Fatimeh

Fatimeh
{Fatimeh} Episode 27. Tina hilang?


__ADS_3

"Meh, ayo jawab aku! Apa benar kamu bekerja disini sebagai wanita malam?" ucap Cat.


"Udahlah Imeh, kamu gausah takut gitu buat jelasin semuanya ke Cat! Kamu ngaku aja kalau emang kamu itu wanita malam!" sahut Nuril.


"Iya Cat, semua yang dibilang kak Nuril itu emang benar. Aku bekerja disini udah lumayan lama, aku juga udah melayani banyak pria disini, termasuk kak Nuril waktu itu." jawab Fatimeh.


"Hah? Kak Nuril??" Cat terkejut mendengar pengakuan Fatimeh.


"Imeh kenapa sih pake bawa-bawa aku segala? Sialan banget!" batin Nuril.


Cat kini menatap wajah Nuril penuh pertanyaan.


"Kenapa kak Nuril tega kayak gitu sama Fatimeh?" tanya Cat pada Nuril.


"Apa sih? Fatimeh itu kan wanita malam, jadi wajar aja dong kalau aku sewa dia. Lagian aku juga bayar dia kok, bukan gratis." jawab Nuril membela diri.


"Ya tapi tetap aja kak, harusnya kak Nuril gak kayak gitu dong sama Fatimeh! Sebagai sahabat, kak Nuril justru seharusnya kasih nasehat dong ke Imeh, bukan malah sewa Imeh dan dukung dia buat jadi wanita malam dong!" tegur Cat.


"Hey, ayolah Cat! Kenapa kamu malah jadi belain teman kamu ini? Udah jelas-jelas dia yang salah disini, karena dia itu terjun ke dunia malam. Apa kamu masih mau berteman sama dia?" ucap Nuril.


"Aku gak ada belain siapa-siapa disini, aku juga gak suka sama Fatimeh setelah tahu dia bekerja di tempat seperti ini. Tapi, aku lebih gak suka sama kak Nuril karena kamu malah manfaatin pekerjaan Fatimeh itu!" geram Cat.


Cat yang emosi, bangkit dari duduknya dan mengambil tasnya bersiap untuk pergi.


"Cat, tunggu Cat!" Fatimeh berusaha menahan sahabatnya itu agar tidak pergi.


"Kenapa lagi Fatimeh? Aku udah terlanjur kecewa sama kamu, aku pikir kamu orang baik-baik loh, tapi ternyata malah kayak gini!" geram Cat.


"Sebentar dulu Cat, aku bisa jelasin ke kamu!" ucap Fatimeh sembari memegang tangan Cat.


Cat langsung menepis pergelangan tangan Fatimeh dari lengannya, ia tak mau menatap wajah gadis itu dan terus membuang muka.


"Ayolah Cat, dengerin aku dulu ya!" pinta Fatimeh.


"Aku gak mau lagi bicara sama kamu! Jadi udah ya, sekarang kamu jangan pernah lagi panggil atau temuin aku!" ucap Cat dengan tegas.


Cat yang emosi pun pergi keluar dari tempat itu, meninggalkan Fatimeh dan juga Nuril.


"Cat, kamu jangan pergi Cat! Tunggu!" teriak Fatimeh berusaha menahan kepergian Cat.


Bayangan-bayangan mengenai kejadian malam itu terus muncul di kepala Fatimeh.


Nampaknya wanita itu belum bisa melupakan apa yang terjadi padanya saat itu.

__ADS_1


Kini Fatimeh masih mengurung diri di kamar sembari berbaring memeluk guling.


Sudah dua hari Fatimeh tidak pergi ke sekolah, ia tak mau jika terus dihujat oleh teman-teman sekolahnya nanti.


"Hiks hiks, kenapa hidup aku jadi makin sengsara begini sih? Aku memang bahagia dengan semua harta yang aku miliki saat ini, tapi apa artinya harta jika aku gak punya siapapun yang bisa aku percaya saat ini?" ucap Fatimeh.


TOK TOK TOK...


Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar kamarnya yang membuat Fatimeh terkejut.


Fatimeh langsung bangkit dan berjalan ke pintu dengan wajah penasaran.


Ceklek...


"Halo sayang!" Fatimeh dikejutkan dengan kehadiran Aldy di depan kamarnya.


Pria itu tampak tersenyum lebar memperlihatkan gigi-giginya kepada Fatimeh.


"Kak Aldy? Ada apa?" tanya Fatimeh bingung.


"Kamu kok belakangan ini gak ke sekolah sih? Kamu lagi sakit atau ada masalah?" ucap Aldy sambil mendekat ke arah Fatimeh.


"Gak ada, aku cuma belum bisa sekolah untuk saat ini. Aku yakin berita mengenai kerjaan aku yang sekarang pasti udah tersebar dimana-mana, aku gak siap buat dikata-katain." ucap Fatimeh.


"Oh soal itu, udah kamu gausah khawatir! Nanti aku bakal bantu kamu deh," ucap Aldy.


"Ya pokoknya ada lah, aku ini anaknya pak Ajun, jadi aku juga bertanggung jawab atas masalah yang dihadapi sama kamu." jawab Aldy.


"Makasih kak!" Fatimeh tersenyum tipis.


Aldy pun mencolek dagu Fatimeh dan sedikit menariknya, "Yaudah, kamu jangan sedih lagi ya! Besok aku ikut kamu ke sekolah, oke?" ucapnya.


"Iya," ucap Fatimeh singkat disertai anggukan kecilnya.


"Aku boleh masuk ke kamar kamu?" tanya Aldy dengan nada sensual.


Fatimeh manggut-manggut pelan memberi persetujuan bagi Aldy untuk masuk ke kamarnya.


Tentu saja Aldy langsung merasa gembira, ia pun langsung merangkul Fatimeh dan masuk ke dalam kamar itu bersama-sama.


Tak lupa Aldy menutup serta mengunci pintu, ia tak mau seseorang mengganggu hubungan mereka di dalam sana.


__ADS_1



Keesokan harinya, Aldy datang ke club pagi-pagi sekali untuk menjemput Fatimeh.


Kehadiran Aldy disana membuat seisi club merasa bingung, karena tak biasanya Aldy datang kesana sepagi ini.


"Morning semua!" sapa Aldy.


Namun, tak ada balasan dari siapapun. Dans serta seluruh wanita malam disana tampak saling berdiskusi sangat serius.


"Yeh gue dikacangin!" ujar Aldy.


Aldy langsung mendekati mereka dan bertanya pada mereka, "Ini ada apa sih? Kok serius banget mukanya pada?"


"Eh mas Aldy, i-ini mas kita lagi cemas mikirin Tina." jawab Mira.


"Hah? Kenapa sama Tina??" tanya Aldy penasaran.


"Eee dari kemarin Tina belum pulang, mas. Ditelpon gak bisa, di sms juga gak dibalas. Kita khawatir terjadi sesuatu sama dia!" jelas Mira.


"Apa??" Aldy kaget bukan main mendengarnya. "Terus, emangnya terakhir kali Tina itu pergi kemana?" tanya Aldy lagi.


"Kemarin itu kita dapet orderan dari seseorang, dia langsung kasih uang bayaran lumayan besar ke saya untuk menyewa Tina. Tapi, sampai sekarang kita gak tahu Tina ada dimana." jelas Dans.


"Gimana sih ini? Bukannya biasanya pelanggan selalu kasih alamatnya ya ke kita? Udah coba dicek belum kesana?" ujar Aldy.


"Sudah mas, saya tadi sudah perintahkan orang untuk datang kesana. Ini kita juga lagi tunggu kabar dari mereka," ucap Dans.


"Yasudah, kalian semua tenang aja dulu! Kita tunggu kabar dari orang-orang itu!" pinta Aldy.


"Iya mas, siap! Eh ya, mas Aldy sendiri ngapain kesini pagi-pagi begini? Gak biasanya mas Aldy datang sepagi ini," ujar Dans.


"Saya mau jemput Fatimeh, dia kan harus sekolah." jawab Aldy.


"Eee kayaknya hari ini aku izin lagi deh, kak. Aku gak bisa sekolah kalau keadaan Tina masih belum diketahui, yang ada aku bisa cemas terus disana." ucap Fatimeh.


"Ohh, tapi kamu udah bilang sama guru kamu kalau hari ini kamu izin?" tanya Aldy.


"Udah kok kak," jawab Fatimeh bohong.


"Yaudah, sekarang kita doain aja semoga Tina gak kenapa-napa ya!" ucap Aldy.


"Iya mas," ucap mereka serentak.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2