Fantasi Futuristik : Masa Depan Yang Jauh

Fantasi Futuristik : Masa Depan Yang Jauh
Prolog


__ADS_3

Hampir malam. Malam nyaris tiba. Dan, hari ini malam memiliki jam panjang daripada siangnya. Karena musim waktu sedang menunjukkan 'Malam Panjang'.


Ada beberapa musim waktu dalam penanggalan Teknoz. Selain apa yang terjadi sekarang, ada musim lain yang disebut 'Siang Penuh'. Karena, hari selalu terang kecuali dua setengah jam yang menjadi gelap dalam satu hari dua puluh empat jam. Sedangkan saat ini, malam mengambil waktu seminar delapan belas jam, sisanya adalah siang. Musim waktu satu lagi yang jarang terjadi adalah 'hari seimbang' atau siang dan malam akan memiliki porsi yang hampir sama setiap hari.


Sekarang adalah 'malam panjang'. Dan, seseorang sedang terlentang di bawah hujan deras yang kini tengah menyirami bumi. Suara hujan beradu dengan aliran sungai yang sama-sama deras.


Wajah, seluruh tubuhnya basah kuyup. Sesekali matanya berkedip. Ekspresinya kosong dengan gigi yang saling menekan keras. Ia mencoba mengabaikan kondisi tubuh dan perasaannya.


Hari sudah malam, tapi ia belum bergerak dari tempatnya. Tapi, ia sudah tak tahan mengabaikan apa yang ia abaikan. Ia terduduk memeluk lutut dengan kedua tangan dan wajahnya sambil mengeluarkan emosi yang tak seharusnya ia pendam.


"MENGAPA INI SEMUA MENIMPAKU! APA SALAHKU, SEHINGGA AKU MENGALAMI SEMUA INI?"


"KEMANA PARA ROH YANG KITA SELALU MEMBERIKAN YANG KITA PUNYA, MESKIPUN ITU DALAM KESUSAHAN YANG HAMPIR MEMBUNUH KITA? APA YANG KITA PUJA, SIAPA YANG MENOLONG KITA?"


"Apakah kita bodoh atau aku yang terlalu egois..."

__ADS_1


Matanya terpejam mengingat sesuatu. Ia baru saja mengalami hal yang membuatnya sangat trauma. Orang-orang yang menyebut diri mereka Tekno Barat sudah membantai seisi desanya, melecehkan kehormatan dan tempat tinggal mereka dan melenyapkan desanya juga.


Sayangnya ia selamat dengan bersembunyi dibawah tumpukan jerami yang kebetulan tak disentuh oleh mereka. Atau itu yang ia percaya. Setelah seseorang yang ia lihat akan mendatangi tempat persembunyiannya membatalkan niatnya dan memberi isyarat pada temannya bahwa tak ada apapun di bawah tumpukan jerami itu, bahkan sebelum ia melakukan pengecekan.


Lalu, alasan mengapa ia selamat dari pelenyapan desa adalah orang yang sama yang kini tengah membawa obor mengabaikan membakar jerami dan hanya membakar rumah-rumah didekatnya secara melingkar sehingga tampak bahwa jerami itu berada dalam kobaran api juga. Tampak apa yang dilakukannya bukan sebuah kebetulan. Tapi, Keil yang masih berada dalam ketakutannya menganggap ini sebuah kebetulan langka.


Beberapa jam setelah api berkobar dan masih menyala separuhnya, para pembantai itu pergi meninggalkan desa. Dan, Keil keluar dari persembunyiannya. Meski banyak asap yang membuatnya sesak, tapi, api tak menyentuhnya sama sekali.


Akhirnya, berakhirlah pagi yang mengerikan itu. Berakhirlah Keil disini. Di tepi sungai, ditemani hujan yang hadir sejak kedatangan Keil. Keil adalah seorang pemuda yang baru saja meninggalkan masa remajanya. Juga, meninggalkan kenangan buruk dalam memorinya.


Keil, meskipun dia tumbuh di masyarakat yang seperti itu. Namun, sebenarnya ia meragukan kepercayaan yang dianut oleh mayoritas penduduk desa. Dan, bukan hanya Keil saja, tetapi kebanyakan pemuda berpikir apa yang Keil pikirkan dan mereka membuat sebuah perkumpulan untuk merubah kepercayaan yang mereka anggap hanya omong kosong ini. Ada banyak alasan mengapa mereka menganggapnya begitu.


Pernah suatu ketika, mereka iseng mengintip apa yang akan dilakukan oleh kepala kuil dengan uang yang mereka kumpulkan dari persembahan. Betapa mengejutkannya, saat mereka menyaksikan kepala kuil membuka peti kayu besar yang di dalamnya berkilau emas yang jumlahnya cukup untuk sekedar memakmurkan desa ini. Jika, ada tiga kepala kuil, dan mereka memiliki perilaku yang sama, maka tak diragukan mereka adalah satu masalah mengapa desa ini menjadi begitu miskin dengan sumber daya yang sebenarnya sangat cukup menghidupi seluruh desa meski ini sebuah desa terpencil.


Hal itu menjadi suatu pembenaran tentang apa yang akan mereka lakukan. Mereka bertekad menghapus kepercayaan ini dan mencegah agar orang-orang tak menjadi orang yang bodoh di masa depan. Tapi, pertama-tama mereka harus mengambil alih dukungan dari semua orang dan senioritas yang dimiliki oleh para tetua.

__ADS_1


Kemudian, datanglah hari dimana mereka menemui kematian dan pembantaian masal. Mimpi mereka pupus, bahkan desa mereka pun hancur. Hanya tersisa Keil, sisa-sisa pembakaran, dan tumpukan jerami yang menyembunyikan Keil. Seluruh harta di desa pun sudah dikuras habis, sampai pada pohon-pohon dan tanam-tanaman yang juga ikut dibumihanguskan. Keil masih mengingatnya seperti baru saja terjadi.


Halilintar jatuh, menimbulkan cahaya yang sangat terang. Dari cahaya tersebut Keil menyadari bayangan manusia dengan benda aneh di kepalanya. Keil masih terdiam di tempatnya seolah tak peduli.


Jika kau ingin membunuh, bunuh saja aku. Aku akan berterima kasih karena mempercepat proses kematianku.


Keil tersenyum, seakan merasa akan bertemu orang-orang yang ia rindukan. Ibunya, teman-temannya, dan para penduduk desa, terkecuali para kepala kuil dan beberapa tetua. Keil berharap orang-orang jahat akan mengambil pembalasan mereka, meski ia masih ragu alam macam apa yang akan ia datangi.


Apakah itu alam baru? Sebuah alam roh? Atau apapun...Keil tak peduli. Karena Keil hanya ingin meninggalkan dunia yang menyedihkan ini.


Suara halilintar berbunyi keras menyusul cahaya yang muncul pertama kali. Bagaimanapun, Suara lebih lambat dari cahaya dalam hal kecepatan. Butuh jeda beberapa detik.


Bumi bergetar, sampai ke dalam tubuh Keil. Tiba-tiba Keil merinding ketakutan. Ia berharap tak mati dan menginginkan hidup, dan waktu berputar mundur. Namun, itu mustahil. Waktu adalah dimensi yang tak dapat dirubah oleh manusia manapun selain memanipulasi relativitasnya. Sedangkan Keil, bahkan tak berpikir sejauh itu selain daripada harapan kosong.


Detik demi detik terhapus. Keil masih menunggu apa yang mungkin terjadi. Dan, ia tersentak kaget melebihi keterjutannya akan petir yang tiba-tiba menyambar bumi.

__ADS_1


***


__ADS_2