
"apa-apaan ingatan bodoh tadi itu?",Evan kemudian mengambil telephon genggamnya yang ia bawa di sakunya
kemudian mencari nomer Saki.
saat ini Saki sedang berkumpul dengan ke 9 pilar dan juga Anggota kelas Elitenya,Telephone genggam Saki berbunyi.
ia kemudian melihat nomer yang terpampang kemudian mengangkat telephonenya, "Halo..?".
"Halo Saki...selamat Malam kekeke..."
"kau !!"
"ssh...datanglah ke sekolahan saat ini juga aku saat ini berada diruangan mu"
kemudian telephone tersebut dimatikan,Saki kemudian buru-buru pergi ia hanya sendiri saja kesekolahan karena ia tau pasti Evan menghindar dari kejaran 9 Pilar lainnya.
ia pun langsung pergi tanpa ada yang menyadarinya,setelah sampai disekolahan Saki langsung pergi keruangannya.
dan benar saja didapati Evan sedang duduk diatas mejanya menunggu Saki ,Evan kemudian menyeringai.
"Halo Bangsat !!", sebuah tembakan diarahkan oleh Evan ke saki, tapi Saki menghindarinya kemudian Saki bertanya "Apa maumu?"
Evan kemudian turun dari meja kemudian berdiri berhadapan dengan Saki,kau hanya perlu jadi budakku.
"Kekeke..."
__ADS_1
Saki hanya memasang wajah datar kemudian menjawab "kalau aku tak mau?".
"ckckck...jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan kau punya adik perempuan kan?
bagaimana jika dia saat ini sedang bermain ditaman sendirian dan ada yang menculiknya?
hey...hey apa kau tak khawatir?,ckckck...kau ini benar-benar Kakak yang buruk ya ahahahahhahahahaha"
Evan benar-benar brengsek, Saki kemudian berkata, "kalau kau sampai menyentuh adikku kau akan mati saat ini juga !!" Saki menatap Evan dengan tajam.
"ah...tak perlu khawatir,begini saja kita bertarung saja gimana?,yang kalah akan menuruti setiap permintaan yang menang selamanya dan --".
belum selesai Evan berbicara Saki langsung mengarahkan tinjunya kearah Evan tapi ditahan oleh Evan dengan gagang Pistolnya.
"dasar Gila !! aku belom selesai berbicara tau".
tanpa banyak bicara Evan langsung menendang dada Saki yang sedang terduduk,"Brak !!",Saki telah menghilang dari situ.
kursi yang ditendang oleh Evan hancur,dan secara tiba-tiba Saki melayangkan tendangannya dari belakang mengarah ke kepala Evan.
tendangan itu sangatlah cepat,tapi Evan menunduk sembari menyerang kaki kiri Saki yang menopang tendangannya.
Saki kehilangan keseimbangannya"bajingan ini?!",kemudian Evan
melayangkan tinju uppercut nya kemudian mengeluarkan kedua Daggernya dan dengan brutal menyayat kulit Saki hingga terluka.
__ADS_1
kemudian Evan menginjak Saki yang sedang
terbaring lemah,Evan menginjak tepat di wajah Saki.
"dengar Saki mulai saat ini kau dan seluruh murid Elite-Elite atau apalah itu adalah bawahanku paham?
oh iya satu lagi kau tak perlu khawatir tentang citramu yang menjadi bawahanku karena aku tak akan terang-terangan menyuruh-nyuruh mu
jadi tak perlu khawatir,kau juga masih bisa bermain-main sebagai Murid-Murid Elite itu tak masalah buatku".
Saki kemudian terbangun dan berteriak "BAJINGAN!! MEMANG SIAPA YANG MAU JADI BAWAHANMU!!".
Saki langsung melayangkan pukulannya kearah wajah Evan tapi sebuah benang kawat telah dipasang oleh Evan di beberapa tempat tertentu dan semuanya telah tersangkut di tubuh Saki tanpa Saki sadari.
kini Saki kesulitan bernafas karena kawat benang tersebut mencekik lehernya,"ckckck...,aku jadi sedih deh melihat bawahanku hampir mati tadi",Evan berbicara sok sambil memutar-mutar Daggernya.
kemudian memutus kawat benang tersebut, Saki pun akhirnya terbebas kini Saki tau Evan bisa kapan saja membunuhnya.
ia pun akhirnya hanya mengiyakan Evan saja karena ia tahu setiap orang yang memiliki Stigma Naga bukanlah orang biasa.
"ingat ini penguasa sekolah saat ini bukanlah dirimu lagi tapi diriku,akan tetapi kau akan menggantikanku untuk menempati takhta itu
aku akan selalu bergerang dari bayangan dan setiap perintahku akan menjadi bayangan untukmu karena akan mengikutimu sampai kau mati".
Evan pun menghilang begitu saja dan Saki sendirian di Ruangannya ia melihat Ruangannya yang hancur akibat pertarungan mereka berdua.
__ADS_1
"bangsat aku kalah..."
^^^Bersambung....^^^