
Adrian merangkul bahu Daniella sesudah pria ini melihat Stephanie telah berbelok ke arah tangga menuju ke lantai atas dari ruang keluarga.Ia pun mengajak istrinya untuk berjalan bersama ke arah balkon ruang keluarga untuk memandangi rembulan di malam hari itu dengan kebahagiaan di hati mereka masing-masing.
"Danny,cobalah untuk berani mengambil suatu keputusan yang tepat untuk masa depan kita di dalam kehidupan pernikahan kita ini dan juga untuk masa depan karir mu sebagai aktris papan atas dunia."kata Adrian nada lembut di belakang punggung Daniella.
" Aku akan tetap teguh pada prinsipku yaitu aku akan mengikuti jejakmu sebagai seorang istri dan rekan kerjamu."kata Daniella membalikkan badannya untuk menghadapi suaminya yang kini tersenyum bahagia mendengar keputusannya.
"Terimakasih untuk kebaikanmu ini, Danny." kata Adrian mengangkat dagunya untuk menciumnya di bibirnya yang manis.
Malam yang sangat indah dengan adanya sinar cahaya rembulan yang menerangi mereka yang sedang bercumbu mesra di balkon mansion di salah satu kota paling ramai-ramai di USA.Ada seorang pria muda yang berdiri di jendela kamar tidur bagian utara mansion. Pria muda ini adalah Gunawan.
"Ahhhh, pergi atau tidak pergi.. " kata Gunawan.
Pria muda ini sedang memikirkan pilihan yang tepat untuk kencan buta yang diajukan oleh kedua orangtuanya untuk masa depannya pada akhir pekan ini dengan senyuman kecut di bibir lembutnya.
"Gunawan, kamu harus datang untuk melihatnya sebagai putra kesayangan kami."kata Papanya di kota New York ketika ia mendapatkan telepon dari orangtuanya barusan.
" Kalau aku tidak datang ke kencan buta apa yang akan Papa lakukan terhadapku?"tanya pria muda ini pada Papanya tadi di hpnya.
"Papa akan terus menerus mendatangkan gadis cantik untuk di pilih olehmu di acara kencan buta yang telah kami tentukan untuk masa depanmu, anakku sayang." jawab Papanya mengejutkan dirinya.
__ADS_1
"Ahhh, ya, Pa." kata Gunawan akhirnya mematuhi perintah dari Papanya yang sangat tegas dan keras terhadapnya.
Kini Gunawan tampak memikirkan dirinya dan acara kencan buta yang akan dilakukannya pada akhir pekan ini yang membuat hatinya gelisah bukan main. Hal ini dikarenakan ia belum dapat move on dari Stephanie gadis cantik yang telah membuatnya jatuh cinta sejak awal ia berjumpa dengan gadis cantik sahabat dan asisten pribadi Daniella Rosalie istri dari Adrian Pedrosa Lucero.
Dan, disaat pria muda ini sibuk dengan kemelut di dalam hati dan pikirannya terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya dan membuat kesadarannya datang kembali kepadanya.Ia pun menghampiri pintu kamarnya dan membukakan pintu untuk Adrian yang segera masuk ke dalam kamarnya dan duduk di sofa panjang ruangan serbaguna di dalam kamarnya.
"Gun,siapkan kopermu sekarang juga karena aku akan mengajakmu juga untuk pergi ke Italia." kata Adrian tanpa melihat Gunawan di samping kanannya karena Adrian sedang mengambil buah jeruk di keranjang buah di meja depan sofa panjang di ruangan kamar tidur Gunawan.
"Ke Italia? " tanya Gunawan nada hampa kepada Adrian.
"Ya, ke Italia.Kenapa? " Adrian kini melihat wajah sendu dan kosong Gunawan usah pemuda ini menghadapi sahabatnya.
"Aku tak bisa ikut pergi ke Italia bersamamu dan Daniella juga Stephanie, Adrian. Aku ada urusan penting untuk masa depanku pada akhir pekan ini.Jadi, tolong maafkan aku."kata Gunawan. Pria muda ini menghela napas dalam-dalam sambil duduk di tepi tempat tidur.
"Iya." jawab Gunawan.
"Kamu tak perlu merasa terbebani oleh masalah kencan buta yang ditentukan oleh orangtuamu. Kamu hanya perlu jadi dirimu sendiri untuk kamu bisa menentukan pilihanmu sendiri karena kamu sudah dewasa." kata Adrian nada menghibur.
"Mudah bagimu untuk bicara seperti ini karena kau tak pernah ada di posisiku, Adrian. Kamu ini selalu aman dari tekanan orangtuamu dan orang -orang di sekitarmu dalam istilah orang-orang di dalam lingkup keluarga dan kerabatmu." kata Gunawan menghela napas dalam-dalam dengan amat berat.
__ADS_1
"Siapa bilang aku tak pernah ada di posisimu?" tanya Adrian yang wajahnya berubah menjadi muram juga di sofa panjang sambil makan buah jeruk.
"Eh, Aku minta maaf atas ucapanku padaku tadi, Adrian.Aku tidak pernah ada niat untuk membuat hatimu sedih juga." kata Gunawan mengangkat wajah untuk menatap Adrian yang terlihat sedih sekali.
"Tak apa, Gunawan." kata Adrian tersenyum tulus memaafkan sahabatnya.
Gunawan ingat kalau Adrian masih ada urusan dengan calon tunangan pemuda ini yang berada di kota Lazio, Italia.Namun, Adrian saat ini telah menikah dengan Daniella Rosalie secara diam- diam tanpa restu dari Papa kandung Adrian.
"Adrian, apa yang akan kamu lakukan untuk fans beratmu nanti jika mereka mengetahui tentang pernikahan rahasia kamu dengan Daniella usai kamu mengadakan jumpa pers sepulangnya kau dari Italia?" tanya Gunawan dengan senyuman ramahnya kepada Adrian tapi tatapannya begitu mencemaskan nasib sahabatnya kelak.
"Aku akan mencoba untuk memberikan cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya untuk mereka yang sudah mendukung aku sejak awal karier ku sampai detik ini.Aku akan selalu mengutamakan kepentingan mereka daripada kepentingan yang lain di dalam hidupku meskipun aku tahu mereka akan sedih dan kecewa dengan pilihan hidupku namun ku yakin bahwa mereka akan selalu ada untukku selamanya." jawab Adrian dengan nada penuh keyakinan akan cinta dan dukungan dari fansnya tetap ada untuknya sampai kapanpun.
"Adrian, aku minta maaf karena Aku telah salah memaksamu untuk kembali eksis di duniamu di entertainment setelah kamu pensiun selama 10 tahun lebih sehingga kamu mengalami kesulitan dalam kehidupanmu di sekarang ini.Adrian, kau harusnya bisa menjalani kehidupan yang tenang dan bahagia di Indonesia bersama teman-teman di kalangan orang biasa." kata Gunawan tampak merasa bersalah kepada Adrian.
"Tak apa, Gunawan.Aku tak pernah menyalahkan dirimu atau siapapun di dalam masalah hidupku ini." kata Adrian nada tulus memaafkan sahabat baiknya.
Gunawan memberikan senyuman terimakasih di bibirnya untuk kebaikan hati Adrian.Pria muda ini menghampiri Adrian yang duduk di sofa panjang lalu ikut duduk di samping sambil menepuk bahu kanan Adrian.
"Aku akan menyusul ke Italia usai acara kencan buta- ku dapat berjalan dengan lancar untuk aku bisa membantumu untuk bicara kepada Papamu yang luarbiasa otoriter itu." kata Gunawan nada bersahabat untuk Adrian yang tertawa senang di sampingnya.
__ADS_1
Sementara itu di kamar lain terlihatlah Daniella Rosalie menemani Stephanie yang sedang sedih karena dikhianati oleh kekasih gadis itu yang kini menikah dengan orang lain di Indonesia.Gadis itu menangis di dalam tidurnya didalam pelukan sama Daniella Rosalie yang hangat.
Bersambung!!