
Adrian membuka sepasang matanya di pagi hari untuk hari pertama kali dirinya dan istrinya dapat mengunjungi Ibukota Jakarta sebagai sepasang suami-istri yang sedang menikmati liburan bulan madu.
"Selamat pagi, istriku." sapa Adrian ceria kepada Daniella yang baru saja datang ke kamar untuk mempersiapkan pakaian baru untuk dipakai oleh suaminya di hari ini.
"Ya, selamat pagi juga suamiku.Ayo Kau pergilah mandi dan merapikan dirimu lalu kamu dapat temui Aku di restoran di lantai bawah hotel kita untuk sarapan pagi bersama dengan Gunawan dan Kelly sambil menunggu kedatangan Kevin dan Stephanie untuk menemani kita keliling kota ini." kata Daniella lembut kepada Adrian.
"Ya, sayang." kata Adrian menarik lengannya lalu mencium bibirnya dengan lembut sebelum turun dari tempat tidur lalu berjalan ke kamar mandi.
Daniella menengok ke kalender bulanan di meja dekat tempat tidur lalu menandai hari awal ia datang bulan untuk pertama kalinya setelah ia sah menjadi istri dari Adrian Pedrosa Lucero.
"Baiklah, Aku akan mulai mempersiapkan diriku sebaik mungkin untuk menanti kehadiran buah hatiku dengan Adrian kapanpun Tuhan dapat memberikan anugrah kepada kami berdua." kata Daniella tersenyum lembut memandangi kamar mandi yang tertutup rapat sebelum pergi dari kamar hotel.
Di restoran yang berada di lantai bawah hotel.Ia berjumpa dengan Gunawan dan Kelly yang telah menunggu untuk sarapan pagi bersama.Ia pun dengan senyum ramah segera menyapa kedua orang itu.
"Selamat pagi, Gunawan dan Kelly." sapa gadis itu dengan senyuman ramahnya sambil duduk di kursi depan Kelly.
"Ya,selamat pagi juga untukmu, Danny." sapa Gunawan tersenyum sopan sedangkan Kelly tak membalas sapaan Daniella dengan memandang ke arah lain seakan-akan gadis itu tak melihat kehadiran Daniella di sana.
"Oh ya, apakah kalian sudah memesan makanan untuk sarapan pagi kita?" tanya Daniella ramah kepada Gunawan dan Kelly sambil melihat meja mereka yang masih kosong dan hanya ada vas bunga saja di tengah mejanya.
"Belum,karena kami harus menunggumu dan Adrian datang ke sini." jawab Gunawan dengan senyuman ramahnya sambil melihat ke arah kiri untuk menyapa Adrian yang sudah datang ke restoran.
"Oh,baiklah.Karena Aku dan Daniella sudah ada di sini, silakan kalian pilih menu makanan yang ingin kalian makan untuk sarapan pagi kalian di Jakarta." kata Adrian menarik kursi untuk duduk di samping Daniella sambil mengambil buku menu makanan dan minuman restoran tersebut dari pelayan restoran yang telah datang kepada mereka.
__ADS_1
"Mmm, Aku mau sarapan pagi menu nasi goreng spesial dan minumnya jus mangga." kata Kelly dengan senyuman manisnya kepada Adrian.
"Kalau Aku mau sarapan pagi menu siomay dan minum teh lemon." kata Gunawan segera.
"Aku mau sarapan pagi menu bubur sumsum dan minum air putih hangat." kata Daniella nada lembut kepada Adrian sambil ikut melihat buku daftar menu makanan dengan sikap manis.
"Hmm,Aku pilih untuk sarapan pagiku nasi uduk dan minumku jus jeruk."kata Adrian memanggil pelayan untuk mencatat dan mempersiapkan menu sarapan pagi yang sesuai dengan pesanan mereka dengan sikap ramah.
Lalu mereka menunggu dengan sabar selama lima belas menit untuk sarapan pagi mereka tiba di meja mereka dan mereka segera menikmati sarapan pagi dengan perasaan bahagia.
" Wah enak sekali sarapan pagi kita hari ini."kata Adrian nada gembira usai sarapan pagi lalu ia dan istrinya juga kedua orang temannya pergi ke ruang lobi hotel untuk menunggu kedatangan Kevin dan Stephanie.
"Berapa lama kita harus menunggu kedatangan mereka di lobi hotel ini? " tanya Kelly dengan senyum kecil dibibirnya yang manis.
Dan, lima menit kemudian datanglah Kevin dan Stephanie yang melambaikan tangan kepada mereka di pintu masuk ke hotel dan mendatangi mereka di lobi hotel.
"Maaf, kami datang agak terlambat karena tadi di jalanan macet banget." kata Stephanie segera menjelaskan tentang keterlambatannya datang ke hotel kepada Daniella sahabat sekaligus bos nya.
"Oh, oke, tak apa kawan. Kami sabar kok untuk menunggu kedatangan kalian."kata Daniella di depan Stephanie dengan senyuman ramahnya sambil merangkul sahabatnya.
" Ya,Kevin tenang sajalah. Kami bukan turis yang merepotkan kok. "kata Adrian tersenyum ramah dan sopan kepada Kevin.
"Iya, Adrian terimakasih banyak.Mari kita segera pergi dan menikmati liburan di Jakarta bersama kami." kata Kevin tersenyum sopan dan ramah kepada Adrian seraya berjalan keluar dari hotel dan membukakan pintu mobil untuk Adrian dan Daniella juga Gunawan dan Kelly masuk dan duduk rapi di mobilnya.
__ADS_1
Kevin mengajak mereka untuk mengunjungi kota tua Jakarta dari jam sembilan pagi sampai jam satu siang dan mereka diajak untuk makan siang menu kerak telor dan soto betawi khas kota tua Jakarta di kedai makan yang sederhana namun bersih dan enak makanannya.
"Kota tua Jakarta adalah museum-museum kuno sejarah Jakarta." kata Kevin memperkenalkan berbagai macam museum-museum yang ada di kota tua Jakarta termasuk kampung Betawi.
"Keren sekali ini. " puji Adrian tulus.
"Ya,kau bisa mempelajari sejarah kota ini dengan baik denganku.Mari usai makan siang..,Aku dan Stephanie akan mengajak kalian untuk melihat Monas dari siang sampai sore hari sebelum ku ajak untuk makan malam di gedung hotel yang paling terkenal di Jakarta." kata Kevin begitu luar biasa antusias untuk memperkenalkan Jakarta kepada Adrian.
"Hmm, Kevin. Aku ingin menanyakanmu tentang apa kamu tahu alamat rumah ini ada dimana dan daerah apa? " tanya Adrian sopan menunjukkan alamat rumah Mamanya kepada Kevin melalui hpnya yang diperlihatkan kepada pemuda ini.
"Ini rumahku, Adrian." jawab Kevin kaget karena Adrian ingin pergi ke rumahnya.
"Oh?"
"Ya, Adrian.Memangnya siapa yang ingin kamu kunjungi di rumahku? " Kevin pun ingin tahu soal keinginan hati Adrian untuk mengunjungi rumah nya.
"Mamaku." jawab Adrian menarik napas panjang lalu menceritakan bahwa ia datang ke Jakarta untuk mengunjungi Mamanya selain untuk ia dan istrinya ingin liburan bulan madu kepada Kevin.
"Oh, berarti kamu itu adalah saudara tiriku yang seringkali di ceritakan oleh Mama Ginny Mama tiriku selama ini." kata Kevin terharu mengetahui bahwa pria yang berada di depannya itu adalah saudaranya sendiri.
"Oh, ya, kalau kamu memang anaknya Papa Leo Sucipto maka kita adalah saudara tiri, Kevin." kata Adrian tersenyum senang dapat berjumpa dengan saudara tirinya yang ternyata adalah pria yang dicintai oleh Stephanie gadis sahabat dan asisten pribadi istrinya sendiri.
"Adrian, tentu saja Aku akan senang hati untuk mengantarkan kamu kepada Mama Ginny di rumah kami sekarang juga." kata Kevin dengan tawa bahagia menatap aktor top dunia di depan sepasang matanya itu. Ia pun memeluk Adrian dengan perasaan luar biasa bangga mempunyai saudara tiri sehebat dan setampan Adrian.
__ADS_1
Bersambung!!