Fatimeh

Fatimeh
{Fatimeh} Episode 21. Ketahuan Nuril


__ADS_3

Fatimeh tiba di lokasi yang sudah diberikan oleh Dans untuk menemui pelanggannya.


Wanita itu nampak kebingungan mencari dimana si pria yang akan ia layani tersebut.


"Duh, ini mana sih orangnya?" gumam Fatimeh.


"Ehem ehem.."


Fatimeh terkejut dengan suara deheman berat tersebut, ia pun menoleh ke asal suara dan mendapati sosok lelaki tampan yang ia kenali sebagai Nuril tengah berdiri disana.


"Kak Nuril? Ngapain disini?" tanya Fatimeh gugup.


"Lagi nunggu seseorang yang aku sewa, dia namanya Fatimeh. Aku masih gak nyangka, ternyata kamu itu wanita sewaan." jawab Nuril.


"Apa??" ucap Fatimeh yang tambah terkejut.


"Jadi, pelanggan yang namanya Ale itu kak Nuril? Kok bisa gini sih?" batin Fatimeh.


Perlahan Nuril mendekatkan dirinya ke tubuh Fatimeh, menyentuh dagu lancip wanita itu dengan jarinya hingga mendongak ke atas.


"Kamu jelaskan sama aku, Imeh! Kenapa kamu bisa jadi wanita seperti ini?" ucap Nuril.


"Kak, gimana caranya kamu bisa tahu kalau aku kerja di club itu?" tanya Fatimeh penasaran.


"Kamu jawab dulu pertanyaan aku, baru aku bakal jawab pertanyaan kamu!" pinta Nuril.


"Aku gak bisa jelasin itu disini kak, kita cari tempat yang agak sepi aja ya!" ucap Fatimeh.


Fatimeh sengaja menaruh tangannya di pinggang Nuril dan menunjukkan puppy eyes nya di hadapan Nuril untuk memancing pria tersebut.


"Kamu benar-benar berubah Imeh! Sekarang kamu sudah tumbuh jadi wanita nakal," ucap Nuril.


"Gak gitu kak, aku cuma mau kita ngobrol di tempat yang sepi. Aku takut aja ada yang dengar pembicaraan kita nantinya, karena ini bersifat privasi." ucap Fatimeh.


"Oke! Kita bicara di apartemen punyaku aja, disana sepi kok gak ada orang sama sekali." usul Nuril.


"Iya, aku setuju kak!" ucap Fatimeh.


"Yaudah, ayo ikut sama aku!" ujar Nuril.


Fatimeh mengangguk pelan, lalu melangkah mengikuti Nuril menuju motornya.

__ADS_1


Setibanya di apartemen Nuril, mereka pun langsung masuk dan tak lupa Nuril mengunci pintu rapat-rapat agar tidak ada siapapun yang bisa masuk kesana.


Lalu, Nuril meminta Fatimeh duduk di sofa agar mereka bisa mengobrol lebih santai kali ini.


"Bagaimana Imeh? Sekarang kamu siap kan untuk bicara padaku dan jelaskan semuanya? Aku benar-benar gak nyangka loh, ternyata kamu seorang wanita pemuas. Aku kira kamu perempuan baik-baik, tapi nyatanya aku salah." ucap Nuril.


"Sabar dulu kak! Ini semua bukan atas dasar kemauan aku, tapi aku dibawa sama pamanku dan dijual begitu saja olehnya. Aku gak tahu menahu tentang itu, sampai aku sadar bahwa aku sudah dijual ke tempat pelacuran." jelas Fatimeh.


"Paman kamu? Maksudnya paman Gani?" tanya Nuril sembari menyipitkan matanya.


"Iya, dia yang lakuin semua ini." jawab Fatimeh.


"Apa? Kenapa dia bisa setega itu sama kamu? Bukannya dia sayang banget sama kamu?" tanya Nuril masih tidak percaya.


"Dia gak pernah sayang atau perduli sama aku, dia itu jahat banget. Asal kamu tahu aja kak, aku juga terus-terusan dilecehin sama dia sejak aku masih SMP." jawab Fatimeh.


"Terus, kenapa kamu diam aja? Harusnya kamu lawan dong dan laporin dia ke polisi!" ujar Nuril.


"Gimana caranya aku bisa lapor kak? Aku takut sama ancaman dia, selain itu aku juga takut kalau bibik tahu semuanya dan hubungan mereka bisa hancur. Aku gak mau lihat bibik aku sedih, itu sama aja aku bikin nangis almarhum ibu aku sendiri." ucap Fatimeh mulai menangis.


Melihat Fatimeh mengeluarkan air mata, sontak Nuril bergerak cepat untuk memeluk dan menenangkan wanita itu.


"Kamu gak perlu minta maaf, toh aku emang sekarang udah jadi wanita sewaan. Semua laki-laki bisa sewa aku sesuka hati mereka, aku udah gak punya harga diri lagi kak." ucap Fatimeh.


"Hus, jangan bilang gitu! Kamu tenang aja ya, aku bakal laporkan semua ini ke polisi supaya kamu bisa bebas dari tempat itu!" ucap Nuril.


"Hah? Jangan kak!" ucap Fatimeh.


"Kenapa? Kamu gak mau aku bebasin dari sana? Apa karena kamu udah betah bekerja sebagai wanita pemuas kayak gini?" tanya Nuril.


"Bukan kak, aku cuma gak mau kamu kenapa-napa! Itu bahaya banget loh!" jawab Fatimeh.


"Kamu gak perlu khawatir sama aku! Aku bisa hadapi semuanya kok, percaya aja sama aku ya!" ucap Nuril memegang dua pundak Fatimeh.


Fatimeh mengangguk kecil, sedangkan Nuril menyeka air mata di wajah Fatimeh menggunakan kedua tangannya.


"Udah ya, kamu jangan nangis lagi! Dibuka aja jaketnya, supaya lebih enakan!" ucap Nuril.


Fatimeh memandang heran ke arah Nuril, ia tak mengerti mengapa Nuril memintanya melepas jaket yang ia kenakan.


Namun, Nuril justru langsung melepas jaket Fatimeh dan melemparnya begitu saja, hingga terpampang lah tubuh seksi Fatimeh saat ini.

__ADS_1


"Kak, mau apa?" tanya Fatimeh bingung.


"Hey! Aku kan udah bayar mahal buat sewa kamu, masa aku gak dapat apa-apa sih?" jawab Nuril sambil tersenyum smirk.


"Maksud kakak?" tanya Fatimeh.


"Ya udah jelas lah, kamu harus puasin aku saat ini! Aku gak mau rugi dong Imeh," jawab Nuril.


Fatimeh pun hanya bisa pasrah saat ini, melawan pun percuma karena ia juga sudah kepalang tanggung menerima uang pemberian Nuril.




Malam harinya, Fatimeh sedang duduk sendirian di bar milik bos Ajun sembari menikmati segelas minuman beralkohol.


Fatimeh tampak melamun memegangi keningnya, ia masih memikirkan kejadian tadi ketika Nuril menyentuh tubuhnya dengan brutal.


"Ternyata selama ini kak Nuril cuma terobsesi sama tubuh aku, dia gak benar-benar cinta sama aku. Bodoh banget sih aku! Kenapa coba aku mikir kalau dia cinta sama aku? Lagian mana ada sih cowok yang mau sama aku?" ucapnya.


Tak lama kemudian, Alana datang dan duduk di dekatnya sambil membawa segelas minuman di tangannya.


"Ngomong apaan you tadi? Ai gak sempet denger, berisik banget disini soalnya." ujar Alana.


"Ah eee gak ada kok, aku gak ngomong apa-apa. Kamu ngapain duduk disini?" ucap Fatimeh.


"You kenapa sih jutek banget sama ai? Masa ai cuma duduk disini aja gak boleh? Tempat lain udah penuh tau, banyak cowoknya lagi. Nanti kalau ai digodain sama mereka gimana?" ucap Alana.


"Bukannya itu yang kamu mau ya?" tanya Fatimeh.


"Heh sembarangan! Ya bukan lah! Ai itu punya harga diri kali, masa ai biarin tubuh ai disentuh sama cowok-cowok itu?" elak Alana.


"Terus, kenapa kamu milih jadi waria kayak gini?" tanya Fatimeh spontan.


Alana langsung melotot tajam ke arah Fatimeh menandakan ia tidak suka dengan apa yang barusan ditanyakan Fatimeh.


"Masih mending ai lah, daripada you jadi ja*lang!" ucap Alana dengan keras.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2