
Hari ini hari ulang tahun Harry, sengaja Harry ingin dirayakan agar bisa menjadi momen pertemuan Hexa dengan keluarganya.
" Ikut makan malam dengan keluargaku. Malam ini hari ulang tahunku." Kata Harry saat dia dan Hexa makan di kantin sekolah. Hexa menggeleng, enggan untuk ikut.
"Ayolah, kapan lagi. Tidak apa-apa, kan ada aku." Bujuk Harry yang berusaha meyakinkan Hexa kalau semua akan baik-baik saja. Hexa masih ragu, namun terpaksa di iya-kan. Apalagi Harry berulang tahun dan itu merupakan ulang tahun pertama Harry sebagai kekasihnya.
Di kamarnya Hexa sibuk membongkar isi lemari. Tidak ada baju yang pas, semua jelek di matanya.
"Pakai yang ada aja, you are beautiful just the way you are." Kata abangnya menirukan dalam bahasa inggris. Hexa menggeleng.
"Bangggg... Aku gugup banget... Aku harus gimana ya?? Apa iya aku harus pergi? Atau aku batalkan aja?" Ucap Hexa penuh kepanikan. Hatinya tidak karuan, sementara abangnya hexel berusaha agar Hexa bisa tenang dan tetap pergi demi Harry. Mungkin Hexel merasa behutang budi pada pacar adiknya itu, sekarang dia lah pendukung setia hubungan adiknya itu.
"Kalau 'ga sekarang kapan lagi? Cinta itu harus berjuang Xa... Jangan mau kalah sebelum berperang." Kata Hexel bijaksana, Hexel berbaring di kasur adiknya itu sambil ikut membantu Hexa berkomentar tentang baju mana yang akan di pakai adiknya itu.
Akhirnya setelah melewati pergumulan yang panjang, Hexa memutuskan untuk pergi mengenakan sebuah gaun berwarna putih yang tertutup dan rapi. Dia juga berdandan seadanya dan sederhana saja. Dia berharap nantinya bisa di terima oleh keluarga Harry terutama kedua orangtuanya. Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Hexa.
Harry : Dimana?
Hexa : Masih di rumah sudah mau kesana.
Harry : Cepatlah.
Hexa : Iya.
Hexa melangkah menuju ke depan rumah. Dia sudah memesan taxi online untuk pergi ke rumah Harry. Hexel sudah menawarkan untuk diantar saja, tapi Hexa menolak.
Sekitar 30 menit perjalanan ke rumah Harry, pikiran Hexa di dalam taxi kusut. Tidak karuan!
Dia merasa tidak percaya diri dan minder. Tapi, kemudian dia berusaha menguatkan diri agar tetap tampil dengan berani sebagai pacar Harry di depan seluruh keluarganya. Hexa membayar ongkos Taxi sesaat setelah dia turun dari dalam mobil.
"Terimakasih pak." Ucapnya ramah yang di sambut dengan senyuman oleh sang supir.
Suasana rumah Harry sudah ramai. Tangan dan kaki Hexa keringat dingin. Dia berusaha sewajarnya untuk tenang, lalu melangkah ke dalam rumah.
Langkah Hexa terhenti, pandangannya terarah pada sosok Desy. Ya... Sudah pastilah Desy ada! Begitu gumamnya dalam hati. Baru saja Hexa hendak pergi saja dan tidak jadi ikut serta dalam pesta ulang tahun Harry, lampu di dalam ruangan party itu mendadak padam.
Seisi ruangan yang hadir berseru dan ikut kaget karena ruangan mendadak gelap. Namun, beberapa saat kemudian sebuah sorot lampu mengarah ke Hexa yang berdiri di muka pintu sendirian.
__ADS_1
"A A A... Tes... Tes..." Terdengar suara seseorang seperti sedang mencoba suara Mic. Hexa menyilangkan tangannya untuk menghalau silaunya cahaya yang menyoroti dirinya. Sementara semua yang hadir di pesta serentak menatap Hexa yang terang sendirian.
"Ini pacarku. Hexa. Dia lah satu-satunya alasan kenapa pesta ini ada, ya , merayakan ulang tahun adalah alasan nomor dua, alasan yang pertama adalah memperkenalkan dia sebagai satu-satunya kekasihku." Suara Harry terdengar ke seluruh ruangan melalui Mic. Hexa mendadak malu, dia kini jadi bahan sorotan semua yang hadir. Dia tidak menyangka penyambutan dirinya akan seperti ini, langsung di kenalkan Harry dengan to the point di depan semua.
Harry tiba-tiba sudah muncul entah dari mana datangnya. Dia berdiri di samping Hexa yang wajahnya masih merah karena menahan malu dan gugup. Harry menggenggam tangan Hexa dengan percaya diri di depan semua yang hadir di pestanya.
Alunan musik terdengar, sebuah melodi lagu romantis yang sering Hexa dengar dari handphone di kamarnya.
Dance with me under the diamonds
See me like breath in the cold
Sleep with me here in the silence
Come kiss me, silver and gold
You say that I won't lose you
But you can't predict the future
So, just hold on like you will never let go
I need to make sure you know that
You are the only one I'll ever love
(I gotta tell ya, gotta tell ya)
Yeah, you, if it's not you, it's not anyone
(I gotta tell ya, gotta tell ya)
Looking back on my life
You're the only good I've ever done (ever done)
Yeah, you, if it's not you, it's not anyone (anyone)
__ADS_1
Not anyone
Forever's not enough time to (oh)
Love you the way that I want (love you the way that I want)
'Cause every morning I find you (oh)
I fear the day that I don't
............................dst
...ANYONE BY JUSTIN BIEBER...
Dan Harry menyanyikan lagu itu untuknya ! Didepan semua keluarganya ! Dengan sempurna ! Jantung Hexa serasa mau copot, berdebar tidak karuan mendapat perlakuan sangat istimewa dari seorang Harry. Sosok yang sangat dia benci pada awalnya, namun justru lelaki ini jugalah yang mampu membuat dia tidak pernah bisa jauh darinya.
Harry tersenyum setelah music berhenti dan lagu selesai dia nyanyikan. Hexa terpana pada Harry, begitu juga Harry yang selalu memuja dirinya.
Prokk ! Prok ! Prokkkk !
Sebuah tepuk tangan di mulai dan di lanjutkan oleh tepuk tangan yang lainnya. Hexa tersenyum bahagia, penuh haru.
Desy mendekati mereka berdua, matanya berkaca-kaca.
"Selamat ya Xa, meski apapun rintangan kalian, tapi aku kagum hubungan kalian berdua sekuat karang di laut. Bahagialah karena Harry tidak pernah sekalipun mencintai seseorang sedalam dia mencintai kamu. Aku kenal sejak lama dengan dia, tapi baru kali ini keberaniannya tidak tertandingi di depan banyak orang. Aku salut untuk kalian berdua." Ucap Desy panjang lebar. Dia menyadari kalau Harry benar-benar mencintai Hexa. Dan Hexa adalah satu-satunya perempuan yang di perlakukan Harry dengan sangat istimewa selama dia mengenal Harry, bahkan dia juga sadar diri tidak pernah di perjuangkan Harry seperti itu apalagi yang lain.
Air mata Desy mengalir, namun pelan-pelaan sudah ada keikhlasan di hatinya. Desy menarik tangan mama dan papa Harry, mendekat ke arah Harry dan Hexa.
"Om.. Tante, ini Hexa, pacar Harry yang sesungguhnya. Dia adalah gadis yang baik, pilihan Harry, semoga om dan tante bisa menerima Hexa dengan baik. " Kata Desy yang langsung menjadi perantara kedua orangtua Harry demi Hexa. Mama dan pap Harry mengangguk, mereka juga salut akan perjuangan Harry dan perlakuan Harry untuk Hexa.
"Sabarlah yaa, nak, anak om dan tante ini kedepan pasti akan membuatmu repot dan susah. Tapi selama kalian saling mendukung, pasti semua baik-baik saja." Ucap papa Harry yang lebih legowo menerima kehadiran Hexa yang tiba-tiba. Hexa tersenyum lebar, hatinya lega. Meski belum sepenuhnya di terima dengan lapang dada, namun ini merupakan kemajuan yang sangat di luar ekspektasinya. Dia bersyukur akhirnya semua baik-baik saja.
Musik kembali di mainkan, meski hanya melodi saja. Hexa masih menggenggam jemari Harry. Kedua tangannya masih keringat dingin.
" Cieee.. Nyanyi untuk aku." Ledek Hexa tiba-tiba. Wajah Harry memerah, dia tersipu malu, dia bukan pria romantis tapi demi Hexa dia sudi berubah watak dari si pria cuek dan sesukanya menjadi pria yang perhatian dan melankolis.
Suasana pesta terus berlanjut, begitu juga dengan hubungan mereka berdua. SEMOGA !
__ADS_1
♡END ♡