Everyone Is Number One

Everyone Is Number One
Bab 22.


__ADS_3

Langit biru di Indonesia menciptakan keindahan surgawi yang sangat menarik di hati Adrian saat pria ini turun dari pesawat terbang pribadinya di bandara internasional. Ia sudah jatuh cinta pada negara yang terkenal dengan julukan sebagai negeri Jamrud Khatulistiwa ini semenjak untuk pertama kalinya ia datang ke negara ini yaitu sekitar sepuluh tahun lalu.


"Indonesia adalah negara yang paling ku cintai selain negara yang menjadi tempat tinggalku di sepanjang karier ku. " kata Adrian sambil jalan bersama istrinya yang berpenampilan anggun di sampingnya.


"Oh, memangnya kau lahir di negara apa?" tanya Daniella tersenyum manis kepada Adrian yang menggandengtangan gadis cantik ini.


"USA." jawab Adrian membelai rambut panjang istrinya dengan lembut.


"Oh, besar? " tanya Daniella tertawa ringan.


"Italia." jawab Adrian menundukkan kepalanya di depan mobil yang sudah disediakan oleh kekasih asisten pribadi istrinya yang sudah menunggu di depan pintu lobi bandara internasional.


"Wow.. Orangtuamu berasal dari mana? "tanya Daniella seraya masuk ke mobil dan duduk di samping suaminya.


"Daddy ku dari Italia blasteran Jerman dan Mum dari Indonesia blasteran China." jawab Adrian di samping istrinya yang sepertinya ingin mengenai lebih dekat dirinya.


"Wow pantas wajahmu begitu tampan dan cantik menjadi satu kesatuan yang tak pernah dapat di pisahkan darimu." kata Daniella menciumnya di bibirnya dengan mesra.


"Ya, terimakasih sayang. Kalau kamu?" tanya Adrian usai membalas ciuman bibir istrinya.


"Papaku berasal dari Indonesia asli dan Mamaku berasal dari China blasteran Indonesia." jawab Daniella mendesah lembut karena ciuman yang diberikan oleh Adrian begitu menghanyutkannya.


"Wah pantas saja kamu begitu cantik,istriku." kata Adrian menatap penuh cinta kepada istrinya di sampingnya.

__ADS_1


Gunawan terlihat masam melihat Stephanie dan Kevin berciuman mesra di kursi depan sebelum Kevin melakukan tugasnya sebagai supir dan tuan rumah bagi tamu-tamu istimewanya yang baru saja datang ke Indonesia.


"Gun, kau jangan merasa iri dengan mereka yang sudah mempunyai pasangan masing-masing di dalam hidup mereka yang bahagia." kata Kelly di kursi bagian belakang.


"Dan, kau sendiri apakah tidak merasa sedih dan perih melihat mereka?" bisik Gunawan dengan nada jengkel dengan ucapan gadis muda di kursi belakang.


"... " gumam Kelly.


Kevin mengantarkan mereka ke hotel terbaik di Jakarta untuk tempat tinggal mereka untuk dua minggu di Indonesia. Adrian dan Daniella tinggal bersama di kamar hotel nomor lima belas dan terpisah dari Gunawan yang mendapati kamar hotel nomor dua belas dan Kelly di kamar hotel nomor empat belas.


"Besok pagi Aku akan menjemput kalian untuk keliling kota Jakarta sebagai hari pertama kalian berlibur di Indonesia." kata Kevin dengan senyum hangatnya kepada Adrian, Daniella, Gunawan dan Kelly sebelum meninggalkan tamu-tamu itu di hotel.


Stephanie ikut Kevin yang mengantarkan gadis itu pulang ke rumah orangtua gadis itu tinggal di daerah Jakarta Barat.Dan, sesampainya gadis itu di rumah.Kevin yang sopan menyapa kedua orangtua Stephanie dengan senyuman ramah di bibir pemuda usia dua puluh lima tahun ini.


"Ya, selamat malam juga untukmu,Kevin.Marilah masuk ke dalam rumah O'om sebentar saja agar O'om bisa bicara denganmu." kata Pak Primus dengan senyuman ramah kepada Kevin.


"Oh, ya, terimakasih banyak." kata Kevin dengan senyuman sopan mengikuti tuan rumah untuk masuk ke dalam rumah orangtua Stephanie.


Di hotel, Adrian membuka jendela kamar untuk ia bisa melihat pemandangan alam dimalam hari di Ibukota Jakarta dan memikirkan pertemuannya dengan Mamanya yang rencananya akan jumpa pada esok lusa usai Ia mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Mamanya di usia dewasanya setelah sekian lamanya ia tidak pernah berjumpa dengan Mamanya yakni semenjak orangtuanya bercerai.


"Adrian, kau mau makan apa untuk malam?" tanya Daniella yang baru saja selesai mandi dan berpakaian rapi.


"Apa sajalah."jawab Adrian tanpa melihat istrinya di belakangnya. Istrinya sedang menyisir rambut sambil memandangi punggungnya.

__ADS_1


" Oke, Aku sudah pesan makanan khas Jakarta untuk makan malam kita dari pihak hotel ini."kata Daniella berjalan ke depan meja rias untuk pakai bedak malam.


"Menu apa saja untuk makanan khas Jakarta? " tanya Adrian yang membalikkan badannya dan duduk di sofa dekat jendela.


"Oh, banyak ada soto betawi,gado-gado, lontong sayur, sayur asem, ketoprak dan nasi goreng." jawab Daniella tersenyum sabar kepada Adrian.


"Oh,baiklah.Aku akan mencoba semua makanan khas Jakarta yang sudah kamu pesan untuk kita bisa makan malam di hari pertama kita sampai di Indonesia." kata Adrian merangkul istrinya dari belakang.


"Adrian, besok aku ada rencana untuk mengajak kamu untuk mengunjungi rumah Mamaku lebih dahulu sebelum kamu akan ku ajak mengunjungi rumah Papaku di daerah lain di kota ini.Apakah kau mau melakukannya untukku?" ucap Daniella sambil menatap suaminya dari cermin meja rias di depannya.


"Ya, Aku mau melakukannya bukan hanya untuk kamu saja tetapi juga untuk kita berdua dapat restu dari orangtuamu mengenai kehidupan kita yang sekarang ini sudah resmi menjadi suami- istri." kata Adrian mengecup pipi istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Oh, terimakasih banyak, Adrian." kata Daniella.


"Danny,bolehkah Aku mengetahui apa penyebab utama dari perceraian di antara kedua orangtua mu dan berapa saudara kandung dan tiri yang kau miliki dari pernikahan kedua orangtuamu? " tanya Adrian nada halus kepada Daniella istrinya yang kini menghadapinya dengan senyuman di bibir manis yang selalu menggodanya.


"Mereka bercerai karena mereka sudah tidak ada lagi perasaan cinta di hati mereka semenjak adik terkeciiku lahir dalam kondisi tidak normal yang membuat Mamaku tidak menerima kenyataan di dalam hidupnya dengan keadaan adik terkecilku, dan hal ini juga menyebabkan Papaku pergi dari hidup kami dengan memilih untuk bercerai pada tahun berikutnya. Hmm, Aku tak pernah kenal satu orangpun saudara tiri dari pihak pernikahan kedua Papaku. Tapi, kalau saudara tiri dari pihak pernikahan kedua Mamaku. Aku mempunyai dua orang saudara tiri yang lahir dari Mamaku dan Papa tiriku." jawab Daniella termenung sendiri di depan suaminya usai menceritakan kehidupan nyatanya secara terbuka kepada suaminya.


"Oh, lalu bagaimana dengan adik terkecilmu dan kakak kandungmu yang sudah aku dengar kalau kakakmu itu ikut Papamu sesudah orangtuamu bercerai, dimana kamu ikut Mamamu?" tanya Adrian yang meraih jemari istrinya dengan sikap yang lembut.


"Meninggal dunia pada usianya lima tahun." jawab Daniella menangis di pelukan Adrian yang segera memahami kepedihan hati istrinya itu.


Adrian menghela napas dalam-dalam mengingat akan kesamaan antara kehidupannya dengan kehidupan istrinya yang ternyata mereka adalah sama-sama anak dari keluarga brokenhome.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2