Fantasi Futuristik : Masa Depan Yang Jauh

Fantasi Futuristik : Masa Depan Yang Jauh
Penyelamat yang aneh


__ADS_3

"Hei, apa yang kau lakukan? Menyakiti dan membunuh dirimu sendiri takkan menghapus penyesalanmu. Pemuda itu seharusnya memiliki jalan yang panjang. Dan, baru saja kau menapaki usia sebenarnya dari kehidupan dan kau mengakhirinya karena putus asa. Apakah hanya karena kau mengalami masa sulit kau ingin menyerah? Sungguh, menyedihkan. Aku mengingat kembali tentang Dunia Timur. Pemuda-pemuda di sana berwajah cerah dan penuh harapan dan potensi. Apakah kau masih benar-benar ingin hidup dengan harapan atau melanjutkan ritual kematianmu? Datangilah titik putih di kejauhan itu jika kau masih ingin hidup!"


"?"


Keil tak mengerti. Orang yang datang tak diundang tengah menceramahinya tentang sesuatu. Keil tetap duduk seperti yang pertama kali ia lakukan. Memadatkan dirinya dengan kedua kakinya. Orang itu, juga tidak seperti yang ia sangkakan.


Ah..


Keil lega sekaligus menyesal. Tapi, ia lebih merasa lega daripada menyesal. Keil yang keterjutannya hampir hilang mencoba untuk mengerti situasi saat ini.


"Siapa kau?"


Petir kembali mengejutkannya. Selang sekitar lima detik, bunyi mengglegar menambah rasa merindingnya, karena dingin dan takut. Orang yang berada di belakangnya hanya tersenyum datar dalam kegelapan.


"Berdirilah, lalu berbaliklah!"


Keil yang masih penuh tanda tanya hanya mengiyakan perintah orang yang di belakangnya. Ia berdiri, lalu berbalik, dan mendapati warna hitam samar-samar berbentuk manusia yang lebih pendek dari dirinya. Serta benda aneh yang sedang dipegangnya berbentuk seperti jamur raksasa.


"Ini, pergilah menuju titik cahaya putih di kejauhan itu! Mungkin kau akan mendapatkan kembali tujuan hidupmu"


Keil menerima benda yang bentuknya seperti jamur raksasa itu.


"Ini—"


"Itu adalah payung. Peganglah seperti itu. Dan, rasakan bahwa hujan tak lagi turun di kepalamu"

__ADS_1


Keil sedikit mengangkat payungnya, dan menggeser-gesernya sampai kondisi yang dijelaskan. Hingga ia merasakan kondisi yang dijelaskan. Keil sedikit takjub tentang benda ini, rasanya seperti sedang berteduh.


"Baiklah, urusanku sudah selesai. Aku tak akan menjawab segala pertanyaan apapun. Tidak namaku, atau apapun. Pergilah seperti yang kukatakan jika kau masih ingin hidup"


Langkahan kaki orang itu lebih cepat dari mulut Keil. Sebelum Keil habis berpikir untuk menanyakan alasan ia diselamatkan, ia sudah jauh dari jangkauan suaranya. Sekarang Keil kembali sendiri bersama kebingungannya.


"MENGAPA KAU MENYELAMATKANKU? DAN SIAPAKAH KAU?!"


***


Dunia Tengah. Tanah yang diapit seluruh bagian Dunia lain. Selain strategis, itu menjadi daerah yang sangat rawan dan sukar untuk dipertahankan.


Beberapa abad lalu, perang besar terjadi, dan berakhir dengan perjanjian pembagian kekuasaan bagi setiap bangsa. Dan, Munasian sebagai bangsa terlemah hanya bisa menerima kenyataan bahwa mereka harus meninggali sebuah tanah yang tandus dan gersang bernama 'Dunia Tengah'. Karena seluruh perwakilan dari setiap bangsa setuju akan hal itu melihat dari sejarah para bangsa dahulu.


Dunia terbagi menjadi lima bagian. Dunia Barat, negara para Teknologisian atau Tekno Barat. Barat adalah tanah yang subur dan penuh sumber daya. Itulah alasan mengapa Teknologisian menjadikan ibukota mereka di Barat saat pertama kali mereka mengambil alih Kekuasaan dari tangan negara Internasional pada awal Teknoz. Negara Internasional adalah negara yang berkuasa atas dunia sebelum reset terjadi dan sebelum Teknoz dimulai.


Para Safal diperlakukan bagaikan budak, bahkan lebih buruk dari hewan ternak. Pada abad ketiga Teknoz, muncul para Teknoz yang memiliki pemikiran baru untuk membebaskan para Safal dan membuat satu kesetaraan sebagai manusia. Orang-orang itu dianggap gila oleh mayoritas Tekno, dan mereka berakhir dengan diusir dari Dunia Barat, menuju Dunia Timur yang memiliki cuaca ekstrim. Kelak, mereka akan disebut sebagai Tekno Timur.


Pada abad keempat Teknoz, Pemerintahan Teknologisian Barat benar-benar di luar kendali. Para Safal semakin diinjak-injak dan mendapat perlakuan yang sangat-sangat tidak manusiawi dengan mengatasnamakan penghukuman/dendam masa lalu. Kemudian, memaksa para Safal untuk tinggal di dalam karantina yang pernah menjadi tempat moyang Tekno dahulu dengan memaksa mereka merenovasi karantina itu dan meninggikan serta meluaskan dinding dan bangunannya. Di dalamnya digunakan sebagai peternakan manusia yang bisa mereka gunakan kapan saja. Entah menjadi percobaan, budak pribadi, bahkan sampai memasak mereka untuk dijadikan sup.


Para Safal yang tak memiliki tempat hanya bisa berlari kesana-kemari menghindari pengejaran yang akan menangkap mereka.


Pada abad yang sama, sekelompok Safal yang sedang dalam pelarian mereka kini telah berputus asa dan mereka duduk di sekitar mulut gua di sebuah hutan lebat. Saat mereka sedang beristirahat, sebuah suara serak memanggil mereka. Dan, ketika mereka memenuhinya dan masuk ke dalam gua, mereka berkomunikasi dengan makhluk halus yang akan mengambil perjanjian antara mereka sampai pada keturunan mereka untuk mengorbankan sesuatu sebagai imbalan, mereka mendapat kekuatan yang dapat mematahkan akal sehat.


Mereka pun menerimanya karena tak bisa melihat ada harapan lain. Meski mereka sekarang hanya akan ditipu, mereka hanya akan mendapatkan kesialan lain jika tak menerimanya. Dan, makhluk-makhluk itu memenuhi janji mereka dan menjadikan mereka manusia yang memiliki kemampuan magis/fiksi. Mereka menyebut diri mereka Fiksan dan berjalan ke arah Dunia Selatan dan menghimpun kekuatan di sana.

__ADS_1


Dalam beberapa tahun, Fiksan yang merasa telah memiliki kekuatan cukup mencoba unjuk kekuatan terhadap para Tekno Barat. Mereka mencegat dan merampok banyak kafilah dagang yang bahkan sudah dikawal oleh mobil berlapis baja dan dengan mudah menghancurkan mereka. Tekno yang tak tahu menahu apapun soal Fiksan tak dapat mengatasi mereka sampai pada kesimpulan mereka harus diperangi oleh satuan yang dipimpin oleh jendral.


Dalam perang perdana ini, Fiksan menang telak. Lalu, berlanjutlah kekalahan-kekalahan lain yang berakhir pada perjanjian damai yang Teknologisian berhak atas Dunia Barat, sisanya adalah milik Fiksan. Syarat kedua, Tekno Barat berada dalam kekuasaan Fiksan dan membayar upeti tahunan yang ditentukan.


Beberapa Safal yang melihat kekalahan Tekno Barat menyambut baik pemerintahan Fiksan. Tapi, mereka salah menduga bahwa masa ini ternyata tak lebih baik dari masa sebelumnya. 'Fiksan Berdarah', ketika banyak para Safal dibunuh dan dibantai dimana saja. Angka kriminalitas di masa ini adalah yang terbanyak sepanjang Teknoz, dan pelakunya adalah para Fiksan sendiri.


Pada masa kelemahan Tekno Barat ini, 'Dinding Bahagia' yang menjadi peternakan manusia telah berhasil ditembus oleh beberapa Mutan. Mutan-mutan itu berhasil melarikan diri dan keluar dari Dunia Barat. Mereka berlari menuju Dunia Utara yang masih belum disentuh Fiksan. Meski dalam perjanjian antara Fiksan dan Tekno, Fiksan berhak atas seluruh bagian Dunia, tapi mereka hanya berhak untuk menundukkannya. Sedangkan, Fiksan masih dalam tahap pembangunan dan terkadang sesekali melakukan perluasan serta mengawasi Tekno Barat dari pergerakan mereka.


Mutan-mutan yang berhasil sampai di Dunia Utara, mereka beranak-pinak sampai pada jumlah yang banyak. Saat Fiksan menyadari mereka, mereka mencoba menundukkan para Mutan itu, namun gagal. Karena para Mutan memiliki Fisik abnormal. Sebagian dari kemampuan Fiksan dibuat percuma. Para Fiksan pun mundur dan membuat strategi lain.


Mutan-mutan yang telah bebas itu disebut Mutasikan. Mutasikan dibagi menjadi dua, pertama mutasi fisik dimana fisik mereka menjadi abnormal, kedua, mutasi otak, dimana otak mereka hampir menyamai kemampuan para Tekno. Dengan kombinasi dua hal itu, mereka bisa lebih unggul daripada Tekno dalam kemampuan personal. Mereka akan menang telak jika berhadapan dengan Tekno tanpa teknologi yang mereka miliki.


Pada abad kelima Teknoz, sebuah era baru menyaingi era 'Fiksan Berdarah' dimulai. Itu dinamai era 'Mutan Gila'. Para Mutasikan membuat pergerakan liar untuk menghancurkan daerah manapun yang mereka datangi. Insting-insting mutan yang liar menjadi satu alasan mereka membuat pergerakan ini. Dan para Mutasikan, adalah manusia-manusia yang haus akan peperangan. Dalam masa ini juga, jumlah peperangan yang tak terhitung terjadi. Sebutan lain dari era ini adalah era 'Penggila Perang'. Berlangsung lebih dari delapan abad lamanya.


Di lain sisi, Ketika tiga bangsa tengah memperebutkan pijakan mereka. Para Safal dibuat sedikit lega dan juga menghimpun kekuatan di Dunia yang berada antara Dunia yang telah dikuasai masing-masing bangsa. Dunia berada di ambang kehancuran karena perang pada abad ke enam belas Teknoz.


Sebuah perjanjian pun dibuat oleh lima bangsa. Para Safal akhirnya mendapatkan nama baru yaitu 'Munasian'. Seluruh bangsa mendapatkan bagian masing-masing sesuai pada yang mereka kuasai di awal waktu. Munasian yang kurang beruntung mendapat Dunia Tengah yang terkenal dengan ketandusan dan kegersangannya akibat banyaknya perang yang terjadi di sana.


Pada abad ke delapan belas, Dunia Tengah dikejutkan dengan penemuan berbagai sumber daya alam yang sebelumnya dikira tak ada. Tanah-tanah subur bermunculan secepat api membakar kertas. Selesai sudah penderitaan karena miskin dan lapar yang selalu menerpa Dunia Tengah.


Di sisi lain, intel-intel yang bertebaran di Dunia Tengah kini sedang melaporkan apa yang sebenarnya terjadi di Dunia Tengah. Tanah para pecundang yang tak memiliki kemampuan khusus apapun.


Negara Barat, Utara, Selatan, mereka semua bersiap mengeruk kekayaan di sana. Kebetulan juga, saat ini dunia masih dalam kondisi pemulihan. Pangan sangat mahal untuk didapat dan agak langka. Sedangkan, Negara Timur tak melakukan langkah apapun selain memperkuat perbatasan mereka. Negara di Timur dikenal sebagai pengecut yang selalu menghindari perang. Bahkan, mereka tak turut andil dalam partisipasi pada tiap pergantian zaman sejak pelarian mereka. Dan, tak ada yang peduli dengan Dunia Timur yang memiliki cuaca ekstrim dan miskin sumber daya.


Maka, penjajahan secara halus dimulai sejak abad ke delapan belas hingga abad ke dua puluh tiga. Pada abad ke dua puluh tiga itu juga muncul sebuah organisasi aneh yang melawan penjajahan bernama 'T3'. Organisasi yang tetap eksis hingga saat ini, abad ke dua puluh enam (2541 T).

__ADS_1


***


__ADS_2