
Hal yang setiap tahunnya dilakukan di setiap sekolah adalah perkenalan diri, saat itu...
Kau berdiri di depan kelas untuk memperkenal kan nama mu tapi entah kenapa dari semua orang mata ku saat itu tertuju padamu.
Sejak saat itu aku mulai sering menatap mu di ramainya suasana kelas.
...
Satu minggu telah berlalu setelah acara demo ekskul. Kegiatan belajar mengajar kini telah dimulai, karena itu banyak siswa yang datang lebih pagi dari biasanya.
"Bal, kamu udah ngerjain PR matematika?" Ali berbicara sambil menaruh tasnya di dalam loker.
"Udah lah, tumben Li dateng pagi biasanya juga barengan sama bel masuk." jawab ku dengan nada meledek.
"Bagus, seperti yang diharapkan dari kutu buku, aku nyalin ya." Ali berkata sambil mengeluarkan buku catatannya.
"Kampret, aku ga kutu buku oy, ntar aku ambil dulu di tas bukunya." kata ku sambil membuka resleting tas.
Tak lama Farhan dan Rexi datang berbarengan kedalam kelas, aku sudah merasa tidak aneh lagi melihat mereka selalu datang dan pulang berbarengan, karena rumah mereka satu arah.
Mereka berdua bertukar tempat duduk dengan Kemal, jadi Farhan dan Rexi kini duduk di depan ku.
Rexi berkata sambil memukul meja "Li, tumben dateng pagi."
"Biasa, kalau belum ngerjain PR baru dateng pagi." saut Farhan.
Sambil menyalin tugas Ali menjawab "Aku kemarin latihan di klub sampe jam 10 malem, begitu sampe rumah langsung tidur, tadi pas liat grup pada ngomongin PR matematika, mana pelajaran jam ke satu lagi."
Dengan nada datar Rexi berkata "Han, kamu udah emang."
Farhan menjawabnya dengan bangga "Udah dong."
"Asli Han" aku terkejut
"Kampret, kemarin aku minta foto tugasnya, jawaban kamu belum." kata Rexi dengan nada marah.
"Aku baru ngerjain tadi malem, kan waktu kamu nanya aku memang belum ngerjain." saut Farhan
"Kampret, sini aku liat." jawab Rexi sambil mengambil tas milik Farhan
*Suara bel*
Kemal yang baru kembali dari luar berdiri didepan kelas dan mengatakan kalau guru matematika tidak bisa masuk kelas hari ini dan menitipkan tugas yang harus dikumpulkan hari ini.
"Ahh..., udah capek-capek Dateng pagi trus buru-buru nyalin PR gurunya ga masuk." Ali melampiaskan kemarahannya ke meja
"****** Li, makanya kaya aku santay nyalinya." Jawab Rexi
__ADS_1
Farhan menyaut "Biarin Li, kali-kali dateng pagi."
"Makanya PR dikerjainnya di rumah Li." kata ku sambil memukul pundaknya
"Aku kan semalem latihan di klub, mana di fisik lagi, pulang-pulang jam 10, kepaksa bangun pagi gara-gara PR, tau-tau gini aku bakal bangun siang." Ali berkata dengan nada kesal
Saat kami berempat sedang mengobrol Kemal dan Yogi menghampiri kami.
"Oyy, ngobrol terus bukannya ngerjain tugas." Kemal berkata sambil memukul meja
"Males, kamu juga dari tadi malah muter-muter ga jelas." jawab ku
"Sama aku juga males, Li hari ini katanya disuruh bawa ban bekas sepeda yah." kata Kemal
"Buat apaan si Li, aku dari kemarin nyari ke bengkel sepeda ga nemu." kata yoga dengan nada keanehan
"Palingan buat latihan fisik jalan kepiting, ga usah dipikirin, entar juga tau-tau ada yang bawa." jawab Ali
Kami berenam mengikuti ekskul basket, latihannya benar-benar melelahkan, meskipun begitu aku tetap bersemangat melakukannya karena ini adalah ekskul olahraga pertama ku. Jadwal latihan kami adalah hari Selasa dan Jumat, latihan di mulai pukul 4 dan berakhir pada pukul 6, memang latihannya hanya 2 jam, namun materinya benar-benar sangat padat.
"Bal, waktu kemarin selasa latihan tanding kamu ngapain?" Kemal bertanya pada ku
"Hahaha, iya kamu ngapain, jaga gawang." Ali tertawa sambil memukul pundak ku
"Bukanya ga mau nyerang aku tuh, kaki ku asli bener-bener udah ga tahan lagi, makanya cuman nyerang sekali habis itu diem di area aku." Jawab ku membela diri
"Liat jadwal aku dulu kosongnya kapan." jawab Ali
Kota tempat ku sekolah sekaligus tinggal bukan lah sebuah kota yang besar. Hanya terdapat 2 kampus di kota ku dan hanya 1 kampus yang memiliki lapang basket yang bisa dibilang untuk umum.
Oleh karena itu, banyak anak basket dari daerah sekitar yang bermain disana, faktor terbesarnya sih karena bermain disana gratis.
Pada akhirnya kami berenam mengobrolkan tentang basket sampai bel pergantian pelajaran. Berhubung ketua kelasnya sendiri belum mengerjakan tugas maka pengumpulannya di undur sampai pertemuan selanjutnya.
Hari ini adalah hari kedua ku latihan basket, menurut Ali biasanya menu latihannya akan berubah-rubah, kemarin kami berlatih teknik dasar basket maka dari itu hari ini kemungkinan kami akan berlatih fisik.
Yap... benar sekali, hari ini kami berlatih fisik, selama 2 jam fisik kami dikuras dan gara-gara jalan kepitin rasanya kaki ku tidak bisa ditutup.
Setelah latihan fisik kami berenam berkumpul untuk beristirahat sejenak sebelum pulang.
"Besok sepertinya jadwal ku kosong, jadi ayo kita latihan di lapang kampus." kata Ali
"Serius Li, aku udah ga tahan ingin megang bola lagi, oh iya jangan lupa bawa bola Li." Jawab ku
"Iya, Bal entar aku ajarin caranya nyerang, biar ga bertahan terus." Ali berkata sambil tertawa
Akhirnya kami memutuskan untuk berlatih basket di lapang kampus besok pukul 3 sore agar tidak terlalu panas.
__ADS_1
*Keesokan harinya*
Hari yang di tentukan telah tiba, namun lapang kampus sudah ada yang memakai terlebih dahulu, melihat tulisan di pakaiannya sepertinya mereka adalah mahasiswa dan mahasiswi dari kampus ini.
Kami berlima pun menunggu kedatangan Ali karena dia yang berjanji akan membawa bola basket. Setelah menunggu sekitar 15 akhirnya Ali sampai.
"Li lapangnya di pake gimana dong." bisik Yoga kepada Ali
"Tenang." Ali kemudian berteriak "Kak, mau main bareng ga?"
Seorang laki-laki yang sedang bermain kemudian menyaut perkataan Ali "Boleh, ide bagus tuh, kebetulan kita lagi kekurangan temen buat main."
"Kalau gitu kita main 6 lawan 6 mau ga?" Tanya Ali kepada laki-laki itu
Laki-laki itu kemudian menjawab pertanyaan Ali "Bebas, mau 7 lawan 7 juga ga masalah, tapi mainnya jangan terlalu serius yah soalnya kita pada cupu."
"Siap bang, kita 6 lawan 6 aja." tegas Ali
Seorang wanita yang ternyata juga ikut bermain berkata "De jangan kasar-kasar yah mainnya."
Aku pun berteriak "Bro kita atur strategi dulu."
kami pun berkumpul membuat lingkaran.
"Strategi apaan, so so an kamu Bal." Kemal berkata dengan nada sedikit sinis
"Denger dulu bro, Li kamu kan jago, jadi kamu entar jaga laki-laki yang tadi, Farhan dan Kemal jaga 2 laki-laki sisanya, nah aku jagain cewe yang tadi ngomong, Rexi kamu cewe yang satunya oke." Aku berkata dengan suara pelan
Sambil tertawa Ali kemudian memukul kepala ku.
"Heuh kirain strategi apaan." kata Kemal
Pertandingan pun dimulai. Bila bukan karena bantuan Ali, Kemal dan Farhan Aku yakin tim kami akan kalah. Selain Ali rupanya Kemal dan Farhan sudah bermain basket sejak SMP.
"Bal serius kamu copo banget, udah dari tadi traveling terus, jump lagi, trus pas udah di kasih umpan pas di depan ring tembakan kau ga masuk lagi." Ali berkata dengan nada yang kesal
*Note : Traveling dan Jump adalah nama pelanggaran pada permain bola basket, pemain dianggap melakukan traveling apabila melangkah lebih dari 3 kali dalam keadaan bola tidak di dribble sedangkan jump, terjadi bila pemain sudah melompat ingin melakukan shoot atau lainnya namun bola masih dipegang oleh pemain itu dan pemain yang sama melakukan lompatan kedua*
"Bal kamu terlalu fokus sama mahasiswi yang kamu jaga." kata Rexi sambil tertawa
"Iya kayanya." aku menjawab dengan nada datar
Ali kemudian memegang pundak ku "Bal kamu harus latihan bank shoot dari kiri, kanan, sama tengah masing-masing 50 kali, ga ada nawar."
*Note : Bank shot adalah teknik menembak yang menggunakan papan sebagai alat mendefleksikan yang mengarahkan bola ke pinggiran.*
Setelah pertandingan tadi para mahasiswa itu pun pergi dan akhirnya kami berlatih bersama sampai pukul 6 sore.
__ADS_1
Dan akhirnya latihan hari ini pun berakhir tentu dengan tubuh ku yang semakin kesakitan.