
Sesuai dengan janji yang telah diucapkannya di depan Adrian Pedrosa Lucero aktor tampan dan juga merupakan saudara tirinya sendiri.Kevin pun mempertemukan saudaranya dengan Mama tirinya yang menatap saudaranya dengan air mata yang mengalir deras bak hujan lebat begitu mereka tiba di rumah orangtuanya di salah satu daerah di Ibukota Jakarta.
"Adrian.. " suara Mama tirinya bergetar menahan gejolak hatinya saat melihat Adrian berdiri di depan sepasang mata Mama tirinya itu.
"Mama.. " suara Adrian pun begitu menyentuh hati tiap orang yang menyaksikan pertemuan itu yang merupakan pertemuan yang pertama kali antara anak kandung dengan Ibunya yang sudah lama tidak berjumpa dengannya.
Ginni Susanto melangkah maju ke arah pria yang berdiri di samping putra tirinya yang menatap ke arahnya dengan terharu melihat dirinya memeluk pria yang mengaku sebagai anak kandungnya yang tinggal di luar negeri.
"Kau Adrian-ku, putraku? " tanya Ginni Susanto di depan Adrian dengan tangisan yang sangatlah menyentuh hatinya.
"Iya, Mama.. Aku Adrian putramu.. " jawab pria itu yang membalas pelukan hangatnya.
"Adrian,kau masih ingat denganku Mamamu ini yang sudah meninggalkan kamu sejak kamu usia sembilan tahun dan baru hari ini kau datang kepadaku. " kata Ginni Susanto menatap pria itu dengan airmata kesedihan yang mendalam.
"Ya, Aku selalu ingat rupamu sejak dulu, dan Aku baru datang kepadamu karena Aku harus cari tahu segala sesuatu yang berhubungan dengan kamu sebelum hati teguh untuk menemuimu di Indonesia." kata Adrian yang mengajak wanita itu duduk di sofa depan pria itu.
"Oh, Adrian.. Aku sungguh minta maaf padamu karena perceraian antara Aku dan Papamu telah membuatmu harus tumbuh tanpa kasih sayang ku." kata Ginni Susanto dengan tulus meminta maaf kepada Adrian.
"Tak perlu meminta maaf kepadamu.Aku paham apapun keputusan yang kalian ambil untuk hidup kalian bisa bahagia. Aku tak lagi merasa sakit dan sedih lagi karena Aku sekarang sudah punya istri yang mencintaiku dan orang-orang yang menyayangiku melalui karya-karyaku.Dan, satu hal yang perlu kamu ketahui adalah Aku sayang kamu dan Papa untuk selamanya." kata Adrian yang memperkenalkan Daniella istrinya kepada Mamanya yang bisa melihat kehadiran wanita muda yang cantik dan baik hati di dekat putranya yang berdiri dengan sama sopan di depan suami keduanya yakni Papa kandung Kevin.
"Daniella ini adalah istriku,Ma." kata Adrian nada sopan sambil menyalami Papa tirinya yang telah menghampiri mereka di ruang tamu.
__ADS_1
"Adrian, kau bisa memanggilku dengan sebutan Papa Susanto karena kamu sudah aku anggap sebagai anakku sendiri sama seperti Kevin dan Amber. " kata Susanto memperkenalkan dirinya dan kedua orang anaknya kepada Adrian.
"Ya,Papa Susanto terimakasih banyak karena Papa Susanto menerimaku dan menyayangiku seperti anak-anakmu sendiri dan terlebih lagi kau begitu tulus mencinta Mamaku." kata Adrian begitu tulus menghargai perasaan Papa tirinya.
Seorang anak laki-laki usia sepuluh tahun berlari menuju ke arah Mamanya yang segera mengajak anak kecil ini untuk menyalami tangannya dan memperkenalkan diri kepadanya.
"Bryan Susanto putra bungsu kami yakni adikmu juga, Adrian." kata Ginni nada keibuan yang halus kepada Adrian yang menerima sapaan dari adik tirinya itu.
"Kevin dan Amber adalah putra dan putri ku dan mendiang istriku Suli.Sedangkan, Bryan adalah anak kandungku dengan Mamamu karena itu dia masih ada hubungan darah satu ibu denganmu." kata Susanto menjelaskan dengan lebih baik lagi kepada Adrian yang mengangguk paham.
Adrian melebarkan kedua lengannya untuk peluk adik tirinya yang segera membalas pelukannya dengan senyuman ceria dan polos yang luar biasa menyentuh hatinya untuk menyayangi adik tirinya itu.
"Baik selalu, ya Kak Adrian." jawab anak kecil di dekat Adrian.
"Adrian, bagaimana kalau kamu dan istrimu juga teman-temanmu menginap di rumah kami saja daripada kalian menginap di hotel? " ucap Kevin di sofa dekat Amber yang langsung menyukai dan menyayangi saudara tiri mereka.
"Ya,boleh juga terimakasih atas kebaikan kalian." ujar Adrian tersenyum ramah kepada Kevin dan Amber seraya memeluk Bryan dan menatap ke arah Mama kandungnya dan Papa tirinya sambil menggenggam tangan istrinya.
Melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah tampan Adrian membuat hati Gunawan dan Kelly yang duduk di sofa lain turut bahagia di dalam hati mereka masing-masing.
*****
__ADS_1
San Francisco's, USA.
Thalia mendengus sebal selama beberapa hari ini dan semua ini dikarenakan Adrian meminta izin cuti kerja selama dua minggu untuk urusan keluarga alasannya kepada sutradara mereka. Ia semakin kesal karena Daniella juga ikutan cuti dengan alasan untuk mengunjungi keluarga artis sensasional itu yang tinggal di luar negeri.
"Apa-apaan mereka berdua itu cuti kerja dengan seenaknya saja tanpa memikirkan kita semua di sini? " tanya Thalia nada marah terhadap sikap tidak bertanggungjawab dari Adrian kepada pria muda yang selalu ada untuk menjadi curahan hatinya.
"Entahlah,Adrian itu mempunyai cakar yang luar biasa tajam dimana-mana yang membuat siapa pun tak bisa menolak keinginannya dan kalau Daniella memang terkenal dengan sikapnya yang suka mencari sensasi." jawab Ronaldo merasa jenuh dengan senyuman sinis koleganya itu.
"Cih, sutradaranya saja yang tidak tegas kepada artis seperti itu.., coba saja kalau orang lain pasti sudah dipecat olehnya." kata rekan setimnya di ruang kostum.
"Ya, kita bisa mengusirnya dari film ini dengan menulis status di medsos mengenai Daniella si artis tidak profesional." kata Cecilia nada benci terhadap Daniella saingannya cintanya dan juga popularitas di dunia showbiz. Ia bisa melihat ada perasaan cinta yang sudah lama dipendam oleh Daniella terhadap Adrian sejak mereka masih artis cilik.
"Tidak bisa, Cecilia. Aku tak mau merusak nama baik kita semua hanya karena gadis tak tahu diri itu." kata rekan setimnya menolak tegas idenya itu.
"Ya, Cecilia. Dia benar sekali lagipula Daniella itu pemeran utama di film ini yang merupakan artis yang direkomendasikan oleh Adrian kepada tim kita. " kata Ronaldo cepat membela Daniella si gadis cantik yang membuatnya tergila-gila sejak ia masih pemain figuran di serial anak-anak dan remaja yang pernah dibintangi oleh Adrian dan Daniella juga Cecilia dengan Adrian di serial lain.
"Hmm,lalu kita harus bagaimana? Apakah kita hanya bisa mendiamkannya saja dengan kita ini tetap bekerja seperti biasanya sampai menanti pulangnya kedua pemeran utama di film kita? " tanya Thalia makin kesal saja karena Ronaldo malah membela Daniella si gadis paling dibendi olehnya itu.
"Ya, bagaimana lagi kita kan pemain film yang sudah dibayar untuk bekerja secara profesional yang berarti kita harus menjalankan tugas kita." jawab Ronaldo yang segera keluar dari ruangan itu sebelum Thalia melemparkan botol minuman kepadanya.
Bersambung!!
__ADS_1