
Nuril mengangguk kecil, kemudian mulai melangkah masuk ke dalam bersama Cat di sampingnya.
Begitu memasuki tempat itu, Cat merasa sedikit risih saat cukup banyak lelaki hidung belang yang memandangi tubuhnya.
"Ish, orang-orang disini pada gak bener ya kak? Padahal aku gak pakai pakaian yang terbuka, tapi mereka tetap aja pada ngeliatin aku kayak gitu." ucap Cat.
"Sabar aja! Emang begitulah mata lelaki, sukanya ngeliatin body yang semok." ujar Nuril.
"Huft, lagian ngapain sih kak Nuril bawa aku kesini? Bikin risih aja tau!" ucap Cat.
"Tenang Cat! Mungkin sekarang kamu kesel, tapi nanti pasti kamu seneng deh!" ucap Nuril.
"Iyain aja, terus kita mau apa nih?" tanya Cat.
"Kita duduk dulu disitu yuk!" jawab Nuril menunjuk ke arah meja di depannya.
"Iya iya.." ucap Cat menurut.
Mereka pun duduk disana, tak lama seorang pelayan datang menghampiri mereka membawa daftar menu yang bisa mereka pesan.
Setelah memesan, Nuril tampak melihat sekeliling untuk menemukan wanita yang sedang ia cari.
Pada akhirnya, Nuril berhasil mendapati rombongan wanita penghibur yang tengah berdiri dengan pakaian seksi di tempat itu.
"Nah, itu pasti teman-temannya Fatimeh. Mungkin aku bisa temuin mereka dan tanya dimana keberadaan Fatimeh, supaya aku bisa temuin Cat sama Fatimeh disini." batin Nuril.
Nuril pun pamit pada Cat untuk pergi sebentar.
"Eee Cat, aku ke toilet dulu ya?" ucap Nuril.
"Ih jangan lama-lama ya kak! Aku gak berani disini sendirian!" pinta Cat.
"Santai!" ucap Nuril sambil tersenyum dan mengusap pundak gadis itu.
Setelahnya, Nuril langsung melangkah menghampiri para wanita penghibur disana.
"Permisi!" ucap Nuril yang membuat wanita-wanita di hadapannya langsung tersenyum gembira.
"Eh ada mas ganteng, mau sewa siapa mas?" Tina langsung melancarkan aksinya, mendekati Nuril dan menggoda pria itu dengan lihai.
"Ah enggak, saya bukan mau sewa kalian. Saya cuma mau tanya sama kalian, bisa kan?" ujar Nuril.
"Yah cuma nanya doang, kirain pengen minta ditemenin." Tina merasa kesal dan menjauh dari Nuril untuk duduk kembali di tempatnya.
__ADS_1
Maesaroh menggelengkan kepalanya, kemudian menatap Nuril sambil tersenyum.
"Mau tanya soal apa?" ucap Mae penasaran.
"Kalian kenal kan dengan wanita yang bernama Fatimeh? Setahu saya, dia itu bekerja disini seperti kalian." tanya Nuril pada mereka.
"Hah? Fatimeh? Iya kok, kami semua kenal sama dia. Emang ada apa ya?" jawab Maesaroh.
"Hadeh, Fatimeh lagi Fatimeh lagi! Kapan aku bisa kaya coba kalo begini terus?" protes Tina.
"Hus Tina!" tegur Maesaroh.
Tina hanya memutar bola matanya malas, sedangkan Maesaroh kembali menatap ke arah Nuril dengan bingung.
"Gak ada apa-apa kok, saya cuma mau ketemu sama Fatimeh. Eee dia dimana ya? Apa saya bisa bertemu dengan dia sekarang?" ucap Nuril menjelaskan maksudnya datang kesana.
"Fatimeh ada kok, tapi dia di dalam kamar. Dia lagi kerja memuaskan pelanggannya, jadi gak bisa diganggu. Kalau kamu mau ketemu dia, nanti aja setelah dia selesai kerja." ucap Maesaroh.
"Iya tuh, lagian ngapain sih situ pake mau ketemu Fatimeh segala??" tanya Tina.
"Saya ada perlu sama dia, kalau dia sudah selesai tolong kasih tahu ya dia dicari dan ditunggu sama Nuril disana!" jawab Nuril sembari menunjuk ke arah meja tempat Cat berada.
"Tunggu tunggu, kamu ini sebenarnya siapanya Fatimeh? Ada hubungan apa kamu sama dia?" tanya Maesaroh.
•
•
Sementara itu, Alana datang menghampiri Cat yang tengah duduk sendirian sambil memegang ponsel.
Alana memandangi wajah Cat dengan intens dan perlahan turun ke bagian bawah gadis itu, hingga membuat Cat merasa risih.
"Heh! Kamu ngapain ngeliatin aku kayak gitu? Punya niat jahat ya?!" tegur Cat.
"Astaga ngagetin aja lu sialan! Ai ini cuma penasaran aja sama you tau, abisnya ai baru kali ini lihat you disini. You pelanggan baru ya? Atau orang barunya si Ajun Ajun itu??" ujar Alana.
"Kenapa kamu bicaranya kayak begitu? Bikin jijik aja!" ucap Cat.
"Sembarangan you kalo ngomong! Gini-gini ai itu punya banyak penghargaan tau!" ucap Alana.
"Iya iya maaf! Aku emang baru datang kali ini kesini, itu juga diajak sama teman. Emangnya kenapa kamu tanya begitu? Gak suka ya kalau aku disini?" ucap Cat.
"Bukan gak suka, ai cuma nanya. Sekalian ai juga mau peringati you supaya gak kejebak sama uang, apalagi begitu masuk kesini, banyak godaannya yang bisa bikin you tergiur." ucap Alana.
__ADS_1
"Hah? Godaan apa??" tanya Cat.
"Ya pokoknya banyak deh, godaan yang bisa bikin you tertarik untuk jual diri you disini. Sama kayak cewek-cewek disana itu," jawab Alana sembari menunjuk ke arah Maesaroh dan yang lainnya.
"Apa? Jual diri? Ish, aku mah gak mungkin lah tertarik buat jual diri!" ucap Cat.
"Kamu bisa bilang gitu sekarang, tapi begitu you kena bujuk rayu si Ajun pasti you bakal langsung tergiur deh!" ucap Alana.
"Ohh, kok kamu bisa tau semua itu? Emang kamu itu siapa?" tanya Cat penasaran.
"Nama ai Alana, you bisa panggil ai sis Alana!" jawab Alana sembari menyodorkan tangan ke depan tubuh Cat.
"Aku Cat," balas Cat seraya meraih tangan Alana dan bersalaman dengannya.
"Ehem ehem.." tiba-tiba suara deheman muncul dan mengagetkan keduanya.
"Eh kak Nuril? Udah selesai ke toiletnya?" ucap Cat reflek melepas tangannya dari telapak Alana.
"Udah kok, eee dia siapa? Kamu kenal?" ucap Nuril dengan mata mengarah ke Alana.
"Dia namanya Alana, aku baru kenal sama dia disini kok. Tadi dia yang nemenin aku pas kamu lagi ke toilet," jelas Cat.
"Iya, ai Alana. You jangan salah paham dulu sama ai! Ai ini deketin cewek you, karena ai gak mau dia digodain om-om disini." ucap Alana.
"Ohh, makasih ya Alana!" ucap Nuril.
"Sama-sama ganteng, btw nama you siapa? Boleh dong kenalan sama ai!" ujar Alana genit.
"Hah??" Nuril sontak terkejut dan menganga lebar, ia melirik ke arah Cat, namun gadis itu justru terkekeh geli.
"Kenapa you kaget gitu? Sombong amat sih gak mau kenalan sama ai! Asal you tahu ya, di luaran sana banyak yang pada ngincer ai dan pengen kenalan sama ai." ucap Alana.
"Ya ya ya, saya gak sombong kok. Nama saya Nuril, saya ini teman Cat." ucap Nuril.
"Oh gitu, kirain pacaran. Berarti ada kemungkinan kita bisa bersatu dong?" goda Alana.
"Huweekk.." Nuril menunjukkan ekspresi gelinya yang seakan ingin muntah akibat ulah Alana.
Sementara Cat lagi-lagi hanya terkekeh geli melihat kelakuan Alana dan juga Nuril, entah kenapa ia merasa terhibur melihatnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1