
setelah pertemuan tadi malam Rayhan dan juga Dany mulai menjalankan aksinya untuk menjebak sang mata-mata.
Dany masuk ke kelas dan duduk disamping bangku Rayhan"Han apa mungkin si mata-mata akan muncul?".
"ssst...jangan keras keras" Rayhan memperingati.
kemudian Rayhan mengajak Dany untuk keluar,Dany hanya mengikuti saja dari belakang.
Rayhan mengajak Dany ke gudang belakang
dan sesampainya mereka Rayhan mengatakan
"sesuai kata Evan kita masih belum bisa memulai misinya,karena masih ada mata mata dan yang kedua Evan belum memberikan perintah,lebih baik kita menunggu"
kemudian Rayhan meminta obat tidur yang dibeli oleh Dany kemarin malam untuk menjebak mata-mata.
"ini" Dany menyerahkannya ke Rayhan
"nice...ayo kita balik ke kelas" ajak Rayhan
baru saja Rayhan ingin jalan Dany langsung menghentikannya.
"tunggu sebentar Han!"
Rayhan menoleh dan bertanya ada apa,kemudian Dany menyuruh Rayhan untuk mengingat reaksi Evan ketika melihat majalah porno dirumah Rayhan.
kemudian Rayhan balik bertanya "lalu apa maksudnya?"
dengan wajah serius Dany mengatakan apa maksudnya.
"jika laki laki melihat majalah porno apa yang akan ada di pikirannya? tentu saja terangsang bukan?benar itu adalah naluri alami seorang laki laki normal"
"akan tetapi ingat kemarin reaksi si Evan palsu dia seperti malu melihat hal itu apa-apaan itu"
mata Rayhan terbelalak "jangan...jangan dia perempuan?!"
"astaga" Rayhan menepuk jidatnya.
kemudian mereka berdua kembali ke kelas dan kembali bersiaga jika si mata mata muncul.
______________Di lain tempat...
"hmm...tempat ini tampak nya sudah agak hancur,karena pertarungan ku dengan orang orang berjubah hitam itu"
terlihat Evan kembali ke Gym milik Master Dan
Evan menengok kesana kemari sudah 2 hari sejak kekalahan Evan.
Evan sangat tak terima dengan kekalahannya apalagi saat diakhir pertarungan serangan sihir dari orang orang berjubah hitam seperti dikurangi.
itulah yang membuat kaki Evan tak hancur karena sihirnya,akan tetapi bagi Evan itu adalah suatu penghinaan yang amat besar ia tak terima dikasihani oleh musuh.
kemudian Evan berteriak dengan keras "Master Dan...hoy kakek tua apakah kau ada disini?!"
"hah nampaknya dia sudah mati yah aku tak peduli juga sih...akan tetapi nampaknya ada sebuah harta karun ditempat ini"
Evan mengingat ketika orang orang berjubah hitam itu bertanya padanya tentang sebuah katana yang disembunyikan oleh Master Dan.
"hahhhh...sebenarnya ini Gym atau dojo taekwondo atau dojo pelatihan samurai sih" gerutu Evan kesal.
kemudian Evan menghampiri sebuah ruangan yang terasa seperti memanggilnya,kemudian Evan memasuki ruangan tersebut akan tetapi terkunci.
"aih...SIAL!" "BRUAGH" Evan menendang pintu Ruangan tersebut sampai rusak kemudian Evan masuk keruangan tersebut.
ketika Evan masuk ia tak melihat hal yang luar biasa akan tetapi ruangan yang ia lihat nampak familiar,ada sebuah karpet yang sangat kotor terbentang diruangan itu.
entah mengapa Evan mengangkat karpet tersebut dan terlihat ada sebuah papan yang menutup sebuah jalan kebawah tanah.
Evan yang melihat itu tertawa "hahahaha...astaga ruangan bawah tanah seperti dinovel novel saja"
kemudian Evan membuka pintu ruangan bawah tanah tersebut dan memasukinya.
ada sebuah pintu lagi ternyata yang menutup ruangan tersebut kemudian tanpa lama Evan menendang pintu tersebut sampai hancur.
dan betapa terkejutnya Evan ketika melihat isi di dalam ruangan tersebut dan secara tiba tiba lampu diruangan tersebut menyala.
"haha...ini sih beneran harta karun...bangsat sambutan yang cukup hangat SIALAN!"
Evan kemudian meletakkan tasnya di lantai kemudian berlari dengan kencang masuk kearah ruangan tersebut.
__ADS_1
__________kembali ke tempat Dany dan Rayhan_
mereka berdua benar benar bertemu kembali dengan Evan palsu yang tak lain adalah Nendy,
Nendy benar benar masih mencari tahu tentang Evan.
bukan karena kecelakaan itu akan tetapi Nendy heran bagaimana mungkin murid tanpa sihir bisa diterima di sekolah sihir ternama.
Rayhan dan Dany disapa kembali oleh Evan di perjalanan pulang.
"hai" sapanya
"oh...hai Evan kok kau tak masuk sekolah lagi"
tanya Rayhan ramah.
Dany menepuk punggung Rayhan "hei Han Code?" tanya Dany sambil berpura pura melihat Handphone.
"..."
ternyata tak ada tanggapan dari Evan,maka langsung saja Dany dan Rayhan mengajak Evan palsu ke kantin.
"Van kau mau es apa?" tanya Dany sambil mengambil uang dari dompetnya.
"oh aku es coklat saja" jawab Evan palsu singkat.
"kok perasaanku gak enak ya...ada apa ini rasanya seperti aku akan menyulut sebuah perang" Nendy membatin agak khawatir.
tiba tiba Fira salah satu dari 5 Murid kasta Ratu menarik tangan Evan palsu yang tak lain adalah Nendy.
Nendy sangat terkejut dengan kedatangan Fira
"Dy kau ngapain disini menyamar jadi laki laki segala?"
Rayhan sangat terkejut dengan apa yang ia lihat ternyata mata matanya adalah salah satu dari 10 Murid Elite.
sialnya lagi Dany membawa minuman dan obat tidur yang dicampurkan kedalam minuman Nendy tercium oleh Fira.
"kau laki laki biadab!kasta budak beraninya mencampurkan obat tidur di dalam minuman temanku!,aku tak akan melepaskan mu" Fira sangat marah.
Dany yang melihat ternyata mata matanya ternyata salah satu 10 Murid Elite sangat terkejut.
Rayhan yang melihat Dany di hajar sebenarnya tak terima akan tetapi karena kejadian tak terduga ia lebih memilih untuk menahan diri.
Rayhan berdiri dan meminta penjelasan kepada
Nendy apa maksudnya ia menyamar menjadi Evan.
Fira yang mendengar itu menjadi sangat murka hingga ingin menghajar Rayhan dengan kemampuan sihirnya yang bertipe Angin.
"APA YANG KAU KATAKAN TADI BUDAK! BERANINYA KAU MELIMPAHKAN KESALAHAN MU PADA NENDY!"
dengan cepat mereka ber 4 menjadi perhatian murid murid,dan akhirnya Nendy mencoba menenangkan Fira.
Dan akhirnya Rayhan dan Dany dilepaskan oleh Fira "awas kalian jika dekat dekat dengan Nendy sadari posisi kalian brengsek!" Fira memperingati keduanya dengan wajah marah dan pergi bersama Nendy.
setelah itu Rayhan membantu Dany berdiri,Rayhan membawanya ke uks.
untung saja Dany tak terluka begitu parah
sehingga ia hanya butuh istirahat sebentar.
kemudian mereka berdua segera pulang lalu melaporkan semua hal yang terjadi kepada Evan.
________________
terlihat Evan duduk diatas tumpukan Robot pelatih yang sudah dihancurkan olehnya.
kemudian Evan menyeka darah yang ada di mulutnya dengan jempolnya.
"cuih...brengsek ada darah di mulutku"
"ah...sudah jam berapa ini?aku pulang ah..."
Evan berdiri lalu melakukan gerakan peregangan kemudian bersiap untuk pulang.
akan tetapi ada subuah kotak yang membuatnya penasaran kemudian Evan menghampirinya dan mengambilnya.
"hmm...kotak apa ini" Evan melihat ke segala penjuru kotak itu dan ia kocok kocok kotak itu.
__ADS_1
"oh ini mengeluarkan suara berisik,artinya ada isinya dong"
Evan pun membuka kotak yang tak terkunci itu dan ternyata isinya adalah Dagger berwarna Merah ke hitam hitaman.
Aura dagger tersebut terasa sangat mencekik
Evan sangat kesulitan tuk bernafas.
"keugh...ugh...akh..akhu..tak bisa bernahfas"
kemudian Evan teringat akan nasihat Master Dan "sihir itu pada dasarnya bersifat bebas...akan tetapi terkadang kita lah yang menyegelnya sendiri".
"ugh...baiklah sekarang bagaimana caranya agar aku tak tercekik pikirkan lah sesuatu Evan!" Evan memarahi dirinya sendiri.
seperti air yang mengalir bebas,dengan ketenanangan terus bergerak tanpa Evan sadari seluruh Aura dari dirinya yang awalnya tak ada menjadi terbentuk.
dan Aura dagger tadi, sudah tak mencekik Evan lagi,Evan tersungkur lemas badan nya terasa panas sekali.
Evan berusaha bangun dan berjalan dengan kondisinya yang sedang tak baik baik saja.
ketika Evan keluar dari dalam Gym tersebut secara perlahan lahan panas di tubuhnya mengurang dan akhirnya hilang.
Evan pun pergi pulang kerumahnya di perjalanan tiba tiba handphonenya berdering.
"tring ...tring...."
"halo"
"Halo Van ini aku Dany,aku ada di Cafe Xx kau kemarilah ada informasi penting"
"oh aku ada di depan cafenya nih"
"yasudah masuk"
Evan pun masuk kedalam.
"selamat datang" sapa pelayan cafe tersebut.
"Van sini" Rayhan melambai lambaikan tangan RS
Evan menghampiri mereka berdua kemudian memesan Coffe milk 1.
"jadi ada informasi apa?" tanya Evan to the point.
"mata mata itu ternyata Nendy salah satu 10 Murid Elite"
"apa?!,mengapa salah satu 10 Murid Elite memata matai kita?"
Evan cukup khawatir "apa jangan jangan ia mengetahui kalau aku yang membunuh James dan keluarganya?!" batin Evan dalam hati.
kemudian Rayhan melanjutkan perkataanya
"tapi...nampaknya ia tak bermaksud memata matai kita"
"hah?apa maksudmu" Evan semakin bingung.
Rayhan kembali menjelaskan jika memang niat Nendy memata-matai Evan seharusnya ke 10 Murid Elite tahu akan hal itu.
akan tetapi Rayhan dan Dany di serang oleh Fira karena dikira ingin mencelakai Nendy yang menyamar sebagai Evan.
Evan mengangguk paham "hmm...jadi secara garis besar yang ingin kau ungkapkan itu Nendy seperti bergerak tanpa persetujuan begitu kan?"
Rayhan mengangguk "kurang lebih seperti itu"
Evan tersenyum licik dan berkata "besok aku akan masuk ke Sekolah".
"tring...tring..."(suara Handphone Dany dan Rayhan)
"simpan uang itu terlebih dahulu,karena nantinya akan digunakan untuk menyingkirkan
10 Murid Elite"
Rayhan dan Dany melongo melihat uang yang dikirim ke Rekening mereka berdua.
10 Juta ke masing masing rekening,nominal yang cukup banyak untuk seukuran anak SMA.
"Van bagaimana cara untuk menyingkirkan kekuasaan 10 Murid Elite itu?"tanya Dany.
"haaah?...jangan terburu buru lah,pertama kita akan menyerang popularitas mereka tunggu saja besok,dah aku pulang dulu bye..." jelas Evan kemudian pergi darisana.
__ADS_1