Eternal Black

Eternal Black
Chapter 7


__ADS_3

Evan menarik nafasnya kemudian berkata


"hah....1 Tahun lalu muncul diberitakan seorang anak perempuan yang bunuh diri di kamarnya"


"lebih tepatnya anak Smp"


tiba tiba Rayhan merasakan aura kesal,sedih perasaan tersebut campur aduk dalam dirinya.


Evan menggelengkan kepalanya. "heeeeh...kau masih tak ingat juga ya?apa kau tak ingat kalau dirimulah yang memperkosa adik perempuan mu sendiri !!"


Rayhan yang mendengarnya tersentak dan menyangkalnya "Van aku tak pernah memperkosa adik ku yang melakukan itu adalah Saki... iya dialah yang membuat adikku bunuh diri"


Evan menatap Rayhan dengan pandangan jijik kemudian menendang wajah Rayhan hingga Rayhan tersungkur ke lantai.


kemudian Evan menonodongkan pistolnya ke mulut Rayhan seraya berkata. "kau menyalahkan Saki karena adikmu pernah menyukainya kan".


Evan kemudian melanjutkan perkataanya. "dasar Hina tega teganya kau memperkosa adikmu sendiri,lihatlah sekeliling kamar mu penuh dengan buku porno kan?.otak mu sudah rusak dengan hal hal ini".


Evan berbicara dengan sangat geram terhadap Rayhan dan Rayhan kesakitan karena pistol yang di mulutnya semakin ditekan oleh Evan.


"pada akhirnya kau lah yang membuat adikmu bunuh diri Han kau lah yang merenggut kesuciannya,dan Ibumu yang stress dengan kematian putri akhirnya menjadi gila"


"kau pun yang terlelap dalam kesalahanmu akhirnya otak mu menghapus paksa ingatanmu sendiri... Han... matilah agar kau bisa menebus dosamu"


Rayhan yang sedari tadi mendengarkan setiap ucapan Evan menangis teringat kesalahannya terhadap adik dan Ibunya.


"hahafkhan akhu Ihfhu khan ahhik". Rayhan mengungkapkan penyesalannya,Evan yang melihat kalau Rayhan meminta maaf tanpa melihat dirinya melainkan ke langit langit atap merasa kalau Rayhan tulus meminta maaf terhadap Adik dan Ibunya.


"kuharap mereka memaafkan mu...sampai jumpa temanku..."


"Dor !!"


malam itu juga Rayhan ditemukan dikamarnya tewas tertembak ada seorang pengantar pizza yang keheranan karena tak ada jawaban dari dalam tapi Tv ruang tamu menyala.


Polisi menyelidiki pelaku pembunuhan tapi hanya menemukan jalan buntu,kini Evan akan segera melanjutkan rencana tahap terakhirnya.


_______


keesokan harinya Evan masuk sekolah dan didapatinya seluruh murid sekolah memusuhi


para 10 Murid Elite.


Evan tertawa kecil melihat hal ini."haha...langkah selanjutnya akan menarik".

__ADS_1


menyadari para murid sekolah tak senang dengan ke 10 Murid Elite mereka mengadakan Rapat.


Rapat tersebut dihadiri oleh 10 Murid Elite dan beberapa perwakilan murid Kasta bangsawan dan juga beberapa Guru serta Kepala Sekolah.


isi kesepakatannya adalah 10 Murid Elite mengembalikan Kantin sekolah kepada Umum dan juga ke 10 Murid Elite meminta maaf kepada seluruh Murid atas tindakan ceroboh yang mereka lakukan.


perwakilan murid kurang puas dengan hal itu karena yang mereka incar adalah dihapusnya sistem kasta di sekolah.


"Kami ingin kesetaraan di sekolah ini" ucap salh satu Perwakilan Murid.


kemudian Saki angkat bicara "ekhem... sebelumnya aku berterimakasih karena kau sudah berani angkat bicara".


"tapi sayang sekali Sistem Kasta tak bisa dirubah karena Kasta menunjukkan batas kekuatan kita".


Para perwakilan Murid terdiam tak bisa menjawab karena yang dikatakan Saki ada benarnya.


akan tetapi seseorang tiba tiba muncul dan masuk keruangan rapat tersebut dan mengejutkan seluruh orang yang ada di ruangan itu.


"Selamat Siang" kemudian Tersenyum mengerikan.


"siapa kau Ruangan rapat ini tak bisa di masuki kecuali kau Perwakilan Murid !". Usir Fira


"eh...masa sih ?? ah tak perlu dipikirkan aku kesini hanya untuk memberikan surat ini kepada kalian".Ucap orang itu.


"Saki !! apa yang kau lakukan !? dia itu masihlah murid sekolah kita" teriak salah seorang Guru.


Kemudian Saki berteriak "kemarilah !! gunakan Wajah aslimu jika ingin bersuara !!".


"Wah Tuan Saki memang hebat..." ucap Evan


Saki menoleh kebelakang dan seluruh pandangan tertuju kepada orang yang secara tiba tiba muncul di tengah ruangan.


"siapa dia?"tanya Kenny dalam hati.


"Jangan gunakan topeng,perlihatkan wajah aslimu" ucap Saki tegas.


Evan membuka topeng wajahnya "wah Tuan Saki kok tahu aku menggunkan topeng wajah?".


Evan teringat sesuatu dan melanjutkan perkataannya. "oh iya aku baru ingat sistem Kasta seperti itu diganti saja dengan Huruf apa tidak bisa?"


"apa maksudmu katakan dengan Jelas !". Saki membentak.


"seperti Murid Kasta budak itu terdengar terlalu kasar kan? bagaimana kalau diganti jadi tingkat F,E,D dan Kasta Bangsawan tingkatannya C,B,A dan untuk kalian orang yang merasa Elite menjadi Tingkatan S. Bagaimana?".

__ADS_1


Saki berpikir sejenak tapi tiba tiba Nendy menolaknya "Aku tidak Setuju !! dengarkan aku dia adalah Murid Kasta budak yang bahkan tak memiliki kekuatan sihir".


tapi para perwakilan Murid Bangsawan dan para Guru lebih setuju dengan pendapat Evan.


"Memang Benar dari pada Kasta Budak yang terdengar kasar tingkatan kekuatan F E D terdengar lebih cocok". kata Kepala Sekolah


"benar seluruh Murid disini belajar untuk menjadi cerdas dan kuat bukan untuk saling bermusuhan" tambah para Perwakilan Murid.


"Kami Kasta Ratu sudah berdiskusi tentang ini dan kami tidak setuju,dengan pendapat orang ini !" Charla menunjukkan taringnya.


mendengar pernyataan Charla Evan tertawa terbahak bahak "Ha...Hahahahahaha".


"tak ada yang lucu"ucap Leviathan membentak


Evan.


Evan kemudian berkata "hahaha Kalian merasa diri kalian kuat dan hebat cerdas serta memiliki paras yang Tampan maupun Cantik kan? ? makannya kalian selalu ingin menjadi yang tertinggi".


Evan melanjutkan perkataannya "Kalian ber 10 adalah Manusia seperti Kami


Kalian hidup diatas tanah


Makan dari Hasil tanah


dan ketika mati akan kembali ketanah


lalu Mengapa kalian bersifat seperti Langit?"


Bukan main terkejutnya seluruh orang yang ada di ruangan tersebut karena pernyataan Evan.


mereka semua terdiam tak mampu membalas bahkan Saki pun terdiam ingin sekali ia menghajar Evan tapi ia tak bisa melakukannya karena seuatu hal.


Evan menghampiri Saki dan dengan wajah meledek bertanya "Bagaiman tuan saki apakah pendapat ku disetujui?".


Dengan berat hati Saki mengiyakan hal tersebut. "Baiklah...".


ke 9 Murid Elite lainnya sudah tak bisa apa apa karena Guru dan para Wakil Murid setuju dengan ide Evan.


kemudian Evan berjalan kearah pintu keluar dan mengeluarkan tangan kirinya dari Kantong celananya dan melambaikan tangan kearah Saki dan yang lainnya.


Saki menyadari sesuatu yang mengerikan dari


Evan setelah melihat sebuah Simbol di punggung tangan kiri Evan.

__ADS_1


Saki membatin "stigma itu !!".


__ADS_2