Dunia Malam

Dunia Malam
Bab 18


__ADS_3

Pertungan Kein dan Fani berjalan dengan lancar. Fani menggunakan gaun putih pendek yang manis, terlihat rambutnya terurai dengan riasan tipis di wajahnya.


"Kamu terlihat cantik. "


"Rain, apa kabarku? Senang kamu dapat hadir. "


"Wajahmu terlihat cantik dengan senyuman lebarmu. Aku merasa iri"


"Ayolah.. Aku hanya tunangan, kita bisa bicara seperti biasanya. "


Setelah berbicara cukup lama Rain berpikir kapan ia bisa bertungan? Pikirannya melintasi ruang dan waktu, menatap wanita yang perna ia sukai bahkan masih ia suka. Langka kaki Kein menjadi musik dalam keheningan Rain, tangnya mengaku wajah Kein, "wajahmu memerah, matamu sepertinya akan copot saat melihat wanitaku. " mendengar perkataan Keinginan membuat Rain tertawa dengan geli, bagimana pria ini snaagt cemburu.


"Sekalipun aku memeluk dan menciumnya, Fani tak akan bergeming. Ia sangat menyukaimu, jadi jangan berpikir hal lain. "

__ADS_1


"Aku ingin memukul wajahmu, tapi tidak saat ini. Sebaiknya jangan menyentuh wanitaku. Dia akan menjadi ibu dari anakku. "


Mendengar perkataan konyol Kein, suara tawa terdengar dengan keras. "hahahahaa... akau akan menculiknya nanti, sebaiknya kamu menjaganya dengan baik. "


"Aku sangat kesal sekarang. "


"Hentikan bualan kalian. Aku lapar dan ingin makan... Temani aku makan Kein. "


"Tentu sayang. "


.........


Sebulan lagi pernikahan kami, aku sangat senang karena wanita ini akan menjadi istriku. Jantungku benar berdetak dengan sangat keras melihat wanita ini ada di depanku. Setelah pertungan kami dia tinggal bersamaku, tentu saja mereka memberikan ijin padaku.

__ADS_1


wanita ini tidur tepat di sampingmu, tubuhnya benar lucu... tidak... pose tidurnya lucu... Dia terlihat menikmati tidur di lenganku.


ehmm... terdengar erahan kecil dari mulut, tangannya memeluk erat pinggangku sembari membenamkan kepalanya di dadaku. Wanita ini tidak waspada, apa yang ia pikirkan dengan tidur dengan pulas di depan pria yang sangat mencintainya. Kepalaku snaagt pusing karena mencium wangi tubuhnya, dia terlihat manis dan itu membuatku semakin gila padanya. Sepertinya kau benar sangat emncintainya, aku tidak bisa berbohong.


"Mencintaimu... aku sangat mencintaimu... jantungku selalu berdetak saat melihatmu. "


ah, aku benar kesal karena ingin memilikinya dan tidak mau memperlihatkan dirinya ke semua orang.


"Katakan semua yang kamu inginkan dan jangan ragu denganku. Butuh waktu lama menemukanmu dan memiliki hatimu, kau tahu aku sangat takut kamu menghilang... "


...........


Saat aku ingin membalikan tubuhku terdengar erahan di sebelahku. Pria ini sudah menjadi tunanganku dan kami akan menikah. Setelah meminta ijin kedua orang tuaku, kami tinggal bersama dan sekarang kepala ku sangat pusing karena wangi tubuhnya. Terdengar teriakan frustasi dari Kein.

__ADS_1


Terdengar pengakuan akan perasaannya. Apa yang harus aku lakukan? Dia membiarkan semuanya dengan tenang. Apa kau harus bangun dan memeluknya? Setelah berpikir bebrapa saat, aku memeluk nya sambil semkin mebenamkan wajahku di pelukan nya. Terdengar suara lembut dan terasa rangkulan yang sangat nyaman. Aku akan menggila pikirku, bahakan perasaanku tidak bisa menipu. Aku benar mencintai pria ini. Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Perasaan ini smangat membara dan harus di keluarkan, "Mencintaimu.... " saat mendengar kalimat itu, tanpa sadar aku mencium bibir Kein. Pelukanku semakin erat, posisi tidur ini memberikan kenyaman untuk kami berdua. Saat tersadar, Kein menarikuku, tangan kekarnya memeluk erat pinggang ku, terlihat senyuman bahagia di wajahnya. Setelah me. astikan semuanya akhirnya, "Aku Mencintaimu Kein... Sangat mencintaimu. "


Air matanya jatuh, tangin terdengar dari mulutnya. Pernyataan sederhana ini membuatnya sedih dan bahagia di waktu yang sama


__ADS_2