
Apakah jatuh cinta sesederhana itu?
Hanya dengan chatan dan pulang pergi ke sekolah bersama setiap hari dapat menumbuhkan rasa cinta?
Menurut ku jatuh cinta tidak sesederhana itu, bila hanya dengan chatan dan pulang pergi bersama setiap hari kemudian merasa seperti dia adalah orang yang penting, maka menurut ku itu bukan lah cinta tapi ketergantungan.
...
Hari ini adalah hari jumat di minggu ke-3 bulan September, menurut informasi yang diberikan oleh guru seni budaya, tari kolosal kemungkinan besar akan diadakan di akhir bulan November. Itu artinya masih tersisa kira-kira 2 bulan lagi untuk berlatih.
Berhubungan dengan itu Kemal meminta kami agar meluangkan waktu sepulang sekolah untuk membicarakan terkait tari kolosal tersebut.
Bagaimana pun aku harus menghargai usaha Kemal sebagi ketua, jadi hari ini aku tidak ikut latihan ekskul basket, apalagi Kemal pun melakukan hal yang sama, mengorbankan latihan basketnya demi rapat penentuan cerita untuk tari kolosal nanti.
Hari Jumat dipilih untuk rapat karena kegiatan belajar mengajar di hari ini hanya sampai pukul 11.30, jadi terdapat banyak waktu bebas setelah Jumatan.
*Suara bel istirahat*
"Bal, Li ke kantin ga." taya Rexi
"Ga, duit aku tinggal dikit lagi mana nanti ada latihan klub lagi." balas Ali
"Ahh... aku juga engga." balas ku
"Ohh.. ya udah, ayo Han, ahhh... kalian berdua ga akan kemana-mana kan." Rexi bertanya lagi
"Engga, emangnya ada apaan." balas ku
"Ada yang mau aku ceritain." ucap Rexi
"Ohhh, oke." timbal Ali
Tak lama berselang Rexi dan Farhan kembali dari kantin sambil membawa gorengan dan jus. Ritual wajib yang harus dilakukan ketika teman kita membawa makanan adalah mengicip makanan tersebut.
"Kampret oy, minta nya jangan banyak-banyak." ucap Farhan
"Dikit doang hahaha." balas ku
Ali memulai pembicaraan dengan Rexi "Jadi Rex, kamu mau ngomong apa."
Rexi terlihat ragu untuk membicarakannya, namun kami meyakinkan agar tidak ragu untuk membicarakannya.
"Kalian tahu kan aku akhir-akhir ini sering pulang bareng ma si Azahra." Bisik Rexi kepada kami
"Iya, terus." timbal ku
"Iya akhir-akhir ini kami juga jadi sering chatan." lanjut Rexi
"Hmmm, tar bro, bukannya si Azahra lagi deket sama si Bayu." potong Ali
"Udah engga Li." balas Farhan
"Ohhh, aku jarang merhatiin dia sih." ucap Ali
__ADS_1
"Aku lanjut ya, nah kemarin dia off line nya, trus aku kek merasa ada yang kurang." kata Rexi sambil menunjukan chatnya
"Rex bukanya kamu pas SMP udah pernah pacaran, masa yang ke gini ga ngerti." ejek ku
Dengan nada tinggi Rexi membalas ucapan ku "Bacot kamu Bal, pacaran aja ga pernah, waktu SMP tuh, dia kan tiba-tiba nembak aku, ya aku jawab iya."
"Hmm, kalau gitu kamu asal pacaran dong, pantesan cumana sebentar." ucap ku
Ali kemudian menghentikan ucapan ku "Kalau menurut ku sih, kamu suka ma si Azahra."
"Serius Li menurut aku sih itu terlalu simpel, kalau disebut cinta, tapi perasaan kek gitu seharusnya sih cinta." ucap ku
Rexi pun mengeluarkan kebiasaannya berbicara dengan nada datar dan tanpa ekspresi "Hmmm, gitu rupanya tapi aku sih tadi cuman bercanda, ya kali, aku ga tahu masalah kek gituan."
"Kampret memang." ucap ku
"Ngomong-ngomong Li kamu bakal ikut rapat nanti pas pulang ga." kata Farhan mengganti topik pembicaraan kami
"Aku sih ada jadwal latihan basket Hari ini, jadi ga bisa ikut, lagian kalau ikut juga aku cuman bakal diem." ucap Ali
Rexi dan Farhan kemudian mengangguk, "Huuh, aku juga paling cuman diem lagian udah ada si Kemal sama si Azah dan kawan-kawan." kata Rexi
Farhan yang meng iya kan perkataan Rexi lalu berkata "Aku sih ga mau ganggu mereka yang mikir jadi aku mau pulang."
"Kampret memang kalian semua, ga kasian sama si Kemal, lagian kalian ga akan bisa bebas dari cengkraman si Azahra." kata ku
Waktu pun berlalu, setelah Jumatan kami pun mulai berkumpul di dalam kelas. Pada akhirnya murid yang tersisa hanya 10 orang termasuk aku.
Sudah jelas Kemal merasa tidak dihargai sebagai ketua, apalagi untuk rapat ini dia sampai mengorbankan waktu ekskulnya.
"Cuman segini yang tersisa..., gimana caranya mau tari kolosal kita jadi, kalau disuruh rapat aja ga mau, padahal tinggal duduk dan dengerin doang, ga ngasih ide juga ga apa-apa." Kemal marah sambil memukul papan tulis yang ada didepannya.
"KM, tenang jangan kebawa emosi, yang terpenting hari ini kita bisa dapet konsep cerita untuk di laporin ke guru seni budaya minggu depan." ucap ku, mencoba menenang kan Kemal yang sangat marah.
"Iya Mal, mendingan sekarang kita pikirin konsep ceritanya." tambah Zahra
"Oke kalo gitu rapatnya kita mulai yah, aku udah mikirin sebuah cerita yang cocok dengan tari kolosal." jelas Kemal
Rapat kami berlangsung cukup lama, sudah sekitar 2 jam berlalu dan kami sudah berhasil mengumpulkan 3 buah cerita yang menurut kami menarik.
"Kita istirahat dulu 15 menit, sekarang baru jam 3 masih ada 2 jam lagi sebelum kelas di tutup." teriak Kemal
Aku yang duduk bersebelahan dengan Rexi berbisik pada nya "Rex si Farhan tumben pulang sendiri."
"Aku juga tadinya mau pulang bareng dia, tapi si Azahra nahan aku." balas Rexi dengan nada yang datar
"Hahaha, kamu jadi kacung si Azah kalo gitu." timbal ku
"Bacot sekali kamu Bal." kata Rexi sambil mencengkram bahu ku
Aku mencoba melepaskan cengkramannya "Woho, kalau respon kamu kaya gini artinya omongan yang tadi siang bener yah." ejek ku
Rexi kemudian berdiri "Bacot Bal, kamu mau ikut keluar ga."
__ADS_1
Aku yang juga ada keperluan diluar akhirnya mengikuti Rexi "Ahh oke, aku juga mau beli minum."
Di sepanjang jalan aku terus mengejek dan mengganggu Rexi, aku mencoba untuk memancing dia agar mau berbicara "Wohho, Rex aku baru ingat, kamu kan suka cewe yang dadanya gede kan."
Rexi dengan wajah malu nya berkata "Bacot Bal."
Aku sedikit mengangkat kepala ku untuk berpikir "Hmm, kalo dipikir-pikir lagi dada si Azahra bisa dibilang lumayan juga."
Rexi kemudian marah dan memukul punggung ku "Kampret kamu Bal."
Aku kemudian tersenyum, akhirnya aku mendapatkan titik lemahnya "Wohoo, jadi Rex kamu bayangin ya tadi, jangan-jangan selama ini kamu pas bonceng si Azah kamu rem-rem yah."
Rexi tertawa "Engga woy Mana ada, dari pada kamu homo."
Aku membalas pukulan Rexi tadi "Engga oy mana ada, ayolah Rex cerita-cerita napa sama kita, ga akan dibocorin kok, si Ali aja suka cerita tapi ga pernah bocor."
"Kan aku dah bilang tadi siang jawabannya aku ga suka." jawab Rexi dengan nada tinggi
Sambil menepuk punggungnya "Hahaha, Rex aku tahu sekarang apa yang ada didalam otak kamu, pasti dada." ucap ku
"Itu tuh apa yang ada dilam otak kamu Bal, jujur aja." balas Rexi
"Yah sedikit, bagaimana pun aku kan cowo yang sehat dan normal jadinya punya pemikiran kaya gitu adalah hal biasa, ya ga, hahaha." kata ku sambil tertawa
"Iyalah, terserah kamu Bal." balas Rexi
Kami pun kembali lagi kedalam kelas, setelah semua orang berkumpul Kemal kemudian melanjutkan rapatnya.
Dari ketiga cerita yang di rekomendasi kan, aku memilih cerita mengenai suku pedalaman dan pemburu. Aku kemudian mengutarakan alasan ku ketika dimulai Proses pemilihan.
Alasan yang pertama karena dalam cerita itu, terdapat keberagaman teknik make up, yang sebelumnya sudah di jelaskan oleh guru seni budaya saat pelatihan make up untuk para sekbid make up. Seharusnya itu bisa menjadi nilai plus bagi kita.
Alasan yang kedua ceritanya yang simpel dan tidak terlalu banyak perubahan seting tempat. Alasan ketiga gambaran mengenai kostum yang diperlukan tidak lah terlalu ribet.
Tiga alasan itu yang aku utarakan kepada Kemal saat proses pemilihan berlangsung. Kemal terlihat setuju dengan ucapan ku.
"Kalau permasalahan koreo itu menurut ku, ehmm bisa disesuaikan dengan cerita dan musik pengiringnya, jadi mungkin... tidak akan susah, ya kan Put." Aku menengok ke arah Putri
"ehhh, ehmm, iya, kalau koreo bisa nanti kita sesuai kan dengan ceritannya." balas Putri
"Aku setuju dengan semua alasan itu, tapi Mal meskipun mereka pada ga ikut rapat, kita harus tetep mengadakan poling, biar mereka juga ikut milih, biar nantinya ga ada yang protes." usul Azahra
"Hmmm, seharusnya mereka ga punya hak untuk protes terhadap pilihan kita, tapi aku setuju dengan usul Azahra." ucap Kemal
"Oke kalau gitu hasil rapat kita hari ini, dengan beberapa pertimbangan kita memilih cerita suku pedalaman dan pemburu, tapi kita tetap akan membuat poling untuk memberi kesempatan yang lainnya memilih." lanjut Kemal
"Oke, nanti aku buatkan polingnya di Line." ucap Azahra
"Wur setelah di buat poling tolong kirimkan hasil rapat hari ini, termasuk alasan kita memilih cerita itu." tegas Kemal
"Oke." jawab Wuri
"Jadi rapat hari ini aku cukupkan sekian, aku ucap kan terimakasih bagi yang sudah meluangkan waktu untuk ikut rapat ini, oke kalau begitu mari kita pulang." ucap Kemal
__ADS_1