Everyone Is Number One

Everyone Is Number One
Bab 34.


__ADS_3

Adrian memandangi istrinya yang tidak mau lagi untuk berdekatan dengannya usai mengetahui masalah pribadinya dengan seorang wanita lain yang masih terikat hubungan pertunangan sejak ia kecil dengan wanita lain itu.


"Aku harus segera memutuskan hubungan yang takkan pernah bisa aku teruskan untuk selama -lamanya." kata Adrian yang berdiri lalu pergi dari kamar pribadinya.


"Kau mau pergi ke mana, cucuku? " tanya Opa- nya di Koridor menuju ke lift.


"Menemui keluarga Sanderson secara langsung di rumah mereka."jawab Adrian tanpa menatap Opa-nya.


" Jika kamu ingin mengakhirinya maka kau harus mencari cara yang tepat untuk mengakhirinya." kata Opa- nya yang memberikan video rekaman mesum dari tunangannya kepadanya untuk ia bisa memberikan bukit kuat kepada keluarga dari tunangannya.


"Opa, terimakasih untuk dukungan darimu ini." kata Adrian tersenyum senang sambil memeluk erat Opa-nya.


"Ya,cucuku pergilah dan bebaskanlah dirimu lalu hiduplah bahagia dengan istrimu untuk selama- lamanya." kata Opa-nya yang memberkatinya.


Adrian bergegas menuju ke lift yang akan bawa dia ke parkiran mobilnya di basement kediaman resmi keluarga Lucero namun setibanya dirinya di sana. Ia bertemu dengan saudarinya yang kini menghadangnya di depan mobilnya.


"Kau tak boleh merusak masa depan keluarga ini demi keinginan hatimu sendiri." kata saudarinya yang menatapnya dengan tatapan mata tajam.


"Bianca, apa maksud dari ucapanmu itu?" tanya Adrian nada tajam kepada Bianca yang berdiri di depannya.


"Aku tak mau jatuh miskin karena keegoisanmu yang memilih untuk bersama wanita murahan itu yang menjadi istrimu sekarang ini daripada kau memilih untuk meneruskan pertunangan antara kau dan Lourdes Sanderson." jawab Bianca nada tajam kepada Adrian.


"Emm, jangan khawatir akan jatuh miskin karena aku tahu cara untuk mengatasinya dan lagipula aku tidak pernah takut untuk jatuh miskin karena aku mempunyai uang dan kekayaanku sendiri melalui hasil kerja keras ku sebagai aktor dan penyanyi internasional juga pengusaha di bidang kesenian internasional yang sudah aku dirikan sejak aku berusia lima belas tahun yakni sudah memasuki sepuluh tahun lebih jika dihitung dari usiaku saat ini yang telah berusia dua puluh lima tahun atau dua puluh enam tahun." kata Adrian nada tegas sambil mengusir saudarinya untuk menjauhkan diri dari mobilnya secara kasar.


"Adrian..! " teriak Bianca.

__ADS_1


Tapi Adrian mengabaikannya dengan masuk ke mobil lalu melajukan mobil meninggalkan area basement kediaman resmi keluarga Lucero ke jalan raya di luar pintu gerbang rumah Lucero.


"Sialan..! " geram Bianca.


Bianca yang memiliki temperamen keras kepala mengikuti Adrian dengan melajukan mobil lain mengejar mobil saudaranya dengan kecepatan tinggi sampai mobil mereka saling mengejar satu sama lainnya.


Mobil yang dikendarai oleh Adrian menyelinap di antara mobil-mobil lain yang melaju dengan luar cepat sehingga mobil yang dikendarai oleh gadis urakan Bianca tertinggal jauh dari mobil yang dikendarai oleh Adrian.


"Sialan..! " gerutu Bianca.


Dan, karena gadis itu emosi sampai tak melihat adanya mobil yang melaju dari arah lainnya yang meluncur ke arah depan lalu menabrak langsung ke mobil yang dikendarai oleh Bianca dan mobil ini terguling ke jurang.


"Tidakkkkk...! " pekik Bianca sebelum terlempar ke jurang dari mobilnya sendiri.


"Apaaaa?!Tidakkk.. Bianca...!" teriakan histeris dari Risma Lucero yang langsung pingsan di pelukan suaminya usai mendapatkan kabar ini.


"Tenanglah,Risma." kata Tuan Willy Lucero yang memeluk istrinya.


Mereka membawa jenazah Bianca dari rumah sakit ke rumah duka untuk disemayamkan lebih dahulu sebelum dimakamkan di pemakaman di daerah elit di kota Lazio.


"Mmm.Danny.Dimana suamimu?"tanya asisten pribadi Adrian yang mendatangi Daniella di sisi lain ruang rumah duka..


" Entahlah. "jawab Daniella nada singkat.


Stephanie mendatangi Daniella juga dengan raut wajahnya yang cantik sangat mencemaskan diri Daniella yang saat ini sedang hamil muda sudah mendapatkan masalah dengan keluarga Lucero yang merupakan keluarga suami dari Aktrisnya ini.

__ADS_1


"Danny, apa yang akan kamu lakukan setelah kau memutuskan untuk tetap mempertahankan cinta kamu terhadap Adrian usai kamu melihat seperti apa keluarganya?" bisik Stephanie di telinga kiri Daniella.


"Tetap bersikap dewasa untuk suamiku dan juga anak di rahim ku ini." jawab Daniella tegas sekali tanpa rasa takut terhadap sikap penolakan dari keluarga Lucero terhadap dirinya sebagai istri sah dari Adrian Pedrosa Lucero.


"Oke,Aku akan selalu ada untukmu,kawan." kata Stephanie merangkul Daniella dengan senyuman manisnya.


Adrian yang mengendarai mobil menuju ke arah barat kota Lazio akhirnya tiba di depan mansion keluarga Sanderson yang megah lalu menemui Tuan besar Sanderson di ruang utama dengan sikap tegas dan berwibawa yang membuat raut wajahnya yang tampan memancarkan wibawa yang amat kuat.


"Tuan besar Sanderson, Aku datang ke rumahmu ini untuk membahas tentang masalah hidupku dan hidup keluargaku yang berhubungan erat dengan keluargamu yang mengikatku dan putri kesayanganmu Loudres." kata Adrian dengan senyuman tegasnya.


"Aku sudah tahu apa yang ingin kamu katakan mengenai putriku yang telah melakukan suatu kesalahan fatal bagi hubungan kalian berdua di masa depan karena dia sudah berselingkuh dari mu." kata Tuan besar Sanderson nada sedih dan malu untuk berhadapan dengannya.


"Ya, karena itulah Aku mau putus pertunangan ini agar ia bisa hidup bahagia dengan pria yang di cintainya." kata Adrian nada lugas kepada Tuan besar Sanderson.


"Baiklah, Adrian.Aku takkan pernah memaksamu untuk mempertahankan hubungan tak sehat ini, selain itu juga Aku akan membatalkan rencana besar untuk perusahaan keluarga Lucero dan keluarga Sanderson untuk kebahagiaanmu dan kebahagiaan putriku juga." kata Tuan besar Sanderson dengan senyuman tegasnya sambil ia mengambil surat resmi pemutusan hubungan kerjasama dengan keluarga Lucero dari laci di meja kerjanya yang langsung di berikan kepada Adrian yang langsung menerimanya dan pamit dari kediaman resmi keluarga Sanderson.


Adrian kembali melajukan mobil menuju ke arah timur untuk kembali ke rumah keluarga Lucero dengan senyuman bahagia yang menghiasi bibir manisnya.


"Aku sudah bebas sekarang ini..!"sorak Adrian.


Tetapi hal yang tidak terduga terjadi pada dirinya di jalan raya yakni sebuah tembakan dari arah lain telah menembus kaca mobilnya dan melukai dadanya secara langsung yang menyebabkan mobilnya tergelincir ke bahu jalan raya dan pria ini pingsan di dalam mobilnya sendiri.


" Adrian, kau takkan pernah bisa bebas dariku meskipun Papaku telah membebaskan dirimu.." suara halus namun menakutkan dari seorang wanita bernama Lourdes Sanderson yang berdiri di atas tebing tinggi di gunung dekat jalanan ke arah timur yaitu ke arah rumah keluarga Lucero.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2