Fatimeh

Fatimeh
{Fatimeh} Episode 34. Karma


__ADS_3

"Hah??" Aldy terkejut dan melirik ke arah tas milik Fatimeh yang sudah dia siapkan sebelumnya.


"Ka-kamu kapan beresin barang-barang itu? Kok udah siap aja?" tanya Aldy keheranan.


"Iya mas, ini semua aku siapin dari tadi sore. Aku emang udah punya rencana buat pergi dari tempat ini, aku mau berhenti bekerja sebagai wanita malam mas. Aku sadar ini salah, makanya aku gak mau terusin ini." jawab Fatimeh.


"Berarti kamu bakal pergi jauh dari aku?" tanya Aldy dengan mata berkaca-kaca.


"Gak jauh juga kok, paling aku cuma tinggal di dekat-dekat sini. Intinya aku gak bakal kerja lagi jadi wanita malam, karena aku mau berubah jadi wanita baik-baik lagi." jawab Fatimeh.


"Baiklah, aku dukung kamu! Aku juga bakal selalu ada di dekat kamu Imeh, kamu bilang aja apa yang kamu minta sama aku!" ucap Aldy.


"Terimakasih mas!" ucap Fatimeh tersenyum.


Disaat Aldy hendak memeluk Fatimeh, tiba-tiba suara seorang pria muncul memanggil wanita itu.


"Fatimeh!"


Wanita itu terkejut bukan main, ia melihat ke asal suara dan menemukan sosok pria yang tak asing di wajahnya.


"Alana?" ucapnya lirih.


Fatimeh benar-benar kaget melihat penampilan Alana saat ini.


Tak hanya Fatimeh, bahkan Aldy juga sempat terperangah melihat kehadiran Alana disana.


"Sssttt! Bukan Alana, tapi Alan. Lu harus panggil gue Alan!" ucap Alana yang kini sudah berpenampilan seperti lelaki.


"Waw it's amazing! Gue gak nyangka lu bisa ubah penampilan lu jadi kayak gini, cocok banget sih ini sama lu bro!" ujar Aldy.


"Iya, kamu lebih kelihatan berkharisma kalau kayak gini! Ya walau masih agak-agak kelihatan kemayu nya sih," ucap Fatimeh.


"Wajarlah Meh, Alan kan masih dalam fase perubahan. Kita dukung aja dia supaya bisa jadi laki-laki sejati!" ucap Aldy.


"Iya mas, kamu benar!" ucap Fatimeh.


"Terimakasih ya buat dukungannya! Gue juga berharap banget supaya gue bisa berubah dan gak kayak dulu lagi, doain terus ya!" ucap Alan.


"Siap bro! Berarti sekarang gue gak perlu panggil lu sis Alana lagi kan?" sarkas Aldy.


"Ahaha, iya lah mas eh maksudnya bro Aldy, sekarang gue cuma mau dipanggil bro Alan bukan sis Alana lagi!" ucap Alan.


"Mantap! Eh tapi, apa nih yang bikin lu jadi berubah kayak gini? Bukannya katanya lu betah jadi cewek?" tanya Aldy penasaran.


"Ada seseorang, dia udah berhasil nyadarin gue dan bikin gue kayak gini." jawab Alan.


"Hah? Siapa orangnya??" tanya Aldy.


"Itu yang berdiri di samping lu," jawab Alan sambil menunjuk ke arah Fatimeh menggunakan kode matanya.


Aldy langsung terkejut dan spontan menoleh ke arah Fatimeh, ia tak menyangka jika wanita itu berhasil membuat Alana taubat dan kini berubah menjadi Alan.


"Serius Meh? Kamu yang udah bikin Alana jadi kayak gini?" tanya Aldy pada wanita itu.


"Aku cuma kasih tau ke Alan kalau dia lebih pantas jadi seperti ini, daripada yang kemarin. Ya syukur deh kalau Alan mau terima saran aku!" jawab Fatimeh.


"Pasti gue terima dong, karena saran lu itu top banget Imeh! Makasih ya udah nyadarin gue!" ucap Alan sambil tersenyum.


"Sama-sama, Alan." ucap Fatimeh.


"Yaudah, sekarang kita semua cabut dari sini sebelum polisi datang!" ucap Aldy.


"Polisi? Emang ada apaan?" tanya Alan heran.


"Nanti gue ceritain di jalan, ayo kita pergi sekarang!" ucap Aldy.


"Oke oke!"


Ketiganya pun pergi melalui pintu samping untuk menghindari cegatan dari polisi di depan sana, sedangkan yang lain tampak masih berkutat disana.



__ADS_1


Mereka sudah menjauh dari club itu, Aldy pun menghentikan langkahnya setelah dirasa aman dan tidak ada yang mengikuti mereka.


Fatimeh serta Alan sama-sama mengambil nafas karena lelah sehabis berlari, namun tanpa sadar kedua tangan mereka saling bersentuhan.


"Eh, ngapain lu pegang-pegang gue?!" ujar Alan.


"Maaf maaf!" Fatimeh langsung menarik tangannya dan menyeka keringatnya.


"Mas Al, kita udah aman apa belum ya? Aku capek banget nih, gak kuat kalau disuruh lari lagi!" tanya Fatimeh pada Aldy.


"Sebentar dulu Imeh! Aku harus pastiin kalau kondisinya benar-benar aman!" ucap Aldy.


Fatimeh mengangguk, kemudian Aldy bergerak mundur untuk memastikan kondisi di sekitar sana apakah aman atau tidak.


"Kayaknya aman," ucap Aldy.


"Hey berhenti!!" suara teriakan itu membuat mereka bertiga kompak terkejut.


"Kalian sudah dikepung, kalian tidak bisa kemana-mana lagi!" sambung si polisi.


Aldy, Alan serta Fatimeh sama-sama ketakutan.


"Gimana ini mas? Aku gak mau masuk penjara, aku masih pengen sekolah dan raih mimpi aku." ucap Fatimeh panik.


"Tenang Imeh! Kamu aman kok!" ucap Aldy.


"Hah??" Fatimeh terkejut.


Lalu, Aldy melangkah maju mendekat ke arah polisi di depannya.


"Jangan bergerak!" bentak si polisi.


"Sabar pak! Saya maju justru mau menyerahkan diri saya, silahkan bapak semua bisa tangkap dan bawa saya ke kantor! Tapi, tolong lepaskan mereka berdua pak! Mereka itu gak salah dan gak tahu apa-apa, saya anak pak Ajun jadi saya yang harus bertanggung jawab!" ucap Aldy.


Polisi itu saling menatap satu sama lain untuk mengambil keputusan.


"Baiklah, mari ikut kami ke kantor!" ucap polisi itu.


Aldy pasrah saja ketika dua tangannya diborgol oleh polisi itu, ia menyempatkan diri menoleh ke arah Fatimeh disana.


"Enggak Meh, aku emang pantas dapetin ini. Sekarang kamu pergi dari sini, selamatkan diri kamu Imeh! Aku gak mau kamu kenapa-napa!" ucap Aldy.


"Tapi mas—"


"Cepat pergi Imeh! Alan, gue titip Fatimeh sama lu ya! Tolong bawa dia pergi dari sini sekarang, jagain dia selalu!" potong Aldy.


"Siap bro!" ucap Alan menurut.


"Ayo Meh, kita harus pergi dari sini!" lanjutnya sembari memaksa Fatimeh untuk pergi.


"Mas, terimakasih ya! Kamu selalu baik sama aku, aku sayang kamu!" ucap Fatimeh pada Aldy.


Deg!


Sontak Aldy terkejut mendengar itu, namun setelahnya Fatimeh pergi begitu saja bersama Alan meninggalkan dirinya disana.


"Aku juga sayang kamu Imeh, sangat sayang!"




2 bulan kemudian...


"Heh Imeh!" Fatimeh terkejut saat Alan muncul dan menepuk pundaknya dari belakang.


"Ah iya, kenapa?" tanya Fatimeh.


"Lu belajar mulu perasaan, udah kali sekarang waktunya istirahat! Lihat noh jam udah malam, lanjut besok lagi belajarnya!" ujar Alan.


"I-i-iya Alan, aku juga mau tidur kok." ucap Fatimeh.


"Lu kenapa? Masih kepikiran ya sama si Aldy?" tanya Alan.

__ADS_1


"Ya gitu deh, kamu kan tau sendiri kalau mas Aldy udah banyak bantu aku. Sekarang dia masuk penjara gara-gara aku, rasanya aku gak enak banget sama dia!" jawab Fatimeh.


"Sabar aja ya! Gue yakin semua itu dilakuin sama Aldy karena dia sayang sama lu!" ucap Alan.


"Hah??" ucap Fatimeh terkejut.


"Iya Meh, udah lu tidur sana! Gue mau tidur duluan ya ke kamar? Good night!" ucap Alan seraya mengusap puncak kepala Fatimeh.


Fatimeh mengangguk pelan, sedangkan Alan berlalu pergi dan masuk ke kamarnya.


"Apa iya mas Aldy juga sayang sama aku? Dia kira-kira sekarang lagi apa ya? Aku jadi kangen sama dia!" batin Fatimeh.


Wanita itu menutup bukunya sambil menguap, bersiap masuk ke kamar untuk beristirahat.


Namun, suara bel berbunyi membuatnya merasa heran sekaligus penasaran.


Ting nong ting nong...


"Siapa ya yang datang malam-malam begini?" gumamnya.


Fatimeh pun melangkah ke dekat pintu untuk memeriksa siapa yang datang.


Ceklek...


"Hai Fatimeh!" wanita itu amat terkejut saat membuka pintu, karena sudah ramai sekali teman-teman wanita malam yang datang kesana bersama Cat serta Nuril.


"Hey! Kalian datang kesini kenapa gak ngabarin aku dulu sih? Bikin kaget aja deh!" ujar Fatimeh.


"Iya dong Meh, kita kan mau kasih kejutan buat kamu!" jawab Maesaroh.


"Iya tuh, selain itu juga ada seseorang loh yang mau ketemu sama kamu." ucap Cat.


"Hah? Siapa??" tanya Fatimeh penasaran.


"Ehem ehem.." deheman itu terdengar tak asing di telinga Fatimeh.


Benar saja, Fatimeh melihat sosok Aldy berdiri menatap ke arahnya sambil tersenyum.


"Mas Aldy?" ucap Fatimeh terkejut.


"Hai! Good night Fatimeh!" sapa Aldy.


Fatimeh sangat bahagia melihatnya, ia langsung menghampiri Aldy dan memeluk tubuh pria itu di hadapan teman-temannya.


"Aku senang banget bisa ketemu mas Aldy lagi!" ucap Fatimeh.


"Begitupun aku," balas Aldy.


"Cie cie..." goda seluruh sahabatnya disana.


Tanpa sadar, Alan mengintip dari dalam rumah dan menyaksikan momen Fatimeh berpelukan bersama Aldy di depan sana.


"Gue seneng lihat lu bahagia Meh, walau bukan sama gue." batinnya.




Disisi lain, Gani tengah merenung di dalam sel meratapi nasibnya. Tampak sekujur tubuhnya dipenuhi luka akibat pukulan yang ia terima selama disana.


Ya Gani selalu mendapat pukulan dan juga pelecehan di penjara itu, karena memang para narapidana disana amat membenci apa yang dilakukan oleh Gani.


"Heh pemerkosa ponakan! Sini lu!" tegur seseorang napi di dekatnya.


"Apa?" tanya Gani lemas.


"Gausah sok lemah lu! Lu harus tanggung hukuman selama ku disini, karena gue paling benci sama yang namanya pemerkosaan!" ujarnya.


"Lu mau ngapain lagi?" tanya Gani.


Orang-orang itu bangkit dan mendekat ke arah Gani, membuat Gani amat ketakutan.


"Mampus gue! Gue bener-bener nyesel udah lakuin ini semua, maafin paman Fatimeh! Maafin paman!" batin Gani.

__ADS_1


...~Selesai~...


__ADS_2