Fatimeh

Fatimeh
{Fatimeh} Episode 24. Kemarahan Cat


__ADS_3

Fatimeh dan Abrar keluar dari kamar setelah mereka selesai menikmati permainan panas mereka di dalam sana.


Abrar tampak sangat puas, ia tersenyum terus sembari merangkul Fatimeh berjalan menuju teman-temannya di depan sana.


"Meh, kamu kenapa nikmat banget sih? Udah sering dijebol sama orang, tapi punya kamu masih sempit aja. Jangan-jangan kamu pake obat ya?!" ucap Abrar menggoda Fatimeh.


"Enggak kok, itu semua murni dan aku gak pernah pake obat apa-apa." ucap Fatimeh.


"Wah keren dong kamu! Pantas aja banyak cowok yang mau sewa kamu," ucap Abrar.


"Ya begitu deh," ucap Fatimeh sambil tersenyum.


Mereka telah tiba di hadapan Maesaroh serta yang lainnya, tentu saja Abrar langsung pamit pada Fatimeh untuk segera pulang.


"Aku pergi dulu ya cantik? Sampai ketemu lagi besok! Jangan bosan-bosan ya main sama aku!" ucap Abrar.


"Iya, aku mana mungkin bosan layanin pelanggan setia aku." ucap Fatimeh.


Melihat keromantisan Fatimeh dan Abrar, membuat Tina merasa geram. Tina semakin dibuat kesal oleh kelakuan Fatimeh, apalagi banyak pelanggannya yang beralih menyewa Fatimeh.


"Yaudah, good bye sayang!" ucap Abrar sembari mencolek pipi Fatimeh dan berlalu pergi.


Kini Fatimeh mendekati teman-temannya dan menyapa mereka secara bergantian.


"Hai semua!" sapa Fatimeh sambil tersenyum.


"Hai Meh! Dapat berapa kamu malam ini? Udah banyak ya? Aku lihat daritadi kamu bolak-balik masuk kamar terus," tanya Maesaroh.


"Ya lumayan deh kak, cukup buat kebutuhan hidup aku selama beberapa hari ke depan." jawab Fatimeh.


"Bagus deh! Oh ya, tadi ada yang cariin kamu. Dia bilang katanya mau ketemu sama kamu, terus sekarang dia lagi nunggu tuh disana." ucap Maesaroh.


"Hah? Siapa yang cariin aku, kak?" tanya Fatimeh penasaran.


"Tadi katanya namanya Nuril, dia sih ngakunya teman sekolah kamu. Coba aja kamu samperin dia tuh disana!" jawab Maesaroh.


"Nuril? Duh, yaudah deh kak makasih ya infonya! Kalo gitu aku mau kesana dulu," ucap Fatimeh.


"Iya iya," ucap Maesaroh mengangguk singkat.


Fatimeh pun langsung melangkah menghampiri Nuril yang sudah menunggu di meja sana bersama Cat juga Alana.

__ADS_1


Sementara Maesaroh masih terus memandangi Fatimeh dengan wajah terheran-heran, ia penasaran apa yang sebenarnya terjadi.


"Itu si Fatimeh kenapa cemas gitu ya? Emang ada apa sih??" ujar Maesaroh.


"Mana aku tahu, mungkin aja yang cowok tadi tuh bukan temannya, tapi pacarnya." tebak Tina.


"Hah? Wah bisa jadi sih, terus pacarnya itu marah sama Fatimeh karena ketahuan kerja disini. Kalau emang benar, bakalan terjadi perang dunia nih!" ucap Maesaroh panik.


"Kita lihat aja coba kak! Kalau emang terjadi perang, kita videoin aja biar viral! Nah, nanti kita bakal dapat cuan tuh dari video itu." usul Tina.


"Ah benar tuh! Cerdas banget kamu Tina!" sahut Mira.


"Haish, kalian apa-apaan sih? Teman lagi susah kok malah digituin? Taubat hey taubat!" ucap Maesaroh.


"Hehe.." Tina dan Mira kompak terkekeh kecil.




Fatimeh sampai di tempat Nuril dan Cat berada, ia menyapa mereka dengan wajah keheranan.


"Hah? Imeh??" Cat terkejut dan spontan bangkit dari duduknya saat melihat sahabatnya ada disana dengan pakaian yang cukup seksi.


"Kamu ternyata ada disini, terus kenapa kamu berpakaian kayak gini Imeh?" tanya Cat.


"Cat, a-aku..." Fatimeh tampak bingung saat hendak menjawab pertanyaan Cat, tentu ia tak mau kalau Cat mengetahui yang sebenarnya.


"Kamu jawab Imeh! Apa selama ini kamu kerja di tempat kayak gini? Berarti perkataan orang-orang di sekolah tentang kamu itu benar dong? Kamu udah jadi perempuan gak bener??" ujar Cat.


Fatimeh hanya terdiam dengan tubuh gemetar, ia menundukkan kepalanya tak berani menatap wajah Cat yang sedang emosi itu.


"Sabar Cat! Kita bisa bicara baik-baik, kamu jangan emosi dulu sama Imeh! Ayo Meh, kamu duduk ya dan minum supaya energi kamu balik lagi! Kamu pasti capek kan abis layanin pelanggan kamu?" sarkas Nuril.


Deg!


Fatimeh kaget dengan ucapan Nuril, ia tak menyangka Nuril bisa seperti itu padanya dan seakan sengaja mengungkap rahasianya di hadapan Cat.


"Eee yaudah lah ya, ai pergi dulu? You you semua lanjut aja ngobrolnya disini! Ai gak mau ikut campur sama urusan kalian, nanti disangkanya ai ini orang yang suka ngurusin masalah orang lain." ucap Alana.


"Iya Alana, lu boleh pergi kok! Lagian gue juga males dekat-dekat sama lu terus!" cibir Nuril.

__ADS_1


"Yeh kurang ajar lu!" balas Alana sembari memukul bahu Nuril dengan gaya manjah.


Nuril menggeleng saja sembari mengusap bahunya yang disentuh oleh Alana, ia merasa jijik dengan sentuhan Alana tadi.


Sementara Alana kini pergi menghampiri Maesaroh juga yang lainnya sambil masih terus melihat ke arah meja Nuril.


Kini Nuril, Cat dan Fatimeh sudah terduduk di meja itu. Mereka bertiga tampak serius untuk membahas mengenai pekerjaan Fatimeh.


"Meh, ayo jawab aku! Apa benar kamu bekerja disini sebagai wanita malam?" ucap Cat.


"Udahlah Imeh, kamu gausah takut gitu buat jelasin semuanya ke Cat! Kamu ngaku aja kalau emang kamu itu wanita malam!" sahut Nuril.


"Iya Cat, semua yang dibilang kak Nuril itu emang benar. Aku bekerja disini udah lumayan lama, aku juga udah melayani banyak pria disini, termasuk kak Nuril waktu itu." jawab Fatimeh.


"Hah? Kak Nuril??" Cat terkejut mendengar pengakuan Fatimeh.


"Imeh kenapa sih pake bawa-bawa aku segala? Sialan banget!" batin Nuril.


Cat kini menatap wajah Nuril penuh pertanyaan.


"Kenapa kak Nuril tega kayak gitu sama Fatimeh?" tanya Cat pada Nuril.


"Apa sih? Fatimeh itu kan wanita malam, jadi wajar aja dong kalau aku sewa dia. Lagian aku juga bayar dia kok, bukan gratis." jawab Nuril membela diri.


"Ya tapi tetap aja kak, harusnya kak Nuril gak kayak gitu dong sama Fatimeh! Sebagai sahabat, kak Nuril justru seharusnya kasih nasehat dong ke Imeh, bukan malah sewa Imeh dan dukung dia buat jadi wanita malam dong!" tegur Cat.


"Hey, ayolah Cat! Kenapa kamu malah jadi belain teman kamu ini? Udah jelas-jelas dia yang salah disini, karena dia itu terjun ke dunia malam. Apa kamu masih mau berteman sama dia?" ucap Nuril.


"Aku gak ada belain siapa-siapa disini, aku juga gak suka sama Fatimeh setelah tahu dia bekerja di tempat seperti ini. Tapi, aku lebih gak suka sama kak Nuril karena kamu malah manfaatin pekerjaan Fatimeh itu!" geram Cat.


Cat yang emosi, bangkit dari duduknya dan mengambil tasnya bersiap untuk pergi.


"Cat, tunggu Cat!" Fatimeh berusaha menahan sahabatnya itu agar tidak pergi.


"Kenapa lagi Fatimeh? Aku udah terlanjur kecewa sama kamu, aku pikir kamu orang baik-baik loh, tapi ternyata malah kayak gini!" geram Cat.


"Sebentar dulu Cat, aku bisa jelasin ke kamu!" ucap Fatimeh sembari memegang tangan Cat.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2