
Evan sedang duduk diatas kloset kamar mandi sambil memandangi peluru tersebut
Evan berpikir apakah Jenny telah menceritakan tentang peluru ini kepada 9 Elite temannya?
jika iya ini akan sangat berbahaya bagi Evan
karena jika Saki telah memegang kelemahannya maka Saki dipastikan akan lepas dari genggaman Evan
Evan berpikir lagi kalau setiap pemilik Stigma akan bertarung maka yang diincar adalah yang terkuat?
"masa begitu?"
kemudian bel sekolah berbunyi menandakan Sekolah telah selesai,Evan pun bergegas kembali ke kelasnya untuk mengambil tasnya dan pulang
ketika Evan didepan gerbang sekolah sekilas ia melihat kedua temannya Dany dan Rayhan menunggu Evan
"ugh... halusinasi ini makin mengganggu..", batin Evan sembari mengucek matanya
tiba-tiba Saki menepuk punggung Evan dari belakang,"Evan...Tunggu"
Evan pun menengok kebelakang,"ada apa?" tanya Evan,Saki kemudian berkata,"Ikuti aku!"
Evan dibawa oleh Saki kebelakang Akademi di dekat wc ada sebuah gudang lama dan mereka berdua berbicara disana
"Maaf kalau tempat kita berbicara harus ditempat sekotor ini, karena pembicaraan kita berdua sangatlah rahasia",ucap Saki
Evan dengan dingin membalas perkataan Saki,"bilang saja kalau sebenarnya kau tak ingin diketahui 9 murid lainnya kalau kau bawahanku"
mendengar hal itu Saki menjadi emosi,tapi mau tak mau harus ia tahan kemudian Saki bertanya pada Evan tentang pembunuhan yang terjadi disini "Murid bernama James apakah kamu tau sedikit informasi tentangnya?
soalnya setelah pembunuhan James terjadi kemudian orang tuanya mengadukan hal ini ke Polisi
dan tepat dimalam itu juga satu keluarga James terbunuh karena kebakaran dalam Rumah mereka,apakah kau terkait akan hal ini?"
tanya Saki sinis.
Evan berkata dengan tenang,"Saki...nampaknya kau benar-benar tak nyaman menjadi bawahanku hingga mencoba-coba mengorek informasi dariku
tapi tak masalah pemberontakan adalah sifat untuk anak-anak puber diusiamu saat ini"
kemudian Evan membisikkan sesuatu ditelinga Saki,"Kau bisa mati loh..."
kemudian Evan langsung beranjak pergi akan tetapi sebelum pergi Evan berkata,"santai saja..aku tak akan menyebarkan Rumor tentang kau yang menjadi bawahanku
kau lanjutkan saja permainanmu sebagai penguasa,aku tak tertarik sama sekali untuk mengganggu
__ADS_1
ah...dan untuk beberapa lalat yang kau kirimkan semuanya sudah mati",Evan langsung pergi sambil melambaikan tangannya membelakangi Saki
rupanya 2 orang yang kemarin menghampiri rumah Evan merupakan pembunuh bayaran yang Evan sewa untuk membunuh
mata-mata yang mengawasi Evan,lebih dari 20 pembunuh Profesional telah tewas dan mayat mereka semua telah dibakar kemudian abunya dibuang
Saki terdiam membeku kepalanya terasa sangat pusing seolah seluruh dunia berputar
entah apa yang dirasakan Saki
tapi seketika ia ambruk kemudian ia langsung bangkit lalu berlari keruangan 10 Murid Elite berada,Saki kemudian terduduk lemas
ia tak membayangkan kalau puncak yang ia duduki saat ini berada ditangan seseorang yang selama ini tak pernah ia lirik sekalipun
"Oh tuhan... entah bencana apa yang menimpaku"
________________________________________________
sementara itu Evan saat ini berada dihadapan seorang Bos perusahaan besar yang ingin bekerja sama dengan Evan
Evan membaca setiap berkas itu dengan seksama semuanya seperti yang ia rencanakan
kemudian Evan memanggil seseorang
Bos perusahaan itu kemudian menyela,"Sorry Mr.Claude yang menandatangani surat ini haruslah anda sendiri tak boleh diwakili"
Evan tak menghiraukan hal itu dan Do tetap yang menulis tanda tangannya,kemudian Do menyerahkan kertas tersebut kehadapan Bos perusahaan itu
dan Evan langsung menembakkan Pistolnya tepat dikepala orang itu,"DOR !!",tak ada satu orangpun yang menolong Bos tersebut
malahan semuanya langsung menunduk hormat pad Evan,dengan ini Evan secara penuh menguasai seluruh saham perusahaan tersebut
Evan kemudian menyuruh Do untuk membuang mayat Bos tersebut,Do langsung menyuruh anak buahnya membuang mayat orang itu
dan menyuruh bawahan lainnya untuk keluar
saat ini Evan dan Do hanya berdua saja,kemudian Evan berkata,"apakah mereka sudah melakukan pergerakan?"
Do menggelengkan kepalanya,"Ayah sama sekali tak menyadari semua rencana kakak
dan aku secara penuh memata-matai Ayah secara aman
akan tetapi aku tak menyangka rencana Kakak benar-benar sangat lambat proggresnya,apa yang terjadi hingga perkiraanmu meleset sangat jauh?"
Evan menjawab,"banyak hal terjadi,tapi yang paling tak kuperkirakan adalah ini"
__ADS_1
Evan membuka sarung tangan kanannya,dan menunjukkan Stigmanya pada Do
melihat hal tersebut Do amat sangat-sangat terkejut,"Stigma Naga ?!,jangan bilang 9 Pilarlah yang membuat rencanamu terhambat?
ini sangat buruk koneksi ku masih tak mumpuni untuk melindungimu sama sekali"
Evan kemudian menutup tangan kanannya dengan sarung tangan lagi kemudian Evan menghela nafas
"tak perlu khawatir,rencana sudah berubah maka kau akan menjadi mata-mata di 9 Pilars
oh...dan satu hal lagi,apa yang sebenarnya Ayah berikan hingga hampir seluruh anaknya
memiliki hak perebutan Wilayah?"
Do kemudian langsung memberi tahu segala Informasi yang berkaitan dengan 9 Pilars
"jadi begitu ya...pantas saja sampai 5 anaknya menjadi perwakilan 9 Pilars,padahal 1 perwakilan hanya boleh membawa 1 orang
jadi ia juga menggunakan boneka untuk hal tersebut,jadi seandainya anaknya tak mendapat Pilar ke 1
keuntungan baginya tetaplah besar, menarik"
Evan kemudian berdiri dan bergegas pulang ke rumahnya,"aku akan pulang,dan kau Do perusahaan ini kau yang akan mengurusnya
beberapa perusahaan kecil juga akan kugabungkan kedepannya dan pemegangnya adalah kau"
Evan kemudian pergi,Do menghela nafasnya
"entah mengapa Kakak memiliki kharismanya sendiri tapi disaat yang bersamaan Aura tanpa perasaanya benar-benar mengerikan
semenjak Ibunya pergi,ia menjadi pribadi yang berubah ,ditambah setelah ia mengetahui dalang pembunuhan Ibunya
kegeniusannya benar-benar tak bisa dipungkiri,ia bahkan merasa ganjil dengan kematian Ibunya
padahal Bukti menunjukkan kalau hal tersebut disengaja dan merupakan perampokan,dan menemukan petunjuk
dan pembunuhan itu direncanakan sendiri oleh Ayah tapi hanya sebatas ku yang ketahui mengenai pembunuhan tersebut"
Ilustrasi Evan dimata Do
Evan menatap dari jendela Rumahnya,"Akan segera kuselesaikan masalah 9 Pilars yang mengganggu ini"
^^^Bersambung....^^^
__ADS_1