Fýlakas Ángelos : Fakta

Fýlakas Ángelos : Fakta
Part 1


__ADS_3

"Lo mau kemana?", Suara seorang wanita menghentikan pria yang hendak meninggalkan markas G.A..


"Oh, Eirene. Gwe ada urusan yang penting.", Balas pria itu sambil terus melangkah.


"Dike, gwe ini udah kenal lo berabad-abad, situasi segenting apa yang bisa ngebuat lo keluar di pagi buta kayak gini.", Eirene mengejar langkah Dike.


"Oh, ada hukum yang harus gwe tegaskan, Eirene, gwe ini bertugas mengenai keadilan, dan lo tau itu.", Dike menatap sekilas pada Eirene kemudian melanjutkan, "Dan sejak kapan lo jadi sepeduli ini sama gwe. Mending lo urusin tugas lo sendiri.", Dike kembali meneruskan langkahnya.


"Dan sejak kapan lo senggak ngedengerin gwe.", Eirene berujar dari tempatnya berdiri. Tak ada jawaban dari Dike, hanya terdengar suara langkah yang semakin menjauh.


Eirene hanya menghela nafas, beberapa detik setelahnya suara seorang pria menyapanya dari belakang "Hei, Eirene."


"Oh, lo. Baru dari mana aja. Filotes.", Eirene membalikkan badan mendapati Filotes yang memegang secangkir kopi, dengan penampilan yang sangat rapi serupa orang yang hendak ke kantor.


"Gwe semalam udah ngehabisin tugas patrolinya si tukang molor satu itu?", Filotes menghampiri Eirene.


"Siapa?", Tanya Eirene singkat.


"Siapa lagi kalo bukan si.. Hipnos tuh."


"Oh.", Eirene menjawab dengan singkat masih dengan nada datar.


Suasana saat itu hening, Eirene sibuk membaca berkas berkas dan informasi mengenai tugasnya hari ini. Sementara Filotes sibuk menikmati kopinya dan memainkan ponsel, sesekali dia melirik arloji di pergelangan tangannya.


"Gwe berangkat dulu ke kantor.", Filotes beranjak sambil mendapati Eirene yang masih sibuk.


"Ok, tapi satu hal, itu bekas kopi lo beresin ya.", Eirene menunjuk pada gelas kopi yang tadi digunakan Filotes.


"Ah ok, gwe beresin.", Filotes segera mengambil gelas itu dan hendak membawanya pergi, tapi kata-kata Eirene membuat langkahnya terhenti.


"Gwe heran, sejak kapan lo mulai rajin kerja layaknya manusia."


"Eirene, gwe udah bilang berkali-kali, kalo kerja itu bisa menambah penyamaran kita, biar sempurna gitu.", Filotes berujar lemah lembut.


"Dah ah, gwe entar telat.", Filotes berujar ketus dan melangkah meninggalkan Eirene di ruangan itu sendirian. Eirene hanya terpaku sejenak kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


***


Kaerus dan Kratos baru saja selesai mandi dan sarapan. Keduanya mendapati Filotes yang melangkah tergesa meninggalkan dapur. Kratos ingin menyapanya, tapi dengan cepat Kaerus mencegahnya.


"Lo kenapa, sesama anggota G.A. kita harus selalu menyapa, apalagi di pagi hari kayak gini.", Kratos menoleh pada Kaerus yang berdiri didekatnya.


"Dia lagi buru-buru, bukannya lebih baik buat nggak menyapa dia. Nanti kita kena omel. Inget gak waktu terakhir kali lo nyapa dia waktu itu. Dia aja nggak berhenti ngomel selama seminggu.", Kaerus membalas masih menatap pada Filotes yang meninggalkan dapur.


"Ah, terserah lo deh. Hari ini gwe bakal ke kantor nyusulin Filotes.", Kratos berujar dan kemudian mengejar langkah Filotes.


"Gwe sih juga mau ke kantor, tapi setelah tugas gwe selesai.", Teriak Kaerus pada Kratos.


Kaerus memang ada tugas pagi ini, bukan tugas sebagai manusia melainkan sebagai anggota dari G.A., entah mengapa semalam Filotes memintanya untuk patroli pada siang hari, kemudian dia harus menemui Morfeus untuk menyampaikan pesan.


Kaerus hanya berharap jika alasan Filotes memintanya melakukan itu adalah karena powernya adalah power yang tepat untuk melakukan ini. Bukan karena kemalasan Filotes yang jika disamakan dengan iblis hanya sebelas dua belas lah ya.


Filotes mungkin adalah pribadi ceria, tapi sedikit malas untuk melakukan tugasnya sebagai G.A., tapi jika dipikir lagi Filotes sedikit lebih baik daripada Hipnos yang kerjanya hanya tidur terus.


***


Filotes tiba dikantornya tepat pukul 07.00 tentu saja dengan cara manusia yang kelewat normal mengingat dirinya adalah anggota G.A. yang bisa saja melesat dan tiba dalam waktu beberapa detik.


"Lo ngapain ada di kantor?", Filotes bertanya pada Soteria yang sedari tadi menyandarkan punggungnya pada tembok bangunan kantor.


"Gwe nungguin kakak gwe."


"Lah emang kakak lo mana?", Filotes kembali bertanya.


"Ya di dalem lah, lo kira gwe bocah ilang yang nungguin jemputan keluarganya, ha.", Soteria berujar ketus kemudian berjalan menghampiri Filotes.


"Ya barangkali.", Filotes berujar lirih.


"Apa lo bilang.", Soteria setengah membentak pada Filotes.


"Ng.. ngak.", Filotes berujar terbata , "Maksud gwe emang kakak lo tahu lo ada disini."

__ADS_1


"Ya jelas lah dia tahu. Dia itu G.A. yang gak kelewat manusia kayak lo."


"Oh ok, kalo gitu selamat menunggu.", Filotes pun masuk ke dalam kantor begitu saja tanpa merasa perlu jawaban dari Soteria.


"Tu orang sadar diri gak sih, gwe cuma berharap dia gak bakal lupa diri.", Gumam Soteria yang mungkin nggak ada yang tahu selain dirinya.


***


Leukothea baru saja pulang dari laut dimana dia bertugas sebagai G.A., dia mendapati Eirene sibuk membolak balik berkasnya sesekali memainkan poselnya yang ada di meja.


"Lo baru pulang.", Suara dari luar membuat keduanya menoleh bersamaan. Mereka melihat sosok pemuda yang ternyata adalah Palaemon disebelahnya berdiri seorang gadis yang ternyata adalah Psamathe.


"Iya, lo berdua dari mana.", Leukothea mengamati keduanya yang basah kuyup.


"Kami baru saja mengawasi wilayah pantai, mendadak ada tragedi, ada kapal nelayan yang hampir tenggelam dan beberapa anak kecil yang hampir tenggelam.", Psamathe mulai menjelaskan, "Jadi kami menyelamatkannya, dan lihatlah pakaian kami."


"Hmm, maaf harusnya membantu kapal yang tenggelam itu adalah tugasku. Mungkin tadi aku lengah.", Leukothea berujar dengan nada lirih bercampur parau.


"Thea, santai aja kali. Itu kan juga tugas gwe. Lo udah dari semalam jaga. Jadi ini giliran gwe buat ngejaga.", Palaemon berujar sembari menampilkan senyum tertulusnya.


"Eh, kalo lo bertiga ada disini yang ngejagain wilayah pantai siapa dong?", Eirene menyahut tatkala menyadari ada yang salah dari ketiganya.


"Santai ada Harpy. Nanti kalo ada apa-apa dia bakal ngabarin gwe.", Palaemon berujar santai.


"Oh, monster bersayap sahabat lo itu.", Eirene kembali menjawab.


"Bukan cuma gwe, tapi kita.", Palaemon mempertegas.


"Lo aja kali, gwe mana ngerti bahasa hewan laut selain para G.A. yang bertugas di wilayah teritorial.", Tukas Eirene kemudian beranjak menuju dapur.


"Jadi lo mau belajar bahasa hewan laut. Gwe ajarin.", Teriak Palaemon berharap suaranya terdengar oleh Eirene.


Samar-samar terdengar suara Eirene menjawab "Bodooo."


Leukothea dan Psamathe menuju ke kamar masing-masing, hanya Palaemon yang berdiri di dekat meja berisi berkas-berkas Eirene. Dirinya terkejut ketika mendapati sebuah nama tertera beserta foto seorang pria, tidak pria itu bukan anggota G.A. melainkan manusia. Lantaran selama berabad-abad lamanya dia tak pernah menjumpai pria itu dalam organisasi G.A..

__ADS_1


Nama pria itu adalah Alkion. Kemudian Palaemon menyusul Eirene di dapur.


***


__ADS_2