
Thalia bergegas menuju ke lokasi syuting yang berada di studio lima di gedung produksi film tersebut dan menemukan Ronaldo yang sedang duduk di bangku dekat pintu masuk ke studio lima dan mengobrol dengan Cecilia rekannya.
"Ronaldo, Aku mau bicara denganmu nanti sore ini usai kerja ku selesai." kata gadis cantik dan seksi ini sambil melewati pria ganteng ini yang mengambil kesempatan untuk memeluk pinggul seksinya.
"Oh, kau sudah kangen sama Aku?" bisik pria ini sambil berdiri dan mencium lehernya yang halus.
"Diam kau laki-laki bau amis." kata Thalia dengan lirikan sebalnya kepada Ronaldo yang didorong dengan kasar olehnya.
Ronaldo menatap keheranan saat gadis cantik ini melewatinya namun ia tak bisa berdiam lama di pintu karena ia harus bekerja pula dengan si aktris paling sombong di dunia.
"Mereka berdua kenapa sih?" tanya Adrian yang baru saja datang ke lokasi syuting ketika kedua orang itu sudah akan bersiap syuting kepada kru film terbaru mereka.
"Entahlah, tapi kami dengar kalau mereka berdua telah berkencan secara diam-diam namun masih malu untuk mengumumkan hubungan mereka kepada publik dan fans mereka." jawab para kru film yang cekikikan melihat kedua bintang film itu saling melirik tajam satu sama lainnya.
"Baiklah, Aku sangat senang mereka berdua bisa sedekat itu." kata Daniella dengan tulus sekali mendukung hubungan percintaan Thalia dengan Ronaldo.
"Ya, kami juga dengar kabar terbaru dari Cecilia yang katanya bercerai dengan suaminya karena aktris itu cinlok dengan lawan mainnya di serial televisi yang sedang di on going di televisi setiap hari senin-jumat pukul sepuluh malan." kata kru film yang mengambil papan layar untuk para pemain film tersebut bisa melihat isyarat darinya untuk aturan mulai dan berakhir syuting.
"Siang ini bagian siapa adegan nomor delapan puluh lima? " tanya Daniella yang sedang dirias di ruang kostum kepada asistennya.
"Ruby dengan Adrian." jawab asistennya dengan senyuman ramah dan sopan kepadanya.
"Oh, giliranku kapan? " tanya Kelly dengan wajah lesu kepada semua kru film bagian penataan cahaya.
"Setelah mereka berakting sebagai karyawan dan bos muda." jawab kru itu tanpa melihat ke arah Kelly.
__ADS_1
"Hmm, baiklah aku akan menunggu giliranku di sini." kata Kelly yang menghela napas panjang lalu duduk di tempat duduk di belakang sejumlah kru film bagian lainnya.
Adrian menatap lekat-lekat gadis rambut merah di depannya sambil membawa beberapa map di tangannya lalu melemparkan beberapa map di meja yang dilapisi kaca dan monitor komputer canggih.
"Apa kau tak memperhatikan denah di gedung di layar monitor komputer ku? " tanya Adrian yang saat ini berperan sebagai seorang bos muda yang bernama Ekin Williams.
"Maaf, Pak.Aku akan mengecek ulang di kantor bagian utara gedung perkantoran ini."kata Ruby yang berperan sebagai karyawan bernama Elsa.
Daniella memperhatikan cara suaminya bekerja sebagai aktor kelas atas dari tempat duduknya di dekat belakang kamera sutradara bekerja di lokasi syuting.
" Hmm, dia memang seorang aktor profesional yang mengagumkan bagi semua orang yang telah melihat aktingnya secara langsung dan ia telah masuk ke dalam perannya yang membuat kita bisa merasakan bagaimana tokoh yang di perankan olehnya telah menyatu pada dirinya." kata Daniella di dalam hatinya.
Ketika ia sedang mengamati akting suaminya itu tiba-tiba ia mendengar suara orang mual dan muntah di dekatnya. Ia pun segera menoleh ke belakang untuk melihat siapa orang yang mual dan muntah itu dan ia menemukan Thalia di sana.
"Thalia,apakah kau sedang sakit?" tanya Daniella ramah kepada Thalia.
"Ada apa dengan gadis aneh itu?Kenapa dia amat marah kepadamu,Danny?" tanya Adrian di sampingnya sampai Daniella terkejut dengan keberanian suaminya yang langsung mendekati dirinya usai syuting selesai.
"Entahlah, Aku cuma menanyakan keadaannya saja." jawab Daniella dengan senyuman ramah kepada Adrian.
"Oh,sudahlah lupakan saja gadis itu memang tak bisa bersikap dewasa terhadap siapapun yang sudah baik terhadapnya." kata Cecilia yang telah mendatangi mereka.
"Lalu bagaimana denganmu, Cecilia? Kenapa kau memilih untuk bercerai dengan suamimu? Bukankah selama ini rumah tangga kalian baik- baik saja?" tanya Adrian nada peduli pada teman baiknya.
"Ahh, beginilah hidup yang terkadang tak sesuai dengan harapan kita, Adrian.Aku sudah tak bisa menyelamatkan rumah tanggaku lagi karena ia tak pernah mempercayai pekerjaanku sebagai aktris yang harus bekerja dengan profesional." jawab Cecilia yang menepuk-nepuk bahu Adrian dengan senyuman tegar.
__ADS_1
"Baiklah,Aku akan mendoakan yang terbaik dan mendukungmu sebagai sahabat baikmu." kata Adrian tulus bersahabat dengan Cecilia.
"Ya, terimakasih Adrian. Kau memang sahabat yang paling baik bagiku." kata Cecilia yang telah menyadari bahwa Adrian hanya menganggapnya sebagai sahabat saja.
Daniella semakin terkejut dengan suaminya ini meraih tangannya lalu membisikkan sesuatu di telinga Cecilia yang terbelalak melihat kearahnya yang dipeluk dan dicium oleh suaminya di depan semua rekan setimnya di lokasi syuting.
"Adrian.. Kau dan Daniella itu? " tanya Cecilia di depan keduanya dan semua rekan setim kerja mereka.
"Ya, kami sudah menikah di Indonesia dan kami lusa akan pergi ke Italia untuk mengunjungi dan memperkenalkan dirinya sebagai istriku kepada Papa dan Opa- ku di sana. " jawab Adrian sambil mengajak Daniella keluar dari studio lima.
Stephanie dan Gunawan segera mengikutinya di belakangnya dengan senyuman menang kepada semua orang disana yang terpaku mendengar pernyataan resmi yang keluar dari mulut Adrian Pedrosa Lucero.
"Adrian,apakah kau benar-benar akan melakukan jumpa pers untuk memberitahu tentang diri kita berdua kepada dunia? " tanya Daniella yang kini tersentuh hatinya dengan ketulusan hati pria di hadapannya.
"Ya, Daniella." jawab Adrian merangkul istrinya.
"Tapi? Apakah kau tidak merasa takut para fans berat kamu akan kecewa dan meninggalkanmu sehingga karir dan semua hasil kerja kerasmu sebagai seorang aktor ternama akan sirna atau hilang?" tanya Daniella yang menangis di dalam pelukan hangat suaminya.
"Tidak,Daniella." jawab Adrian nada tegas sekali kepada Daniella.
Daniella mengangkat wajahnya untuk menatap suaminya yang membalas tatapannya dengan senyuman penuh cinta yang tulus lalu telapak tangan suaminya merengkuh wajahnya lalu ia dapat merasakan sentuhan lembut di bibirnya.
"Aku mencintaimu, Danny." kata Adrian yang kini membantunya untuk masuk ke mobil pribadinya, dimana Gunawan dan Stephanie sudah duduk di kursi depan dan asistennya itu sudah siap untuk mengantarkannya pulang ke rumahnya bersama istrinya tercinta.
"Terimakasih atas cintamu untukku, suamiku." kata Daniella tersenyum bahagia kepada Adrian yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
Bersambung!