
'' kamu memang ibu yang tidak berguna , ibu macam apa kamu lihat Rocky kamu sudah puaskan'' amarah Tuan Jhon kali benar-benar keluar.
'' dan kau laki-laki tidak tahu diri menjaulah dari anakku '' ucap Tuan jhon....
perkataan tuan John, Surya hanya tersenyum sinis lalu ia berkata'' seharusnya yang tahu diri itu kamu aku Ayah kandungnya'' ucap Surya dengan sinis.
'' Surya cukup, kau pergi dari sini "ucap Sarah.
'' Oh.... kau membela dia berarti kau masih mencintai dia? Buka matamu lelaki ini mencintai orang lain, Bahkan dia tega membuatmu menjadi seorang pembunuh, Buka matamu'' ucap Surya kepada Sarah
'' bajingan kau'' bugh..... bughh . Sontak Tuan Jhon nembabi buta memukul Surya.
'' kalian berdua berhentilah, Apa kalian tidak kasihann pada Rocky, hiks-hiks... '' teriak sarah.. dan tak lama pun pihak keamanan datang.
'' mohon maaf pasien butuh ketenangan, kalau bapak-bapak mau ribut silahkan keluar dari sini'' ucap seorang satpam.
karena kesal Surya pun pergi meninggalkan rumah sakit itu.
'' Sarah aku perlu bicara dengan kamu" Ucapkan John kepada Sarah.
*****
sementara di mention Erwin
Alicia yang sedang menunggu Erwin pulang ia duduk di sofa ruang tamu sambil ditemani Bibi Ina. Bibi Ina yang awalnya sungkan karena Alicia adalah nyonya di rumah itu, malah sekarang Mereka terlihat seperti ibu dan anak duduk bersama saling mengobrol.
'' bibi, Sudah berapa lama Bibi ikut kerja dengan Erwin?'' tanya Alicia kepada bibi.
__ADS_1
'' Bibi sudah ikut Tuan Erwin sejak Tuan Erwin masih bayi dulu Bibi adalah pengasuhnya tuan Erwin Bibi dengan bibi ana adalah saudara sepupu'' ucap Bibi Ina kepada Alicia.
'' berarti Bibi sudah lama ya bekerja di sini, Kalau boleh tahu almarhumah Ibu Mayang yang orangnya seperti apa?'' tanya Alicia kepada Bibi Ina.
'' Nyonya Mayang sangat baik, Nyonya adalah orang yang ceria, suka menolong orang, wajahnya sangat mirip dengan Tuan Erwin'' ucap Bibi Ina.
'' sayangnya aku tidak sempat bertemu dengan Nyonya Mayang. Oh ya, bibi, Bibi tahu tidak Kenapa sampainya ibu Mayang meninggal?'' tanya Alicia kepada bibi.
'' sebenarnya nya ada sesuatu yang Bibi tidak pernah ceritakan kepada siapa-siapa, Bibi takut karena tuan John mengancam bibi untuk jangan bicara kepada siapa-siapa'' ucap bibi. dan tiba-tiba muncul Erwin di belakang mereka Erwin yang mendengarkan kata bibi kalau ada sesuatu yang lebih tidak pernah ceritakan akhirnya dia memilih diam dan menunggu lanjut cerita dari bibi.
'' Memangnya apa?'' tanya Alicia Yang penasaran.
'' hampir setiap malam Bibi dihantui rasa bersalah dan takut Bibi tidak tahu harus menceritakan ini kepada siapa Bibi takut akan terjadi pertengkaran yang besar antara Tuan John dan Tuan Jacob, bibi takut tuan Jacob, akan menjadi seorang pembunuh jika mengetahui hal yang sebenarnya''
'' maksud bibi Coba jelaskan, aku kurang paham'' ucap Alicia yang bingung dengan perkataan bibi.
'' bibi, seharusnya menceritakan masalah ini, agar masalahnya cepat selesai '' ucap Alicia.
'' ya Sudah Bibi aku ingin menelpon Erwin sudah sampai di mana dia?'' kata Alicia lagi
'' Baiklah kalau begitu Nyonya terima kasih ih karena nyonya sudah mau mendengarkan cerita saya rasa beban di pundak saya menjadi kurang.'' ucap bibi. Alicia mengangkat ponselnya untuk menelpon Erwin, tiba-tiba Pak Toni mengirimkan pesan.
'' Nyonya sebaiknya Anda susul kami ke rumah sakit Sejahtera, karena tuan terlihat sedang marah dan Tuan membawa senjata api'' Alicia yang membaca pesan dari Pak Toni pun membelalakan matanya kaget.
'' hah Apa dia sudah pulang dari tadi? apa dia mendengar percakapanku dengan bibi Ina?'' gumamnya dalam hati.
'' bibi bibi, Tolong ambilkan sweater aku harus segera menyusul Erwin Sepertinya dia mendengar percakapan kita'' ucap Alicia.
__ADS_1
'' aku harus menelepon Daddy , ini si Doni kemana sih Kenapa dia tidak temani Erwin? kesal Alicia yang sambil menelpon Tuan Jacob.
'' aaaghhh, kanapa ponsel daddy tidak aktiv'' tanpa berpikir lagi Alicia langsung beranjak dan mobil dan meminta tolong Supir untuk mengantarkannya ditemani oleh para, Bodyguard-Bodyguard nya. di perjalanan Ia terus berusaha menghubungi Erwin tapi Erwin tidak menjawab.
'' si Doni ngapain sih Ditelepon juga tidak diangkat? tidak tahu apa situasi sekarang sedang genting'' gumam Alicia.
Erwin yang sudah tiba di rumah sakit pun langsung menuju ke ruangan operasi tapi sayang Erwin tidak menemukan mereka di sana Lalu ia segera bertanya ke suster
'' di mana pasien yang baru habis operasi akibat kecelakaan?'' ucap Erwin dengan tegas dan dingin.
'' mereka sudah berada di ruang ICU pasien yang mengalami koma'' ucap suster. dan Erwin pun langsung bergegas menuju ke ruang ICU. Sesampai di ruang ICU dia tidak menemukan Tuan John dan dan Ibu Sarah disitu hanya ada Vania yang sedang duduk di kursi tunggu.
'' di mana Tante mau itu?'' Tanya Erwin pada Vania, Vania yang tidak tahu mode on-nya Erwin segera mencari perhatian Erwin.
'' Hai tampan,Aku suka sekali dengan kamu, tau kalau kamu jadi setampan ini aku dengan suka rela menyerahkan seluruh tubuh, dan hidupku untukmu'' ucap Vania yang menggoda. Erwin yang mendengar kata-kata dari Vania pun menjadibtambah naik pitan, dan langsung mengeluarkan senjatanya, namun belum sempat iya mengeluarkan Alicia datang denga ngos-ngosan.
'' hah, Er--- hah..win' ucap Alicia dengan tersendat-sendat.Erwin pun terkejut bukan main, istrinya berjalan, di dalam rumah saja sudah susah dengan perut yang segede itu..
'' Alicia ?'' pekik Erwin...dan langsung dengan sigap menggendong istrinya dan membawa duduk di kursi.
'' Tony belikan air minum untuk istriku'' ucapnya kepada pak Tony.
'' Kamu mau buat aku melahirkan sekarang juga apa?'' kesalnya pada Erwin
'' Maaf sayang,siapa yang kasih tau ke kamu ?'' ucapnya denga penuh lembut. Vania tang melihat Drama romantis suami istri ini pun berusaha mengacaukan.
'' hey, tampan kau lihat tubuh ku ini lebih menarik dari istrimu itu, kau lihat saja badannya sudah seberti beruang betina, bahkan aku bisa memanjakanmu jau lebih nikmat di ranjang'' ucap Vania yang seketika membuat pasangan suami istri ini menjadi Mode On...
__ADS_1
BERSAMBUNG