
Apa pun bentuknya, seseorang dapat berubah karena cinta pertamanya.
...
* 2 tahun lalu*
"Silahkan yang sebelahnya maju dan perkenal kan diri." ucap seorang guru wanita.
Seorang wanita kemudian berdiri dari tempat duduknya, dengan canggung berjalan ke depan kelas lalu memperkenal kan namanya
Suasana kelas yang ramai membuat suaranya yang pelan sayup-sayup terdengar "Halo, perkenal kan nama ku Riani, kalian bisa memanggil aku Rin."
Aku yang sedang asik mengobrol dengan teman sebangku pun melihatnya sekilas lalu menjawab sapaanya.
"Ehmm, hobi ku mendengar kan musik dan menggambar." lanjutnya
Entah kenapa ketika dia mengatakan itu, meskipun samar-samar, mata ku kembali melirik ke arahnya, bukan untuk menjawab perkataannya, tapi hanya untuk menatapnya lebih lama lagi.
Ada sebuah teori yang mengatakan kalau kau sedang merasa bahagia maka waktu akan bergerak lebih cepat.
Mungkin itu karena jantung akan memompa darah lebih cepat dari biasanya saat kita sedang merasa bahagia.
Tapi semua itu tetaplah hanya sebuah teori yang belum tentu benar, karena saat ini yang aku rasakan justru sebaliknya. Sekitar ku terasa bergerak begitu cepat, sampai-sampai hanya meninggalkan aku dan dia saja.
Hanya dalam waktu kurang dari 3 menit, sebuah dunia percepatan dan kesunyian sesaat yang aku rasakan hancur karena sebuah kata yang terucap dari bibirnya.
"Terimakasih." dia lalu membungkukan badannya dan kembali ketempat duduknya.
Aku yang tiba-tiba tersadar kemudian mengguncang-guncang tubuh teman ku "Tur tadi yang perkenalan kamu denger ga namanya siapa." ucap ku
"Ga tahu, ga denger, terlalu rame habisnya, mana dia ngomongnya kepelenan lagi." balas Fatur
"Kampret, ga guna kamu." balas ku
"Baleg weh, jol nyalahin aku, salah kamu juga ga merhatiin, emang ada apaan sih." ucap Fatur dengan nada tinggi
Aku sambil menatap kearahnya membalas ucapan Fatur "Engga ada apa-apa."
Aku lalu menendang kursi orang yang duduk di depan ku "Ham ham."
Ilham lalu menengok kearah ku, dengan suara pelan dia bertanya "Ada apa."
Karena suasana kelas yang ramai, ditambah guru yang ada didepan kami tidak menegur jadi aku berbicara dengan suara yang cukup kencang "Kamu denger ga, tadi yang baru perkenalan namanya siapa."
Ilham lalu membenarkan posisi duduknya, sekarang tidak hanya lehernya saja yang menghadap ke arah ku tapi seluruh badannya kini menghadap kearah ku, tetap dengan suara pelan dia menjawab "Namanya Riani dia sebelumnya dari kelas 7-6."
"Owhh, makasih ya." balas ku, kali ini aku tidak salah bertanya pada Ilham karena dari tadi dia lah satu-satunya laki-laki yang memperhatikan perkenalan di kelas.
Aku rupanya tanpa sadar melihat ke arah nya, mencoba mengingat-ingat wajah yang seharus tidak asing bagi ku.
Karena usaha keras ku mencoba mengingat-ingat wajahnya sampai-sampai dahi ku mengkerut.
"Seharusnya aku pernah lihat dia, bagaimana pun kelas dia berdekatan dengan ku." kalimat itu tanpa sengaja keluar dari mulut ku.
Fatur yang rupanya sedari tadi memperhatikan tingkah ku lalu bertanya "Ada apa Bal, kamu suka sama cewe yang tadi itu."
Aku tiba-tiba tersadar karena mendengar pertanyaan Fatur tadi "Engga, cuman penasaran aja gitu, wajahnya asing bagiku, padahal kelas kita deketan."
"Owhh, kirain suka, tadinya mau aku bantu biar kamu bisa deketin dia." kata Fatur
Aku hanya tersenyum mendengar perkataan dari Fatur. Sejujurnya hal itu mustahil untuk Fatur lakukan, meskipun aku menyukainya, aku bukan lah tipe orang yang akan mengutarakan perasaan ku.
Yah, aku sendiri pun bingung dengan kejadian yang barusan terjadi, bagi ku itu adalah pengalam pertama dalam hidup ku merasakan sesuatu yang seperti itu. Sebuah kontak yang sangat dalam.
Dengan sendirinya aku mulai melepaskan pandangan ku dari nya. Setelah perkenalan selesai, guru ku lalu menyampaikan beberapa informasi mengenai pelajaran yang akan di ajarkannya dalam satu semester pertama ini.
...
Sekolah berlalu begitu cepat hari ini karena hanya berisikan perkenalan di setiap pelajarannya.
Sesampainya di rumah aku melanjutkan rutinitas ku. Sebuah rutinitas yang sangat membosankan.
Rasanya tidak ada lagi yang berubah dalam keseharian ku, seperti sebuah lingkaran dan aku terus berputar-putar didalamnya. Mengulang, mengulang, mengulang lagi, lagi dan lagi hal yang sama setiap harinya.
"Bal mandi." teriak Ibu ku dari dapur
__ADS_1
"Iya Bu sebentar lagi beres, nanggung lagi clan war, ga bisa di pause gamenya." balas ku
"Yosh akhirnya rata juga, dapet bintang tiga lagi." teriak ku
*Mengetik* (Minta Naga buat clan war)
*Menaruh HP*
...
"Bu minta anduk." teriak ku dari dalam kamar mandi
"Euhh, kebiasaan kalo mandi tuh lupa bawa anduk, nih." kata Ibu ku sambil memberikan handuk kedalam kamar mandi.
Setelah mandi aku lalu kembali mengecek HP ku, rupanya aku di undang masuk kedalam grup BBM kelas.
Seketika aku teringat dengan nama wanita itu, aku lalu mengecek daftar nama anggota grup. setelah menscroll cukup jauh, aku berhenti di sebuah nama yang sedang aku cari.
Sebuah pergolakan tiba-tiba muncul dalam diri ku, nafsu ku memerintahkan agar aku mengaddnya tapi otak ku mencoba untuk memperingatkan ku dengan sebuah alasan yang logis.
Aku terjebak dalam sebuah dilema, pada akhirnya aku memilih untuk mengikuti apa kata otak ku. Akan sangat mencurigakan bila orang asing tiba-tiba mengadd kontaknya, oleh karena itu di butuh kan sebuah rencana yang sangat matang.
Untungnya otak ku sudah memikirkan sebuah rencana yang sangat sempurna. Rasanya aku begitu licik sampai terpikir kan rencana seperti ini.
*Mengetik* (Salam kenal semuanya, nama ku sesuai dengan yang tertulis)
HP ku mendadak ramai oleh notifikasi grup BBM, yang perlu aku lakukan saat ini adalah tetap terlihat natural dan menunggu dia datang untuk memakan umpannya.
Oleh karena itu agar terlihat natural aku mentag beberapa orang agar mengadd ku, tentunya yang aku minta adalah orang-orang yang sudah aku kenal sebelumnya.
Tak lama kemudian Riani muncul dengan sapaan, aku langsung membalas sapaannya lalu memintanya untuk mengadd ku. Syukurlah semuanya berjalan lancar dan Riani membalas ku dengan mengatakan oke.
Hari ini aku benar-benar bahagia, selain berhasil berteman dengan Riani, tidak ada omongan aneh di grup karena permintaan ku. Semuanya berjalan lancar sesuai dengan rencana ku.
Hanya dengan dapat berteman dengannya di BBM aku benar-benar merasa sangat puas, padahal belum terpikirkan oleh ku bagaimana aku harus memulai chat dengan dia.
Tanpa terasa malam pun berlalu dengan cepat, karena ramai oleh bunyi notifikasi grup tidur ku tidak begitu lelap. Setelah berhasil berteman dengan Riani aku tidak pernah menampakkan diri ku lagi di dalam grup.
Sudah menjadi kebiasaan ku datang kesekolah 1 jam sebelum bel masuk, aku sudah melakukan hal itu dari SD. Hari ini begitu dingin, sampai-sampai jalan tertutupi oleh kabut, ini pasti efek hujan tadi malam.
Sesampainya di sekolah aku lalu berjalan menuju kelas ku yang berada di lantai dua. Dari kejauhan samar-samar aku melihat seseorang dengan jaket hitam sedang duduk menghadap kearah pintu kelas.
Jam segini kantin pasti masih beres-beres, kalau aku menunggu disana pasti hanya akan mengganggu, Karena tidak ada pilihan lain akhirnya aku duduk berdua di depan pintu kelas.
Aku tiba-tiba teringat akan keberhasilan ku berteman dengannya di BBM, saat itu juga keberanian dalam diriku seketika meningkat.
Aku dengan malu-malu menyapanya "Hai."
"Hai juga." balas nya dengan suara yang pelan dan lembut
"Ehmm, kamu sudah lama nunggu." tanya ku
"Engga kok, cuman beda beberapa menit aja sama kamu." balasnya
"Ohh...." otak ku sudah tidak dapat berpikir lagi karena itu hanya kata itu yang terucap dari bibir ku.
seketika suasana menjadi hening, rasanya aku telah gagal sebagai seorang pria. Hanya untuk mengajak ngobrol seorang wanita kelas 2 SMP saja aku tidak bisa melakukannya.
Riani lalu mengeluarkan sebuah buku sketsa dari tasnya, sambil melihat kearah lapang dan gerbang masuk sekolah dia mulai menggerakkan pensilnya. Perlahan tapi pasti Riani menggambar sebuah sketsa siswa-siswi yang berjalan memasuki gerbang.
Sebuah coretan kasar di atas buku sketsa yang benar-benar mirip menggambarkan sebuah aktivitas yang saat ini sedang terjadi.
Aku melihat kearah gambarannya "Hmmm, jadi kamu bener-bener suka menggambar yah."
Riani lalu menoleh kearah ku "Iya, aku sudah melakukan ini dari kelas 3 SD." balasnya
"Serius, aku sih waktu kelas 3 SD cuman bisa gambar gunung kembar 2, matahari ditengahnya trus jalan." ucap ku
"Hahaha, trus sawah, rumah sama pohon 1, ya kan." timbalnya
Aku hanya mengangguk sebagai balasan dari ucapannya, kali ini aku semakin tidak dapat berkata-kata karena melihat senyumannya tepat dihadapan ku.
"Hahaha, aku juga dulu cuman bisa gambar yang kaya gitu, hmmm, jadi keinget sama awal-awal ketika aku pertama kali belajar gambar." lanjutnya
"Owhh, kamu kursus gambar atau sejenisnya." tanya ku
__ADS_1
"Ehmm, engga, aku diajarin gambar sama kake aku." ucap Riani dengan penuh antusias
Melihat respon Riani yang antusias saat mengobrol dengan ku, membuat ku semakin bersemangat.
"Wow, aku yakin kake kamu itu pasti jago gambar, lihat kamu yang muridnya aja jago apa lagi gurunya, hahaha." kata ku
Riani lalu menghentikan gerak tangannya yang sedang menggambar "Hahaha, jangan terlalu memuji aku, kake aku emang jago kalo soal menggambar, kamu harus liat gambarannya."
Tiba-tiba sebuah ide menghampiri otak ku "Hmmm, aku jadi penasaran sama gambaran kake kamu..., oh iya kita kan udah berteman di BBM, kalau boleh kamu bisa kirimin foto gambaran kake kamu."
Riani lalu memiringkan kepalanya "Emangnya kita udah berteman di BBM yah."
Seketika hati ku hancur, kata-kata tidak mau keluar dari mulut ku yang tiba-tiba kaku. Aku lalu melihat kearah Riani yang tertawa.
"Hahaha, maaf aku cuman bercanda kok." kata Riani
Mendengar itu aku kembali bersemangat "Owhhh, jadi kamu ga lupa sama aku."
Riani kembali tertawa "Hahaha, tentu saja, bagaimana mungkin aku bisa lupa sama satu-satunya orang yang meminta aku agar mengadd BBMnya."
Mendengar perkataannya aku menjadi sedikit malu "Hahaha, oh iya, kirain aku banyak yang minta add kamu."
Riani hanya membalas perkataan ku dengan sebuah senyuman kecil. Tidak terasa, rupanya kami sudah mengobrol hampir setengah jam lamanya, kondisi sekolah sudah mulai ramai oleh para siswa.
Tak lama Fatur pun tiba. Aku pun pergi meninggalkan Riani, lalu pergi ke kantin bersama dengan Fatur.
Obrolan pertama ku dengan Riani pagi itu menjadi awal dan sumber keberanian ku untuk mengenalnya lebih jauh.
Sejak hari itu aku selalu datang pagi-pagi buta, agar bisa mengobrol dengannya berdua secara langsung, tentunya ketika kami berada dirumah kami juga saling bertukar pesan lewat BBM.
*Masa sekarang*
"Kurang lebih begitulah Li kisah cinta pertama aku." ucap ku pada Ali
"Trus kelanjutannya gimana Bal, hubungan kalian berdua." tanya Ali
Aku kemudian membuka HP ku dan menunjukkan pesan terakhir Riani pada ku "Seperti yang kamu lihat, beginilah akhirnya, dia meminta aku agar menjauhi dia." ucap ku
Ali terlihat keanehan, lalu dia bertanya lagi kepada ku "Maksudnya gimana, kok bisa dia tiba-tiba minta kamu ngejauhin dia."
Aku menggelengkan kepala ku "Sejujurnya aku juga bingung, tapi menurut ku hal yang mungkin jadi alasannya adalah karena dia pada saat itu suka sama kaka kelas."
"trus, hubungannya apa." balas Ali
"Hmmm, mungkin dia sadar kalau aku suka sama dia, jadi yah... dia ga mau sampai nyakitin satu pihak." lanjut ku
Ali lalu tertawa cukup keras "Hahaha, tidak kah cewe mu itu terlalu seperti tokoh di dalam sebuah dongen cinta sejati."
Aku pun tertawa mendengar perkataan Ali "Hahaha, kamu benar, tidak kah dia terlalu sempurna, memilih untuk memutus hubungan salah satu pihak agar tidak ada yang tersakiti."
Ali lalu mengangguk "Hmmm, padahal kalau di lanjut bisa jadi sebuah film genre NTR."
*Note : NTR (Netorare) alias tikung menikung*
"Hahaha, kamu tahu Li, apa yang membuat aku tambah sakit hati." ucap ku
"Apakah itu." balas Ali
"Kaka kelas yang dia suka, tidak pernah merespon dia." kata ku
Ali hanya tertawa mendengar perkataan ku, dia lalu menepuk pundak ku "Hahaha, hidup ini perih Bal, kamu harus tahu apa yang aku alami jauh lebih perih, nanti aku ceritain ke kamu Bal, kalau waktunya pas."
"Hahaha, aku tunggu Li, tapi kalau aku ingat-ingat lagi dia adalah cewe yang telah merubah hidup ku, meskipun aku berusaha buat menyukai cewe lain tapi tetep dia tidak pernah tergantikan." ucap ku
"Lebay oy." teriak Ali
"Hahaha, iya kali yah, tapi serius Li sampe sekarang aku masih bisa mengingat dengan jelas setiap adegannya seperti baru kemarin terjadi." jelas ku
"Hahaha, tapi Bal aku setuju sama kamu, kalau cinta pertama itu merubah kamu, karena ga cuman kamu yang berubah karena cinta pertama tapi aku juga sama." kata Ali
Aku pun tertawa mendengar sesuatu yang mungkin tidak akan pernah keluar dari mulut orang-orang seperti Ali.
"Serius Li, rasanya mustahil orang kek kamu sampe berubah gara-gara cinta pertama, secara kapten basket, populer dikalangan cewe, tampang 100% **** boy lah pokonya, hahaha." ucap ku
"Kampret memang kamu Bal, jelas-jelas aku benci sama **** boy yang ngerusak cewe-cewe, tapi Bal serius kalau kamu denger cerita masa lalu aku kamu bakal paham."
__ADS_1
"Hahaha, aku ga sabar denger cerita itu." ucap ku
Jam kosong seni budaya pun berlalu, pada akhirnya hari ini tidak terdapat lagi jam kosong sampai pulang sekolah.