Empat Bayi Kembarku

Empat Bayi Kembarku
EXTRA 04 SERANGAN JANTUNG


__ADS_3

'' tidak nak, ibumu sangat baik, ibumu tidak pernah membuat kesalahan, selama beberapa tahun kami menikah, ibumu adalah istri yang paling baik, Iya selalu sabar menghadapi kami di rumah. Iya selalu memberikan cinta dan kasih sayang-nya kepada kami dengan tulus, kami sangat beruntung karena bisa merasakan kasih sayang dari ibu. Ayah mohon kamu tetap menganggap saya seperti ayah kamu Jangan berpikir karena ibumu sudah tidak ada, terus kamu sudah tidak menjadi putri ayah lagi, Ayah tetap menyayangiMu seperti Chika'' gumam tuan Dion


''Terimakasih ayah'' ucap Alicia dan ia pun kembali menatap ke Arah makam ibunya..


'' Yank udah yuk kita pulang kasihan anak-anak, mereka udah kelelahan'' Ucap Erwin, menyadarkan alicia dari lamunan ya. alicia pun hanya mengangguk lalu berpamitan kepada ayah dan Chika.


'' Ayah, Cika aku pulang dulu yah'' Ucap Alicia.


''iya, Cia'' jawab Cikha sambil memeluk tubuh Alicia


'' kamu jagain ayahnya jangan biarin ayah sendiri'' ucap Alicia saudaranya.


'' iya, sana gih kasihan ponakan aku Semuanya udah pada kelelahan tuh'' ucap Chika dan Alicia Pun pergi meninggalkan kan tempat itu.


'' ayah Ayo kita pulang'' ajak Chika.


'' Ayah masih mau di sini kamu sama Doni lebih dahulu saja'' ucap Tuan Dion.


'' tidak ayah, kalau Ayah masih disini biar Chika temani ayah''


'' Lina, Terima kasih karena kamu sudah pernah ada dalam hidupku'' gumam Tuan Dion dalam hati.


'' Tuhan kenapa Kau mengambil semua orang yang kucintai?'' ucap Tuan Dian tanpa sadar ia menjatuhkan airmatanya, Tuan Dian yang terlihat Tegar dari awal Ibu Lina menutup usianya, kini tak bisa lagi Ia tahan,ada rasa sesak didadanya yang ingin Ia keluarkan.


Doni yang melihat calon ayah mertua nya seperti itu, langsung mendekat dan mengatakan.


'' Tuan keluarkanlah jangan ditahan biar perasaan Tuan lebih tenang'' kata Doni.


Doni kini mendapat kepercayaan memegang sebuah perusahaan sendiri, hanya saja perusahaannya tak sebesar milik Erwin . tapi dia sangat bersyukur karena walaupun dia bukan anak kandung Tuan Jacob, tapi Jacob sangat menyayanginya juga, seperti Erwin.

__ADS_1


hari sudah senja Chika, Doni dan Tuan Dion pun sudah kembali ke kediaman Tuan Dion.


'' sayang kamu malam ini nginep saja di rumah ya, aku kasihan lihat ayah, dia nggak ada teman ngobrol nya''


'' Iya baiklah ah malam ini aku menginap di sini'' jawab Doni


'' Ya sudah kalau begitu sana bersih-bersih deh aku mau siapkan makan malam'' balas Chika.


'' Iya nanti, aku telepon asistenku dulu Untuk mengantarkan aku baju'' kata Doni dan Ia pun segera mengambil ponselnya dan menelpon asistennya.


dan beberapa saat kemudian asistennya datang mengantarkan bajunya.


Doni yang kini sudah rapi dan bersih, mencari kekasihnya di dapur.


'' sayang mending kamu, temani ayah, Tuh ayah lagi di ruang keluarga.'' kata Chika.


'' Ya sudah aku ke sana ketemu sama ayah kamu dulu'' ucap Doni. Dony yang melihat Camernya hanya terdiam dalam lamunan pun bingung harus memulai berbicara bagaimana. sekitar 5 menit doni duduk di samping Calon ayah mertunya yak di gubris pun juga hingga akhirnya Dia mengeluarkan kata  "Ketika seseorang yang kita cintai meninggal, kita begitu sibuk berduka sehingga kita mengabaikan yang masih bersama dengan kita, Tuan, ingatlah anda masih mempunyai seorang putri yang masih membutuhkan Anda'' Ucapnya berhasil membuat Tuan Dion sadar dari lamunannya.


''huuuff aku Kira Ayah akan marah, mas Doni kamu yang bicara aku yang jantungan'' batin Chika.


'' uuumm Ayah, mas Ayo kita makan dulu '' ucap chika


''baiklah, ayah juga sudah lapar'' ucap Tuan Dion yang segera bangun dari tempat duduknya, Doni pun mengekori Tuan Dion dari belakang.


Sementara di Mansion Erwin.


Alicia masi merasa sedih Dia memandangi Wajah ibunya di sebuah pigura dan dalam lubuk hatinya ingin menyampaikan bantak hal.


''Setiap kali aku jatuh dalam sebuah masalah, dengan setia mama memberi nasihat. Hanya mama yang tidak pernah meninggalkan aku dalam keterpurukan. Mama selalu bersedia beri dukungan untukku.

__ADS_1


Beruntungnya aku memiliki seorang mama yang menjadi penguat bagi anaknya. Kini mama telah pergi, meninggalkan rasa rindu yang tidak bisa tertahan. Sampa kapan pun, Mama selalu ada di dalam hatiku.


Ya tuhan, aku tidak ingin meratapi kepergian ibuku. Tapi bolehlah aku berduka. Masih teringat diingatanku ketika ibu berkata, "Anakku, jangan bersedih meski tadi ibu memeluk dirimu sejenak saja, karena yang perlu kamu ketahui adalah hati ibu memeluk kamu untuk selamanya."


Meski ibu telah pergi, aku masih benar-benar merasakan kehangatannya. Terima kasih ibu.'' batin Alicia


Erwin yang baru selesai membersihkan diri melihat istrinya yang sedang bersedih.


''Yank,sudah dong jangan nangis terus, tu mata udah bengkak kaya gitu, kalau kamu kaya gini kamu bisa sakit,Aku nggak mau kalau kamu sakit'' ucap Erwin sambil memeluk istrinya.


'' Aku belum bisa ngebahagiakan ibu,ibu tu benar-benar ibu yang luar biasa buat aku, waktu aku dalam keterpurukan, ibu selalu menghibur aku ibu selalu mendampingi aku, Ibu nggak pernah marah sama aku, Meskipun aku salah, Ibu pasti bisanya menasehati aku. Aku benar-benar kehilangan sosok Ibu sayang, Andaikan waktu bisa diputar, aku mau bilang terima kasih, terima kasih karena sudah melahirkan aku ke dunia ini'' ucap Alicia dengan Sendu.


''sssst, udah sayang,mari kita doaakan ibu aja biar ibu tenang disana'' ucap Erwin sambil memeluk istrinya.


tiba-tiba terdengar ketukan pintu, dan Erwin pun membukakan pintu.


''BI Ina ada apa?'' Tanya Erwin


'' maaf tuan, Tuan Jacob menyuruh saya mengantarkan makanan buat Nyonya Alicia'' ucap Bibi Inah.


'' Oh iya, terima kasih, Tolong sampaikan ke Daddy juga'' ucap Erwin.


'' baik Tuhan kalau begitu saya permisi dulu'' ucap Bibi Ina, kemudian Ia pun turun kembali. sedangkan Erwin masuk kembali kedalam kamarnya.


''Yank Ayo makan dulu, dari tadi siang perutmu itu belum diisi'' ucap Erwin


'' tapi aku tidak ada selera untuk makan, perutku rasanya masih kenyang'' ucap Alicia


'' tidak bisa sayang, kamu harus makan kalau tidak Nanti kamu masuk angin bagaimana?, aku udah bilang aku nggak mau kalau kamu sakit, kalau kamu sakit terus anak-anak kamu bagaimana?, terus aku siapa yang ngurus nanti?'' ucap Erwin

__ADS_1


'' Oh iya, anak-anak di mana sekarang Sayang?'' tanya Alicia.


bersambung...


__ADS_2