
pembunuhan kemarin menyebabkan keributan yang cukup besar tentu saja polisi masih mendalami kasus kematian James akan tetapi hingga 1 Minggu tak ada petunjuk akhirnya dengan terpaksa kasus harus ditutup.
"INI TAK MASUK AKAL! mengapa...mengapa kalian para polisi menghentikan penyelidikan?! APAKAH UANGNYA KURANG?JAWAB!"
tangisan dari seorang Ibu yang kehilangan anaknya benar benar kasihan akan tetapi kemalangannya tak berhenti disitu saja
ada seseorang yang mengadu ke Polisi bahwa
ada seorang korban bullying dari James yaitu Evan dengan segera Evan dicari dan diinterogasi karena ada kemungkinan petunjuk pembunuhan James.
kedua orang tua James sangat malu akan perbuatan anaknya mereka berdua bersujud kepada Evan dan meminta maaf kepada Evan mereka berdua memohon kepada Evan jika dirinya tahu sesuatu sekecil apapun itu tolong beritahukan kepada kepolisian agar memudahkan kasus pembunuhan tersebut.
Evan memandang mereka kedua orang tua James dengan tatapan datar dan setelah mendengar permohonan tersebut ia segera masuk ke Ruang Interogasi disana Evan ditanyai beberapa pertanyaan.
"Tuan Evan...apakah ada murid lain yang di bully selain anda disekolah tersebut?"
Evan hanya diam tak menjawab "...."
"hmm...hufff...Tuan Evan tolong permudah kasus ini kaulah satu satunya petunjuk jika kau mengetahui sesuatu tolong Jawablah pertanyaan kami"
"tak ada hanya aku satu satunya orang yang dibully oleh James mungkin..."
__ADS_1
kemudian Evan berdiri dan membuka pakaiannya kedua Orang tua James yang mendengar dan melihat tubuh Evan yang dipenuhi memar sangat terkejut
"lihatlah tubuh memarku semua ini kudapat dari James,James selalu memukuliku jika kue nya tak sesuai dengan yang ia mau bahkan jika ada makanan yang tak enak ia akan menyalahkanku lalu memukuliku hingga terkadang diriku sampai tak sadarkan diri,aku tak bisa membalasnya karena aku tak memiliki sihir sedikit pun"
"apa?!"
pihak kepolisian cukup terkejut dengan pernyataan Evan bahwa dirinya tak memiliki sihir,mereka sadar masalah ini lebih rumit dari yang mereka kira
"Lalu...Tuan Evan bagaimana bisa kau masuk SMA tersebut ah...tidak maksudku apakah pernah Tuan James memukulimu menggunakan kekuatan sihirnya?"
Evan menarik nafas cukup panjang dan menjawab
kemudian polisi tersebut menghentikan interogasi tersebut
"Baiklah Cukup kasus sudah selesai,APA?!MASIH ADA YANG MAU BERTANYA ALASANKU MENGHENTIKAN INTEROGASI INI?"
polisi yang lain hanya diam saja mereka bukannya takut atau bagaimana akan tetapi mereka paham bahwa kalau pembunuhan ini ada sangkut pautnya dengan Evan akan tetapi sudah pasti Evan akan dilindungi oleh Asosiasi Kemanusiaan atas Hak asasi manusia nya.
kedua orang tua James bingung dengan apa yang dimaksud para polisi dan ketika Evan keluar mereka bertanya pada Evan mengapa para Polisi menghentikan Interogasi apakah pembunuhnya sudah terungkap apakah ada petunjuk yang bisa digunakan untuk mengetahui pembunuh James akan tetapi Evan melihat mereka berdua dengan tatapan jijik lalu mulai berbicara.
"Halo Nona...bukankah kau tau sendiri apa yang diperbuat James terhadapku apakah bukti memar ditubuhku tak cukup menjadi bukti kalau James mati ditangan orang yang mungkin saja memiliki dendam terhadapnya...
__ADS_1
aku mungkin saja tau siapa yang membunuhnya akan tetapi apakah aku sudi untuk memberitahukan hal itu terhadap kalian berdua?
sejujurnya aku sangat berterimakasih terhadap sang pembunuh karena membunuh hama seperti anak mu...Sampai Jumpa Nona"
Evan pergi dari sana dan kedua orang tua James juga dengan terpaksa pulang kerumahnya dengan hati yang hancur,dan ketika mereka masuk ke dalam rumah mereka tiba tiba "duar!..." ledakan terjadi dan menewaskan Kedua orang tua James,dan keramaian mulai terjadi banyak orang yang panik dengan ledakan tersebut dan dengan segera menghubungi pemadam kebakaran serta polisi.
dari kejauhan Evan mengamati dan ia berbalik dan berkata dalam hati "aku sudah tak mungkin menjatuhkan pistol yang dimana pelatuknya sudah kutarik...jalanku dalam kegelapan sudah dimulai"
________________________________________________
sementara itu ditempat lain
"selamat malam tuan... silahkan duduk dan nikmatilah secangkir teh kesukaan anda..."
"hmm...Yuka bagaimana keadaan anak itu sudah 2 tahun ia bersekolah di sekolah sihir tersebut apakah masih pecundang?"
"dengan segala rasa hormat...dan selama 2 tahun pengawasan saya hal itu benar tuan"
"heh...anak bodoh itu memang tak berguna dibandingkan ke 6 saudaranya bahkan ke 5 saudarinya memiliki kekuatan sihir yang sangat hebat mewarisi kekuatanku akan tetapi anak itu yang laki laki malah menjadi sampah"
"Silahkan menikmati teh nya dan jika anda membutuhkan saya anda bisa memanggil saya Tuan...."
__ADS_1