Fatimeh

Fatimeh
{Fatimeh} Episode 32. Kepergok


__ADS_3

Sontak Rimar semakin merasa penasaran dengan apa yang hendak dikatakan oleh Cat serta Nuril padanya saat ini.


"Informasi apa ya yang penting banget mengenai Fatimeh?" tanya Rimar.


"Eee begini tante, selain Fatimeh masalah ini juga menyangkut om Gani." jawab Nuril.


"Maksudnya apa? Kok jadi saya dibawa-bawa juga? Kalian langsung aja lah bicara dan jangan bertele-tele!" ujar Gani panik.


"Oh gitu ya om? Oke deh, kayaknya om gak sabar banget pengen kita bicara. Langsung aja deh saya kasih tahu ke om sama tante," ujar Nuril.


"Emang ada apa sih ini nak Nuril? Tante benar-benar gak ngerti deh," tanya Rimar.


"Penyebab utama Fatimeh pergi dari rumah ini, itu bukan karena dia mau tinggal mandiri. Tapi, ada suatu alasan lain yang membuat Fatimeh gak bisa tinggal lagi disini tante." jawab Nuril.


"Hah? Alasan apa?" tanya Rimar penasaran.


Jantung Gani semakin berdetak kencang, pikirannya tidak bisa diajak berkompromi karena suasananya yang sedang panik.


"Om Gani adalah penyebabnya, bertahun-tahun om Gani selalu berbuat yang tidak-tidak dengan Fatimeh, sampai dia juga merenggut kesucian Fatimeh secara paksa." jelas Nuril.


"Ya tante, paman Gani ini tidak sebaik yang tante kira, karena dia itu orang jahat!" sahut Cat.


Sorot mata tajam langsung mengarah ke Gani, pria itu lagi dan lagi makin dibuat tak berkutik dengan ucapan kedua orang itu.


"Apa??" Rimar terkejut bukan main.


Lalu, Rimar menoleh ke arah suaminya dan menatap dengan tidak percaya.


"Benar begitu mas?" tanya Rimar pada suaminya.


"Enggak sayang, itu gak benar. Kamu jangan kemakan omongan mereka! Mana mungkin aku ngelakuin itu semua sama Fatimeh? Dia itu keponakan aku loh," elak Gani.


"Om, mau ngelak sampai kapanpun juga om bakal ketahuan kok. Jadi, sebaiknya om ngaku aja daripada hukumannya lebih berat!" ujar Nuril.


"Diam kamu bocah ingusan! Kamu benar-benar bikin saya emosi!" ucap Gani kesal dan langsung berdiri menunjuk Nuril.


"Mas, kamu apa-apaan sih? Kenapa kamu sampe semarah itu sama mereka? Kalau emang kamu gak ngelakuin itu, harusnya kamu gausah emosi dong mas!" ucap Rimar.


Gani terdiam dan tak bisa menjawab perkataan istrinya barusan.


"Aku jadi makin curiga sama kamu mas, benar kan apa yang dibilang mereka tadi tentang kamu? Kamu udah lecehin Fatimeh?" tanya Rimar.


"Bicara apa sih kamu? Sekarang gini deh, kamu lebih percaya aku atau mereka yang gak jelas ini? Aku suami kamu loh, aku selalu jujur sama kamu!" jawab Gani mengelak.


"Kalau emang kamu jujur, harusnya kamu gak perlu sepanik itu dong mas! Lagipun, kepergian Fatimeh dari rumah ini juga mencurigakan. Masa iya tiba-tiba dia pergi gitu aja?" ucap Rimar.


"Ya aku mana tahu sayang? Itu kan udah kemauan dia, jadi kamu gak bisa salahin aku dengan kepergian Fatimeh!" ucap Gani.


"Kamu jangan ngelak terus mas! Kamu jujur sama aku sekarang, benar kan kamu ngelakuin itu semua sama Fatimeh?!" ucap Rimar emosi.

__ADS_1


Gani terdiam kebingungan.


"Ayo mas ngaku aja sama aku! Jelasin semuanya sejujur-jujurnya!" pinta Rimar.


"Aku benar-benar kecewa sama kamu Rimar! Kamu bisa-bisanya tuduh aku lakuin itu semua sama Fatimeh? Aku gak terima dituduh begini, aku mau pergi aja dari sini!" ucap Gani.


Gani hendak melangkah keluar dari rumah itu, tetapi Nuril menahannya.


"Tunggu paman!" ucap Nuril bangkit dari duduknya.


"Apa lagi? Kamu mau tuduh saya apa lagi, ha? Belum puas kamu udah bikin saya dan istri saya bertengkar?" ujar Gani.


"Iya om, ini semua belum selesai. Jadi, om tetap disini aja dan jangan kemana-mana! Saya sama Cat masih punya satu hal lagi yang ingin diberitahu ke om dan tante," ucap Nuril.


Sontak Gani terkejut mendengarnya, ia benar-benar cemas kalau kebohongannya akan terbongkar kali ini.




Disisi lain, bos Ajun bersama beberapa pengawalnya mendatangi sebuah tempat yang sepi dan gelap.


Tak lama seseorang datang menemui bos Ajun disana sambil celingak-celinguk ke sekeliling untuk memastikan bahwa situasi disana aman.


"Mana barangnya?" tanya bos Ajun.


"Terimakasih! Serahkan uangnya!" ucap Ajun.


"Baik bos!" anak buah bos Ajun itu langsung memberikan sejumlah uang pada si pria.


"Makasih bos! Oh ya, kenapa pesanan kali ini lebih sedikit dibanding kemarin bos? Biasanya bos kalau minta barang gak pernah tanggung-tanggung kayak gini," tanya pria itu.


"Saya lagi ada masalah keuangan, tempat saya tutup sementara sejak ada kejadian pembunuhan yang menimpa anak buah saya." jawab bos Ajun.


"Waduh! Kalau begitu saya turut berduka ya bos, semoga usaha bos tidak tutup selamanya dan bos tetap jadi pelanggan setia kami!" ucap si pria.


"Ya, tenang saja!" ucap bos Ajun.


"Baik bos! Yasudah, saya permisi dulu ya? Kalau lama-lama disini nanti keburu ketahuan orang," ucap si pria.


"Silahkan! Saya juga mau pergi," ucap bos Ajun.


Namun, tiba-tiba sebuah sinar senter menyorot ke arah mereka dan membuat semuanya terkejut.


"Hah??"


"Jangan bergerak! Anda sudah terkepung, rendahkan posisi dan jangan melawan!" teriak seorang polisi dari atas gedung.


Bos Ajun amat terkejut dan khawatir, ia melihat ke sekeliling dan sudah terdapat banyak sekali pasukan polisi mengepungnya.

__ADS_1


"Sial!" ia mengumpat pelan, kemudian perlahan merendahkan posisinya dengan posisi tangan di atas.


Lalu, polisi-polisi itu bergerak maju dan mendekati bos Ajun.


Mereka memborgol tangan bos Ajun serta seluruh orang yang bersamanya.


Tak lupa polisi itu juga menyita barang yang baru saja dibeli oleh bos Ajun tadi.


"Ayo ikut kami ke kantor!" ucap polisi itu.


Bos Ajun dan yang lainnya pun dibawa oleh polisi-polisi itu secara paksa.




Aldy mendatangi club milik ayahnya itu dengan wajah panik.


Ia langsung masuk begitu saja ke dalam untuk menemui orang-orang disana.


"Hey kalian! Cepat kumpul!" teriak Aldy.


Tentu saja semua orang di tempat itu langsung melangkah ke dekat Aldy dan berbaris menghadap ke arah pria itu.


"Ada apa mas? Kenapa kamu kelihatan panik begitu?" tanya Fatimeh.


"Ayah Ajun tertangkap, sekarang dia sudah ada di penjara bersama orang-orangnya. Polisi juga sudah mengetahui bahwa selama ini ayah terlibat dalam penyebaran narkotika, dan itu akan berakibat fatal pada ayah." jawab Aldy.


"Apa? Lalu, apa yang harus kita lakukan saat ini mas Al?" tanya Maesaroh ikut cemas.


"Kita semua kosongkan tempat ini! Aku yakin gak lama lagi para polisi pasti akan datang kesini, mereka bisa tangkap kita semua karena sudah bekerja dengan ayah Ajun." jelas Aldy.


"Waduh! Aku gak mau ditangkap polisi, aku masih pengen hidup bebas!" ujar Mira.


"Yaudah, makanya sekarang kalian cepat beberes dan kita langsung pergi dari sini! Aku sudah siapkan mobil untuk kita semua," ucap Aldy.


"Siap mas!" ucap mereka serentak.


Semuanya langsung panik dan berlarian menuju kamar masing-masing untuk membereskan barang-barang mereka.


Sementara Fatimeh kini menghampiri Aldy yang tengah mengusap wajahnya dan terlihat sedih, Fatimeh berniat menenangkan pria itu.


"Mas Aldy, kamu yang sabar ya!" ucap Fatimeh seraya mengusap lengan Aldy.


Aldy mengangguk pelan dan merangkul Fatimeh secara tiba-tiba.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2