Empat Bayi Kembarku

Empat Bayi Kembarku
DARAH


__ADS_3

'' Tony belikan air minum untuk istriku'' ucapnya kepada pak Tony.


'' Kamu mau buat aku melahirkan sekarang juga apa?'' kesalnya pada Erwin


'' Maaf sayang,siapa yang kasih tau ke kamu ?'' ucapnya denga penuh lembut. Vania tang melihat Drama romantis suami istri ini pun berusaha mengacaukan.


'' hey, tampan kau lihat tubuh ku ini lebih menarik dari istrimu itu, kau lihat saja badannya sudah seberti beruang betina, bahkan aku bisa memanjakanmu jau lebih nikmat di ranjang'' ucap Vania yang seketika membuat pasangan suami istri ini menjadi Mode On...


'' Kau bilang apa ma Lampir? Erwin mana senjatamu itu biar aku ledakan kepalanya? ucapan alicia yang geram dengan perkataan Vania. saat Erwin pun mengikuti permintaan istrinya mengambil senjata miliknya, Vania langsung ketakutan dan meminta ampun.


'' ampun ampun aku cuma bercanda'' ucapnya dengan cepat dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


'' hei siapa mengajarkan wanitaku ini menjadi seorang pembunuh?'' ucap Erwin sambil mencubit hidung istrinya.


'' haah Kau pikir aku sepertimu,tadi itu aku hanya mengertak Dia, kalau dia takut berarti bagus, tapi kalau dia tidak takut, yah silahkan saja dia mengambil kamu, siapa juga mau jadi pembunuh lebih baik mengalah untuk menjadi pemenang di akhirat dari pada bertahan tapi jadi Dosa.'' spontan langsung membuat Erwin kesal.


''Jadi kalau tadi dia tidak takut kamu akan memberikan aku kepada dia? Enak saja kamu ngomong atau jidat mu itu'' ucap Erwin.


'' Oh iya aku jadi lupa tujuanku kesini kan ingin membawa pulang Erwin agar dia tidak berbuat nekat'' gumam Alisia dalam hati.


'' Ya sudah kalau begitu sekarang kamu ikut aku pulang dari tempat ini kalau kamu tidak mau berarti kamu tidak ketemu aku lagi'' ucap Alicia sedikit mengancam agar suaminya mau ikut pulang dengannya.


'' tidak yang aku harus membalaskan kan dendam ibuku'' ucap Erwin yang tetap kekeh.


'' pulang dulu, jangan ikut emosimu'' ucap Alicia sambil memeluk suaminya dan memasang muka sedih.


'' jangan memasang muka seperti itu, hah baiklah ayo kita pulang'' ucap erwin.


'' kalau begitu gendong ya aku capek jalan'' ucapkan Alicia.


'' Baiklah Istriku yang cantik" ucap Erwin sambil menggendong istrinya.

__ADS_1


'' kamu kuat nggak sih kalau nggak kuat Mending cari kursi roda buat aku'' ucap Alicia.


'' aku kuat sayang, tenang saja'' ucap Erwin dengan percaya diri. Pak Toni yang baru datang pun bingung karena melihat ada di rumah gendong gendong.


'' Ada apa ini? Wah ini pasti akal-akalan Nyonya agar tuan tidak emosi lagi'' gumam pak toni dalam hati.


'' Permisi tuan ini air putihnya'' ucap Tony.


'' pegang saja dan buka pintu Lift nya'' ucap Erwin yang membuat pak Toni setelah berlari ke arah pintu lift untuk memencetnya terlebih dahulu. begitu pintu lift terbuka, tampak sosok yang Erwin sedang mencari ya Siapa lagi kalau bukan itu Ibu Sarah dan Tuan John.


lalu ia segera menurunkan Alicia, dan beralih pandangan kepada Sarah dan juga tuan John.


'' Erwin ada apa kau kemari lagi, apa istrimu sakit?'' tanya Tuan John yang memang benar ia tidak tahu mengapa Erwin bisa datang kemari lagi.


'' kalau saja tadi Aku tidak pulang tepat waktu mungkin aku tidak akan kembali lagi ke sini, tapi karena aku pulang tepat waktu aku bisa mendapatkan rahasia yang selama anda sembunyikan antara Anda dan istri anda yang terhormat ini Tuan John'' ucap Erwin yang kali ini benar-benar tidak bisa lagi ditahan walaupun Alicia menggenggam tangannya tapi tetap dia tidak akan melepaskan lagi.


'' anda dan istri anda hidup enak tanpa memikirkan perasaan Aku dan ayahku Anda membuat kami Kehilangan orang yang sangat kami cintai anda benar-benar tidak tahu berterima kasih'' ucap Erwin dengan dingin.


'' anda jangan berpura-pura tidak tahu selama ini ini aku sangat menghargai anda sebagai Uncle ku karena aku berpikir anda sangat baik tidak mungkin menyakiti tapi ternyata aku salah Anda menyembunyikan orang yang telah membunuh ibuku dan anda juga adalah penyebab ini semua'' ucap Erwin.


'' jaga sikap Erwin'' ucap Sarah.


'' Anda memang pandai sekali berpura-pura Nyonya'' ucap Erwin. saat Erwin mengangkat senjatanya diarahkannya tepat ke kepala Nyonya Sarah, Alicia langsung berdiri di depan Nyonya Sarah.


'' Kalau kau ingin menembak, tembak kah aku terlebih dahulu agar aku tidak melihat kejahatan yang diperbuat oleh kau'' ucap Alicia dengan tegas kepada Erwin.


'' aku bilang minggir'' ucap Erwin yang kini seperti sudah orang kesurupan. namun alicia tetap tidak mau berpindah dari posisinya Hal itu membuat Erwin tambah emosi dan menarik Alicia secara paksa agar dia menyingkir dari hadapan ibu Sarah. saat dia menarik Alicia karena jaraknya begitu dekat dengan pintu lift perut Alicia terbentur di di pintu lift.


'' Aaaaagghhhh'' rintih Alicia kesakitan, semua orang pun menjadi panik termasuk Ibu Sarah Ia tidak menyangka kalau wanita yang ia benci ini rela membelanya.


'' suster.... Dokter ....suster.... Dokter...suster..'' Teriak mereka semua.

__ADS_1


Alicia yang mersakan ada sesuatu yang mengalir di bagian p**a, ia langsung melihat.


'' Darah'' pekik Erwin dan Alicia pun pingsan...


Erwin pun langsung menggendong tubuh istrinya


'' Sayang bertahanlah '' ucap Erwin sambil menggendong istrinya,.


'' kemari bapa langsung di bawa ke ruang Kebidanan saja'' ucap seorang Dokter. dan tak lama pun mereka sampai di ruang yang di maksud,.


'' mohon maaf bapak harus tunggu di luar'' ucap suster.


''selamatkan istri dan anak-anak saya'' ucap Erwin yang menangis..


'' aaaahggg'' pekik Erwin yang sudah semakin frustasi, Pak Tony pun berusaha menghubungi. Tuan jacob,dan Bi ina aga segera ke rumah sakit.


Dia melihat ke arah Tuan jhon dan Sarah. Ia semakin membenci.


'' kalian pergi dari sini, ini semua karena kalian, PERGI '' ucapnya denga teriak. dan akhirnya tuan Jhon dan Sarah pun pergi.


'' Ayo Sarah biarkan Dia tenang dulu'' ucap jhon. Setelah itu mereka pergi..


'' sayang kamu harus kuat, anak-anak kalian harus kuat'' gumamnya dalam hati. dan tak lama pun ia berlutut di depan pintu kebidanan ia berdoa ngantuk orang yang dicintainya yang sedang berjuang setelah selesai dia bangun.


'' Tuan minum airnya dulu'' Ucap pak Tony sambil menyerahkan air mineral nya. dan tak lama pun datang Bibi Ina dan Tuan Jacob.


'' Erwin Ada apa ini?, Kenapa menantuku Apa yang terjadi?'' ucap Tuan Jacob terhadap Erwin.


'' Daddy aku takut terjadi sesuatu kepada mereka ini semua slahaku'' ucap Erwin yang masih menangis.


'' coba kau jelaskan dulu, kau tenang dulu,

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2