
Fatimeh dibawa ke sebuah taman yang indah oleh Aldy, ia menurut saja karena selama ini memang ia jarang sekali pergi jalan-jalan keluar.
Aldy juga sengaja mengajak Fatimeh kesana untuk dapat menenangkan pikiran wanita itu, ia tahu bahwa Fatimeh sedang pusing memikirkan masalahnya dengan teman-temannya.
Belum lagi mengenai Tina yang hingga kini tak ada kabar dan belum diketahui keberadaannya.
"Nah, aku biasanya suka ajakin pacar-pacar aku kesini tiap weekend. Mereka kebanyakan senang dan ngerasa nyaman kalau disini, mungkin aja kamu juga bisa begitu. Aku gak mau kamu pusing terus karena masalah kamu itu!" ucap Aldy.
Tanpa persetujuan Fatimeh, Aldy langsung menggenggam tangan Fatimeh begitu saja hingga membuat wanita itu terkejut.
"Kita coba kesana yuk!" ucap Aldy.
"Kemana?" tanya Fatimeh penasaran.
"Di depan sana ada danau yang indah, kamu bisa tenangin pikiran kamu disana." jawab Aldy.
"Ohh, boleh deh." ucap Fatimeh.
Aldy tersenyum tipis disertai anggukan kecil, lalu mulai melangkahkan kakinya kembali menuju danau yang ada di tempat itu.
Fatimeh menurut saja dengan kata-kata Aldy, ia juga penasaran seperti apa danau indah yang dimaksud oleh Aldy tadi.
"Ini dia danaunya, gimana menurut kamu?" ucap Aldy begitu mereka sampai di pinggir danau.
"Wah indah banget! Aku suka disini kak, udaranya juga sejuk dan bikin nyaman!" jawab Fatimeh.
"Bagus deh, kalo gitu ayo kita duduk disana biar gak pegel!" usul Aldy.
"Oke!" Fatimeh mengangguk setuju.
Mereka pun duduk berdampingan di sebuah kursi yang tersedia dengan Aldy yang masih menggenggam tangan wanita itu.
"Kak, kak Al—" ucapan Fatimeh tertahan karena Aldy menaruh telunjuknya di bibir mungil wanita itu.
"Panggil aku mas aja, okay? Biar seperti teman-teman kamu yang lain di club," potong Aldy.
"Oke kak, eh maksudku mas." ucap Fatimeh meralat omongannya tadi.
"Nah kalau gitu kan lebih enak didengarnya, aku jadi makin nyaman tiap kali di dekat kamu." ucap Aldy seraya menaruh wajahnya di pundak Fatimeh.
Fatimeh yang terkejut hanya bisa terdiam membiarkan Aldy melakukan itu padanya.
"Kamu gak protes nih aku kayak gini?" tanya Aldy.
__ADS_1
"Hah? Eee.." Fatimeh terlihat gugup dan bingung harus menjawab apa, ia khawatir malah membuat Aldy merasa tak nyaman.
"Bagus deh! Eh ya aku mau tanya deh, kamu itu udah punya pacar apa belum sih? Atau mantan gitu?" tanya Aldy pada Fatimeh.
"Umm, belum pernah. Selama hidup aku belum pernah ngerasain yang namanya pacaran, kenal sama cowok aja jarang." jawab Fatimeh.
"Oalah gitu toh, sekarang kamu mau gak jadi pasangan aku?" tanya Aldy sambil tersenyum.
"Hah?" Fatimeh terkejut bukan main mendengar pertanyaan Aldy, ia langsung menjauh dari Aldy dan membuat pria itu merasa heran.
"Kenapa Imeh? Gak mau ya?" tanya Aldy.
"Eee mas serius bilang begitu sama aku? Emang mas mau punya pasangan seperti aku? Aku ini wanita malam loh mas, teman-teman aku aja pada gak mau temenan sama aku." ujar Fatimeh.
"Aku gak perduli apa status kamu, yang aku pengen itu kamu jadi pasangan aku. Jadi gimana Imeh, kamu bersedia apa enggak?" ucap Aldy.
"Umm, aku belum tahu mas.. aku takut kamu malah nyesel nantinya," jawab Fatimeh.
"Nyesel? Nyesel gimana? Mana mungkin aku nyesel jadi pasangan kamu? Aku itu sayang sama kamu, aku mau kamu jadi pacar aku!" ucap Aldy kembali menggenggam tangan Fatimeh.
Fatimeh terdiam kebingungan, ia berusaha melepaskan diri dari genggaman Aldy tetapi gagal.
•
•
Nuril merasa cemas pada Cat, karena gadis itu lebih banyak menyendiri belakangan ini.
"Cat," sapa Nuril sembari menghampiri gadis itu.
"Eh kak Nuril?" Cat langsung menoleh ke arah Nuril dan menghapus air matanya yang sempat mengalir membasahi pipinya.
"Kamu lagi apa disini Cat? Kok nangis sih?" tanya Nuril penasaran.
"Eee enggak, siapa juga yang nangis? Kak Nuril gausah sok tau deh!" jawab Cat mengelak.
"Kok sok tau sih? Orang aku lihat sendiri tadi kamu nangis, buktinya pas aku kesini kamu langsung hapus air mata itu." ucap Nuril.
"Gak ada yang nangis, udah deh gausah bahas yang gak penting!" ucap Cat ketus.
Cat langsung bangkit dan hendak pergi dari sana, namun Nuril mencekal lengannya.
"Kamu mau kemana sih??" tanya Nuril.
__ADS_1
"Aku harus balik ke kelas, kak Nuril jangan cegah aku ya!" jawab Cat.
"Kamu jangan menghindar dari aku terus dong Cat! Aku tahu kamu marah karena aku udah sewa Imeh sebelumnya, tapi aku lakuin itu supaya aku tahu kalau Imeh itu emang wanita sewaan." ujar Nuril.
"Ini bukan soal itu, dan tolong kak Nuril stop ya bahas soal Imeh di depan aku!" ucap Cat.
"Kenapa? Kamu gak mau bahas Imeh, karena kamu masih kecewa kan sama dia?!" ucap Nuril.
"Iya kak, sekarang gini deh sahabat mana coba yang gak kecewa kalau tahu sahabatnya ternyata terjerumus ke dunia malam?" ucap Cat.
Nuril terdiam memalingkan wajahnya.
"Udah gitu Imeh juga gak pernah cerita apa-apa ke aku soal ini, kalau kak Nuril gak bawa aku ke club itu, pasti aku belum tahu tentang ini. Harusnya kan Imeh cerita dong sama aku!" ucap Cat.
"Iya iya, aku ngerti kekecewaan kamu. Tapi, ini semua gak sepenuhnya salah Imeh. Waktu itu aku sempat tanya sama dia apa alasan dia masuk dunia malam, dia juga ceritain semuanya sama aku." ucap Nuril.
"Terus, apa alasan Imeh lakuin itu semua? Dia butuh uang?" tanya Cat penasaran.
"Bukan Cat, dia masuk ke club itu karena dijebak sama pamannya. Sebenarnya dia gak mau jadi wanita malam kayak gitu, tapi dia gak punya pilihan lain karena pamannya udah jual dia ke pemilik club itu." jelas Nuril.
"Apa? Berarti paman Gani alias pamannya Imeh itu jahat banget dong sama Imeh? Kenapa ya Imeh gak pernah cerita sama kita?" ujar Cat terkejut.
"Entahlah, mungkin dia gak mau ngebebani kita dengan masalah dia." ucap Nuril.
"Aduh Imeh, jelek banget sih nasib kamu! Aku jadi ngerasa bersalah karena udah sempat benci sama dia!" ucap Cat.
"Lalu, kamu mau apa sekarang?" tanya Nuril.
"Kita harus bantu Imeh keluar dari tempat itu!" jawab Cat.
"Caranya??" tanya Nuril penasaran.
"Kita temui paman Gani setelah pulang sekolah nanti, kita paksa dia buat bebasin Imeh dari club itu dengan cara ancam dia! Imeh itu sahabat kita, kita gak bisa diam aja kayak gini!" jelas Cat.
"Oke! Aku setuju dengan rencana kamu!" ucap Nuril sambil tersenyum.
"Yaudah, aku pergi dulu. Pulang sekolah nanti kita ketemu lagi disini," ucap Cat.
"Baik!" ucap Nuril menurut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1