
Hari sudah malam. Malam yang cukup gelap dengan bulan yang tertutup awan. Makhluk-makhluk malam juga telah memulai penghidupan mereka.
Manusia adalah makhluk siang dan menjadikan malam sebagai istirahat. Tapi, tak begitu dengan empat buah kemah kulit yang masih asyik dalam pembicaraan-pembicaraan mereka. Ada empat api, satu-satu terletak di depan masing-masing kemah. Lalu, ada sebuah api unggun besar di tengah-tengah diapit seluruh kemah.
"Hei~Fan. Apa kau serius tentang membiarkan anak yang bersembunyi di bawah jerami tadi~"
Lelaki itu setengah mabuk. Meski lelaki, ia masih membawa kondisi aslinya sebagai wanita. Ia telah mengubah gendernya karena suatu hal.
"Tian, lepaskan tanganmu. Itu sangat menjijikkan kau berekspresi seperti itu"
"Ah~Tapi, kan, kau kapten tersayang kita~"
Fan berdiri untuk melepaskan tangan Tian. Ia benar-benar jengkel hingga ingin pergi dari tempat itu secepatnya. Namun, ia adalah penanggung jawab disini.
"Sialan kau Tian! Aku akan benar-benar membunuhmu jika kau menyentuhku lagi. Kali ini aku serius"
"Ya..ya. Membosankan~"
Tian tiba-tiba merubah ekspresinya. Kali ini ekspresi mengerikan yang murni. Seperti sebuah wujud kejahatan.
"Tapi mengapa kapten kita ini membiarkan satu kotoran tersisa? Bukankah kapten memiliki alasannya sendiri untuk membuka peluang bagi kehancuran kita?"
"Tian, ini bukan urusanmu. Tak ada hak bagimu untuk mempertanyakan bagaimana kapten bertindak. Diamlah dan tetaplah pada tugasmu!"
__ADS_1
"Oh? Apakah kapten akan membawa kita pada kehancuran?"
"Tian, biar aku katakan sekali lagi. Diamlah atau aku akan membunuhmu"
Fan mengambil benda mirip pistol di celana bagian pahanya. Itu memiliki semacam tempat yang pas untuk benda tersebut. Fan menekan tombol pada benda itu. Bilah tajam mencuat dari lubang di bawah tempat keluar peluru.
"Hah~Serius sekali. Ok, aku menyerah. Aku tak akan sampai pada jalan pikir seorang kapten~"
Perselisihan hampir saja terjadi. Kemudian, seorang berwajah kotak datang. Ia berdiri di depan Fan bersamaan Fan menyarangkan kembali senjatanya.
"Bid, ada gerangan apa kau? Apakah sebuah informasi penting?"
Bid menunduk setengah duduk. Baru, ia menyampaikan yang diketahuinya. Sebuah berita yang cukup mengejutkan.
Fan terdiam. Keluarga I bukanlah sebuah keluarga yang bisa diremehkan. Mereka adalah keluarga besar terkuat kedua Teknologisian setelah keluarga 'A'. Dan, jika nama itu adalah keluarga 'I' tanpa tambahan abjad apapun...
Mereka adalah pemimpin keluarga I itu sendiri.
"Baiklah, informasi yang bernilai. Kemasi semua barang-barang. Kita akan mulai perburuannya"
Aku berharap hanya melawan keluarga cabang I seperti keluarga IZ, IR, dan lainnya. Apa boleh buat. Akan kuselesaikan misi ini dan menghapus pemimpin T3 itu.
Tapi, apa yang akan kudapat disana? Tak mungkin boss-nya tinggal disana.Tidak, Setidaknya aku mendapat kaki atau tangannya.
__ADS_1
***
"Wey? Tak biasanya. Tapi, aku sangat sibuk saat ini"
Wey melihat hologram berbentuk manusia pendek. Ia memiliki tinggi sekitar satu meter, kurang lebih pada aslinya. Dan, itu terpancar pada hologram sebesar telapak tangan.
"Boss, anak permata itu membuat ulah. Akhirnya markas yang kutempati akan berpindah lagi"
Lelaki pendek dalam hologram itu tertawa pelan. Ia menahan ledakan tawanya. Menahan dengan tangan kanannya.
"Begitukah? Santai saja. Aku sudah menduga hal ini akan terjadi. Pindahkan markas ke tempat yang sudah kutandai"
Hologram Berubah menjadi bentuk peta. Wey menggerakkan tangannya mencoba melihat detail petanya. Sebuah tempat berjarak sekitar 50 mil ke Utara.
"Hah, apakah ada kendaraan? Jarak itu sangat jauh untuk ditempuh dengan jalan kaki"
"Tentu saja, tidak. Tapi, bukannya para pengintai itu mempunyainya? Oh, Aku hampir lupa. Jika anak itu pergi siang tadi, seharusnya ia akan tertangkap besok pagi oleh mereka. Pilihan ada di tanganmu. Jika aku boleh saran, selamatkanlah anak itu. Tapi, jika kau berpikir sebaliknya. Maka, jangan menyesalinya"
"Boss, apakah kau mengancamku?"
Wey bernada agak datar.
"Entahlah. Sudah, aku tutup dulu. Masih ada ribuan urusan yang harus kuselesaikan. Semoga kau memilih pilihan yang benar, Wey"
__ADS_1
***