
setelah rapat ke 10 Murid Elite,Guru dan 5 perwakilan Murid membubarkan diri, kini Saki tengah khawatir dengan apa yang akan terjadi.
Saki melamun dan berbicara sendiri di dalam hati"Stigma yang ada di tangan orang itu...Nine Pilars,perebutan kekuasaan akan dimulai akan tetapi...Nendy berteriak kalau orang itu tak punya kekuatan sihir lalu apa kelebihannya?"
kemudian Saki memanggil Leviathan,Charla Nendy dan Paul.
"tok !! tok !! tok !!"
"masuk"
mereka ber 4 masuk ke ruangan Leviathan bertanya "ada apa memanggil kami?".
Saki berdiri kemudian berkata "kalian duduklah dulu..."
"kalian ber 4 adalah orang yang paling bisa di percaya untuk saat ini ku harap kalian tak membocorkan hal ini"
kemudian Leviathan beserta ke 3 orang yang lainnya menyanggupi. "baiklah.. rahasia apa?"
Saki mulai berbicara dengan serius "Nine Pilars"
mata ke 4 orang itu sampai terbelalak.
"tak usah memotong dulu dengarkan sampai akhir"ucap Saki kemudian ia melanjutkan pembicaraan nya.
"Nendy saat rapat tadi kau bilang murid itu tak memiliki sihir bukan bagaimana kau bisa tahu akan hal itu?dan apa hubungannya dengan mu?".
semua mata tertuju kearah Nendy untuk mendapatkan Jawaban akan tetapi Nendy terdiam tak bisa berkata kata ia takut jika dirinya akan di tertawakan.
Saki menarik nafas kemudian berkata "ceritakan semuanya Nendy !! karena bencana akan segera terjadi jadi lebih baik kita mempersiapkan diri"
Ke 4 orang itu kebingungan dengan apa yang dimaksud oleh Saki dan Nendy pun akhirnya mulai berbicara.
"4 Hari yang lalu...itulah pertama kalinya aku bertemu dengan orang yang Saki maksud...Evan Namanya.." .
"saat itu aku tak sengaja melihatnya terluka sangat parah, aku tak tahu apa penyebabnya tapi yang jelas kala itu ia harus segera di operasi dan karena tak ada walinya operasi tak dapat dilaksanakan maka aku bersedia menjadi walinya dan--".
tepat saat itu juga wajah Nendy sedikit memerah dan yang lainnya kebingungan dengan kelakuan Nendy.
"Dan??"tanya Saki bermaksud meminta penjelasan yang tak selesai.
Leviathan mulai kehilangan kesabaran."oh ayolah Nendy beritahu kami kejelasannya Dan apa??".
wajah Nendy semakin memerah dan tingkahnya semakin aneh saja.
"dan...dan..." Nendy berbicara dengan terbata bata.
__ADS_1
"Nendy...apakah informasi yang tak bisa kamu katakan ini masih berkaitan dengan Evan?."
tanya Paul.
"i..iya karena Wajah Evan cukup tam..ka...karena wajahnya cukup tampan aku sedikit mencari Informasinya dan aku pun mengetahui kalau dia tak memiliki sihir".
Saki menggelengkan kepalanya "haah ku kira apa tadi apa sesulit itu kah mengatakannya?"
Charla,Paul dan Leviathan tertawa melihat tingkah Nendy,dan akhirnya poin utama yang ingin dijelaskan oleh Saki tersampaikan juga.
yaitu jangan membiarkan siapapun di sekolah ini dekat dengan Evan dikarenakan perebutan kekuasaan oleh para pemegang stigma sudah dimulai, dan Evan adalah api yang menyulut terjadinya perang.
_______________________________
sementara itu disuatu jalan yang sepi Evan melintas dengan santai menuju rumahnya tanpa sadar 3 orang mengikutinya.
dan dengan cepat seseorang menusuk punggung Evan hingga tembus ke dadanya.
akan tetapi sebuah ledakan suara yang memekakkan kuping terjadi.
ke 3 orang yang menyerang Evan mundur sembari menutup telinga mereka.
"ugh....telingaku sakit" sembari menutup telinga
"Ia sudah tewas..."
mereka bertiga merupakan salah satu pemilik stigma yaitu Chenny,Jenny,dan Lyora.
ketika Chenny dam Lyora ingin pergi Jenny segera menghentikan mereka."tunggu! lihat tangannya,Stigma nya Hilang !!"
"aku tak pernah menyangka bahwa rencana kita sudah terbaca oleh orang ini" ucap Chenny sambil menggaruk garuk telinganya karena masih terasa sakit akibat bom suara Evan.
Jenny pun menyahut "begitulah dia...sangat mengerikan...apakah nyawa orang ini begitu murah?".
di lain tempat Evan sedang duduk santai membaca buku novel dan tiba alarm dari jam tangannya berbunyi.
ia pun melirik dan menyadari bahwa umpannya telah dimakan,Evan menaruh buku Novelnya diatas meja kemudian berdiri.
ia memandangi langit luar dari jendela dan berkata "hmm...Dany sudah mati ya....2 nyawa masihlah harga yang murah untuk tujuan ku"
____________________________
"SUNGGUH BIADAB !!" ucap Leviathan dengan nada membentak.
"lihat ini Saki...kali ini murid bernama Dany tewas tadi malam"Jenny menyerahkan beberapa berkas berkas penting.
__ADS_1
Jenny pun menceritakan tentang tadi malam "tadi malam aku berniat menyingkirkan Evan karena dia adalah pemilik Stigma yang tertinggi".
"apakah kau sudah tau tentang nine pilars?"
Saki menjawab "ya" dan Saki pun menceritakan kalau dirinya sudah mengetahui bahwa Evan juga salah satu dari nine pilars.
Jenny pun menyarankan agar Ke 8 murid elite lainnya jangan keluar malam ini karena Evan akan diserang habis habisan.
Saki kebingungan dan bertanya "delapan?apa maksudmu?".
"Lyora dan aku merupakan pemilik Stigma aku diperingkat 3 dan Lyora 5"Jawab Jenny.
______________
sementara itu dilain tempat Guru Dan berkumpul bersama 8 Orang Master sihir yang salah satunya adalah ayah Jenny.
mereka semua saling berbincang bincang tentang kesehatan,kekuatan,kekuasaan dan beberapa lelucon orang dewasa.
mereka semua berkumpul karena ke 8 keluarga tersebut akan mendapat banyak kekuasaan jika
masing masing perwakilan keluarga mereka berhasil menaklukan ke 9 Pilar lainnya.
"yaampun yaampun Master Dan katanya kau mengangkat seorang murid dan menjadikannya seorang Pilar ya?"
sembari meneguk minumannya master Dan berkata "ckckck...sudah tua tapi masih suka menguping ya Tuan Hong?"sindir balik Master Dan.
"aduh aduh kuharap matamu tak salah melihat loh Master Dan atau bisa dibilang Tuan besar Dan". Ucap Tuang Hong dengan mata yang sedikit sinis.
kemudian Tuan Degrante yang merupakan ayah Jenny ikut bicara. "tak perlu khawatir Tuan Hong...walau umurnya Tua, Tuan Dan pun sadar kapan akan di kubur".
kemudian mereka semua tertawa dan Ruangan tersebut dipenuhi suara Tawaan para orang tua tersebut.
"ckckck...tuan Hong ini memang selalu meninggi ya..tapi anda harus hati hati lo mungkin anak anda bisa mati di perebutan kekuasaan ini".Master Dan berkata dengan senyuman yang cukup misterius.
"identitas ke 9 anak yang aku pilih sudah tak memiliki privasi semuanya tau identitas lawan ini akan menarik lo..Tuan Degrante"
dilirik dengan tatapan tajam Tuan Degrante tersentak bahkan ke 8 Orang yang ada disana juga merasa ngeri dengan lirikan Master Dan.
seolah Master Dan tau kalau orang yang dipilih olehnya akan di keroyok oleh 8 Pilar lainnya.
"ugh...masa sih orang tua pikun ini tahu rencana kami ber 8?!".batin Tuan Hong.
Master Dan kembali meneguk minumannya seraya berkata "bagaimana pun anak yang kupilih bukan lah seorang pengecut lo...ada dendam yang pekat dihatinya, jadi mungkin malam ini akan menjadi malam yang panjang"
Dan benar saja Evan keluar dari rumahnya kemudian ia membawa payung karena diluar hujan dan segera menuju sekolahan karena ke 8 Pilar dan 10 Murid Elite akan bertarung melawannya.
__ADS_1