
Semakin banyak waktu yang dihabiskan bersama, maka semakin dalam juga kita akan mengenal karakter satu sama lainnya.
Jadi, jangan lah ragu untuk menunjukan diri kita yang sebenarnya karena hal itu akan mempermudah orang lain mengenal kita hingga akhirnya dapat terbiasa dengan kita.
...
Berdasarkan peraturan Kementrian pendidikan dan kebudayaan nomor sekian, pramuka menjadi pelajaran tambahan yang wajib di ajarkan dan diikuti oleh seluruh siswa baik di tingkat SD, SMP hingga SMA.
Begitulah kurang lebih inti dari informasi yang disampaikan oleh WAKASEK kesiswaan, jadi mulai Jumat depan, setiap hari Jumatnya akan diadakan kegiatan kepramukaan, dan pada minggu ke-3 bulan ini akan di adakan acara kamping.
Setelah melewati 2 minggu pelatihan kepramukaan, akhirnya tibalah kami pada minggu ke-3 yang di janjikan.
Hari ini, tepat hari Jumat di minggu ke-3 bulan Oktober, seluruh siswa kelas 10 SMA 2 sedang bersiap untuk pergi kamping.
Meskipun kami sedang di bawah tekanan tari kolosal yang tinggal 1 bulan lagi dan ditengah padatnya jadwal latihan, kami tetap wajib mengikuti kamping tanpa terkecuali.
Bila tidak mengikuti kamping apa pun alasannya, diwajibkan untuk membuat sebuah essay sebanyak 10 halaman polio bergaris.
Tentunya dari pada membuat essay lebih baik kamping. 2 minggu sebelumnya kelas kami telah dibagi-dibagi menjadi beberapa regu. Beruntungnya aku bisa satu regu dengan Rifky yang merupakan anggota pramuka sedari SMP, dan sering memenangkan perlombaan pramuka saat SMP.
Setelah menaiki mobil, sekitar 15 menit akhirnya kami sampai di tempat kamping yang telah di persiap kan oleh sekolah.
Begitu kami memasuki sebuah lapangan terbuka kami melihat beberapa tenda sudah didirikan oleh panitia.
"Bro, itu bakal jadi tenda kita." bisik ku kepada Rifky
"Iya kali, tapi masa tenda tentara sih." balas Rifky
"Iya juga, tapi kalo bener itu kita ga bisa ngerasain rasanya bangun tenda." bisik ku lagi ke Rifky
"Iya, kurang sensasinya." balas Rifky
"Seumur hidup, aku belum pernah ngediriin tenda, aku ingin ngediriin tenda." ucap ku
"Kamu emangnya belum pernah kamping Bal." tanya Rifky
"Belum edan, waktu SMP sekolah nya cuman wacana doang." balas ku
"Kasian amat, aku dong, hampir tiap Minggu kamping." ucap Rifky dengan sombong
"Sombong amad, kamu kan anak pramuka." timbal ku
Rifky tertawa mendengar ucapan ku. Rupanya tidak hanya aku dan Rifky yang membicarakan masalah tenda, tapi siswa yang lainnya juga memiliki pemikiran yang kurang lebih sama.
Setelah melakukan apel pembukaan, kami di perintah kan untuk menaruh peralatan kami di dalam tenda. Regu ku membawa banyak barang mulai dari panci, kompor, karpet dan masih banyak lagi, dari pada di sebut kamping mungkin kami lebih pantas disebut pindahan rumah.
Setiap tenda, diisi oleh 6 regu, kurang lebih terdiri dari 44 orang dalam satu tenda.
"Kampret, alas tendanya mana." ucap Rifky
Aku yang tidak tahu apa-apa bertanya pada Rifky "Emang ada alasnya ya."
"Ya ada lah Bal, jangan bodoh lah, ya kali kita tidur langsung diatas rumput." jelas Rifky dengan penuh emosi
__ADS_1
Rifky lalu menyuruh Yogi untuk menggelar tikar yang dia bawa, sebagai ketua regu Rifky mengatur dengan sangat baik.
Kemal dan Farel yang berada pada regu yang berbeda menghampiri regu ku.
"Bro, entar malem gimana kalau kita ngobrol-ngobrol santay sambil makan pop mie." Tanya Farel kepada regu ku yang sedang mengatur posisi tidur.
"Setuju, ide bagus tuh." balas Rifky
Meskipun Regu ku dan Regu Kemal berasal dari kelas yang sama, namun karena pembagian tenda berdasarkan regu bukan kelas jadinya regu ku dan Kemal berada di tenda yang berbeda.
Setelah berbenah kami kemudian diberikan makan siang oleh sekolah. Tak lama suara sirine perintah berkumpul berbunyi.
Seluruh siswa kemudian berkumpul di lapang yang sama seperti saat apel pembukaan. Kaka pembina lalu menyampaikan rentetan acara yang wajib diikuti oleh seluruh siswa.
Hal yang paling menarik perhatian adalah nanti malam, setiap kelas wajib menampilkan sebuah tarian yang akan yang akan dinilai oleh juri. Rupanya lomba ini ada hubungannya dengan tari kolosal, karena yang meminta diadakan lomba ini adalah guru seni budaya.
Sampai malam nanti kami diperintahkan untuk beristirahat dan berlatih.
"Bro mandi yuk, mumpung WCnya kosong." usul ku kepada teman satu regu.
"Bal, apa itu mandi, kita ini lagi kamping, hidup di alam, maka kita harus menyatu dengan alam." Balas Rifky
Anggota yang lain rupanya setuju dengan pendapat Rifky, pada akhirnya kami semua tidak mandi. Tak lama berselang Regu Kemal datang menghampiri regu kami, sambil membawa gitar.
"Bro kita nyanyi-nyanyi dulu, sebelum cewe-cewe dateng nyuruh kita latihan." usul Farel
Bernyanyi bersama sudah seperti agenda rutin kelas kami ketika jam kosong. Berhubung kami memiliki Farel yang jago ngedrum kemudian Sultan yang jago hampir dalam semua alat musik ditambah beberapa wanita dikelas kami juga memiliki suara yang bagus karena pernah mengikuti ekskul paduan suara ketika SMP nya.
Jadi, meskipun harus membawa banyak perlengkapan untuk kamping tapi kami tidak pernah melewatkan untuk membawa gitar.
dikarenakan lombanya dilakukan pada malam hari, jadi para wanita merencanakan sesuatu untuk meramaikan suasana.
Untuk itu para wanita entah dapat dari mana mereka membawa banyak light stick untuk di jadikan gelang di tangan kami. Kurang lebih aku bisa membayangkan maksud para wanita.
Kemal pun sebagai KM menyetujui rencana dari para wanita.
"Ide bagus, aku setuju, apalagi kalau isinya di ke bajuin, jadi ntar bajunya nyala-nyala gitu." ucap Kemal sambil tertawa
"Lebih bagus lagi Mal, kalau cairannya kamu minum, ntar badan kamu glow in the dark." ledek Azahra
"Wah ide bagus tuh, kalau gitu kamu coba aja dulu Jah." balas Kemal
"Ga lucu tahu." timbal Azahra
Kami semua tertawa melihat tingkah Kemal yang menggoda Azahra.
"Oke kita mulai yah latihannya." ucap Putri
Putri memimpin latihan kami karena dia yang membuat keseluruhan koreo untuk lagu ini ditambah dia juga merupakan ketua dari sekbid koreo. Bisa dibilang dalam hal menari, Putri dapat mengungguli Azahra, karena gerakan tubuh Azahra sangat lah kaku, mungkin otaknya telah tercipta khusus untuk memahami pelajaran bukan untuk hal-hal seperti ini.
"Bal, kamu dari tadi liatin dadanya putri kan." Ucap Putra
"Kampret kamu Put, tahu aja, hahaha." balas ku
__ADS_1
"Karena aku juga melakukan hal yang sama." ucap Putra sambil tertawa
"Rupanya kamu sama-sama kampret, hahaha." balas ku
Ali yang berada di sebelah ku mendengar obrolan aku dengan Putra, Ali lalu memukul punggung ku "Bal, kamu kan kutu buku jadi ga berhak buat liat kek gituan." ucap Ali
Putra pun tertawa mendengar ucapan Ali "Hahaha, parah kamu Li, jadi dari tadi kamu juga merhatiin."
Ali pun tertawa "Hahaha, ya mau gimana lagi orang dia sendiri yang nyuruh perhatiin dia."
"Kampret kamu Li, hahaha, mau gimana lagi ya kan." balas Putra
"Aku juga, mau gimana lagi." timbal ku
"Ga boleh kamu Bal, kamu kan kutu buku udah gitu homo lagi, ga pantes liat kek gituan, jadi kamu liat goyangan si Dinul aja sana." ucap Putra sambil tertawa
Ali dan aku tertawa mendengar ucapan Putra. "Kampret memang aku ga homo oy, lagian meskipun aku kek kutu buku tapi sebagai manusia yang merdeka aku berhak dong liat juga, kan sayang kalo di sia sia in." ucap ku
Putra sambil tertawa merangkul kepala ku lalu menjintaknya "Kampret memang kamu, seperti yang diharapkan dari ahli JAV."
Farel yang berada di barisan depan melihat kami bertiga yang sedang bercanda, Farel lalu bergeser ke barisan belakang dan bertanya "Ada apaan bro, bagi-bagi dong kalo ada hal yang lucu."
Sambil tertawa Putra menjawab "Hahaha, engga ada."
Farel lalu bertanya pada ku dan Ali, kami menjawabnya dengan gelengan kepala, Farel lalu kembali ke barisannya.
Setelah berlatih berjam-jam akhirnya malam pun tiba, setelah menunggu cukup lama, sekitar pukul 10 malam giliran kami tampil pun tiba.
Bisa dibilang kelas kami adalah satu-satunya yang terniat. Dengan menggunakan light stick yang di gelangkan pada tangan kami, kami menari di dalam kegelapan.
Sekitar 10 menit kami menari, tepuk tangan meriah dari penonton menutup penampilan kami. Setelah itu kami kembali kedalam tenda kami dengan terburu-buru karena hujan.
Sebenarnya, hujan sudah turun cukup lama, karena barang-barang kami berada didalam tenda jadi kami tidak begitu cemas cemas.
Rifky yang pertama kali memasuki tenda berteriak "Kampret, bro buruan ungsiin barang-barang kalian."
"Ada apaan." teriak Dinul
"Wahh, ini parah sih." lanjut Dinul
Karena tenda kami tidak dipasangi Kain pelapis yang tidak tembus air akhirnya tenda kami pun bocor, alhasil beberapa barang bawaan kami basah terkena air hujan.
"Kampret memang, mana becek lagi, kek kandang **** edan." teriak Rifky
Kami tertawa mendengar keluh kesah Rifky, meskipun begitu kami tetap menikmati nya.
"Yog keluarin kompor, kita masak pop mie." Ucap Ali
Yogi pun mengeluarkan kompor portable nya, kalau tidak hujan pasti regu Kemal akan datang menghampiri regu kami dan bernyanyi bersama.
Keesokan paginya kami disambut dengan suhu dingin yang menembus badan kami hingga ketulang.
"Kampret aku langsung pilek, gara-gara kedinginan, udah tadi malem tenda bocor, tenda ga ada alasnya, jadi becekkan kena air hujan, kek kandang ****." Rifky mengeluhkan hal itu kepada Kemal
__ADS_1
Rupanya tidak hanya tenda di regu kami yang bocor, tapi semua tenda juga mengalami hal yang sama. Kami hanya tertawa mendengar ocehan Rifky tentang tendanya yang seperti kandang **** dan selama dia kamping tidak pernah mengalami hal seperti itu.
Pagi ini juga kami memilih untuk tidak mandi dan cukup hanya menggosok gigi. Sebagai hari penutup, hari ini kami benar-benar mendapatkan materi kepramukaan.