
Teman ku bertanya siapa perempuan paling cantik yang ada di kelas
Sambil melihat kearah perempuan yang selalu aku tatap di dalam kelas aku menjawab "sederhana, perempuan tercantik adalah perempuan yang kamu suka." terdengar munafik tapi itulah kenyataan yang terjadi pada ku.
...
Sudah 2 Minggu aku menjadi murid SMA, seperti kabar yang beredar SMA 2 memang memiliki tugas yang sangat banyak. Tidak pernah satu hari pun luput dari tugas.
Dalam satu hari bisa terdapat 2 persentasi, bahkan kemarin aku baru saja mengumpulkan tugas portofolio 4 lembar ditambah PR disetiap mata pelajarannya. Namun di sisi lain aku merasa terdapat banyak sekali jam kosong, mungkin gurunya terlalu lelah memeriksa tugas siswa, sehingga jarang memasuki kelas.
Pelajaran pertama ku hari ini, aku akan belajar dengan guru yang sangat menggebu-gebu namanya adalah Ibu Ningsih beliau mengajar pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Pembawaannya yang sangat menggebu-gebu ketika mengajar sangat cocok dengan materi yang diajarkannya.
Rasanya tidak mungkin merasakan kantuk ketika belajar dengan beliau. Aku pribadi sangat menyukai pelajaran pendidikan kewarganegaraan, namun hari ini yang sangat aku tunggu-tunggu bukan lah pelajaran kewarganegaraan tapi pelajaran setelah ini.
Menurut kabar dari kelas sebelah kalau guru matematika tidak masuk dan hanya memberikan tugas. Ditambah Kemal sudah mendapatkan foto jawaban tugasnya dari kelas sebelah, jadi kami bisa santai di pelajaran selanjutnya.
Kemudian terdengar lah suara bel tanda ganti pelajaran, setelah memberikan salam kepada guru pendidikan kewarganegaraan, Kemal lalu maju ke depan kelas, mengumumkan kalau guru matematika hari ini tidak dapat masuk dan memberikan tugas.
Pengumuman Kemal disambut dengan sorak Sorai siswa dikelas, siapa yang tidak bahagia dapat terlepas dari pelajaran meskipun hanya sesaat. Aku kemudian mengeluarkan HP ku untuk mengecek pesan di Line, seperti biasanya hanya ramai oleh official account.
"Li gimana kabar kakak kelas yang ngechat kamu." Aku bertanya kepada Ali yang sedang membuka HP nya.
"Ahhh denger cerita aku, bal." Ali kemudian menaruh HPnya
Rexi dan Farhan yang duduk di depan kami menengok kebelakang, Rexi bertanya "Lagi bahas apa nih?"
Aku menjawabnya dengan nada datar "Kaka kelas yang chat si Ali waktu itu."
Ali kemudian menceritakan apa yang terjadi padanya kemarin "Kemarin kan aku latihan basket sampe sore tuh, nah si kaka kelas itu dateng sama temennya, aku lihat dia dari lapangan, karena lagi latihan tanding jadi aku ga merhatiin, nah pas udah beres aku buka tas tiba-tiba ada pocari sama tulisan semangat Ali latihannya."
Aku dengan reflek berteriak "Kampret, aku iri Li."
"Bal kamu harus tahu, itu adalah salah satu momen yang paling aku inginkan di hidup ini, seorang cewe mencoba menyemangati secara sembunyi-sembunyi." Ali mengatakan itu dengan penuh antusias
Rexi kemudian melihat ke arah Farhan dan berkata "Han, menurut kamu gimana?"
__ADS_1
Farhan kemudian melihat kearah kami "Ga ngerti aku soal beginian."
Sebuah kalimat yang wajar terucap dari mulut Farhan. Sedari SD hingga SMP, Farhan bersekolah di sebuah pesantren, sehingga kami menganggap komentar Farhan yang seperti itu adalah hal yang normal.
Rexi kemudian memukul jidatnya "Salah aku malah tanya si Farhan, denger ya Li, aku ga tau dimana letak romantisnya itu, tapi bagi aku itu biasa aja, percayalah sama aku yang udah berpengalaman."
Farhan kemudian dengan penuh penasaran bertanya "Rex emang kamu pernah pacaran."
Dengan nada sedikit tinggi Rexi menjawab "Pernah lah, ya kali."
Aku dan Ali reflek berkata berbarengan "Serius Rex."
Aku kemudian melanjutkan perkataan ku "Asli Rex aku ga percaya kamu waktu SMP pernah pacaran, kok aku ga pernah liat sih."
Rexi kemudian sedikit membentak ku "Pernah lah, emangnya kamu yang kemana-mana pergi berduan sama si Darul."
Sambil tertawa aku membalas "Mana ada woy, aku masih normal gini."
Ali kemudian berkata "Serius Rex aku terkejut kamu pacaran pas SMP, gima yah, aku akuin kamu ganteng tapi karakter kamu itu pasif gitu, jadi aku benar-benar ga sangka kamu bisa dapet pacar."
Aku kemudian menyaut perkataan Ali "Setuju Li aku sama kamu, jujur aku ga bisa bayangin waktu si Rexi nembak cewe gitu kan, hahaha."
Rexi kemudian berkata dengan nada tinggi namun karena muka Rexi yang datar, jadi meskipun dia sedang marah wajahnya tidak menunjukan ekspresi marah "So tahu kamu Han, tapi iya sih cewe aku duluan yang nembak."
Aku kemudian memukul meja "Kampret kamu Rex, hahaha."
Ali yang juga tertawa mendengar perkataan Rexi berkata "Jujur, ditembak sama cewe duluan adalah salah satu mimpi aku, tapi udah terwujud sih waktu SMP."
Mendengar perkataan Ali aku menarik nafas dan menyenderkan badan ku di senderan kursi "Kalian harus tahu, aku adalah orang yang tidak setuju dengan pemikiran kalau laki-laki itu harus mengungkapkan perasaan ya duluan, jadi gimana yah menurut aku tuh kalau emang si cewe suka ya ungkapin aja gitu langsung, ga perlu nunggu si cowonya ngungkapin atau semacamnya."
Ali menganggukan kepalanya "Untuk kali ini aku setuju sama si Iqbal meskipun dia seorang jones, itulah kenapa salah satu mimpi aku adalah ditembak cewe duluan."
Farhan kemudian menyaut "Justru karena si Iqbal jones jadi dia ngomong kaya gitu, hahaha."
Aku menaikan nada ku untuk memotong tawa mereka "Kampret menapa aku terus oy yang kena, si Farhan juga kan jomblo edan."
__ADS_1
Sambil tertawa Farhan berkata "Aku kan beda."
Meskipun aku yang jadi korbannya tapi kami semua tertawa bersama, tidak ada rasa sakit hati karena perkataan dari masing-masing kami.
"Tapi denger dulu, gini-gini juga Aku waktu SMP pernah nembak cewe." kata ku
Farhan dan Rexi kemudian berhenti tertawa, Ali yang mendengar perkataan ku, seolah tidak percaya, dia berkata "Baleg bal, kutu buku kaya kamu pernah nembak cewe, trus gimana."
"Kampret aku bukan kutu buku oy, hmm dia adalah temen sekelas aku pas kelas 8, kami udah chatan lama, ya trus, karena dia tiba-tiba ngilang, waktu kelas 9 aku coba nembak dia, dan yah... ditolak." kata ku
"Yang sabar yah Bal, hahaha." Farhan berkata sambil tertawa
"Kampret kalian semua malah ngetawain." kata ku dengan nada tinggi
Rexi kemudian berkata "Bal, itu jelas salah kamu, udah tau cewe itu ngejauhin kamu eh malah kamu tembak, jelas lah bakal di tolak, hahaha."
"Iya juga sih." Jawab ku setuju dengan pernyataan Rexi
Tiba-tiba Kemal datang menghampiri kami berempat yang sedang tertawa "Hey, ngobrol terus, kerjain oy tugas, udah dikasih fotonya juga."
Ali berkata dengan nada kesal "Udah lah itu mah gampang."
Dengan nada mengancam Kemal berkata "Awas yah, aku ga mau tahu tugasnya dikumpulin Hari ini."
Ali menjawab dengan nada kesal "Iyah, tinggal nyalin doang apa susahnya."
"Hmmm, btw gimana kalau pulang sekolah kita main basket di lapang kampus, mau ga." tanya Kemal
Ali dengan nada datar berkata "Hari ini aku ga bisa, soalnya mau latihan dirumah."
"Ikut lah Li, kan kita bisa latihan bareng di sana." Jawab ku
"Ga, yang ada aku emosi lihat kamu yang ga bisa masukin bola ke ring." tegas Ali
"Biarin, kita main tanpa si Ali aja, biar aku yang bawa bola, ajak yang lainnya kita main basket bareng."
__ADS_1
Pada akhirnya sepulang sekolah semua laki-laki di kelas ku kecuali Ali bermain basket bersama di lapang kampus, meskipun kami membicarakan Ali dan menjadi kan bahan lelucon tapi kami semua memaklumi alasan Ali.
Bagaimana pun dia telah ditunjuk sebagai kapten basket untuk kelas 10, ditambah kami semua tahu betapa seriusnya dia bila menyangkut soal basket, karena bagi dia basket adalah segalanya.