Empat Bayi Kembarku

Empat Bayi Kembarku
MALAIKAT PENCABUT NYAWA


__ADS_3

'' Tuan minum airnya dulu'' Ucap pak Tony sambil menyerahkan air mineral nya. dan tak lama pun datang Bibi Ina dan Tuan Jacob.


'' Erwin Ada apa ini?, Kenapa menantuku Apa yang terjadi?'' ucap Tuan Jacob terhadap Erwin.


'' Daddy aku takut terjadi sesuatu kepada mereka ini semua slahaku'' ucap Erwin yang masih menangis.


'' coba kau jelaskan dulu, kau tenang dulu'' ucap tuan Jacob kepada Erwin.


''Ayo Erwin Coba kamu jelaskan" pinta Tuan Jacob sekali lagi. belum sempat Erwin menjelaskan dokter keluar dari ruangan tersebut.


'' dokter-dokter Bagaimana keadaan istri saya? " tanya Erwin kepada dokter.


'' Bapak tenang dulu, istri anda sudah melewati masa kritisnya sekarang dan pendarahan nya juga sudah berhenti.'' ucap dokter menjelaskan keadaan Alicia.


'' Lalu bagaimana dengan keadaan anak-anak saya dokter Apakah mereka baik-baik saja?" ucap Erwin kepada dokter.


'' beruntung sekalian anak-anak bapak bisa selamat dan denyut jantungnya juga sudah mulai normal. diusahakan hal seperti ini tidak terjadi lagi pak kalau tidak bisa berakibat fatal'' ucap dokter memperingatkan Erwin.


'' Terima kasih Dokter, apa Saya sudah bisa melihat istri saya?'' tanya Erwin.


'' Ya silakan'' ucap dokter dan Erwin pun langsung bergegas masuk ke dalam Tuan Jacob mengucapkan terima kasih kepada dokter.


'' Terima kasih Dokter'' ucap Tuhan Jacob.


dalam kamar Erwin yang menangis menatap Alicia yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri, dia mengelus pelan kepala istrinya dan mengecup punggung tangan istrinya.


''Yank, Maafkan Aku, maaf atas tindakan bodoh aku'' ucap Erwin sambil meneteskan air mata. dokter yang masuk bersama Tuan Jacob di dalam ruangan tersebut.


'' dokter Kenapa Istri saya belum bangun dokter?'' Tanya Erwin kepada dokter.


'' tidak apa-apa bapak itu karena pengaruh dari obat biarkan pasien beristirahat dulu'' ucap dokter kepada Erwin. dan akhirnya dokter pun berpamitan untuk melihat pasien yang lainnya.

__ADS_1


Tuan Jacob yang masih ber penasaran penyebab sampai menantunya ini bisa terjadi pendarahan, akhirnya bertanya kepada Pak Toni karena Percuma saja jika Iya sekarang bertanya kepada putranya yang ada putranya hanya menangis.


lalu ia keluar menemui Pak Toni di depan ruangan.


'' Tony kau yang dari tadi bersama dengan anakku dan menentukan Sebenarnya apa yang terjadi?'' ucap Tuan Jacob terhadap Toni.


'' begini tuan saya juga kurang tahu permasalahannya apa, tapi tadi di Tuan Erwin marah-marah dengan Tuan Jacob dan nyonya Sarah. ketika tuan Erwin menodongkan senjatanya kepada Nyonya Sarah Nyonya muda Alicia berdiri memisahkan Tuan Erwin agar tidak bertindak nekat tapi Tuan Erwin tidak mau mendengarkan kata-kata nyonya dan menarik paksa nyonya lalu perutnya terbentur di di pintu lift'' Ucap pak Toni menjelaskan


'' Apa kau tahu penyebabnya sampai Erwin bertindak seperti itu?'' tanya tuan Jacob


'' Saya kurang tahu tuan'' Ucap pak Toni.


'' Baiklah terima kasih'' ucap Jacob, lalu Tuan Jacob masuk ke dalam ruangan Ia berpikir'' Kenapa sampai bisa semarah itu apa yang sebenarnya terjadi Ada apa?''


yang masih setia duduk di samping istrinya dan menangis terus,berdoa sambil memegang tangan istrinya dan tangan satunya lagi mengelus perut istrinya.


Alicia akhirnya mulai tersadar Dia merasakan tangannya yang sedang digenggam dan perutnya yang sedang di elus-elus matanya yang masih berat ia melirik ke kiri, dan didapatinya suaminya yang tengah menangis.


'' air'' ucap Alicia pertama kali saat ia tersadar.


'' kau sudah sadar Maafkan Aku maafkan karena kecerobohan ku maafkan karena aku sudah membuat dirimu celaka bersama anak-anak'' ucap Erwin dengan air mata yang berlinang di pipinya.


Alicia yang melihat mata suami yang sudah bengkak Tidak seperti biasanya mata elangnya yang penuh dengan tatapan tajam.


'' kau menangis seperti aku sudah mati saja ''ucap Alicia.mendengar perkataan Alicia seperti itu membuat Erwin menjadi bingung.


'' kau hampir buat aku bunuh diri, dan sekarang kamu bangun berbicara seperti itu?'' ucap Erwin


''maafkan aku karena membuatmu seperti ini, Aku benar-benar menyesal,kau boleh menghukumku apapun itu, aku akan menerimanya.'' ucapnya lagi kepada Alicia.


'' ooh jadi Kau mau di hukum? baiklah kalau begitu aku mau kita pisah Rumah sampai aku melahirkan kau Mau tidak atau bagaimana kalau aku menyuruhmu untuk bunuh dirimu sekarang bagaimna?'' tanya Alicia yang buat Erwin seketika diam tak bisa menjawab perkataaan Alicia

__ADS_1


setelah beberapa saat tak ada jawaban dari Erwin. Alicia berkata lagi.


'' kau tidak bisa menjawabnya kan, sama seperti tadi yang kau lakukan pada Nyonya Sarah, dan Tuan jhon, Kau jangan jadi malaikat pencabut nyawa,memang betul mereka salah tapikan ada pihak berwajib.'' ucap Alicia yang hanya membuat Erwin hanya diam


'' Aku ingin duduk'' kata Alicia.


'' tidak boleh kamu baru habis kehilangan banyak darah'' ucap Erwin.


'' Iya menantu ku sebaiknya kamu tiduran saja'' ucap Tuan Jacob.


'' sebenarnya ayah bingung, Apa yang sebenarnya terjadi kenapa sampai Erwin menarikmu dan membuatmu seperti ini, Jelaskan kepada ayah'' taya tuan jacob kepada menantu dan anaknya.


'' Daddy, panggil Bi ina kesini biar Bibi Ina dan Erwin yang menjelaskan, supaya masalah ini cepat selesai, Jika daddy dan juga Erwin masi terus ingin membunuh balaskan dendam kalian Lebih baik Alicia pergi dari kehidupan keluarga kalian, Alicia tidak mau Anak-anak Alicia lahir di dan didik menjadi seorang pembunuh.'' ucap Alicia kali ini benar-benar membuat kedua orang ini saling menatap tak percaya apa yang di dengar. tapi dalam diri Erwin, benar-benar tidak bisa menerima, pembunuh ibu nya jika masih hidup.


Apa lagi Tuan jacob.Setelah ia mendengar semua kebenaran yang Bibi ina cerita di tqmbah dengan rencana busuk dari ibu Sarah yang ingin menghancurkan rumah tangganya anaknya. membuatnya tambah membenci.


Alicia yang melihat reaksi dari kedua orang ini menjadi seperti yang bukan ia kenal tatapan yang penuh kebencian.


'' Tuhan, yang ku mau bukan seperti ini'' gumamnya dalam hati.


akhirnya Tuan Jacob dan Erwin memilih keluar ruangan rawat milik Alicia dan menitipkan pada Bi Ina.


'' hah kenapa aku mempunyai suami dan mertua sepwrti itu, hah baiklah kalau itu mau kalian.'' gumamnya dalam hati.


'' Bibi ina, Aku minta tolong bibi, bibi bisa tidak pinjamkan aku 100ribu '' uca Alicia.


'' tapi untuk apa Nyonya ? '' tanya bibi, Aku ingin memesan makanan online, kata Alicia. dan bibi juga memberikan.


'' bibi, tas tanganku apa bibi bawa ?''


'' bawa Ini Nyonya.''

__ADS_1


'' syukurlah kalau bibi bawa'' gumamnya dalam hati, karena di dalam tas tanga Alicia ada buku tabungannya.


Bersambung.....


__ADS_2