
nama ku "Patricia Aruna Danendra" orang-orang biasa memanggil ku Aruna.
aku anak tunggal yang berasal dari keluarga ya,, bisa dibilang cukup berada , papa memiliki perusahaan yang bergerak di bidang properti. kebutuhan ku bisa dibilang sangat tercukupi, tapi seketika semua itu hancur,
papa mengalami kecelakaan hingga merenggut nyawanya. mama? saat itu mama benar-benar hancur hingga mengalami depresi, aku yang saat itu berumur 6 tahun hanya bisa melihat bingung dengan Situasi saat itu.
flashback..
saat itu sehari, setelah pemakaman papa, tante erika (adik papa) datang mengunjungi kami dengan membawa Vera anak paman dan tante yang sebaya dengan ku ,tidak biasanya Tante datang mungkin itu bisa di bilang kali pertama tante datang mengunjungi rumah kami, saat itu tante mengajak ku keluar
"runa...ayo ikut dengan tante dan Vera keluar, kita beli makanan buat mama kamu,kasian mama nggak makan nanti sakit.". ucap Tante erika
"mama runa ikut?" ucap Vera dan menatap tak suka kearah ku....
"iya ,kamu nggak boleh gitu ucap..."Tante Erika
Tante Erika sangat baik saat itu aku hanya terpaku melihat kelembutan nya, tak pernah aku melihat Tante Erika sebaik itu yang hanya kulihat wajah sinis Tante Erika tetapi sekarang sangat berbeda aku berfikir mungkin karena kasihan melihat keadaan kami.
"akupun mengangguk, baik Tante, tapi mama?.."ucap ku
"mama nggak papa ditinggal sebentar kasihan kan mama sama kamu nggak makan nanti kalian sakit ,, ayo kita pergi ke minimarket sebentar .."ucap Tante Erika
akupun hanya mengangguk
"baik Tante" , tapi runa mau izin dulu sama "mama "panggil ku
akupun meminta izin, saat melihat mama dengan tatapan kosongnya hatiku seakan teriris tidak pernah aku melihat mamah sesedih itu, yang hanya aku lihat selama ini tawa dan senyum yang selalu terukir di wajah mama,, aku pun hanya berlalu tak sanggup melihat mama serapuh itu,, lalu keluar menemui Tante dan Vera
ayo Tante..ucapku yang di balas anggukan oleh Tante Erika tak lupa tatapan sinis Vera yang selalu aku ingat
mobil yang dikendarai Tante Erika pun melaju ke sebuah minimarket terdekat, setelah puas memilih makanan dan bahan masakan yang menurut ku sangat banyak entah mengapa Tante Erika belanja sebanyak ini aku hanya diam dan memperhatikan nya, tak lupa Vera yang sembari merengek jika meminta sesuatu
35 menit pun berlalu...
"ayo.. ucap Tante erika.." yang di balas anggukan oleh ku
15 menit kemudian kami sampai di rumah*
aku langsung berlari ke kamar mama tak lupa menenteng makanan yang kami beli tadi
"mama...... "panggil ku bersemangat, aku langsung mendorong hendle pintu,
seketika aku terpaku dan membulatkan mata
aku berharap semua yang kulihat ini tidak benar aku menerjap beberapa kali tapi yang kulihat tetap sama, tubuh ku terkulai di lantai tak sanggup melangkah mendekat, air mata ku luruh dan seketika aku berteriak .... mendapati mama yang bersimbah darah dengan tangan mama yang memegang pisau, hanya darah yang mampu kulihat semuanya penuh darah.
mendengar teriakkan ku Tante Erika langsung berlari mendekatiku dan terlihat terkejut melihat keadaan mama
"mama kenapa?" ucap Tante Erika..
aku tak mampu menjawab mulut ku terasa kelu melihat semua Kenyataan ini,, aku hanya mampu menggeleng berharap ini semua mimpi dan aku ingin bangun dari mimpi buruk ku ini
"Tante akan telpon ambulance.... "ucap Tante erika
tak lama ambulance pun sampai,, polisi dan warga sekitar komplek juga turut berdatangan
mama diperiksa oleh petugas ambulance,, mereka menggelengkan kepala tangis ku makin kencang tak sanggup dengan kenyataan ini, memang mama mengeluarkan banyak darah sangat kecil kemungkinan mama selamat tapi aku hanya berharap sedikit keajaiban, tapi itu tidak datang kepadaku. aku hanya terus terisak berharap mama mendengar kesedihan ku dan bangun menemani ku, tapi itulah takdir semua tak bisa di ubah , mengapa takdir begitu kejam kepadaku?
"aku terus berteriak,, Tante kembaliiin mama runa ,kembaliiin tanteee , kembaliiin papa, Aruna janji nggak bakal nakallll, tante....." teriakku semakin kencang
Tante Erika hanya diam...
pemakaman pun diadakan, mama dikuburkan di samping makam papa, melihat kuburan papa yang masih basah , aku hanya bisa bergumam; kemarin papa ninggalin runa sama mama
tapi sekarang papa ambil mama dari runa, apa papa nggak sayang sama runa ninggalin runa sendirian... ucap ku
keluarga mama? mama berasal dari panti asuhan, tak ada satupun keluarga mama
apalagi keluarga papa hanya ada nenek dan tante serta paman(suami Tante erika), kata mama kakek meninggal saat aku belum lahir, hanya Tante Erika saudara papa, keluarga papa sangat membenci mama , begitu juga dengan nenek seakan tak mengenaliku , adakalanya aku sangat iri terhadap Vera yang selalu disayangi nenek. nenek seperti hanya mempunyai satu cucu , hanya Vera yang selalu mendapat kasih sayang nenek, dan ditambah lagi dengan kepergian papa kebencian nenek semakin besar kepadaku dan mama.
Tante Erika yang kemarin menemani ku sekarang tak terlihat lagi. nenek? jangankan menemani datang saja tidak, diwaktu mama dikuburkan , hanya ada beberapa tetangga yang masih setia menemaniku dan menatapku penuh iba.
"Aruna..." panggil seseorang
aku pun mendongak, sesaat aku terpaku melihat wanita dan pria paruh baya tersebut, aku mencoba mengingat siapa dia,, beberapa saat aku tertegun kala mengingat wanita cantik itu.
"Tante a..ana, om Ni.ko?..."ucapku terbata
"kamu menganali kami? ..." ucapnya tersenyum
ya di adalah Tante ana dan om niko
sahabat mama dan papa, yang selalu diceritakan mama dan papa kepadaku, memang aku belum pernah bertemu dengan mereka, tapi mama dan papa cukup sering menceritakan mereka kepadaku dan melihat kan kedekatan mereka saat bersahabat berupa beberapa album foto.
"hai... "ucap seseorang gadis
aku pun beralih menatap seorang anak perempuan yang sebaya denganku, dan bocah laki laki yang berdiri disampingnya
"aku elena, dan ini ray kakak ku memang dia tidak cantik, tapi dia cukup ganteng..." ucapnya lagi
__ADS_1
yang di hadiahi toyoron oleh Ray..
"kakkkk ....."ucapnya sambil cemberut
aku hanya tersenyum melihat tingkah mereka..
"Aruna, sayang ayo pulang sekarang kamu tinggal dimana?.."ucap Tante ana
"sekarang aruna tinggal dirumah, sendiri,Tante.. "ucapku
"sendiri? Aruna nggak tinggal sama nenek?" tanyanya
"iya Tante, nenek benci sama Aruna,, Tante apa benar Aruna anak pembawa sial? semua ninggalin Aruna, semua benci sama aruna, sekarang Aruna nggak punya siapa siapa Tante.."ucapku sambil menagis
Tante ana langsung memeluk ku..
"sayang.. Aruna bukan pembawa sial sayang,
semua ini musibah Aruna nggak salah apa-apa, Aruna harus kuat ada tante, ada om , ell, ada kak Ry..".ucap Tante ana
semua ada buat aruna jadi mulai sekarang Aruna nggak boleh sedih...ucap om Niko membuka suara, setelah lama terpaku menatapku penuh iba...
"iya jangan sedih aku mau jadi kakak kamu....." ucap ellena tersenyum
"hah.. apa?kakak?nggak salah?..."ucap ray mengernyitkan kan dahi
"emeng kenapa?" ucap ellena tanpa dosa
"dia sebaya dengan mu,, yang kakak itu aku.."ucap ray sombong
"Aruna mau tinggal sama Tante?.."tanya Tante ana
"Aruna nggak mau Aruna mau dirumah Aruna Tante.." jawabku menggeleng
"Aruna nggak boleh sendirian di rumah, nanti Aruna kenapa-napa gimana?papa sama papa nanti sedih liat Aruna sendiri, Aruna nggak mau kan liat papa sama Mama sedih?." ucap Tante ana sendu...
"tapi apa mama, papa nggak sedih liat Aruna sendiri? "ucap ku sendu
"sayang.... Aruna nggak boleh gitu, papa sama Mama pasti sayang sama Aruna,, mereka ingin Aruna terus berjuang, jadi anak pintar dan mandiri, mereka percaya ,Aruna itu kuat aruna percaya kan sama papa? Tante, om, ell,kak Ray selalu ada buat aruna, jadi aruna
mau kan tinggal sama Tante.".ucap Tante ana
aku hanya mengangguk lemah..
"ell dan Ray baik, kalian bisa jadi saudara yang saling menyayangi.."ucap om Niko
"iya kak Ray nggak gigit kok, jadi kamu jangan takut ..."timpal ellena
"aku cuma ngehibur , biar dia nggak sedih.."ucap ell tanpa dosa
"tapi Tante rumah gimana?.."tanyaku
"nanti kalo Aruna rindu rumah, runa bilang sama tante atou om kita akan antar runa
kerumah..."ucap Tante ana
yang dibalas anggukan oleh ku..
kami pun berlalu meninggalkan pemakaman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
20 menit kemudian,....
kami sampai dirumah...
terlihat nenek, Tante Erika,om Edo(suami Tante erika), Vera, dan seorang yang ku kenal yaitu pak Irwan beliau adalah penacara papa , yang berdiri di halaman rumah
akupun langsung tersenyum ternyata nenek masih peduli terhadap ku..
akupun langsung berlari mendekati nenek
"nenek.... "teriakku,aku hanya senang karena ini kali pertama nenek kerumah..
hanya kulihat tatapan sinis nenek, dan muka mengejek Tante Erika dan om Edo
tunggu!! bukankah kemarin Tante Erika sangat baik kepada ku? kenapa sekarang begitu? batinku..
"heiii anak pembawa sial....".bentak nenek
hati ku begitu pilu melihat nenek masih seperti itu..
nenek dengan sikap lembut kepada ku hanya mimpi, nyatanya tatapan penuh kebencian yang kulihat..
"maaf buk setidaknya ibuk menjaga sikap.".
ucap om Niko kesal dengan tingkah nenek yang tidak sama sekali menunjukkan rasa kasih sayang, bahkan rasa iba pun begitu mustahil bagi nenek padaku
"siapa kau berani menasehati ku..." balas nenek
__ADS_1
"apa ibuk lupa aku Niko,,sahabat orang tua Aruna, ibuk masih sama seperti dulu... "lanjut om niko
"owhhh..kau orang yang merusak anak ku, aku tak mungkin lupa, jika bukan kau yang mengenalkan wanita murahan itu, anakku pasti selamat, kau menghancurkan nya ...." ucap nenek menatap tajam om Niko..
"saya hanya membantu rendra(ayah Aruna) untuk keluar dari kekangan ibunya, saya hanya kasihan dengan nya hidup seperti robot, dikendalikan oleh orang tua nya sendiri... "ujar om Niko tak kalah tajam.
"diam kau...!"bentak Tante Erika,
"jangan campuri urusan keluarga ku..
sekarang kalian pergi dari sini!" bentak Tante Erika
"kalian tidak berhak mengusir Aruna..
rumah ini milik nya.."tegas om Niko
"ha?Haha..... Tante Erika terbahak
apa? rumah ini milik nya? kakak ku tak kan pernah memberikan sepeserpun kepada anak pembawa sial ini!!..." ujar Tante Tika menatap ku tajam
"rumah, perusahaan dan semua aset atas nama ibuku dan yang pasti ibu mas rendra.."ucap Tante Erika tajam..
"apa maksudmu?" tanya om Niko
paket Irwan bisa dijelaskan..."ucap Tante erika dengan muka mengejek..
pak Irwan membuka suara...sambil memberikan beberapa berkas kepada om niko
"baik pak disini di jelaskan bahwa semua aset hak milik bapak rendra dan ibuk Dewi (mama Aruna) termasuk Gono gini ,sudah di atas namakan kepada orang tua dari bapak feri yaitu nyonya Anjani.."ujar pak Irwan
"mengapa bisa begitu? "tanya om Niko..
"bapak bisa melihat disini tanda tangan dari bapak rendra dan ibu Dewi,ini asli tanpa rekayasa sama sekali, bapak bisa lihat? "ujar pak Irwan..
"kalian benar benar licik..."ucap om Niko
nenek, Tante Erika ,om Edo hanya tersenyum mengejek...
"sekarang bawa saja anak pembawa sial dari wanita murahan itu..." ucap nenek tajam
"dia bukan anak pembawa sial!, dan satu lagi aku memang akan membawanya,, karena aku masih manusia bukan iblis seperti kalian!."emosi om Niko
"tutup mulut kotormu!! "ucap om Edo bersuara...
"dibandingkan aku, jelas kalian lebih kotor, dan kau?menunjuk om edo aku rasa sebentar lagi akan menjadi robot,, atau telah menjadi robot?" tajam om niko..
"kauuuuuu....!"
"Ayo," ajak om Niko kepada kami(aku,Tante ana, Ell, dan kak Ray)
"oh ya tunggu saja balasan kalian,, aku tidak yakin hanya diam saja..."ujar om Niko dan berlalu membawa kami pergi.
di mobil.......
"maafkan om, dan tante baru datang, selama ini om dan tante tinggal di Amerika, kami putus kontak dengan orang tua mu, kami tak bertemu lagi, hingga om mendengar berita ini, tetaplah bersama kami, om dan tante akan menjagamu dengan baik, dan maaf om tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan rumah dan perusahaan mama, papa.."ucap om Niko
aku hanya mampu berterima kasih
terima kasih ya Allah telah mendatangkan malaikat seperti om Niko dan tante ana
batinku...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...
hingga aku tumbuh besar bersama om Niko dan tante ana yang sekarang ku panggil papa dan bunda, ellena yang sangat menyangiku, serta kak Ray yang menjaga ku seperti adiknya sendiri..
author.
ini tulisan pertama ku, maaf kalo ada tanda baca yang kurang sesuai , dan typo yang bertebaran, semoga kalian suka,
jangan lupa like & coment guys.....
happy reading,
Patricia Aruna Danendra
Ellena Anastasia Nicolas
Rey Nicolas
Vera Eraxa Anjani
__ADS_1
maaf,, kalo visual nya nggak sesuai ...