Fatimeh

Fatimeh
{Fatimeh} Episode 30. Harus ditemukan


__ADS_3

"Bisa aja kan mas, Imeh ngerasa gak nyaman tinggal disini gara-gara ulah kamu." ucap Rimar.


Gani mulai panik karena terus-terusan dicecar oleh Rimar, namun ia masih berusaha tetap tenang agar tak membuat Rimar makin curiga.


"Kamu jangan mikir gitu lah! Aku ini suami kamu loh, masa iya aku tega lakuin itu sama keponakan kamu sendiri? Imeh juga udah aku anggap sebagai anak aku sendiri loh," ucap Gani.


"Ya baguslah kalau emang begitu, tapi kan gak ada yang tahu sama apa yang udah kamu lakuin ke Imeh sewaktu aku pergi." kata Rimar.


"Astaga sayang! Udah ya cukup, jangan bahas itu lagi! Aku gak suka kamu tuduh aku kayak gitu, paham?!" ujar Gani.


"Iya iya.." ucap Rimar menurut.


Gani pun memalingkan wajahnya, ia mengerutkan keningnya dan merasa khawatir jikalau Rimar masih terus menaruh curiga padanya.


"Aduh! Gimana ini ya? Kalau Rimar tahu, dia pasti bakal marah besar sama aku!" batin Gani.


Disaat ia tengah berpikir keras, tiba-tiba saja sebuah ketukan pintu terdengar dari arah depan.


TOK TOK TOK...


"Permisi, selamat sore!" suara itu membuat Gani dan Rimar terkejut.


"Mas, kamu buka gih pintunya!" pinta Rimar.


"Iya iya," Gani menurut dan bangkit dari duduknya lalu menuju ke pintu.


Ceklek...


"Ya cari siapa?" tanya Gani pada dua orang siswa SMA yang ada di depan rumahnya.


"Halo paman! Ini aku Cat, temannya Imeh. Dan ini juga sahabat aku, namanya kak Nuril." ucap seorang wanita yang ternyata adalah Cat.


"Selamat sore paman Gani!" sapa Nuril sambil tersenyum lebar.


"Hah? Mau apa teman-temannya Fatimeh ini datang kesini? Kok saya tiba-tiba jadi panik kayak gini ya?" batin Gani.


Cat dan Nuril tersenyum saja dan saling pandang, mereka seperti bisa menebak jika Gani sedang terkejut saat ini.


"Paman, kenapa paman diam aja? Paman gak suka ya lihat kita berdua kesini?" tanya Cat.


"Hah? Eee enggak lah, gak gitu. Saya cuma kaget aja lihat kalian berdua datang kesini, karena kalian kan tahu sendiri kalau Fatimeh sudah enggak ada di rumah ini." ucap Gani mengelak.


"Gapapa paman, kita berdua emang bukan mau cari Fatimeh kok." ucap Nuril.


"Oh ya? Terus, kalian cari siapa disini?" tanya Gani.


"Eee kita mau ketemu sama paman dan bicara sebentar di dalam, apa boleh paman?" jelas Nuril.

__ADS_1


"Bicara? Bicara apa ya?" tanya Gani penasaran.


"Gimana kalau kita bicaranya di dalam saja paman? Gak enak dong kita bicara disini, nanti kedengaran sama orang lain." usul Nuril.


"Iya tuh, lagian biasanya kan tamu itu selalu diajak masuk ke dalam paman." sahut Cat.


"Baiklah, ya ya kalian berdua boleh masuk!" ucap Gani agak gugup dan bingung.


"Terimakasih paman Gani!" ucap Cat tersenyum lebar.


Disaat mereka semua hendak masuk, tiba-tiba saja Rimar muncul keluar menghampiri ketiganya karena penasaran.


"Mas, siapa yang datang?" tanya Rimar.


"Eh kamu sayang, ini loh teman-temannya Imeh pada datang kesini." jawab Gani.


"Oalah, kamu Catlin kan?" ujar Rimar menunjuk ke arah Cat.


"Iya tante, selamat sore!" jawab Cat sambil mencium tangan Rimar, diikuti pula oleh Nuril.


"Ada apa ini kalian kesini?" tanya Rimar.


"Eee ada yang mau kita bicarain tante," jawab Cat.


"Soal apa?" tanya Rimar penasaran.


"Yasudah, kalian masuk yuk kita bicara di dalam!" pinta Rimar melebarkan pintu.


"Terimakasih tante!" ucap Cat tersenyum tipis.


Cat dan Nuril pun masuk ke dalam rumah itu bersama Rimar serta Gani.


Tampak Gani terus cemas memikirkan apa yang akan dibicarakan oleh Cat padanya.




Disisi lain, Aldy dan Fatimeh mendatangi lokasi terakhir kali Tina berada.


Mereka berdua terus menatap ke arah rumah besar yang sudah tak berpenghuni itu dari jauh.


Aldy masih tak percaya dengan apa yang terjadi kepada Tina, ia merasa kalau ini semua hanya mimpi dan Tina tidak benar-benar meninggal.


"Mas, rumahnya kok sepi ya?" ujar Fatimeh.


"Sepertinya orang itu emang gak tinggal disini, dia cuma sewa atau apalah aku juga bingung. Mungkin sekarang si pembunuh itu udah cari tempat lain, bisa jadi juga dia lagi merencanakan pembunuhan lainnya." ucap Aldy menerka-nerka.

__ADS_1


"Serem banget ya mas? Ngeliat kondisi tubuh Tina tadi aja bikin aku merinding, aku gak bisa bayangin gimana sakitnya Tina saat itu. Aku gak nyangka bekerja sebagai wanita penghibur itu punya resiko sebesar ini," ucap Fatimeh.


"Kamu gak perlu takut! Kejadian ini gak akan terulang lagi kok, cukup Tina yang jadi korbannya, jangan ada orang lain! Aku janji sama kamu, aku bakal temukan pelakunya!" ucap Aldy.


"Tapi mas, gimana caranya kamu bisa temuin orang itu? Sedangkan katanya, pelakunya itu nomaden alias tinggalnya gak menetap dan pindah-pindah. Identitas dia juga berubah-ubah," ucap Fatimeh.


"Apapun caranya, aku pasti akan terus berusaha untuk temuin orang itu!" jawab Aldy.


"Terus, sekarang kita mau kemana mas?" tanya Fatimeh.


"Aku antar lagi kamu ke club," jawab Aldy.


Fatimeh mengangguk pelan, lalu Aldy pun mulai menyalakan mesin motornya dan menarik dua tangan Fatimeh untuk memeluknya.


"Pegangan biar gak jatuh!" pinta Aldy.


"Iya mas," ucap Fatimeh menurut saja.


Singkat cerita, Fatimeh telah sampai di club dan langsung masuk ke dalam sana.


Sementara Aldy juga sudah pergi lagi karena dia masih ingin mencari tahu pelaku pembunuhan itu.


Fatimeh merasa heran melihat semua rekan kerjanya tengah berkumpul bersama Dans disana.


Fatimeh pun menghampiri mereka dengan wajah penasarannya.


"Eee ini ada apa ya? Kok kalian ngumpul disini? Ada pemberitahuan?" tanya Fatimeh heran.


"Kebetulan kamu sudah kembali, saya cuma mau kasih tahu ke kalian semua kalau club ini tidak akan beroperasi selama tiga hari ke depan. Dikarenakan suasana duka yang masih menyelimuti kita, bos Ajun sendiri yang minta saya kasih info ini ke kalian." jelas Dans.


"Mas, berarti tiga hari ini kita gak kerja dong? Terus pemasukan kita darimana, mas?" tanya Mira.


"Kamu ini ya, suasana lagi berkabung kayak gini masih aja mikirin uang!" ujar Dans.


"Maaf mas! Saya kan cuma nanya, masalahnya kita juga butuh makan tiap hari kali mas." ucap Mira.


"Ya ya, saya ngerti. Kalian semua tetap bisa kerja kok, tapi ya di luar bukan disini." ucap Dans.


"Kerja apa mas di luar?" tanya Mira heran.


"Ya apa aja kek, kan banyak tuh yang bisa kalian lakuin di luar sana. Yaudah, itu aja yang mau saya sampaikan. Saya permisi dulu, sampai ketemu tiga hari lagi!" ucap Dans.


"Iya mas, hati-hati ya!" ucap Fatimeh.


Dans pun melangkah keluar dari tempat itu dan pulang ke rumahnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2