Eternal Black

Eternal Black
Chapter 4


__ADS_3

Waktu terus berjalan operasi Evan berjalan cukup lama dikarenakan sangat banyak pendarahan yang keluar dari lukanya,Kaki Evan yang luka paling parah dan harus segera di operasi dengan perlahan dokter memulai operasinya keahlian tingkat tinggi dari dokter yang mengoperasi Evan benar benar mengagumkan.


setelah waktu yang terbilang lama kini operasi Evan sudah selesai,nyawanya Evan kini sudah tak berada dalam bahaya walau saat ini Evan koma sementara itu Nendy tak menunggu Evan setelah mengetahui dari sekolah ternyata Evan merupakan murid Kasta Budak apalagi Evan tak bisa menggunakan sihir begitulah informasi yang di dapat Nendy dari sekolah.


________________________________________________


"Han jangan pulang dulu kita tunggu Evan dulu lah"


"tch...Evan kagak masuk sekolah Dan udah ayo kita jalan"


"yah...kemaren dia janji bakal ikut kita kerumah lu Han"


"ya...mau gimana lagi Evan aja kagak masuk sekolah...yaudah yok cabut"


dari belakang Dany dan Rayhan Evan berteriak


"boo!"


mereka berdua terkejut dan bersiap menyerang


"wowowo chill chill guys"


"huff...kukira siapa ternyata kau Van... eh...Van?...LAH BUKANYA LU KAGAK MASUK SEKOLAH?!"


"ssstt udah ayo kerumah Rayhan"


dan akhirnya mereka berdua Jalan kerumah Rayhan untuk membaca sebuah buku terlarang


________________._______________________________


"wuahhh...luar biasa buku buku ini Han!!! lihat lihat wanita ini uhh...luar biasa tubuhnya"


"sstt...diam bego nanti ibuku mendengar"


"okok..hihi majalah ini terbaik"


sementara Evan dengan gemataran melihat majalah porno tersebut mukanya memerah


"bu...bububu...buku apa ini!!"


dan Evan langsung pamit dan lari keluar rumah Rayhan,Dany dan Rayhan kebingungan dengan Evan yang lari setelah melihat majalah porno tersebut.


"hmm...apa Evan tak pernah melihat cewek telanjang?"


"tutup mulut kotor mu Dan nanti terdengar ibuku"


rupanya Nendy menyamar menjadi Evan untuk mencari informasi tentang Evan karena dirinya masih penasaran dengan Evan.


"tak kusangka karena laki laki itu aku menjadi seperti orang lain... oh iya hari ini ada pertemuan 5 Kaisar dan 5 Ratu kan ya!...hih nama itu terdengar memalukan apa seharusnya diganti saja ya?"


Nendy berbicara sendiri sambil berjalan.


_______________________________________________


"tut..tut...tut.."(mengangkat telepon)


"Halo..."


"hei jika kau ingin keluarga mu selamat datanglah kerumah sakit XX lantai 6 kamar nomer xxx"


"apa!...hei...halo?halo?!"

__ADS_1


Dany langsung bersiap siap pergi ke alamat yang diberikan orang misterius tersebut


dan ketika Dany sampai disana ia bertemu juga dengan Rayhan.


"eh...kau kenapa kemari?"


"emm...bagaimana ya percaya tak percaya aku mendapat telepon dari orang misterius dan alamatnya rumah sakit ini"


"hah?yang benar apa kamar nya no xxx dan berada di lantai 6?"


"iya benar..eh kok kau tau Dan"


"aku pun di telpon"


tiba tiba dari belakang mereka berdua muncul Evan mengejutkan mereka berdua


"hoi..."


"kaget aku ternyata kau Van...lah kok kau makai baju rumah sakit?"


"oh aku memang sedang dirawat karena aku kena kecelakaan kemarin"


Dany dan Rayhan saling tatap mereka kebingungan karena bukankah Evan tadi bersama mereka kerumah Rayhan bagaimana bisa,lalu siapa tadi orang yang bersama mereka tadi sore?.


"Van--"


"kalian berdua datang kesini karena di telefon oleh orang misterius kan?" ucap Evan memotong pembicaraan.


"eh...bagaimana kau tahu???" Dany dibuat kebingungan


"Orang yang menelefon kalian berdua adalah aku" tiba tiba Evan menjadi sangat serius sampai membuat atmosfer disekitar mereka bertiga serasa mencekik.


"tenang saja keluarga kalian tak kusandera atau apapun aku hanya menggunakan nama keluarga kalian untuk membuat kalian berdua kemari"


Dany dan Rayhan mulai serius juga dan bertanya apa tujuan Evan


"apa sebenarnya tujuan mu Van?" Tanya Rayhan dalam hati


lalu Evan mulai kembali berbicara


"mulai besok kita akan menyingkirkan kekuasan 10 Murid Elite di sekolah"


mendengar hal itu Rayhan sangat terkejut bagaimana tidak pernyataan gila macam apa itu,ingin menyingkirkan 10 Elite itu adalah hal mustahil bukan hanya Popularitas mereka memiliki Uang,Kehormatan,dan juga Koneksi dengan para Ahli sihir di berbagai penjuru Dunia.


"APA-APAAN OMONG KOSONG MU ITU VAN!Menyingkirkan 10 Murid Elite di sekolah kita?!ITU HAL YANG MUSTAHIL! bukan hanya Popularitas mereka memiliki Uang,Kehormatan,dan juga Koneksi dengan para Ahli sihir di berbagai penjuru Dunia"


ucap Rayhan Geram


"hemm...kau pikir kita yang berstatus murid kasta budak bisa melakukan hal yang kusebutkan jika Face to Face dengan mereka?"


Rayhan tersentak dengan penjelasan Evan kini Rayhan bertanya dengan hati hati.


"lalu bagaimana cara mu untuk menyingkirkan ke 10 Murid Elite itu?"


Evan tersenyum dan dengan mata menatap kedepan ia berkata


"HEH..tentu saja dengan Uang dan kekuasaan"


Dany dan Rayhan masih sedikit bingung walau Evan sudah meyakinkan mereka berdua,dan akhirnya Dany bertanya.


"lalu kau ingin merekrut kami berdua Van?"

__ADS_1


"benar"


"lalu bagaimana kita akan mendapatkan Uang?


ingat bahwa dunia kita sudah berubah saham saham perusahaan yang pemimpinnya tak memiliki kekuatan sihir harga sahamnya menjadi sangat anjlok dan terus anjlok"


"kau terlalu Over thinking Dan,pikiran sempit mu itu harus kau jauhkan kau memiliki potensi dan potensi mu itu tertutup oleh sempitnya pikiranmu"


"apa kau bilang!"


"hentikan Dan" ucap Rayhan menahan Danny


"pertama kami berdua akan bergabung karena kita bertiga berteman karena itu Van beritahu kami bagaimana caranya menyingkirkan ke 10 Bajingan itu!"


Evan tersenyum dan tertawa sangat keras


"heh...ha..hahahahaha"


Evan berjalan mendekati Rayhan dan membisikkan


"tentu saja akan kuberitahu dan dendam mu atas kematian adik perempuan mu Pasti akan segera terbalaskan Han tenang saja"


Rayhan sangat kaget bagaimana bisa Evan tahu tentang kematian adik perempuan nya


"baiklah teman teman pembicaraan ini kita sudahi dulu oke...oh iya kalian masih penasaran ya dengan cara menyingkirkan ke 10 orang itu?besok kalian lihat saja"


ketika Evan ingin pergi Danny menahannya


"tunggu!"


Evan pun menoleh


"ada apa lagi?"


"dari kapan kau sakit?


"hah?kenapa sih? dari kemarin"


"apa kau sore ini kerumah Rayhan?"


"kau ini ngomong apa sih aku ini kan masih sakit bagaimana mungkin aku kerumah Rayhan aku saja izin"


Rayhan langsung paham arti dari pertanyaan Danny dan langsung mengajak Evan untuk mencari tempat yang agak sepi.


"Evan nampaknya ada seorang mata mata"


Evan kini kembali serius


"apa maksudnya mata mata?"


lalu Danny menjelaskan ke Evan bahwa tadi sore ada seseorang yang menyamar sebagai Evan dan ikut kerumah Rayhan Danny merasa sepertinya orang tersebut seperti mengorek informasi dari Danny dan Rayhan.


"hmm...begitu ya..nampaknya misi untuk menyingkirkan ke 10 Elite bangsat itu harus kita undur,baiklah aku paham...besok aku tak akan masuk sekolah lagi tapi Absen ku akan ku kosongkan ingat ini jika kau bertemu dengan ku katakan Code dan aku akan membalas 111"


"baiklah" ucap Danny paham


"gunakan kata tersebut sampai mata mata nya tertangkap,dan usahakan senatural mungkin ketika berkata Code"


"ok"


karena Danny dan Rayhan sudah paham kini mereka segera pulang.

__ADS_1


__ADS_2