Fatimeh

Fatimeh
{Fatimeh} Episode 22. Membawa Cat


__ADS_3

"Ternyata selama ini kak Nuril cuma terobsesi sama tubuh aku, dia gak benar-benar cinta sama aku. Bodoh banget sih aku! Kenapa coba aku mikir kalau dia cinta sama aku? Lagian mana ada sih cowok yang mau sama aku?" ucapnya.


Tak lama kemudian, Alana datang dan duduk di dekatnya sambil membawa segelas minuman di tangannya.


"Ngomong apaan you tadi? Ai gak sempet denger, berisik banget disini soalnya." ujar Alana.


"Ah eee gak ada kok, aku gak ngomong apa-apa. Kamu ngapain duduk disini?" ucap Fatimeh.


"You kenapa sih jutek banget sama ai? Masa ai cuma duduk disini aja gak boleh? Tempat lain udah penuh tau, banyak cowoknya lagi. Nanti kalau ai digodain sama mereka gimana?" ucap Alana.


"Bukannya itu yang kamu mau ya?" tanya Fatimeh.


"Heh sembarangan! Ya bukan lah! Ai itu punya harga diri kali, masa ai biarin tubuh ai disentuh sama cowok-cowok itu?" elak Alana.


"Terus, kenapa kamu milih jadi waria kayak gini?" tanya Fatimeh spontan.


Alana langsung melotot tajam ke arah Fatimeh menandakan ia tidak suka dengan apa yang barusan ditanyakan Fatimeh.


"Masih mending ai lah, daripada you jadi ja*lang!" ucap Alana dengan keras.


Setelah mengatakan itu, Alana menenggak minumannya sampai habis dan masih terus menunjukkan wajah kesal pada Fatimeh.


Fatimeh pun merasa tidak enak pada Alana, ia juga menatap sekitar dan cukup banyak orang yang memandang ke arahnya saat ini.


"Maaf ya Alana! Aku gak bermaksud bikin kamu emosi, tapi aku cuma penasaran aja sama kamu. Soalnya aku belum pernah lihat ada cowok yang dandanannya seperti perempuan, aku minta maaf ya kalau aku nyinggung kamu!" ucap Fatimeh.


"Okelah, untuk kali ini you ai maafin. Tapi, jangan pernah nanya seperti itu lagi sama ai!" ucap Alana.


"Iya iya, aku janji!" ucap Fatimeh.


Tiba-tiba saja seorang pria datang menghampiri mereka dan menatap Fatimeh sambil tersenyum.


"Hey manis!" sapa pria itu.


"Hah? Kamu?" Fatimeh mendongak dan melihat Abrar tengah berdiri di sebelahnya.


"Iya manis, kita ketemu lagi disini. Aku kangen banget nih sama kamu! Mau gak kalau kita abisin malam ini berdua?" ucap Abrar.


"Eee..." Fatimeh membuang muka dan berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Abrar.


"Udeh, you layanin aja tuh pelanggan you! Daripada nanti dia jadi naksir sama ai, you bisa kehilangan uang deh." ujar Alana.


"Dih, lagian siapa juga yang mau sama lu? Gue juga punya selera kali," sangkal Abrar.


"Sembarangan you! Ai juga ogah kali main sama you, badan ai nanti jadi gatal-gatal lagi." ujar Alana.

__ADS_1


"Ah udah lah, ayo Meh kita ke kamar sekarang! Kelamaan disini bisa bikin aku geli tau," ucap Abrar langsung menggandeng lengan Fatimeh.


"Iya, aku mau." ucap Fatimeh pelan.


"Alana, aku pergi dulu ya? Nanti kalau ada waktu, kita ngobrol-ngobrol lagi kayak tadi ya!" ucap Fatimeh pada Alana.


"Iya santai! Ai selalu ada kok buat orang-orang yang mau curhat atau sekedar ngobrol sama ai," ucap Alana.


Fatimeh tersenyum singkat, lalu pergi bersama Abrar menuju kamar mereka.


Di tengah perjalanan, Abrar merasa heran karena Fatimeh cukup akrab dengan Alana.


"Eh manis, kamu kok bisa dekat gitu sih sama waria itu? Emang kamu gak risih ya deketan sama dia kayak gitu? Aku aja baru ketemu sekali langsung ngerasa geli dan jijik," ucap Abrar.


"Ya enggak lah, Alana orangnya asik kok. Kamu kalau udah kenal sama dia, pasti juga bakal bilang gitu deh!" jawab Fatimeh.


"Hah? Idih aku mah gak akan pernah mau dekat sama dia! Ngeliatnya aja udah jijik, apalagi bayangin kalau aku disentuh sama dia." ujar Abrar.


"Kamu parah ih!" cibir Fatimeh.


"Kenyataannya emang begitu, siapa yang gak jijik kalo disentuh orang kayak gitu?" ujar Abrar.


"Iyain aja deh," ucap Fatimeh sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.




Sementara itu, Nuril membawa Cat ke sebuah club malam tempat Fatimeh bekerja sebagai wanita penghibur disana.


Tentu saja Cat merasa sangat bingung mengapa Nuril membawanya kesana, apalagi ia belum pernah datang ke tempat itu sebelumnya.


"Kak, ini kita ngapain kesini? Kak Nuril gak mau berbuat yang macam-macam kan?" tanya Cat.


"Kamu kok nanyanya gitu sih? Aku ini mau temuin kamu sama seseorang di dalam sana, pasti kamu senang banget deh kalau ketemu sama dia nanti." jawab Nuril sambil tersenyum.


"Seseorang? Siapa kak?" tanya Cat penasaran.


"Ada deh, nanti juga kamu tahu. Aku yakin kamu pasti terkejut begitu kamu lihat orang itu! Sama seperti aku pertama kali ketemu sama dia," jawab Nuril misterius.


"Sebenarnya siapa sih yang kak Nuril maksud? Aku jadi makin penasaran deh, kenapa kak Nuril gak kasih tahu aja ke aku siapa orangnya biar aku gak penasaran?!" ucap Cat.


"Udah lah Cat, kalau kamu kebanyakan nanya, nanti malah kita gak jadi masuk ke dalam. Kamu kan katanya penasaran, mending kita langsung masuk aja supaya kamu gak penasaran lagi dan bisa tahu siapa orangnya itu." ucap Nuril.


"Oke deh! Tapi, benar ya kak Nuril gak maksa aku buat minum-minum di dalam?" ucap Cat.

__ADS_1


"Tenang aja! Aku juga belum pernah cobain minum begituan kok, lagian di dalam kan minumannya bukan cuma alkohol doang. Ada minuman lain seperti lemon atau jeruk," ucap Nuril.


"Yaudah, ayo kita masuk!" ucap Cat.


Nuril mengangguk kecil, kemudian mulai melangkah masuk ke dalam bersama Cat di sampingnya.


Begitu memasuki tempat itu, Cat merasa sedikit risih saat cukup banyak lelaki hidung belang yang memandangi tubuhnya.


"Ish, orang-orang disini pada gak bener ya kak? Padahal aku gak pakai pakaian yang terbuka, tapi mereka tetap aja pada ngeliatin aku kayak gitu." ucap Cat.


"Sabar aja! Emang begitulah mata lelaki, sukanya ngeliatin body yang semok." ujar Nuril.


"Huft, lagian ngapain sih kak Nuril bawa aku kesini? Bikin risih aja tau!" ucap Cat.


"Tenang Cat! Mungkin sekarang kamu kesel, tapi nanti pasti kamu seneng deh!" ucap Nuril.


"Iyain aja, terus kita mau apa nih?" tanya Cat.


"Kita duduk dulu disitu yuk!" jawab Nuril menunjuk ke arah meja di depannya.


"Iya iya.." ucap Cat menurut.


Mereka pun duduk disana, tak lama seorang pelayan datang menghampiri mereka membawa daftar menu yang bisa mereka pesan.


Setelah memesan, Nuril tampak melihat sekeliling untuk menemukan wanita yang sedang ia cari.


Pada akhirnya, Nuril berhasil mendapati rombongan wanita penghibur yang tengah berdiri dengan pakaian seksi di tempat itu.


"Nah, itu pasti teman-temannya Fatimeh. Mungkin aku bisa temuin mereka dan tanya dimana keberadaan Fatimeh, supaya aku bisa temuin Cat sama Fatimeh disini." batin Nuril.


Nuril pun pamit pada Cat untuk pergi sebentar.


"Eee Cat, aku ke toilet dulu ya?" ucap Nuril.


"Ih jangan lama-lama ya kak! Aku gak berani disini sendirian!" pinta Cat.


"Santai!" ucap Nuril sambil tersenyum dan mengusap pundak gadis itu.


Setelahnya, Nuril langsung melangkah menghampiri para wanita penghibur disana.


"Permisi!" ucap Nuril yang membuat wanita-wanita di hadapannya langsung tersenyum gembira.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2