, kakiku tidak bisa diam mencari rungannya. Setelah bebrapa waktu aku melihatnya, ingin rasanya memeluknya dan berharap bisa membawa hnya lari. Setelah aku putuskan, aku akan menyatakan perasaanku.
Langka kaki yang pasti dan juga rungan hening ini membuatku semakin gugup, jantungku berdegup dengan kencang. Setelah berada di depannya, mataku tidak bisa berpaling. Wajahnya sangat cantik, matanya terlihat menusuk kearahku,.
.........
pemutaran film yang aku miliki, semuanya berisi memorinya. Memori dari awal ia datang dan mencuri hatiku. Setelah memutar terlihat matanya sangat terbelalak, ia melihat dirinya sendiri.
Fani yang tersenyum, Fani yang menangis, Fani yang marah, Fani yang diam, Fani yang....
semuanya ada di film ini, semua yang aku lihat dan aku rekam semuany ada di film ini. Fani terlihat cantik dengan dirinya sendiri, walaupun dirinya kesusahan tawanya selalu cerah seperti biasanya.
Duraisnya 10 menit dan setelah itu matanya belum teralihkan dari oemuran vidio itu
.........
__ADS_1
Hari ini, aku melihat diriku yang dulu. Setelah dipikirkan ternyata aku benar bisa tersenyum dan tertawa seperti itu. Bahakan tanpa ragu menangis. Semuanya terasa nostalgia yang sangat menyenangkan. Aku tidak tahu siapa pria ini, dia datang membawa h semua ini agar aku menyukainya. Dia terlihat baik, tapi aku benar tidak mengenal siapa dia.
.........
"Aku... aku menyukaimu dalam waktu yang lama. Aku baru bisa mengatakan hati ini karena aku baru kemabli setelah memenangkan perlombaan dari negara X. "
".... "
"..... Apa kamu tidak ingat? Aku perna memanggilmu ke ruang seni. Aku Menyapikan perasaan yang aku miliki dan kamu ingin aku memenangkan kejuaraan di negara X . Saat aku memenangkan maka kamu akan menerima diriku. "
Setelah mendengar perkataan nya aku sadar sekarang, dia anak laki-laki yang menyukai. Saat itu aku masih menyukai Rain dan hatiku sangat kacau sat itu. Setelah mendengar pengakuannya tanpa sadar aku membuat janji padanya.
"Maaf... aku tidak bisa menepati janji itu. "
"Tidak.Aku slaha dan aku mengakui hal itu. "
"kamu masih sama. Saat itu kamu mengatakan hal itu dengan ekpresi yang datar dan aku memiliki pikiran yang berbeda. "
"aku... maaf."
"Aku tahu arti perkataan mu saat itu, tapi aku terus berusaha dan smaali sekarang aku berada di depanmu. Janjiku sudah aku tepati, aku... "
__ADS_1
"Aku mencintai Kein. "
Mendengar kalimat ini hatiku sakit, tapi aku senang bisa negatakan semuannya. Setelah kami berbicara cukup lama, pintu terbuka dengan paksa. Terlihat pria yang snaagt amrah datang ke arahku.
Dia mendorong ku menjauh dari Fani, sambil. menjaga ia mengancam akan memukulku sampai aku berharap untuk mati. Melihat tingkahnya seprti nya pria ini sangat menyukainya.
"Aku hanay ingin memberikan hadir pernikahan. Aku sudah selesai memberikannya pada Fani. Aku akan pergi .... Ah, selamat untuk pernikahan kalian. "
Setelah mengatakan hal itu, ia pergi meninggalkan kami dengan pikiran yang berbeda.
.........
"sayang apa kamu tidak apa-apa? Katakan kalau kmu diperlakukan tidak baik. Akan aku kuliti pria itu. Mendengar perkataannya membuatku senang, aku bangun dan menciumnya.
Setelah kekacaun itu, kami menjaalnakan pernikahn kami dengan lancar serta banyak kerabat yang menghadiri , wmeuahaya memberikan ucapan dan memberikan hadiah pernikahan...
.........
tak... tak.. tak
semunya berakhir dan menyenangkan. Simpul dia hati kami menajdi terurai setelah proses yang rumit ini. Pernikahan menjadi lambang kita smekin dewasa.
__ADS_1
Malam yang gelam dalm diri kami semakin menuju terangnya. Kami membutuhkan waktu dan waktu sedang berjalan di sekitar kami. Waktu yang kami tunggu pun tiba
...TAMAT...