Eternal Black

Eternal Black
Chapter 6


__ADS_3

Flashback


ketika Evan memasuki ruangan bawah tanah.


Evan menaruh tas yang ia tenteng di lantai kemudian berlari kearah boneka boneka sihir yang sudah disiapkan oleh Master Dan sebelumnya.


disana Evan bertarung dengan boneka boneka yang sudah diberi sihir dan dilengkapi dengan kemampuan berbagai macam beladiri.


ada cukup banyak boneka di dalam ruangan tersebut Evan menerjangnya kemudian melompat keatas dan dengan brutal menghajar para boneka boneka tersebut.


Evan juga menggunakan berbagai macam teknik beladiri yang ia tiru dan lihat dari berbagai buku.


sampai akhirnya Evan terdesak karena kehabisan tenaga disini Evan dihajar habis habisan oleh boneka boneka tersebut.


Evan di tendang dengan tendangan taekwondo hingga tersungkur jatuh,Evan mulai sadar ada yang berbeda dengan tendangan taekwondo dari boneka tersebut dengan dirinya.


Evan mengorbankan dirinya lagi untuk mendapat sebuah jawaban yang ia cari dari boneka tersebut.


Evan ditendang lagi oleh boneka sihir tersebut


tapi kali ini ia tangkis ia tak mau pingsan oleh sebuah boneka,karena tendangan nya sangat menyakitkan.


Evan menganalisis 2 tendangan yang mengarah padanya tadi,posisi kuda kuda boneka tersebut sangat kuat dan juga keseimbangan setiap tendangannya sangat terjaga.


Evan mulai bangun lagi kali ini ia dengan benar dan secara langsung mempelajari gerakan Taekwondo dengan benar.


ketika Evan kembali bertarung dengan boneka boneka itu ia langsung mencoba tendangan baru yang ia pelajari,ketika tendangan itu diterima oleh salah satu boneka tersebut,body boneka tersebut pecah tertembus kaki Evan.


"aduh kaki ku berdarah" Evan meringis pelan.


setelahnya makin banyak saja boneka yang menghampirinya akan tetapi Evan tak takut ia maju untuk menghadapi boneka boneka tersebut.


dan setelah 4 jam Evan bertarung tanpa henti kini dirinya benar benar sangat kuat,kemampuan Taekwondo nya kini bukan sebatas meniru dan kemampuan beladiri lainnya seperti Kyokushin,boxing,dan juga kendo.


dan setelah itu tubuh Evan yang terasa panas sebenarnya karena tulangangnya ada yang patah.


Flashback end.


_____________________________________


"aduduh tulang rusukku tiba tiba sakit lagi...pasti ada yang mebicarakanku". gumam Evan sembari meminum obatnya.


....


kemarin sore


Evan baru tahu tulang rusuknya patah setelah pulang dari cafe tempatnya tadi bertemu Dany dan Rayhan,dan tiba tiba saja ia merasakan sakit dibagian dada tengahnya.


setelah itu ia pergi ke dokter untuk konsultasi


dan setelah di ronsen didapati bahwa tulang rusuknya ada yang patah.


akan tetapi masih bisa disembuhkan begitulah kata dokter dan Evan pun juga akhirnya bisa tenang akan tetapi dokter menambahkan butuh waktu 1-2 bulan untuk benar benar pulih.


kemudian dokter kebelakang mengambil obat pereda nyeri agar nantinya Evan takkesulitan bernafas ketika nyeri di dadanya muncul.


______


Suasana kelas Evan tak ada yang berubah sejak terakhir kali Evan tak masuk,masih sama saja suasananya tenang jadi Evan bisa dengan mudah menjalankan rencananya.


Evan terkekeh ketika melihat Dany dan Rayhan mengubah gaya berpakaian dan Rambutnya


mereka berdua mencuri perhatian murid murid perempuan kasta bangsawan mereka memuji ketampanan keduanya.


"wah tampan sekali ya mereka berdua".


"ah jangan begitu dia punyaku..hihi..."


"kyaa...dia melihat kearahku..."


"ehh...mereka berdua Murid kasta kaisar ya tampan banget !!


"aaaah...mereka tampan"


para wanita wanita itu membuat suasana Sekolah menjadi ramai dan semua itu sudah direncanakan oleh Evan.


kemudian ia mulai pergerakan keduanya yaitu kantin Evan menghampiri Ibu penjual kantin.


dan dengan ramah Evan menyapanya. "halo ibu kantin". senyumnya ramah menyapa ibu kantin.


Ibu kantin yang sedang menata dagangannya


menoleh kearah suara yang menyapanya didapatinya Evan tersenyum ramah kearahnya.


Ibu kantin pun membalas dengan senyuman


kemudian bertanya dengan ramah. "halo...mau membeli apa?"

__ADS_1


Evan kemudian memasang wajah dinginnya yang membuat Ibu kantin spontan gemetar melihatnya.


"Ibu kantin saya disini mau bertanya berapa keuntungan dagangan Ibu jika semuanya...hari ini juga dagangan Ibu habis terjual semua"


dengan spontan Ibu kantin langsung menjawab. "ah...itu 2.5 Juta" jawabnya tergugup gugup.


Evan tersenyum dan matanya berbinar binar hingga membuat Ibu kantin menjadi ketakutan karena saat ini masih belum jam istirahat dan masih pagi jadi sekolah masih sepi.


kemudian Evan berkata "Ibu kantin aku disini ingin menawarkan bisnis yang tak bisa kau tolak,aku menjamin uang 2.5 Juta mu akan menjadi 25 Juta 10x lipat dari keuntungan mu".


Ibu kantin kebingungan mana mungkin hal seperti itu bisa terjadi kemudian Ibu kantin


menjawab. "maaf na-","sssh....". belum sempat Ibu kantin menjawab Evan sudah memotong pembicaraannya.


kemudian Evan memasukkan tangannya ke saku celananya dan melihat keatas langit langit dan berkata "an-da tak pu-nya Hak un-tuk me-no-lak-nya" kemudian Evan menatap tajam Ibu kantin.


hingga akhirnya Ibu kantin menyetujuinya


dan Evan menjelaskan kalau kerja sama ini hanya terjadi 1 kali saja.


Evan kemudian memerintahkan Ibu kantin ketika istirahat nanti tak boleh ada satupun murid yang boleh makan di kantin,Evan berkata bilang pada mereka kalau kantin dan isinya sudah diborong.


kemudian Evan menyerahkan Foto 2 orang yang akan menjadi pemborongnya Ibu kantin mengingat wajahnya,kemudian Evan membayar seluruh dagangan kantin seharga 2,5 juta Cash.


Evan kemudian berkata "Ibu masih ingat kan ,keuntungan mu bisa menjadi 10x lipat?"


"ingatlah ini jika ada orang yang mau membayar mu lebih mahal dari uang ku ini terima saja maka jelas keuntungan mu menjadi lebih banyak" kemudian Evan pergi dari kantin dan membuang topeng wajahnya dan kembali ke kelas.


"mari kita lihat pertempurannya kekeke..."gumam Evan pelan.


dan benar saja Ibu kantin melarang semua murid membeli makanan di kantinnya karena sudah di beli oleh Dany dan Rayhan.


benar Evan menggunakan Rayhan serta Dany tuk menciptakan keributan di Kantin,dan Evan mengamati dari Jendela kelasnya sembari mendengarkan keributan di Kantin lewat alat penyadap yang ditempel di baju Rayhan.


tujuan Evan adalah 10 Murid Elite dan benar saja ke 10 Murid Elite itu datang ke kantin dan ingin membeli makanan tapi tidak diperbolehkan oleh Ibu kantin karena dagangannya sudah diborong.


ke 10 Murid Elite tersebut terkejut,akan tetapi mereka bersikeras untuk membeli makanan di kantin itu karena masakannya enak.


Danny dan Rayhan kemudian memulai aksinya


mereka berdua berdiri kemudian menghampiri ke 10 Murid Elite tersebut.


"Hehhh...kau pikir kau siapa Haaah ?? kantin ini sudah kami borong dagangannya jadi kalau kalian mau makan disini ya beli lah dengan harga lebih mahal !! itupun kalau kalian mampu !!" kemudian Rayhan dan Danny tertawa terbahak bahak.


merasa diremehkan salah satu dari 10 Murid Elite bernama Charla langsung membayar 20 x lipat harga kantin tersebut kepada Ibu kantin dan Charla juga mengusir Danny dan Rayhan dari kantin.


saat itu murid murid kembali lagi ke kantin setelah mengadukan hal tentang dimonopolinya kantin kepada kepala sekolah.


kepala sekolah pun ikut melihat ke kantin siapa yang berani memonopoli kantin yang bersifat umum bagi seluruh murid.


ternyata ke 10 Murid Elite lah yang memonopolinya hal ini membuat para murid murid marah.


padahal selama ini mereka menyegani sosok 10 Murid Elite tapi ternyata mereka mengecewakan,kericuhan terjadi di kantin.


kepala sekolah berusaha sekeras mungkin melerai pertarungan antara Murid Kasta Bangsawan dengan Kasta Kaisar dan Ratu.


adu serangan sihir terjadi para murid kasta bangsawan baik laki-laki maupun perempuan saling serang dengan sihir.


Murid Kasta budak tak menyia nyiakan hal ini mereka juga membantu para murid kasta Bangsawan dengan kekuatan sihir seada nyan dan juga para Murid Kasta budak menyuarakan aspirasi mereka untuk menghapus sistem kasta.


suasana semakin panas yang awalnya hanya saling serang untuk mendapatkan makanan di kantin kini menjadi medan perang ajang saling bunuh.


Dany dan Rayhan kembali ke kelasnya untuk menghapus make up mereka dan membuat rambutnya kembali ke ciri khas mereka.


Dany hanya tetap tinggal dikelas karena tak mau terlibat kericuhan di Kantin,sedangkan Rayhan langsung berlari ke Kantin untuk membalas dendam kepada 10 Murid Elite yang membuat adik perempuannya meninggal bunuh diri.


sementara Evan dalang dari kericuhan ini tertawa menakutkan kemudian ia berhenti tertawa dan kembali melihat kericuhan itu.


para guru juga berusaha keras melindungi murid murid Kasta Bangsawan dari serangan dahsyat 10 Murid Elite.


Safira menggila disana Sihir angin nya membuat sebuah putaran Tornado hingga membuat Kantin semakin hancur.


sedangkan Kenny dan Togi salah satu Murid Kasta Kaisar membuat banyak Murid kasta bangsawan dan kasta budak hampir kehilangan nyawa.


kericuhan ini sudah sangat sangat tak terkendali para guru juga ikut terluka akibat serangan ke 10 Murid Elite


Kenny,Paul serta Togi berdiri ditengah kericuhan yang mulai tenang,para murid Kasta Bangsawan dan Kasta Budak serta para Guru sudah dikalahkan dan mereka semua tersungkur di lantai kantin yang sudah pecah pecah.


"Cuih...segini doang nih?padahal mereka ramai".


Oceh Kenny dengan Nada meledek.


"hei Ken kau tak boleh begitu lah mereka kan sudah berusaha". ucap Paul sok bersimpati dengan wajah munafiknya.


Togi hanya diam saja memandangi keadaan kantin.


5 Kasta Ratu melanjutkan makanannya yang bahkan separuhnya saja belum habis.

__ADS_1


"aku mau kembali makan" kata Nendy.


mendengar itu Lyora,Fira,Jenny,dan Charla kembali duduk untuk menghabiskan makanannya.


"kak Saki mau tambah makanannya?" tanya Charla.


"tak perlu" jawab Saki dengan tatapan kosongnya.


tiba tiba dari lorong kantin muncul seseorang benar...dia adalah Rayhan yang penuh dendam terhadap Saki.


"uaaaargggghhh..." dengan tenaga penuh Rayhan berlari dengan kencang menerjang Saki yang sesang duduk dengan sihir yang sudah dirapalnya.


akan tetapi "Duar !!" terjadi ledakan sihir yang cukup besar dan Rayhan terpental hingga tubuhnya menghantam tembok.


"fiuh...maaf ya Saki aku tak sadar ternyata masih ada yang berdiri" ucap Kenny dengan tubuh yang agak gemetaran.


dengan tatapan kosong dan Nada lirih Saki berkata. "Kenny...."


Kenny dengan gemetaran menjawab "i..iya..."


dengan sangat cepat kaki Saki sudah ada di depan mata kenny dan jika 0,1 detik saja Charla,Paul,dan Leviathan terlambat menahan Saki mungkin Kenny akan kehilangan mata kanannya.


terlihat Rayhan berusaha bangkit dari pingsannya,dengan penuh amarah ia menggumam. "saki ! saki !! saki !!! saki !!!! saki !!!!! sakiiiiiii !! kau pembun--", "dor !!".


terdengar suara tembakan dari lantai 2 hingga membuat 10 Murid Elite terkejut mendengarnya


Leviathan segera memerintah Nendy untuk mencari orang yang menembakkan pistol tersebut.


Rayhan hanya meringis kesakitan ketika kakinya ditembak Charla mencoba membantunya akan tetapi Charla terkejut dengan model peluru yang ia dapat setelah mengeluarkannya dari kaki Rayhan.


"model peluru ini..." . batin Charla dalam hati seperti mengenalnya.


"Charla bagaimana? apa dia baik baik saja?" Tanya Jenny menghampiri Charla dan Rayhan.


tiba tiba Evan muncul dan menyamar sebagai Danny "Rayhan !! kau kenapa ?!".


Evan sok panik. Charla pun bertanya "apakah kamu temannya?"


"iya...aku temannya ada apa dengan Rayhan dan mengapa para murid disini tertidur?"


Charla dengan segera menyerahkan Rayhan ke pada Evan yang menyamar sebagai Danny untuk membawa Rayhan kerumah sakit.


Evan berpura pura menuruti dan langsung lari dari sana.


"Saki...apa tak masalah membiarkan anak itu lari" Tanya Leviathan.


"yah..." jawab nya singkat


Nendy kembali ke kantin dan memberitahu kalau di Lantai 2 ada orang pingsan kemudian memperlihatkan Fotonya.


betapa terkejutnya Saki,Charla,Kenny dan Leviathan melihat wajah orang yang pingsan itu.


"Orang itu kan yang tadi membawa murid yang tertembak tadi !!" Charla benar benar terkejut.


Saki juga terkejut bukan main bisa bisanya ia tertipu oleh penyamaran seseorang bahkan mata mata kelas dunia tak mampu menyamar dihadapannya tetapi hari ini Saki tak menyadarinya.


___________


hari sudah mulai malam Rayhan beristirahat dirumah dan dijenguk oleh Evan.


"aduh kaki ku sakit banget Van " Rayhan mengeluh sembari menahan sakit di kakinya.


"aku padahal hampir membunuh Saki dan membalaskan dendam adik perempuan ku"


Evan mengehela Nafas kemudian menodongkan pistolnya kearah Rayhan.


Rayhan terkejut bukan main ketika ditodong pistol tepat dikepalanya.


"Van apa maksudmu menodongkan pistol ke kepala ku?".


"Han...apa perlu aku menjawabnya?".


"tentu saja apa maksudmu?"tiba tiba Rayhan tersentak. "kau !! jangan jangan yang


menembakku di sekolahan itu kau?!"


"benar aku lah yang menembak mu"


Rayhan menjadi marah "apa alasanmu berbuat begini kepada ku Van aku membantumu dan seharusnya kau ikut membantuku !!"


Evan kemudian berkata "membantumu maksudmu membantu orang bejat sepertimu?hah...kau lupa ya adik perempuan mu itu kan bunuh diri karena mu bukan karena kecelakaan"


Rayhan tersentak "tidak Van yang membunuhnya itu adalah Saki... Saki !!"


Evan menarik nafasnya kemudian berkata


"hah....1 Tahun lalu muncul diberita anak perempuan yang bunuh diri di kamarnya"

__ADS_1


__ADS_2