
Di lokasi syuting,Daniella menunjukkan bakatnya dalam berakting dengan sempurna di hadapan sutradara film tersebut dan semua kru film juga tim yang menyaksikan penampilannya sehingga tidak ada seorangpun yang bisa mencela dirinya sebagai seorang aktris papan atas dunia.
"Daniella, kau sungguh menjiwai peran kamu di film ini sebagai Selene." puji pada kru film yang terkagum-kagum dengan kemampuan aktingnya di film tersebut walaupun di hari ini ia sendiri tak ada Adrian suaminya yang menemaninya dan jadi lawannya dalam berakting.
"Ya, Kau luar biasa dalam berakting seakan-akan kamu dapat masuk ke dunia atau kehidupan asli Selene yang mengharukan."kata para rekannya di depan pintu ruang kostum dengan senyuman ramah kepadanya.
" Terimakasih banyak atas kerjasama yang luar biasa dari mu, Daniella.Bagaimana kalau malam ini kita pergi makan malam bersama untuk kita semua bisa merayakan hal ini?"Sutradara film menawarkan untuk merayakan kesuksesan hari ini kepada Daniella dan para pemain film yang hadir di lokasi syuting film tersebut.
"Ya,boleh juga tuh ide dari mu,Pak sutradara." kata Ronaldo segera mendukung sutradara film tersebut untuk dirinya bisa menghabiskan waktu berjam-jam bersama dengan Daniella selagi tak ada Adrian.
"Baik, kita segera berangkat saja ke klub malam favorit kalian untuk merayakan hari hebat ini di sana."kata sutradara film tersebut tertawa lihat semua rekan setimnya setuju dengan idenya.
Demikianlah pada malam hari itu, Daniella dan para rekan setimnya menghabiskan waktu usai pulang kerja dengan berpesta di klub malam di salah satu daerah kawasan elit di kota Las Vegas.
" Dan, mari kita bersulang wine bersama-sama." kata Ronaldo memberikan gelas wine kepada Daniella yang duduk di sofa paling ujung di klub malam tersebut dengan senyuman ramah.
"Oke." kata Daniella menyetujui untuk bersulang wine dengan Ronaldo.
Gunawan yang melihat Ronaldo mencari cara untuk mendekati Daniella segera menghampiri keduanya dengan duduk di antara keduanya dan mengambil gelas wine dari tangan Daniella.
"Dan, bagaimana kalau aku yang mewakili kamu untuk minum wine?" tanya Gunawan sambil lirik ke arah Daniella untuk memperingati gadis itu tentang status gadis itu yang sekarang adalah istri dari Adrian Pedrosa Lucero.
__ADS_1
"Gunawan, kau tidak sopan mengganggu kami di sini." tegur Ronaldo mengambil gelas wine milik Daniella dari tangan Gunawan seraya menatap tajam kepada asisten pribadi Adrian.
"Kau yang tidak tahu diri." kata Gunawan dengan nada sinis kepada Ronaldo.
Ronaldo sudah ingin memukul Gunawan namun Daniella menarik tangan Gunawan seraya pergi dari sofa itu, dan hal ini membuatnya geram dan sakit hati sekali.
"Aku akan memberimu perhitungan atas sikap kurang ajar mu itu, bocah." geram Ronaldo.
Sebuah tepukan di bahunya membuatnya dapat mengenali siapa yang mendatanginya dengan senyuman ramah namun menggoda imannya di sisi kanannya dan Ia merangkul Thalia yang kini menciumnya dengan mesra.
"Daripada kamu emosi jiwa karena kelakuan pria bar-bar itu lebih baik kamu bersenang-senang denganku karena Aku akan mencarikan cara untuk menghancurkannya." kata Thalia membuat sentuhan yang memabukan bagi Ronaldo yang seketika itu juga reda emosinya.
"Aku harus mendapatkan Daniella wanita yang paling ku inginkan di dunia ini." kata Ronaldo kini membuat Thalia tergila-gila dengan kemesraan yang diberikan oleh pria itu kepada gadis itu.
"Oke, Aku mau melakukannya untukmu asalkan kamu mau untuk membantuku kapanpun aku membutuhkan bantuanmu." kata Ronaldo yang menggandeng tangan gadis itu untuk pergi dari klub malam.
Gunawan membawa Daniella ke mobil sport di parkiran lalu Daniella di kejutkan dengan sosok suaminya yang telah berada di dalam mobil itu dan menariknya untuk mencium bibir suaminya dengan manis.
"Dan, sudah waktunya untukmu pulang ke rumah kita yang baru." kata Adrian yang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah mereka yang berada di kawasan elit.
Daniella menyandarkan kepalanya di bahu pria muda tampan itu dengan tersenyum bahagia di jemput oleh suaminya yang ternyata sangatlah baik dan posesif terhadapnya.
__ADS_1
"Dan, Aku sudah mempersiapkan koper dan juga paspor untuk besok pagi kita pulang ke rumah orangtuamu di Indonesia sekaligus untuk liburan bulan madu kita di sana." kata Adrian membuka pintu mobil untuk istrinya turun dan keluar dari mobil.
"Eh, pekerjaan kita bagaimana kalau kita pergi ke rumah orangtuaku dan liburan bulan madu di Indonesia?" tanya Daniella sambil berjalan ke lift untuk masuk ke dalam rumah mereka.
"Aku sudah mengirim pesan kepada produser film dengan mengatakan bahwa kita akan cuti bersama untuk mendalami akting kita sebagai pasangan di film tersebut selama dua minggu pergi ke Indonesia, dan Ia menyetujui apapun itu yang ku inginkan darinya." jawab Adrian berjalan ke kamar mandi di kamar pribadinya.
"Mmm, tanganmu ternyata panjang sekali ya bisa mengatur kehidupan orang lain bahkan tiap orang di sekitarmu harus memahamimu dengan baik jika mereka ingin mendapatkan keuntungan darimu yang mempunyai nilai jual yang sangat tinggi di dunia ini." kata Daniella sambil nunggu di ruang keluarga dengan senyuman khasnya.
"Iya,karena di dunia ini tak ada yang namanya gratisan lho untuk sesuatu yang saling memberi kebaikan dan keuntungan bersama." jawab pria muda tampan yang keluar dari kamar mandi dan terlihat lebih seksi dan menawan daripada pria muda tampan lainnya di dalam penilaian kedua mata Daniella.
"Kau memang sangat pandai, Adrian." kata gadis itu yang merangkul Adrian lalu mencium bibir suaminya dengan kelembutan yang sangatlah di sukai oleh Adrian.
"Tentu saja, Aku harus pandai untuk membawa diriku dan dirimu ke puncak keberhasilan kita bersama." kata Adrian yang menggendong gadis itu lalu dibawanya ke kamar tidur.
Daniella memejamkan sepasang matanya ketika ia merasakan sentuhan lembut Adrian di setiap kulit putihnya dan ia semakin merasakan gairah ketika Adrian begitu cerdas menaklukkannya di tempat tidur.
"Adrian, apakah kau ingin menjadi seorang ayah muda dengan cepat?" tanya Daniella merintih di bawah tubuh kekar Adrian.
"Ya, dan kamu harus membantuku untuk impian ku tercapai dengan sempurna." jawab Adrian di dekatnya karena suaminya mulai menciumnya kembali.
"Aku masih belum siap untuk menjadi seorang ibu muda, Adrian.Aku masih ingat berkarir dan mempertahankan tubuh indahku." kata Daniella di bawah tubuh Adrian seraya memeluk laki-laki itu yang sungguh tak mempedulikan rintihannya dan permohonannya.
__ADS_1
Adrian tersenyum puas hati melihat istrinya tidur di pelukannya dan ia teringat tentang keinginan kuatnya untuk membuat Daniella takkan pernah bisa terlepas darinya untuk selamanya.
Bersambung!!