
Dony yang baru datang membawa rantang makanan
'' Dony apa supir sudah datang membawa istriku kenapa lama sekali ? ''
" maaf bos sebenarnya ipar sudah datang tadi" ucap Doni.
" maksud kamu apa ?kenapa Dia tidak keruangan ku ? "
" Ia ini rantangnya tadi aku kebawah bermaksud ingin makan di kantin, tapi tiba-tiba Ayu resepsionis memanggil ku dan memberikan rantang ini katanya dari istriku yang sedang hami dan namanya Alicia ''
'' Apa maksudmu ? kau juga mengingini istri ku Dony ? Apa kau sudah bosan hidup ? "
" bukan begitu Bos, Kata Ayu tadi ada 2 wanita yang datang yang satu wanita hamil dan yang satu wanita seksi dua-duanya menanyakan ruangan CEO yang satu mengaku sebagai calon istri bos dan yang satu lagi tidak memberitahukan karena kepalanya pusing jadi dia meminta memesan taksi online, dan menitipkan rantang ini untuk saya ya dan ketika Ayu menanyakan apa hubungannya dengan saya, apakah dia istri saya tetapi dia tidak menjawab malu memilih pergi karena taksi online nya sudah datang." ucap Doni menjelaskan.
" apa???" tanpa mendengarkan kata-kata Doni lagi Erwin langsung berlari keluar menuju lobby menanyakan langsung kronologi kejadiannya di resepsionis, dan Doni mengikutinya dari belakang.
Sesampai di lobi Erwin langsung menemui resepsionis dan menanyakan kejadiannya bagaimana dan Ayu pun menceritakan sesuai kejadian tadi dan sesuai perkataan Doni kepada Erwin. tanpa berpikir panjang lagi dia langsung berlari menuju parkiran mobilnya membawa mobilnya cepat melaju ke mention.
" sayangku ,Maafkan Aku" gumamnya pelan ekspresinya benar-benar penuh amarah. di perjalanannya tiba-tiba ponselnya berdering.
'' halo" ucap Erwin
" maaf tuan, tuan harus segera pulang, Nyonya dalam kondisi tidak baik, dan sekarang Nyonya sedang beristirahat di kamar." ucap Bi Ina.
'' jaga Dia dan jangan biarkan kan Ia keluar rumah temani dia Sampai aku datang Jangan biarkan dia sendiri" Titah Erwin
Tak lama pun iya sampai di Mansion nya. Dia turun dari mobil dan berlari ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamar pribadinya.
begitu ia membuka pintu kamarnya orang yang dicari sedang tertidur dengan mata yang sembab memeluk foto pernikahannya.
Bi ina yang sedang duduk di kursi menunggu Tuan nya pulang pun, beranjak keluar dari kamar.
__ADS_1
'' Terima kasih Bi '' Ucap Erwin. Lalu ia mendekat ke ranjang dan berlutut menatap wajah istrinya.
'' yank kamu hampir membuatku serangan jantung" ucapnya sambil mengecup kening Alicia, dan memperbaiki posisi tidur Alicia. lalu iya melepas sepatunya dan naik ke atas ranjang sambil tidur sambil melingkarkan tangannya di perut buncit istrinya.
dalam tidur istrinya tiba-tiba terdengar suara mengigau dari sang istri
" jangan jangan, kumohon jangan, aaaaaaah " Alicia terkaget bangun dan napaanya tersengal- sengal.
'' sayang hei kamu kenapa ? ada apa sayang ? '' ucap Erwin. sambil memeluk istrinya. dan alicia pun hanya menangis sekencangnya dipelukan Erwin.
'' apa aku menyakitimu sampai kamu begini Sayang aku minta maaf, Aku tidak kenal dengan perempuan itu, Aku tidak tahu siapa dia dan tadi juga Aku tidak bertemu dengan dia" ucapnya meyakinkan Alicia.
Alicia tidak menjawab dan hanya menangis di pelukan Erwin " calm down honey , i can't possibly double up on you , I realy Loved you" ucap erwin menenangkan Alicia.
flashback on
ketika Alicia sampai di Mansion, Dia menuju kamarnya dan mengambil beberapa baju dan dimasukkan dalam tas jinjing lalu ia berjalan turun ke bawah.
" Nyonya Mau kemana? " Alicia yang hanya menangis membuat Bi Ina paham lagi dalam masalah.
" Nyonya tenang dulu, Coba ceritakan pada bibi mungkin bisa membantu, dan maaf kalau Bibi lancang." ucap bibi Ina. dan pelayan yang lainnya datang membawakan air putih untuk alicia dan Bibi Ina membawa Alicia ke kursi sofa yang ada di ruang keluarga" Ayo minum dulu nyonya" kata pelayan.
Alicia pun berpikir sejenak" coba aku tanyakan kepada Bibi Inah Mungkin dia tahu karena dia yang paling bekerja lama dengan Erwin" gumamnya dalam hati.
'' Bi Nah aku mau tanya, apa selain Damar Erwin memiliki wanita lain ? jawab aku dengan jujur bibi"
tanya Alicia kepada bibi.
" setahu bibi Tuan Erwin tidak pernah, mempunyai wanita lain selain Nona Damar dulu " jawab Bi Ina
" tapi Bi tadi waktu aku ke kantornya ada seorang wanita datang mengaku kalau dia calon istri Erwin" ucap Alicia.
__ADS_1
" begini saja nyonya , lebih baik nyonya beristirahat dulu di kamar menunggu sampai tuan Erwin pulang , dan menanyakan langsung ke tuan supaya lebih jelas, dan nyonya tidak boleh pergi dengan keadaan begini kalau terjadi sesuatu dengan nyonya dan kandungannya bagaimana? " ucap bi inah menenangkan Alicia. lalu ia mengantarkan Alicia ke kamarnya.
" Mari Nyonya beristirahat lah di kamar" ajak Bi Ina.
dan setelah Alicia di kamar Bi Ina keluar dari kamar lalu memberitahukan kepada para penjaga untuk tidak mengizinkan orang dari dalam mention keluar termasuk nyonya.
'' Pak Toni kemari! Pak Jangan biarkan ada orang yang dari dalam rumah ini keluar terutama Nyonya Alicia kondisinya lagi Tidak baik sekarang aku akan segera menghubungi Tuan Erwin'' ucap bibi dan bergegas masuk ke dalam rumah kembali.
flashback off.
Tak Mendengar balasan dari Alicia Erwin pun berbicara.
'' Maaf kan aku, Lihat mataKu apakah aku sedang berbohong padamu? " Tanya Erwin kepada Alicia dan mengangkat wajah Alicia, agar matanya bisa menatap dengan intens.
Akhirnya Alicia menatap dan mengeluarkan kata
'' Maafkan Aku, Aku yang bodoh, Aku yang terlalu naif, tidak memikirkan terlebih dahulu, tidak mencari tahu terlebih dahulu , aku langsung begitu saja percaya sesuatu hal yang belum pasti yang belum tentu benar" ucap Alicia dalam terisak tangis.
" aku yang salah Sayang , aku yang salah, maafkan aku membuatmu sedih seperti ini" ucap Erwin dengan sendu. "sudah jangan nangis lagi aku tidak bisa melihat kamu menangis hatiku rasanya sakit" ucap Erwin lagi sambil menyeka air mata dipipi Alicia dan akhirnya Alicia pun kembali tersenyum.
'' Jangan sedih lagi ya..'' ucap Erwin. " lain kali kalau kamu mendengar sesuatu yang belum tentu kamu tahu kebenarannya jangan langsung pergi meninggalkan sebelum mencari tahu dengar, kamu hampir membuatku aku gila sayang" ucap Erwin kepada Alicia namun tiba-tiba handphonenya berdering.
'' Ya ada apa Doni? " Tanya Erwin kepada orang yang menelepon yaitu Doni.
'' maaf mengganggu Bos, Apakah anda bisa mengikuti rapat di perusahaan Tuan John atau biar aku yang mewakil kan saja? " ucap Doni
'' sepertinya aku tidak bisa Doni kamu tolong wakilkan saja aku tidak bisa meninggalkan istriku sendiri" ucap Erwin.
'' Baiklah kalau begitu.'' kata Doni
'' tunggu Doni jangan dimatikan dulu ada yang ingin aku bicarakan'' ucap Erwin agar Downy tidak mematikan teleponnya.
__ADS_1
Beraambung...