
Di sebuah kamar di dalam gedung apartemen di salah satu kawasan elit di kota San Francisco's, USA terlihatlah seorang wanita cantik yang baru saja memperlihatkan kakinya yang panjang dari balik selimut tebal yang menutupi tubuhnya.
"Ennggg.. " erang Thalia yang membuka kedua matanya saat sinar matahari pagi menyorot ke wajahnya dari tirai kaca jendela kamarnya yang tersingkap oleh seorang pria bertubuh atletis di dekat jendelanya.
"Pagi, Thalia bagaimana pelayanan yang telah ku berikan padamu semalam?" tanya Ronaldo yang memberikan senyuman nakalnya kepada Thalia.
"Luarbiasa menyenangkan sekali, terimakasih untuk hadiah istimewa yang telah kamu berikan kepadaku." jawab Thalia turun dari tempat tidur tanpa sungkan memperlihatkan tubuhnya yang indah di depan sepasang mata Ronaldo seraya berjalan dengan langkah anggunnya ke arah kiri kamarnya yaitu ke kamar mandi.
Ronaldo terkekeh mendengar jawaban dan juga pujian dari Thalia namun ia merasa tidak puas hati karena ia dianggap sebagai seorang pria penghibur semata bagi Thalia.Hal ini membuat hatinya perih kalau ia teringat tentang Daniella si gadis cantik yang menjadi cintanya itu.
"Ahh,ini harga yang harus ku bayar untuk aku bisa mendekati Daniella si gadis idamanku yang sejak dulu kala telah menjatuhkan hatiku." batin Ronaldo.Pria muda ini mengambil cangkir kopi di meja dekat ruang keluarga lalu menyiapkan diri untuk berangkat kerja sambil menunggu Thalia selesai merapikan diri di kamar.
Thalia mendatanginya usai ia menunggu selama kurang lebih satu jam lamanya.Gadis cantik ini merangkul lengannya untuk berjalan dengannya keluar dari rumah gadis itu.
Di rumah yang sangat mewah tampaklah Adrian Pedrosa Lucero memakai sepasang sepatu di sofa ruang TV sambil makan sandwich rasa ikan salmon yang di buatkan oleh istrinya si cantik Daniella Rosalie Luverne Lucero.
"Adrian, Aku sudah meminta tolong kepada Step untuk membawa koper kita ke mobil kita di lantai bawah di parkiran sebelum kamu merapikan diri dan sarapan pagi." kata Daniella sambil jalan ke arah suaminya yang menjawabnya dengan satu anggukan santai.
Tak lama kemudian Stephanie dan Gunawan tiba di ruang TV dan mengambil tas travel terakhir di meja depan sofa yang diduduki oleh Adrian yang sedang sarapan pagi dengan santai sekali.
"Adrian,apakah Aku juga harus ikut bersamamu dan Daniella liburan ke Indonesia?" tanya asisten pribadinya itu dengan raut wajahnya yang polos kepada Adrian.
__ADS_1
"Ya, kamu kan asisten pribadiku yang harus siap untuk menemani ku kapanpun Aku mau." jawab Adrian nada tegas kepada Gunawan.
"Tapikan sekarang kamu sudah mempunyai istri yang tentunya akan melayani keperluanmu?" ucap Gunawan melirik ke arah Daniella di dekat Adrian.
"Danny, bukan asisten pribadiku melainkan istri kesayanganku, Gun.Dia memiliki tugas yang berbeda dengan tugasmu." ujar Adrian dengan raut wajahnya yang tegas kepada Gunawan.
"Ah, ya, baiklah." kata Gunawan yang di dalam hatinya merasa gembira bahwa ia akan mencari kesempatan untuk mendekati Stephanie asisten pribadi istri dari Adrian.
Adrian meraih jemari Daniella lalu berjalan keluar dari rumahnya dengan diikuti oleh Gunawan dan Stephanie dengan setia.Mereka duduk di dalam mobil yang disupiri oleh Gunawan di depan setir dan di samping Gunawan ada gadis lain yang menjadi asisten pribadi kedua dari Adrian yang bernama Kelly.
"Kelly, bagaimana dengan kuliahmu? Apakah kau mendapatkan nilai yang memuaskan di ujianmu di kampusmu? " tanya Adrian nada ramah sekali kepada Kelly.
Daniella mengerutkan keningnya melihat gadis di kursi depan terlihat begitu akrab dan dekat dengan suaminya bahkan ia bisa melihat sikap gadis itu kepada suaminya bukanlah sikap gadis yang bekerja sebagai asisten pribadi kedua dari suaminya melainkan sikap gadis yang jatuh hati kepada suaminya.
"Dan,cobalah untuk makan camilan ringan buah kurma kering paling enak sedunia." kata Adrian mengeluarkan sebungkus jalanannya dari saku pakaiannya dan mengeluarkannya lalu diberikan kepada Daniella yang segera tersenyum ceria di perhatikan oleh suaminya.
"Ya, Adrian terimakasih banyak." kata Daniella di dekat Adrian yang menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.
Stephanie meluangkan waktunya untuk menulis pesan di WA untuk pacarnya di Indonesia untuk mengabarkan kepulangannya ke Indonesia yang mengajak Daniella dan suami artisnya itu untuk liburan ke Indonesia.
"Kevin, Aku sedang perjalanan ke bandara untuk pulang ke Indonesia, dan kali ini Aku pulang tak sendiri melainkan mengajak artisku dan suami nya lho." tulis WA Stephanie kepada pacarnya di Indonesia.
__ADS_1
Gunawan melalui ekor matanya melihat gadis di sebelahnya sibuk sendiri dan mengacuhkannya hanya bisa menghela napas dalam-dalam untuk bersabar hati untuk perjuangannya sendiri.
"Stephanie,ku yakin bahwa dirimu akan jatuh hati kepadaku cepat atau lambat karena aku seorang pria muda berpotensi besar untuk memberikan kebahagiaan selamanya untukmu." batin pria itu sambil senyum-senyum sendiri.
Perjalanan menuju ke bandara internasional dari apartemen mewah tempat tinggal Adrian dan Daniella memakan waktu sekitar satu jam untuk mereka sampai di bandara dan bergegas menuju ke pesawat pribadi milik Adrian yang sudah di siapkan oleh pihak bandara internasional sesuai dengan keinginan Adrian.
"Tuan Adrian, pesawat Anda sudah berada di lapangan terbang dan pilotnya pun sudah siap di dalam pesawat untuk mengantarkan Anda dan istri Anda ke Indonesia." kata salah seorang dari staf bandara internasional yang menjemputnya di lobi bandara internasional.
"Baik,terimakasih untuk kerjamu."kata Adrian di depan lobi bandara internasional dengan sikap sopan dan ramah.
" Ya, sama-sama Tuan Adrian. Mari ikuti saya ke lapangan terbang sekarang juga."kata staf itu di depan Adrian dengan sikap sopan sekali.
Daniella tersenyum manis sambil berjalan di sisi kanan Adrian dengan sikap anggun.Gadis cantik ini membuat staf itu terkagum-kagum dengan sikapnya yang santun dan hangat kepada orang lain.
"Pesawat terbang pribadi suamimu keren banget dan terlihat mahal harganya,"bisik Stephanie di telinga kiri Daniella usai mereka berada di dalam pesawat.
" Ya, dia diluar dugaanku.'bisik Daniella menghela napas panjang setelah mengetahui betapa tajir melintir suaminya itu karena selama ini ia hanya menduga bahwa suaminya hanyalah seorang mantan artis cilik yang tak seberapa besar harta yang dimiliki oleh suaminya dibandingkan dirinya yang sudah termasuk sebagai aktris kaya raya di kota San Francisco's.
"Emm, dia pura-pura miskin di depan publik dan kita semua, kawan." bisik Stephanie menggeleng kepala melihat betapa luasnya dan megahnya isi dari dalam pesawat pribadi dari seorang Adrian Pedrosa Lucero.
Bersambung!!
__ADS_1