
"Meh, ayo jawab aku! Apa benar kamu bekerja disini sebagai wanita malam?" ucap Cat.
"Udahlah Imeh, kamu gausah takut gitu buat jelasin semuanya ke Cat! Kamu ngaku aja kalau emang kamu itu wanita malam!" sahut Nuril.
"Iya Cat, semua yang dibilang kak Nuril itu emang benar. Aku bekerja disini udah lumayan lama, aku juga udah melayani banyak pria disini, termasuk kak Nuril waktu itu." jawab Fatimeh.
"Hah? Kak Nuril??" Cat terkejut mendengar pengakuan Fatimeh.
"Imeh kenapa sih pake bawa-bawa aku segala? Sialan banget!" batin Nuril.
Cat kini menatap wajah Nuril penuh pertanyaan.
"Kenapa kak Nuril tega kayak gitu sama Fatimeh?" tanya Cat pada Nuril.
"Apa sih? Fatimeh itu kan wanita malam, jadi wajar aja dong kalau aku sewa dia. Lagian aku juga bayar dia kok, bukan gratis." jawab Nuril membela diri.
"Ya tapi tetap aja kak, harusnya kak Nuril gak kayak gitu dong sama Fatimeh! Sebagai sahabat, kak Nuril justru seharusnya kasih nasehat dong ke Imeh, bukan malah sewa Imeh dan dukung dia buat jadi wanita malam dong!" tegur Cat.
"Hey, ayolah Cat! Kenapa kamu malah jadi belain teman kamu ini? Udah jelas-jelas dia yang salah disini, karena dia itu terjun ke dunia malam. Apa kamu masih mau berteman sama dia?" ucap Nuril.
"Aku gak ada belain siapa-siapa disini, aku juga gak suka sama Fatimeh setelah tahu dia bekerja di tempat seperti ini. Tapi, aku lebih gak suka sama kak Nuril karena kamu malah manfaatin pekerjaan Fatimeh itu!" geram Cat.
Cat yang emosi, bangkit dari duduknya dan mengambil tasnya bersiap untuk pergi.
"Cat, tunggu Cat!" Fatimeh berusaha menahan sahabatnya itu agar tidak pergi.
"Kenapa lagi Fatimeh? Aku udah terlanjur kecewa sama kamu, aku pikir kamu orang baik-baik loh, tapi ternyata malah kayak gini!" geram Cat.
"Sebentar dulu Cat, aku bisa jelasin ke kamu!" ucap Fatimeh sembari memegang tangan Cat.
Cat langsung menepis pergelangan tangan Fatimeh dari lengannya, ia tak mau menatap wajah gadis itu dan terus membuang muka.
"Ayolah Cat, dengerin aku dulu ya!" pinta Fatimeh.
"Aku gak mau lagi bicara sama kamu! Jadi udah ya, sekarang kamu jangan pernah lagi panggil atau temuin aku!" ucap Cat dengan tegas.
Cat yang emosi pun pergi keluar dari tempat itu, meninggalkan Fatimeh dan juga Nuril.
"Cat, kamu jangan pergi Cat! Tunggu!" teriak Fatimeh berusaha menahan kepergian Cat.
Namun, lengannya justru dicengkram dari belakang oleh Nuril.
"Kamu gausah kejar dia! Biarin aja dia pergi! Untuk saat ini Cat cuma butuh waktu buat sendiri, kamu sabar aja dulu ya!" ucap Nuril.
__ADS_1
"Ini semua tuh gara-gara kamu tau kak! Ngapain coba kamu bawa Cat kesini? Sengaja ya pengen bikin persahabatan aku sama Cat rusak?" geram Fatimeh.
"Aku gak ada maksud gitu, aku cuma mau ungkap semuanya aja biar gak ada salah paham lagi diantara kalian." ucap Nuril.
"Apa sih kak? Perasaan semuanya baik-baik aja dan gak ada yang bikin masalah sebelumnya antara aku sama Cat! Eh tiba-tiba kak Nuril datang kesini bawa Cat dan jelasin semuanya ke dia, itu kamu sengaja kan pengen rusak hubungan aku sama Cat?!" ucap Fatimeh emosi.
Nuril menunduk terdiam, Fatimeh langsung menepis tangan Nuril dan pergi dari sana.
"Hey Imeh! Jangan pergi!" teriak Nuril.
Nuril pun ikut mengejar Fatimeh keluar dari club itu sambil terus berteriak berusaha menahan Fatimeh untuk tetap disana.
•
•
Alana dan para wanita malam disana melihat Fatimeh berlari keluar dari club tersebut bersama Nuril.
Mereka kompak terkejut sekaligus bingung mengapa Fatimeh pergi begitu, apalagi sebelumnya Fatimeh sempat bersitegang disana.
"Kak Mae, itu Imeh sama teman-temannya kenapa pada lari-larian gitu ya?" tanya Mira.
"Mana aku tahu Mira, kan daritadi aku disini sama kalian. Mungkin aja mereka lagi ada masalah, tapi kita gak perlu tahu masalah mereka, itu bukan urusan kita." jawab Maesaroh.
"Kalau you penasaran, mending you kejar aja sana si Imeh!" usul Alana.
"Oh iya, yaudah aku—"
"Eh jangan! Nanti kalau kamu keluar, terus ketahuan mas Dans pasti bakal dimarahin!" potong Maesaroh mencegah Mira yang hendak pergi.
"Iya juga sih, tapi aku penasaran tau sama Imeh. Aku mau tahu dia ada masalah apa," ucap Mira.
"Kan aku udah bilang tadi, kita gausah ikut campur masalah si Imeh! Kamu nurut aja sama aku, daripada kamu dimarahin sama mas Dans!" ucap Maesaroh.
"Iya deh iya, aku tetap disini. Tapi, gak ada pelanggan yang mau sewa aku tau. Bikin bosen!" keluh Mira.
"Sabar aja!" ucap Maesaroh.
Mira hanya bisa pasrah menunggu disana sambil menopang dagunya.
•
•
__ADS_1
Aldy dan teman-temannya tengah konvoi keliling kota di malam hari ini.
Tanpa sengaja, Aldy melihat Fatimeh berdiri di atas jembatan jalan raya sendirian.
Aldy pun menghentikan motornya, membuat kedua temannya merasa heran.
"Eh Dy, lu ngapa berhenti dah?" tanya Gerard.
"Bentar dulu, gue ada urusan sebentar. Kalian cabut aja duluan sana! Nanti gue nyusul setelah urusan gue selesai," jawab Aldy.
"Urusan apa sih? Lu mau ngapain berhenti di jembatan kayak gini? Pengen bunuh diri lu?" tanya Endo penasaran.
"Gila lu! Ya kagak lah! Gue tuh pengen temuin cewek yang di seberang sana tuh, gue cemas sama dia. Kayaknya dia lagi sedih banget, gue gak mau dia loncat ke sungai." jawab Aldy.
"Hah? Ohh, cewek yang lagi ngeliat ke bawah sungai itu? Emang lu kenal sama dia bro?" tanya Gerard.
"Kenal lah, dia itu Fatimeh alias cewek yang baru dibeli sama bokap gue, yang waktu itu pakaiannya kalian cium-cium loh." jawab Aldy.
"Hah? Ohh, jadi itu ceweknya yang lu maksud? Waw mantap juga bodynya ya! Dilihat dari belakang aja semok begitu, apalagi dari depan. Pasti makin mantap deh!" ujar Gerard.
"Ya iyalah, kan gue udah bilang." ucap Aldy.
"Kalo gitu kita berdua ikut ya? Kita pengen kenalan sama cewek itu sekalian, boleh ya?" ucap Endo.
"Ah kagak kagak, jangan! Biar gue aja yang kesana, ini urusan penting!" ucap Aldy.
"Yah elah pelit amat lu!" cibir Gerard.
"Bodo! Udah sana pergi lu pada!" ujar Aldy.
"Iye iye.." ucap Gerard dan Endo pasrah.
Setelahnya, Gerard dan Endo pun pergi. Sedangkan Aldy langsung berbalik arah untuk menghampiri Fatimeh disana.
Fatimeh masih terus menatap ke bawah sungai yang mengalir deras itu, Fatimeh amat bingung saat ini karena ia tak memiliki siapapun lagi.
"Hiks hiks, kenapa ini harus terjadi sama aku? Setelah paman dan bibik, sekarang aku juga kehilangan sahabat yang paling aku sayangi gara-gara pekerjaan ini." ucap Fatimeh.
"Imeh!!" wanita itu terkejut dan reflek menoleh ke belakang.
"Kak Aldy??" ucapnya dengan mata terbuka lebar.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...