Empat Serangkai : Anak Negeri

Empat Serangkai : Anak Negeri
02. AKHIR DARI HARI PERTAMA


__ADS_3

Pasrah akan keadaan aku hanya mengikuti alur yang berjalan. Semua calon ketua maju kedepan. menghadap kebelakang membelakangi murid yang lainnya.


Seorang wanita bernama Azahra menggantikan Farel memimpin pemilihan ketua kelas.


Azahra berteriak dengan keras "Siapa yang memilih Dinul."


Dia kemudian mencatat hasilnya di papan tulis.


Dia melanjutkan teriakannya "Siapa yang memilih kemal."


Begitu seterusnya, hingga akhirnya kami diperbolehkan melihat hasil pemungutan suaranya.


Dari 32 siswa dikelas 10 IPA 6, 16 suara memilih kemal, 8 suara memilih Dinul, 4 suara memilih Farel dan sisanya memilih ku.


Aku sedikit terkejut, aku kira aku hanya akan mendapatkan 1 suara, yah... 3 suara tidak buruk, meskipun sepertinya 2 suara yang tersisa adalah pemberian.


Dengan begitu terpilih lah Kemal sebagai ketua kelas dan otomaris Dinul yang mendapatkan suara kedua terbanyak menjadi wakil ketuanya.


Untuk beberapa alasan Kemal memang terlihat cocok menjadi ketua kelas, misalnya dari... tampangnya. Yah dia lumayan cukup ganteng ditambah dengan kacamata menambah kesan kalau dia pintar.


Sedangkan Dinul sebagai wakil ketua, ehmm.. aku tidak memiliki komentar apa pun, melihat bagaimana ekspresi dari teman SMPnya ketika menunjuk dia sebagai calon ketua kelas, aku pikir Ada sesuatu yang spesial dari nya, mungkin.


Dengan selesainya pemilihan ketua kelas, bisa dibilang aku sedikit lega karena aku tidak terpilih. Meskipun ketika aku hendak duduk, aku melihat ekspresi Mutia yang terlihat sedih dan kecewa karena aku tidak terpilih. Aku membalasnya dengan menunjukan ekspresi kalau bagaimana pun dalam prinsip berdemokrasi minoritas akan selalu kalah.


Kemal dan Dinul yang terpilih sebagai perwakilan kelas kemudian melanjutkan "acara" dengan melakukan pemilihan terhadap pembantu-pembantu mereka. Mulai dari bendahara, sekertaris dan berbagai seksi bidang.

__ADS_1


Dengan beberapa perdebatan dengan cewek-cewek di kelas kami, akhirnya tepilih lah, Azahra dan Anji sebagai bendahara 1 dan 2, Wuri dan Nana sebagai sekertaris 1 dan 2.


Karena tidak satu pun dari mereka yang aku kenal, aku hanya mengikuti alur saja, kemudian tiba lah dibagian pemilihan seksi bidang. Dikarenakan sudah tidak ada lagi yang mau mengisi jabatan sebagai seksi bidang, Kemal mengambil keputusan orang-orang yang tadi telah menjadi calon ketua lelas, bendahara dan sekertaris agar mengisi bagian-bagian itu.


Alur kelas sudah mengarah kepada hal yang tidak aku sukai, siswa di kelas banyak yang setuju dengan usul dari ketua kelas, dengan segala pertimbangan seksi-seksi bidang yang ada, aku berfikir dari pada akhirnya aku malah mendapatkan bagian yang tidak aku sukai, aku memutuskan untuk mengajukan diri pertama kali.


Dari semua pilihan, aku memilih Sekbid (singkatan dari seksi bidang) kebersihan, aku sudah membuat bayangan mengenai tugas-tugas Sekbid kebersihan dan aku merasa tidak ada satu pun tugas yang akan membebani ku.


Entah bagaimana di kepala ku tiba-tiba muncul sebuah ide untuk balas dendam, aku tidak bisa membiarkan orang yang telah merenggut cita-cita ku untuk hidup sebagai "manusia biasa". Setelah mendapatkan jabatan sebagai Sekbid kebersihan, aku kemudian mengacungkan tangan ku.


Aku berbicara dengan cukup lantang "Ketua kelas mohon ijin, dengan segala pertimbangan yang telah saya pikirkan, saya mempunyai saran mungkin hal ini juga akan berlaku pada beberapa Sekbid yang lainnya, tapi saya berbicara sebagai Sekbid kebersihan meminta agar Sekbid kebersihan ditambah satu orang lagi dan harus seorang perempuan."


"Alasannya?"


"Saya sebagai perwakilan laki-laki nantinya akan memimpin para lelaki sedang Sekbid yang perempuan akan memimpin perempuan, ditambah hal yang tidak dapat dipungkiri bila dalam hal kebersihan perempuan lah yang paling handal."


"Hemm, aku setuju dan hal ini juga telah aku pikirkan sebelumnya agar Sekbid terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan."


Mantap rencana ku berhasil, sesuai dengan perkiraan ku, ketua pasti akan setuju dengan argumen ku.


Kemal kemudian melanjutkan perkataannya "Lalu apakah ada perempuan yang ingin kamu jadikan sebagai Sekbid kebersihan?"


Wohhoo, aku benar-benar senang sampai tanpa sengaja aku tersenyum, sesuai dengan rencanaku, saatnya untuk bilang sempurna, hahaha kalimat itu yang terus terbesit dipikirkan ku.


"Aku menyarankan Mutia."

__ADS_1


Kemal kemudian melihat kearah Mutia, Mutia menunjukan ekspresi tidak setuju. Dia kemudian berkata "Enggak kayanya ada yang lebih cocok deh."


Kemal dengan memanfaatkan jabatanya sebagai ketua dengan tegas memilih Mutia sebagai Sekbid kebersihan.


Dengan ekspresi marah dia kemudian menatap kearah ku, aku membalasnya dengan memberikan sebuah senyuman. Yah dengan situasi kelas yang tidak memungkinkan munculnya calon baru paksaan adalah pilihan yang pasti akan dipilih.


Aku yakin Kemal pun ingin segera menyelesaikan ini secepatnya, karena masih banyak tugas lain yang harus dikerjakan, ditambah Wali kelas meminta agar hasil dari pemilihan pejabat-pejabat kelas diberikan hari ini.


Setelah itu semua Sekbid telah diisi oleh para siswa yang tadi terpilih sebagai calon ketua kelas, bendahara dan sekertaris, kecuali Sekbid olahraga dan rohani. Kemal langsung menunjuk teman sebangku ku Ali sebagai Sekbid olahraga dan Rifky sebagai Sekbid rohani.


Dengan nada seperti menggoda kemal yang masih berdiri didepan kelas berbicara kepada Ali yang terlihat tidak setuju "Li Kan sebagai kapten basket SMP sekaligus calon kapten basket SMA, sudah sewajarnya memimpin kita ketika olahraga, ya kan?"


Siswa lain yang berasal dari SMP yang sama dan sepertinya menganalnya menjawab "Iya."


Dengan jawaban yang datar dan terlihat kesal Ali menjawab "Terserah kamu lah."


Kemal kemudian mencoba membujuknya "Paling tugasnya cuman mimpin pemanasan doang, mau yah."


Dengan nada yang sama Ali menjawab untuk kedua kalinya "Iyahh..."


Akhirnya dengan pertimbangan Ali adalah seorang kapten basket SMP 1 dan Rifky sebagai orang yang teragamis ditambah sedikit paksaan, akhirnya mereka setuju mengisi jabatan tersebut.


Dengan begitu acara pemilihan pejabat kelas telah berakhir, dengan cepat sekertaris kelas segera menulis nama-nama orang yang mengisi jabatan-jabatan tersebut untuk nantinya diserahkan kepada wali kelas.


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 11.30, tiba-tiba terdengar sebuah bel yang dibarengi dengan sebuah pengumuman bagi murid kelas 10. Hari ini kelas hanya berlangsung setengah hari, para murid kelas 10 yang sudah memiliki kepentingan di sekolah diperbolehkan untuk pulang.

__ADS_1


Beruntungnya aku karena acara pemilihan pejabat kelas telah selesai, jadi tanpa menunggu lama, bersamaan dengan siswa yang lainnya aku pun pulang kerumah. Dengan begitu hari pertama ku sebagai murid SMA telah berakhir.


__ADS_2