Empat Serangkai : Anak Negeri

Empat Serangkai : Anak Negeri
03. SESEORANG


__ADS_3

Hari kedua ku sebagai murid SMA, aku berharap dapat berbaur dengan yang lainnya, aku tidak ingin masa SMA ku yang berharga hanya dihabiskan dengan menyendiri. Hari ini aku harus melakukan yang terbaik.


Sepertinya aku datang terlalu pagi, pintu kelas ku masih terkunci. Aku sih tidak masalah bila harus menunggu sampai penjaga sekolah membuka kelas, tapi masalah terbesarnya saat ini adalah disebelahku Ada perempuan yang juga sama sedang menunggu.


Aku mengenal dia, kalau tidak salah namanya adalah Azahra, dia merupakan bendahara kelas kami. Aku benar-benar terkejut, aku kira, aku akan menjadi siswa yang pertama kali datang, rupanya masih ada siswa lain yang lebih rajin dari pada aku.


Meskipun aku tidak dapat menebak tujuan dia datang awal, apakah sama seperti ku untuk membuat teritori, atau yah alasan lain yang tidak pernah terpikirkan oleh ku.


Yang pasti, suasana yang aku rasakan saat ini benar-benar canggung. Kalian pasti mengerti apa yang aku rasakan saat ini. Aku mengetahui namanya tapi aku tidak mengenalinya, hal itu yang membuat aku memutuskan menahan diri untuk menyapanya dan lebih memilih untuk berdiam diri pura-pura tidak menyadari apapun.


Aku dan dia yang terdiam dibalut dengan suasana yang sepi dipagi hari, membuatku teringat dengan masa lalu ku ketika SMP, tepatnya ketika aku berada di kelas 8. Ketika itu setiap pagi sambil terdiam didepan kelas menunggu penjaga sekolah membuka kunci, aku menunggunya bersama dengan seorang gadis yang sama.


Awalnya kami hanya terdiam, tanpa mengucap sepatah kata pun, namun ketika menginjak akhir semester satu, kami mulai mengobrol satu sama lain. Waktu pagi yang kami habis kan untuk menunggu penjaga sekolah mukin hanya sekitar 15 menit, tapi bagi ku, 15 menit itu adalah waktu yang paling aku nantikan setiap paginya.


Terlalut dalam pemikiran ku, seketika aku tersadarkan oleh suara seseorang yang cukup keras, rupanya seorang wanita yang menyapa Azahra dari jarak yang cukup jauh. Wanita itu kemudian menghampiri Azahra dan membicarakan sesuatu hal.


Karena posisi kami cukup berdekatan mungkin antara aku dan mereka berjarak sekitar tiga meter, aku berusaha untuk menghiraukan percakapan mereka yang dengan sangat jelas dapat aku dengar.


Setidaknya wanita itu yang sepertinya bukan berasal dari kelas ku, berhasil menyelamatkan ku dari situasi canggung ini, aku mengucapkan terimakasih dalam hatiku bahkan sebagai tambahannya aku mengucapkan terimakasih dalam berbagai bahasa.


Entah berapa lama aku tenggelam dalam kenangan masa lalu, yang jelas aku sudah melihat penjaga sekolah yang datang untuk membuka kelas satu persatu. Tak lupa aku juga mengucapkan terimakasih kepada penjaga sekolah karena telah membukakan pintu kelas dan juga karena telah mengakhiri suasana canggung ini.

__ADS_1


Aku tetap memilih duduk di posisi yang sama dengan kemarin, meskipun aku tidak tahu apakah Ali akan tetap duduk disebelah ku, yah setidaknya aku harus menyiapkan diri untuk duduk sendiri.


...


Mendekati pukul 7 suasana kelas semakin ramay, Tak lama suara bel terdengar, kemudian aku melihat Ali datang dan hal yang sangat mengejutkan dia tetap duduk disebelah ku, syukurlah aku tidak berakhir dengan duduk sendirian di kelas.


Setelah menunggu beberapa lama, belum ada satu pun guru yang memasuki kelas, yah ditambah kami belum menerima jadwal pelajaran dan buku, jadi menurut ku selama satu minggu ini akan berakhir dengan free class.


Aku sangat menyukai free class tapi kalau tidak ada satu orang pun teman mengobrol apa nya yang dinikmati.


...


Farel berteriak "Bro sini kita kumpul, semuanya kesini, kita ngobrol di belakang."


Farel kemudian menunjuk dua orang laki-laki yang berada di barisan pinggir kanan kelas "Bro laki-laki bukan? sini kumpul."


Kedua laki-laki itu pun menurut dan mendekati perkumpulan kami.


Saat ini semua laki-laki dikelas ku berkumpul ditempat yang sama, dengan santay farel berkata "Bro kita kan udah satu kelas yah, jadi kita harus lupain kita berasal dari SMP mana, kita harus kompak dan rame."


Kemal kemudian membalas perkataan Farel "Setuju, mumpung kita lagi kumpul gini gimana kalo kita ngobrol santay."

__ADS_1


Pada akhirnya kami semua mulai dekat sedikit demi sedikit. Hal yang selalu aku pikirkan sedari dulu sangat lah tepat, mudah bagi laki-laki untuk berteman dengan yang lainnya.


Untuk membuat sebuah pertemanan, laki-laki tidak mengumpulkan kepingan yang sejenis untuk menjadikannya satu dan mengabaikan kepingan yang berbeda, tapi yang laki-laki lakukan mengumpulkan berbagai kepingan yang berbeda dan menjadikannya satu Hal itu yang membuat pertemanan antara laki-laki menarik dan memiliki jenis yang beragam.


Perkumpulan tadi berhasil membuat kami semua menghabiskan waktu istirahat bersama, sebuah awal yang bagus untuk pertemanan yang baru dibuat.


Hasil lain yang aku dapat adalah aku bisa lebih dekat dengan teman sebangku ku Ali, dengan begini kami tidak akan terlalu canggung lagi.


Di hari kedua ku ini perkumpulan antara laki-laki di kelas menjadi hal terbaik yang terjadi. Setelah itu tanpa disadari semua berjalan begitu cepat, bahkan suara detik jam yang kemarin terdengar begitu jelas kali ini sudah tidak terdengar, sampai sebuah bel dan pengumuman yang sama seperti kemarin menghancurkan kebersamaan kami.


...


Sambil di perjalanan pulang aku mengingat obrolan kami tadi, sebuah obrolan yang ringan, hanya menceritakan kisah lucu yang pernah kami alami dahulu. Meskipun akhirnya kami membahas tentang "video pemersatu bangsa" aku yakin kalian tau apa yang aku maksud, bila tidak tahu aku sarankan kalian jagan mencari tahunya.


Ini adalah sebuah tips dari ku, bila kalian berteman dengan laki-laki dan kalian tidak mempunyai topik untuk mengobrol gunakanlah topik universal ini yaitu bahas lah tentang "video pemersatu bangsa". Berdasarkan pengalaman ku itu dapat bekerja dengan baik.


Berbicara tentang rumah ku, jarak antara rumah ku dan sekolah tidak begitu jauh hanya sekitar 30 menit bila kau berjalan kaki dan bila menggunakan kendaraan sekitar 10 menit.


Hari ini aku mendapatkan kenangan yang baik, jadi rasanya aku ingin lebih lama menikmati hal itu, karena itu aku memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki.


Yah... dan ketika kau mengalami sesuatu yang baik, perasaan ingin menceritakan nya ke seseorang bergejolak didalam diri mu. seperti aku yang kemarin baru saja menyelesaikan menonton sebuah anime dengan ending yang luar biasa, setelah itu aku membicarakannya di grup SMP ku, namun berakhir dengan sebuah monolog.

__ADS_1


Disaat seperti ini, aku membutuhkan seseorang untuk mendengar kan cerita ku, sesaat aku berfikir seandainya dia masih dapat aku hubungi.


__ADS_2