Everyone Is Number One

Everyone Is Number One
Bab 25.


__ADS_3

Jakarta, Indonesia.


Langit biru yang cerah menampakkan awan- awan putih dan cahaya matahari yang menyorot langsung ke rumah bercat putih yang terletak di salah satu perumahan mewah di kawasan elit Jakarta Selatan.Di balkon kamar yang tirainya tersingkap di kedua sisi pintu jendelanya terlihat Daniella yang baru saja bangun tidur di pagi hari pertama kali di rumah Mama mertuanya. Wanita muda yang cantik ini tersenyum bahagia melihat pemandangan alam di taman bunga rumah yang berada di bawah.


"Dan, cepatlah kamu pergi mandi dan berpakaian rapi karena hari ini kita akan pergi mengunjungi rumah Mamamu dengan diantar oleh Kevin dan Amber juga ditemani oleh Gunawan, Stephanie dan Kelly." kata Adrian suaminya yang sudah rapi dan wangi mendatanginya di dekat jendela.


"Iya, suamiku." jawab Daniella tersenyum manis di bibirnya kepada Adrian sebelum berbalik dan berjalan ke kamar mandi di dalam kamar mereka di rumah keluarga Susanto.


Di ruang makan yang berada di lantai bawah ada Tuan Susanto, Nyonya Ginni, Kevin, Amber dan Bryan juga Gunawan, Stephanie dan Kelly yang telah duduk di kursi mereka masing-masing di depan meja makan menunggu mereka datang ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama.


"Ma, hari ini aku tak bisa mengantarkan Bryan ke sekolah karena Aku ada rapat pagi ini di kantor cabang. " kata Tuan Susanto dari kursi makan di paling ujung meja makan yang panjang kepada istrinya yang duduk di kursi sampingnya sambil melihat ke arah Adrian dan Daniella yang baru saja masuk ke ruang makan.


"Selamat pagi, Ma dan Pa juga semuanya." sapa keduanya dengan senyuman sopan.


"Ya, selamat pagi juga untuk kalian berdua.Mari duduklah di kursi makan kalian masing-masing dan sarapan pagi bersama." kata Tuan Susanto tersenyum ramah kepada anak tiri dan menantu tirinya yang mengangguk sopan kepadanya.


Sesudah mereka menghabiskan sarapan pagi di rumah keluarga Susanto yang bersahaja.Adrian dan Daniella berpamitan kepada Ginni Susanto untuk pergi ke rumah Mama kandung Daniella dengan ditemani oleh Gunawan,Stephanie dan Kelly juga Amber dengan diantar oleh Kevin yang akan pergi mengantarkan Bryan ke sekolah.


"Bryan, ingat di sekolah kamu jangan nakal pada teman-temanmu dan patuhi peraturan sekolah mu dengan baik." pesan Kevin ketika pintu mobil sudah dibuka untuk adiknya keluar.

__ADS_1


"Ya, Kak Kevin." jawab Bryan mengangguk patuh kepada kakaknya sebelum keluar dari mobil dan berjalan melewati pintu gerbang sekolahnya.


"Baik, Danni.Berikan alamat rumah Mamamu itu kepadaku agar Aku bisa mengantarkan kalian ke sana sebelum Aku bisa mengajak Stephanie-ku kencan mumpung ia masih ada di Jakarta" kata Kevin memainkan alisnya di depan kaca mobil untuk memberikan isyarat manis kepada kekasih hatinya yang duduk di jok penumpang bagian tengah berdampingan dengan Adrian, Daniella dan Kelly.


"Hahaha ya baiklah, Aku kirim WA kamu saja ya untuk alamat rumah Mamaku." kata Daniella di samping kanan Stephanie terkekeh kecil melihat sahabatnya memerah seperti kepiting rebus.


Kelly mendengus sebal secara diam-diam saat ia melihat Daniella merangkul manja pada lengan Adrian yang membalas rangkulan wanita muda itu dengan senyuman yang lembut sekali yang menambah rasa sakit hati dan kesal di hati gadis cantik rambut panjang pirang itu.


"Satu belokan lagi kita akan sampai ke tempat tujuan kita di daerah Jakarta Utara." kata Kevin riang di depan setir mobil.


Dan,benar saja begitu mobilnya membelok ke arah kiri maka tibalah mereka di depan gerbang rumah bercat warna biru muda yang terdapat dua pohon palem di taman depan rumah itu, lalu Adrian, Daniella,Kelly dan Gunawan turun dari mobil Kevin.


"Ya,Daniella sama-sama. Aku juga merasa amat senang bisa membantu kalian." kata Kevin nada ramah dan santun kepada Daniella dan Adrian.


"Ya,baiklah nanti sore atau malam ini kita akan jumpa lagi di rumah Mama Ginni." kata Adrian di depan gerbang rumah cat biru untuk menekan bel yang berada di belakang tiang tembok teras di rumah itu.


"Ya, Adrian sampai jumpa nanti malam Aku dan Stephanie akan menjemput kalian di sini." kata Kevin yang membukakan pintu mobilnya untuk Stephanie yang berganti tempat duduk dari jok penumpang bagian tengah ke jok penumpang di samping jok penumpang bagian depan setir.


Adrian dan Daniella menunggu dengan sabar di luar pintu gerbang rumah cat biru yang terdapat tulisan'Rumah Keluarga Sutiyoso ' nomor tujuh blok A5. Gunawan dan Kelly berdiri di belakang mereka sampai munculnya seorang wanita usia lima puluh tahun dari pintu dalam rumah cat biru yang berjalan dengan langkah perlahan-lahan ke pintu gerbang rumah cat biru.

__ADS_1


"Nona Daniella.. " panggil wanita paruh baya ini dengan senyuman ramah kepada Daniella yang segera dikenali olehnya itu.


"Ya, Bi Sumiati.Aku Daniella yang datang ke sini ke rumah Mamaku." kata Daniella sopan kepada asisten rumah tangga Mamanya yang sudah di kenalnya itu semenjak Mamanya itu menikahi pria yang bernama Deni Sutiyoso.


"Oh, ya,Nona.Silakan Anda masuk." kata Sumiati dengan senyuman sopan membukakan pintu masuk untuk Daniella.


Di ruang tamu, Daniella dan suaminya juga Kelly dan Gunawan bertemu dengan Mama kandung Daniella yang bernama Linda Sutiyoso dan adik tirinya yang bernama Ana Sutiyoso.


"Ma.. Aku telah datang untuk menemui Mama di rumah Mama sekaligus untuk memperkenalkan suamiku kepada Mama dan keluarga Mama di Jakarta." kata Daniella dengan senyuman sopan dan manisnya kepada wanita yang mirip sekali dengannya cuma bedanya adalah usia dan raut wajah mereka yang berbeda.


Linda Sutiyoso dan putrinya dari suaminya yang kedua memandang kepada Adrian dengan raut wajahnya tampak kaku, dingin dan jelas sekali bahwa wanita usia empat puluh delapan tahun ini tidak suka dengan Adrian yang menjadi suami dari anaknya itu.


"Daniella, kenapa kamu begitu cepat untuk ambil keputusan dengan menikahi pria ini yang jelas tidak akan pernah bisa membuatmu bahagia di dalam kehidupan rumah tanggamu?" tegur Linda Sutiyoso kepada Daniella yang mengangkat alis mendengar teguran dari Mamanya itu.


"Ya, karena Aku mencintainya, Ma." jawab wanita muda ini nada lantang kepada mamanya.


"Dan, kau masih terlalu muda untuk mengambil keputusan di luar akal sehatmu." kata Mamanya yang kini menatap tajam kepada Adrian suami dari anaknya yang dinilainya tidak pantas untuk bersama anaknya.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2