
Aldy mendatangi club milik ayahnya itu dengan wajah panik.
Ia langsung masuk begitu saja ke dalam untuk menemui orang-orang disana.
"Hey kalian! Cepat kumpul!" teriak Aldy.
Tentu saja semua orang di tempat itu langsung melangkah ke dekat Aldy dan berbaris menghadap ke arah pria itu.
"Ada apa mas? Kenapa kamu kelihatan panik begitu?" tanya Fatimeh.
"Ayah Ajun tertangkap, sekarang dia sudah ada di penjara bersama orang-orangnya. Polisi juga sudah mengetahui bahwa selama ini ayah terlibat dalam penyebaran narkotika, dan itu akan berakibat fatal pada ayah." jawab Aldy.
"Apa? Lalu, apa yang harus kita lakukan saat ini mas Al?" tanya Maesaroh ikut cemas.
"Kita semua kosongkan tempat ini! Aku yakin gak lama lagi para polisi pasti akan datang kesini, mereka bisa tangkap kita semua karena sudah bekerja dengan ayah Ajun." jelas Aldy.
"Waduh! Aku gak mau ditangkap polisi, aku masih pengen hidup bebas!" ujar Mira.
"Yaudah, makanya sekarang kalian cepat beberes dan kita langsung pergi dari sini! Aku sudah siapkan mobil untuk kita semua," ucap Aldy.
"Siap mas!" ucap mereka serentak.
Semuanya langsung panik dan berlarian menuju kamar masing-masing untuk membereskan barang-barang mereka.
Sementara Fatimeh kini menghampiri Aldy yang tengah mengusap wajahnya dan terlihat sedih, Fatimeh berniat menenangkan pria itu.
"Mas Aldy, kamu yang sabar ya!" ucap Fatimeh seraya mengusap lengan Aldy.
Aldy mengangguk pelan dan merangkul Fatimeh secara tiba-tiba.
"Terimakasih ya Imeh! Kamu emang selalu bisa bikin aku tenang, aku selalu merasa nyaman tiap kali ada di dekat kamu!" ucap Aldy.
"Sama-sama, mas." ucap Fatimeh.
Aldy melepas pelukannya dan menatap wajah Fatimeh seraya menyentuh kedua bahunya.
"Eh ya, kamu kenapa masih disini? Kamu gak rapih-rapih? Kita harus cepat pergi sebelum polisi datang, aku gak mau kamu tertangkap!" tanya Aldy.
"Aku gak perlu lakuin itu, aku emang udah siapin semua barang-barang aku kok." jawab Fatimeh.
"Hah??" Aldy terkejut dan melirik ke arah tas milik Fatimeh yang sudah dia siapkan sebelumnya.
"Ka-kamu kapan beresin barang-barang itu? Kok udah siap aja?" tanya Aldy keheranan.
"Iya mas, ini semua aku siapin dari tadi sore. Aku emang udah punya rencana buat pergi dari tempat ini, aku mau berhenti bekerja sebagai wanita malam mas. Aku sadar ini salah, makanya aku gak mau terusin ini." jawab Fatimeh.
"Berarti kamu bakal pergi jauh dari aku?" tanya Aldy dengan mata berkaca-kaca.
"Gak jauh juga kok, paling aku cuma tinggal di dekat-dekat sini. Intinya aku gak bakal kerja lagi jadi wanita malam, karena aku mau berubah jadi wanita baik-baik lagi." jawab Fatimeh.
"Baiklah, aku dukung kamu! Aku juga bakal selalu ada di dekat kamu Imeh, kamu bilang aja apa yang kamu minta sama aku!" ucap Aldy.
"Terimakasih mas!" ucap Fatimeh tersenyum.
__ADS_1
Disaat Aldy hendak memeluk Fatimeh, tiba-tiba suara seorang pria muncul memanggil wanita itu.
"Fatimeh!"
Wanita itu terkejut bukan main, ia melihat ke asal suara dan menemukan sosok pria yang tak asing di wajahnya.
"Alana?" ucapnya lirih.
•
•
"Ayo mas ngaku aja sama aku! Jelasin semuanya sejujur-jujurnya!" pinta Rimar.
"Aku benar-benar kecewa sama kamu Rimar! Kamu bisa-bisanya tuduh aku lakuin itu semua sama Fatimeh? Aku gak terima dituduh begini, aku mau pergi aja dari sini!" ucap Gani.
Gani hendak melangkah keluar dari rumah itu, tetapi Nuril menahannya.
"Tunggu paman!" ucap Nuril bangkit dari duduknya.
"Apa lagi? Kamu mau tuduh saya apa lagi, ha? Belum puas kamu udah bikin saya dan istri saya bertengkar?" ujar Gani.
"Iya om, ini semua belum selesai. Jadi, om tetap disini aja dan jangan kemana-mana! Saya sama Cat masih punya satu hal lagi yang ingin diberitahu ke om dan tante," ucap Nuril.
Sontak Gani terkejut mendengarnya, ia benar-benar cemas kalau kebohongannya akan terbongkar kali ini.
"Apalagi yang mau kamu beritahu, ha? Cepat katakan!" ujar Gani emosi.
"Sabar dulu om! Kita duduk lagi ya biar santai, supaya om gak emosi begitu!" ucap Nuril.
"Baiklah om, saya akan kasih tahu semuanya sekarang sama om dan juga tante." ucap Nuril.
Nuril menatap ke arah Cat seperti meminta sesuatu dari gadis itu.
Cat menyerahkan ponselnya kepada Nuril, sehingga Gani merasa terkejut.
"Ini dia om, semua yang mau saya tunjukan sama om dan tante ada disini. Om udah penasaran banget kan pengen tahu?" ujar Nuril.
"Apa yang ada di hp itu?" batin Gani.
Lalu, Nuril membuka ponsel tersebut dan mencari sesuatu disana.
"Nuril, kamu sebenarnya mau tunjukin apa?" tanya Rimar penasaran.
"Sabar ya tante! Nanti tante juga tahu kok," ucap Cat sembari meraih tangan Rimar dan menggenggamnya.
"Iya iya.." Rimar mengangguk setuju.
Nuril pun menyetel sebuah rekaman suara percakapan antara dirinya dengan Fatimeh sewaktu mereka bertemu sebelumnya.
"*Bagaimana kamu bisa terjun ke dunia seperti ini? Apa karena kamu butuh uang?"
"Enggak kak, aku dijebak sama seseorang sampai aku bisa jadi kayak gini."
__ADS_1
"Dijebak? Sama siapa?"
"Paman aku, paman Gani. Dia yang jual aku ke bos Ajun, pemilik club malam disini."
"Apa? Paman kamu??"
"Iya, bukan cuma itu, dia juga udah sering lecehin aku dari aku masih SMP. Aku sebenarnya bersyukur bisa lepas dari dia, walau aku harus masuk ke dunia gelap ini*."
Nuril selesai menyetel rekaman itu, ia tersenyum licik ke arah Gani dan menyimpan ponselnya.
"Sial!" umpat Gani dalam hati.
Sementara Rimar langsung bangkit dari duduknya, wanita itu sudah sangat emosi kepada suaminya setelah mendengar rekaman suara itu.
Plaaakk...
Tanpa basa-basi, Rimar menampar wajah Gani dengan keras dan membuat Cat serta Nuril terkejut melihatnya.
"Kamu benar-benar keterlaluan, mas! Kamu udah kelewatan! Dasar gak tahu diri!" umpat Rimar.
"Sayang, sabar dulu ya sayang! Kamu jangan emosi begitu!" ucap Gani memohon.
"Jangan panggil aku sayang lagi! Apa yang kamu lakuin ke Fatimeh itu udah keterlaluan, kamu gak patut dimaafkan mas!" geram Rimar.
"Tolong jangan begitu sayang! Aku tahu aku salah, aku benar-benar nyesel udah ngelakuin itu semua sama Fatimeh!" ucap Gani.
"Kamu harus tanggung jawab atas semua perbuatan kamu itu, mas!" ujar Rimar.
"Maksud kamu apa?" tanya Gani ketakutan.
"Aku akan kirim kamu ke penjara! Supaya kamu bisa dihukum setimpal!" jawab Rimar.
"Apa??" Gani terkejut bukan main mendengarnya.
"Tenang aja tante! Sebelum kesini, aku juga udah hubungi polisi kok buat tangkap om Gani." ucap Cat mendekati Rimar.
"Iya tante, sebentar lagi pasti polisi itu sampai. Jadi, paman yang sabar ya! Hidup paman yang bebas dan bahagia itu akan berakhir, karena kesalahan paman sendiri!" sahut Nuril.
"Kurang ajar! Saya gak mau di penjara, saya gak mau!" ucap Gani.
Gani langsung berbalik dan pergi begitu saja.
"Eh eh, kamu mau kemana mas??" teriak Rimar berusaha mengejar suaminya.
Cat dan Nuril pun mengikuti mereka.
Langkah Gani terhenti begitu ia sampai di depan pintu, tiga orang polisi sudah berdiri disana bersiap menangkapnya.
"Hah??" Gani terkejut melihat kehadiran polisi itu.
"Selamat malam pak!" ucap polisi itu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...