
Jauh, jauh, jauh di masa depan, entah berapa lama selisihnya sejak saat ini, dan siapa tahu apa yang terjadi. Dan, inilah masa depan.
Bukan tentang hal-hal 'futuristik' dalam makna yang lebih modern. Bagaimanapun, dunia selalu berubah dan berputar sebagaimana roda, ingatkah tentang satu perkataan 'kehidupan adalah roda'. Hampir setiap zaman akan mengisahkan hal yang sama, legenda yang sama, hanya saja pelakunya yang berbeda. Tentang cerita ini, ini adalah cerita di sebuah zaman setelah 2541 tahun bumi mengalami bencana dahsyat yang di sebut 'reset' karena setelah itu manusia harus mengulang peradabannya dari awal. Jadi, ini 2541 tahun sejak manusia membangun kembali peradabannya hingga 2541 T (Teknoz).
Ya, 'T' atau 'Teknoz' adalah penanggalan umum yang digunakan manusia saat ini. Itu dihitung sejak bencana 'reset' berakhir yang menandai awal 'Teknoz'. Dibuat oleh dua ilmuwan dari bangsa Teknologisian yang memiliki otak super namun berumur pendek.
Mereka telah mengukir kejayaan mereka di awal-awal Teknoz. Lalu, abad-abad berlalu dan tak ada yang abadi. Kejayaan mereka runtuh dan digantikan oleh bangsa lain. Dan, seterusnya.
Hingga saat ini, manusia terbagi menjadi lima bangsa besar.
__ADS_1
Pertama, Teknologisian, manusia yang memiliki otak di atas rata-rata dengan efek samping umur mereka yang nyaris tak bisa panjang.
Kedua, Fiksan, manusia-manusia yang dahulu pernah berputus asa pada masa kelaliman Teknologisian. Lalu, seruan dari sebuah gua memanggil mereka. Makhluk halus yang memiliki kemampuan fiksi menawarkan kekuatannya dengan imbalan pengorbanan besar. Mereka yang tak punya pilihan lain menerimanya dan keturunan mereka harus mewarisi perjanjian antara mereka. Dan, generasi Fiksan awal adalah yang mengakhiri era 'Dominasi Tekno' menuju era baru 'Fiksan Berdarah' pada pada awal abad keempat Teknoz.
Ketiga, Mutasikan, manusia-manusia yang menjadi uji coba Teknologisian di era 'Dominasi Tekno'. Lalu, karena kekuatan yang mereka dapat dari percobaan-percobaan itu pada akhirnya bisa membuat mereka lolos dari karantina raksasa yang mengurung mereka. Tapi, itu hanya sebagian kecil dari para mutan dengan predikat 'sukses'. Mereka melarikan diri menuju bumi bagian Utara dan beranak-pinak melalui abad-abad yang berlalu untuk kemudian mendirikan sebuah negara setelah masa yang sangat panjang. Dan, manusia yang tertinggal di dalam karantina akan terus terkurung selama ribuan tahun dalam pengawasan Tekno (sebutan lain Teknologisian).
Keempat, Munasian, atau sebutan bagi manusia biasa tanpa otak super, kekuatan mutan, atau seni ghaib. Mereka tertindas dan ditipu di tiap masa. Dan, inilah awal cerita kejayaan mereka. Seseorang dari mereka yang akan menjadi tokoh ternama dalam sejarah di kemudian hari.
Sedangkan dunia terbagi menjadi lima; keseluruhannya adalah nama arah mata angin utama dan Dunia Tengah yang menjadi tanah air Munasian. Tanah yang telah ternodai selama tiga abad, oleh para penjajah dari semua arah. Kini, kisah kejayaan Munasian—, tidak, kisah menuju era 'keemasan' akan dimulai.
__ADS_1
Seorang pemuda yang hidup di sebuah desa terpencil dan damai tak pernah tersentuh penjajah. Dan, desa tersebut akhirnya ditemukan dan dibantai seluruh penduduknya setelah mereka dilecehkan satu-persatu dengan sangat kejam. Tapi, pemuda itu selamat dari pembantaian dan menjadi saksi atas lenyapnya tempat dimana ia dilahirkan dan tumbuh.
Karena trauma yang dalam ia berniat membunuh dirinya sendiri dalam kegelapan dan dinginnya malam di tengah hujan deras yang mengguyur. Dengan lantunan gemericik air sungai yang menjadi pengantar kematiannya ia sudah yakin untuk menyusul ibu dan seluruh penduduk desa. Sebelum kematian yang akan menjemputnya ia berniat mati dalam kondisi terlentang menghadap langit.
Namun, jika itu bukan sebuah takdir, maka itu takkan terjadi.
Dalam penjemputan menuju maut, seseorang dengan postur tubuh pendek datang dengan derap kaki yang sangat tenang. Sosoknya diliputi kegelapan malam sehingga tak dapat dilihat oleh mata selain warna hitam samar-samar. Sebuah ucapan dan kata-kata menyentaknya seperti petir besar yang membangunkannya dari tidur panjang.
"Hei, apa yang kau lakukan? Menyakiti dan membunuh dirimu sendiri takkan menghapus penyesalanmu. Pemuda itu seharusnya memiliki jalan yang panjang. Dan, baru saja kau menapaki usia sebenarnya dari kehidupan dan kau mengakhirinya karena putus asa. Apakah hanya karena kau mengalami masa sulit kau ingin menyerah? Sungguh, menyedihkan. Aku mengingat kembali tentang Dunia Timur. Pemuda-pemuda di sana berwajah cerah dan penuh harapan dan potensi. Apakah kau masih benar-benar ingin hidup dengan harapan atau melanjutkan ritual kematianmu? Datangilah titik putih di kejauhan itu jika kau masih ingin hidup!"
__ADS_1
***