
"sesuatu akan menjadi indah jika tergambar dalam sebuah angan-angan"
________________________________________________
Sore hari nampak waktunya murid Sekolah pulang kerumahnya masing masing akan tetapi tidak untuk Evan ia tak langsung pulang tetapi pergi ke sebuah Gym disana Evan melatih fisik serta teknik bertarungnya,Gym tersebut terbilang sepi karena orang orang lebih memilih untuk berlatih sihir dengan Guru privat.
tiba tiba seseorang menghampiri Evan
"waduh waduh lihat teknik bocah ini ckckck...kau mau membunuh orang apa?"
Evan hanya diam saja dan melanjutkan latihannya.
"ckck...Anak ini lihat matanya dendam apa yang kau simpan sampai sorot matamu seperti itu?"
"cih...anak jaman sekarang tak ada sopan santun nya,hei kau tak dengar ya?!"
orang itu terus mengoceh dan memaki Evan
akan tetapi Evan tetap diam dan orang tua itu pun pergi setelah 15 menit Evan melatih pukulannya kini ia mengganti melatih kakinya
Evan menirukan gerakan Taekwondo akan tetapi karena kurangnya tenaga dan banyak kesalahan dalam kuda kuda Evan membuatnya lebih cepat kehabisan tenaga.
Evan tidak gegabah ia berhenti sejenak dan meminum air di botolnya ia memandang ke sekitaran Gym dan melamun jika saja tak ada sihir apakah mungkin Gym ini ramai dengan para Atlet angkat beban dan para lelaki macho yang melatih otot serta fisiknya dalam lamunannya tiba tiba Evan dikejutkan dengan orang tua yang tadi memarah marahinya.
"hei! ckckck...jangan melamun begitu...sudah biasa jika Gym ini sepi ambil ini mie yang aku masak"
"ah...terimakasih"
"ckckck...bocah ini rupanya bisa berbicara, sebenarnya tempat ini adalah dojo untuk berlatih Taekwondo akan tetapi karena tiba tiba saja ada entitas bernama sihir dojo ku menjadi sepi karena muridnya pindah belajar sihir"
orang tua itu menjelaskan kalau sihir ini sebenarnya ada di diri setiap orang hanya saja seseorang terlalu terburu buru dalam menggunakannya dan malah mebuat sihir yang bersifat lepas menjadi tersegel
"sihir itu pada dasarnya bersifat bebas...akan tetapi terkadang kita lah yang menyegelnya sendiri"
orang itu bangun dari duduknya dan pergi lagi untuk mencuci piring setelah selesai mencuci piring orang tua itu kembali untuk melihat Evan berlatih.
"ckckck...gerakan mu itu Takwondo kan haiihhh... bagaimanapun gerakan mu itu hanyalah meniru...lihat aku"
"aku Master Dan akan menunjukkan apa itu Taekwondo sebenarnya"
__ADS_1
Master Dan mengambil ancang ancang kemudian menendang samsak tersebut sampai sobek Evan yang melihat itu terkejut sekaligus kagum.
"huff...aku ini sudah tua...hey nak Teknik Taekwondo mu itu hanyalah melihat dan kau tiru jadi kekuatannya tak mungkin sama dengan kami yang berlatih"
kemudian Master Dan menarik nafas panjang dan mengangkat Evan menjadi muridnya
"aku tau kau itu tak punya kekuatan sihir kan makanya kau berlatih di gym ini...mulai sekarang aku akan mengajarimu apa itu Taekwondo"
karena hari sudah mulai gelap Evan segera pulang tak lupa ia berterimakasih kepada Master Dan atas kebaikannya ingin mengajari Evan.
keesokan harinya hari hari berjalan seperti biasa kini Evan memiliki teman di kelasnya karena pada awalnya Evan merupakan anak baik dan pintar akan tetapi sejak kelas 12 Evan selalu di bully oleh James banyak teman teman yang ingin menolongnya bahkan sampai bertengkar dengan James tapi kembali lagi ke sistem kasta yang kotor teman-teman Evan tak bisa lagi membantu Evan dan hari hari seperti nerakanya dimulai.
akan tetapi hari seperti Neraka tersebut hanyalah pikiran teman teman Evan yang khawatir sebenarnya Evan biasa saja walau di pukuli karena itu tak membuatnya takut.
"oy Evan nanti sore kau ada waktu?kalu kau kosong ayo main kerumah Rayhan pst...pst... ini rahasia sebenarnya di Rumah Rayhan banyak buku pornonya ayo kesana"
kemudian Evan melihat Jam di Handphonenya
(hanya formalitas)
"aih...sayang sekali sore ini aku harus bekerja besok bagaimana?masih kerumah Rayhan gak?"
"ok" balas Evan singkat
dengan segera Evan pergi ke Gym yang kemarin untuk berlatih Taekwondo nya,
setibanya Evan di Gym ia mencari dimana Master Dan berada tapi suasana Gym tersebut terasa sunyi dan mencekam.
Evan merasa ada yang tak beres dengan konsentrasi tinggi Evan menganalisis apa yang terjadi di tempat ini ada banyak goresan bekas bertarung dan ada beberapa goresan benda tajam,dan benar saja secara tiba tiba Evan diserang menggunakan sebuah pisau dari belakang dengan segera Evan menunduk lalu berbalik dan memutar tendangan kakinya kebelakang hingga membuat orang yang menyerangnya terpental jatuh.
"ughh...orang ini!....serang dia!"
segerombolan orang misterius menyerang Evan,Evan berusaha bertahan sekuat tenaga sekaligus menyerang balik musuhnya
"orang gila dia menghabisi sekuan banyak pasukan seperti itu?!..."
Evan tak bisa hanya sebatas membuat musuhnya pingsan akan tetapi mau tak mau Evan harus membunuh orang orang misterius yan menyerang nya diambang kehancuran orang orang misterius tersebut pemimpin pasukan itu menyuruh orang yang tersisa untuk menghabisi Evan menggunakan sihir.
"duar...!" Evan terpental hingga punggungnya menghantam dinding gym,dalam keadaan tersebut Evan terluka sangat parah ia tak kesulitan tuk berdiri karena kakinya terluka dan terlalu terbebani akibat terlalu lama menggunakan teknik taekwondo tanpa pelatihan yang benar.
__ADS_1
"ugh...akan kah aku mati disini" ucap Evan dalam hati berputus asa
"tidak dendam ku masih belum terbalas!"
Evan mencoba untuk bangkit kini ia memasang kuda kuda kyokushin yang pernah Evan lihat akan tetapi pertahanannya juga hancur karena lawannya menggunakan kekuatan sihir.
"hahahaha...lihat anak itu kini ia bahkan tak bisa berbuat apa apa"
"hoy nak kenapa kau masih tak menggunakan sihirmu apakah kau tak bisa menggunakan kekuatan sihir?! uek...sampah"
"hahahhaha" Evan ditertawakan orang orang tersebut
"hey coy kau mungkin bisa hidup kalau kau memberitahu dimana Master dan menyembunyikan Katana legendaris miliknya"
Evan bangkit kembali walau sudah terluka sangat parah dan berkata "cari saja sendiri sial!" sembari mengacungkan jari tengahnya kearah orang orang tersebut.
"bocah anjing!diampuni malah tak tau diri baiklah kau akan mati disini! serang dia!"
senyum tipis terpampang di wajah Evan
kemudian dengan tenaga terakhirnya ia menendang sihir yang mengarah ke dirinya dengan teknik taekwondo nya akan tetapi itu tak cukup untuk menghentikan sihir yang mengarah ke dirinya,keributan tersebut cukup besar dan terdengar sangat jelas banyak orang yang tinggal dekat gym tersebut melihat keributan apa yang sebenarnya terjadi.
secara kebetulan Nendy salah satu murid Kasta Ratu di sekolah sihir lewat di depan gym tersebut ia penasaran apa yang terjadi?,dan apa yang terjadi disana karena cukup ramai orang orang membuat mobil yang ia tumpangi terkana macet.
"pak supir berhenti dulu aku mau turun"
"eh...ah...no..nona jangan turun" tapi Nendy
sudah turun dari mobil dan menghampiri kerumunan untuk melihat apa yang terjadi
dari belakang terdengar sirine ambulan, hal itu membuat Nendy makin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di depannya.
kini ia bisa melihat lebih jelas apa yang terjadi setelah Nendy berada di paling depan, tiba-tiba seseorang dengan seragam sama sepertinya di bawa oleh regu Penyelamat dan dibawa masuk kedalam Ambulan,karena merasa mengenal orang tersebut Nendy memutuskan untuk kembali ke mobilnya dan mengikuti Ambulan tersebut Nendy berandai andai kalau dirinya bisa mengaku menjadi sang penyelamat terhadap wali dari anak tersebut.
akan tetapi setelah sampai di Rumah sakit Nendy sadar kalau orang yang ia ikuti ternyata berada dalam keadaan yang sangat serius,
Evan harus segera di operasi tapi ia membutuhkan seorang wali untuk menandatangani surat persetujuan operasi,operasi ini bukanlah operasi sembarangan karena Evan tak memiliki sihir yang mengalir ditubuhnya Evan harus melakukan Operasi manusia normal tanpa sigir pada umumnya yang dimana sangatlah beresiko.
Nendy yang merasa iba bersedia menjadi wali untuk Evan bagaimanapun ia tetaplah murid dari sekolah yang sama dengannya katika sudah mendapatkan persetujuan operasi Evan dimulai.
__ADS_1
--------->